
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar ucapan Jiu Wei.
Menurut Yan Liyan Qiao Mi dan Su Fengli telah memberikan kesan yang baik pada para warga dan dengan hal tersebut para warga akan sangat menyukai mereka.
Hal itu akan menguntungkan Qiao Mi dan Su Fengli di masa depan nanti. Ya.. terkadang hubungan sosial yang baik akan membangun kepercayaan terhadap sesama.
Artinya Yan Liyan tidak perlu khawatir lagi jika nantinya dia akan menjadikan kedua anak kecil itu sebagai anggota penting Kekaisaran seperti seorang jendral pasukan misalnya atau bagian dari 5 kesatria penjaga karena untuk menjadi anggota kerajaan seperti itu dibutuhkan kepercayaan anggota istana dan didukung oleh para warga.
Setelah itu Yan Liyan memakan makanan yang tersedia di depannya diikuti oleh yang lain.
20 Menit kemudian.....
Mereka berlima telah selesai makan malam.
Yan Liyan langsung pergi menuju kamar pribadinya untuk beristirahat karena merasa kelelahan hari ini.
"Tu.. Tunggu!"
Yan Liyan menoleh kebelakang dan melihat Mei Lin memegang tangannya menahannya untuk pergi.
"Ada apa Lin'er?"
"Kau terlihat sangat kelelahan dan tidak bertenaga. Aku akan mengantarmu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi."
"Alasan yang buruk." suara pelan Jiu Wei terdengar dengan nada yang mengejek.
Bing Hua dan Xian Ran tertawa kecil melihat kelakuan Mei Lin karena mereka semua bisa mengetahui tujuan Mei Lin yang sebenarnya.
Mereka bertiga menyangka jika Mei Lin hanya ingin berada di dekat Yan Liyan saja dan untuk menutupi hal itu Mei Lin mengatakan alasan konyol seperti tadi.
"Ka-kalian! Aku serius! Liyan'gege telah...
Yan Liyan langsung mencekram tangan Mei Lin yang membuat Mei Lin terdiam tidak melanjutkan ucapannya tadi.
"Baiklah, Kau boleh mengantarku." Yan Liyan tersenyum kepada Mei Lin.
Setelah itu Yan Liyan pergi dengan Mei Lin mengikut dibelakangnya.
"Aku tidak apa-apa Lin'er, jadi jangan pernah mengatakan jika aku telah memberimu esensi darahku padamu karena hal itu tidak akan membuatku terbunuh...
Uhuk!
Uhuk!
Yan Liyan tiba-tiba saja terbatuk dan memegang dadanya dengan ekspresi menahan rasa sakit.
"Liyan'gege!
Dengan penuh kekhawatiran Mei Lin menopang tubuh Yan Liyan yang akan terjatuh lalu memapahnya menuju kamar tidur.
"Aku akan baik-baii saja! tenanglah...
ucap Yan Liyan ketika melihat ekspresi khawatir dari Mei Lin.
__ADS_1
"Diamlah, sebaiknya kau jangan banyak berbicara dulu!
Cih.. seharusnya aku menyadarinya dari awal. Kau memang tidak akan mati setelah memberikan esensi darahmu, tapi tetap saja setelah memberikan esensi darah dan kekuatan elemenmu tentu saja tubuhmu akan melemah.
Seharusnya kau tidak perlu memaksakan diri." gerutu Mei Lin yang sangat kesal dengan kenaifan kekasihnya itu.
Dia juga merasa bersalah sebab gara-gara dia kekasihnya menjadi seperti itu.
"Tidak mengapa, Sebentar lagi keadaanku akan membaik."
"Mm.. Aku tahu itu, jadi mulai hari ini kau harus tetap beristirahat dan biarkan kami yang mengurus istana dan dirimu." ucap Mei Lin yang telah sampai di depan pintu kamar Yan Liyan.
Mei Lin membukanya dan membaringkan Yan Liyan ditempat tidurnya.
Setelah itu Mei Lin mengeluarkan dua lembar daun kehidupan dan semangkuk air bersih dari dalam cincin penyimpananya.
Mei Lin kemudian meramu daun kehidupan itu menjadi minuman herbal yang mengandung energi kehidupan.
"Minumlan! stidaknya ramuan ini akan membuat keadaanmu menjadi lebih baik." Mei Lin menyodorkan gelas yang berisi ramuan minuman herbal daun kehidupan.
Namun Yan Liyan tidak bisa bergerak sama sekali bahkan tangannya terasa kaku untuk digerakkan, bahkan mulutnya mulai keram tidak bisa digerakan.
Yan Liyan kemudian menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Mei Lin.
"Hehe.. Aku tidak menyangka orang sepertiku akan mengalami keadaan seperti ini, saat ini mulutku tidak bisa digerakan sehingga aku menggunakan telepati untuk berbicara padamu" Yan Liyan tertawa kecil dengan ketidak berdayaanya saat ini.
"Ini sama sekali tidak lucu." ucap Mei Lin yang prihatin dengan kondisi Yan Liyan saat ini. Dia tidak menyangka jika konsekuensinya sampai seperti itu.
"Baiklah, Aku akan membantumu untuk meminum obat ini." Mei Lin kemudian mengangkat kepala Yan Liyan dan kemudian meminumkan minuman herbal itu pada Yan Liyan.
Menyadari hal itu Mei Lin memikirkan cara untuk agar minuman herbal yang dia buat bisa masuk sepenuhnya kedalam tubuh Yan Liyan.
Yan Liyan yang mengerti dengan permasalahan Mei Lin hanya tersenyum.
"Lin'er.. Panggil Yan Liyan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Ya, Ada apa Liyan'gege.. Apa ada yang kau butuhkan?!" Mei Lin bertanya. Siapa tahu kekasihnya itu mempunyai suatu keperluan.
"Sepertinya Aku mempunyai cara untuk menyelesaikan masalah yang sedang kau pikirkan." ucap Yan Liyan yang membuat Mei Lin terkejut.
"Benarkah? Memang bagaimana caranya?!"
Yan Liyan terdiam tidak menjawab dan hanya memandang bibir merah mudah Mei Lin.
Mei Lin yang menyadari itu, seketika wajahnya menjadi merah padam.
"Dasar Kau ini! Bisa-bisanya Liyan'gege memikirkan hal seperti itu pada saat kondisimu seperti ini." ucap Mei Lin yang sangat kesal dengan Yan Liyan.
Yan Liyan tersenyum dengan ekpresi Mei Lin yang menurutnya sangat lucu.
"Tidak masalah jika kau menolak. Aku juga tidak berharap jika kau akan menyetujuinya."
Mei Lin yang mendengar itu menjadi merasa bersalah, disebabkan dirinya lah sehingga kondisi Yan Liyan menjadi melemah seperti ini.
__ADS_1
Setelah berpikir untuk waktu yang agak lama akhirnya Mei Lin setuju untuk melakukannya, karena berpikir jika Yan Liyan merupakan kekasihnya.
'Tidak masalah, kan? Lagi pula dia adalah kekasihku.'
"Waktu itu aku hanya mencium dahimu, tapi sekarang...
Mei Lin menghentikan ucapannya laku mengingat pada saat dia mengungkapkan perasaannya di ruang invetory.
Tanpa pikir panjang lagi Mei Lin memeguk minuman herbal itu menyimpan ya di dalam mulutnya. Mengangkat kepala Yan Liyan lalu mendekat kearah Yan Liyan.
"Aku mencintaimu Liyan'gege." (berbicara menggunakan telepati)
Tetapi Ketika Wajah mereka berdua sudah sangat dekat.
Bruk!
Jiu Wei tiba-tiba muncul dan memukulkan ganggang pedang di kepala Mei Lin.
Glup!
Mei Lin tanpa sadar menelan minuman herbal itu dan melepaskan Yan Liyan karena terkejut dengan apa yang barusan terjadi.
"Apa yang kau lakukan, ha?! Mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan?!" Jiu Wei berteriak marah kepada Mei Lin yang melakukan hal seenaknya tanpa memberitahu dirinya terlebih dahulu, tentu saja dia melihat kejadian tadi.
"Eh, Aku...
"Jangan bayak alasan! Kakak Hua keluarlah dan hukum orang ini."Jiu Wei berteriak kearah pintu.
Bing Hua dan Xian Ran tiba-tiba saja keluar dari balik pintu.
"Huh.. Kau terlalu memaksakan dirimu Liyan'gege.
Beristirahatlah! kami berempat akan selalu menjagamu sampai kau sembuh."
Setelah itu dia duduk dikursi yang berada dekat dengan ranjang lalu memegang tangan Yan Liyan.
"Saudari Hua aku...
"Aku mengerti dengan apa yang akan kau lakukan. tenang saja karena aku tidak akan marah padamu." ucap Bing Hua menenangkan Mei Lin yang tampak khawatir jika dirinya akan marah.
Mei Lin menghela nafas lega ketika mendengar itu sedangkan Jiu Wei menjadi cemberut karena tidak puas dengan sikap Bing Hua.
"Kau terlalu lembek padanya kakak Hua! Sebagai saudari pertama Kau harus lebih keras kepadanya.. Setidaknya bekukan dia selama satu hari penuh!" ucap Jiu Wei yang memprotes Bing Hua karena memaafkan Mei Lin dengan begitu mudah.
Bing Hua tidak menanggapi perkataan Jiu Wei, Dia menatap penuh kekhawatiran kekasihnya itu.
"Aku punya cara untuk masalah yang sedang kau hadapi." Xian Ran mengambil gelas yang berisi ramuan itu.
Lalu kemudian Xian Ran mendekat dan membuka mulut Yan Liyan secara paksa menggunakan tangannya.
"Apa yang kau lakukan! Apa Kau ingin membunuhnya?!" Mei Lin tampak sangat marah dengan tindakan sembrono dari Xian Ran begitupun dengan Bing Hua dan Jiu Wei.
"Tenanglah! Tidak mungkin kultivator tingkat dewa sejati akan mati hanya karena hal seperti ini. Kalian terlalu khawatir sehingga membuat kalian tidak bisa berpikir jernih." ucap Xian Ran dengan santai.
__ADS_1
'Dia terlalu agresif.' batin Yan Liyan dengan pasrah ketika Xian Ran menuangkan minuman herbal itu secara perlahan kedalam mulutnya.