SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Memanfaatkan Pertanyaan


__ADS_3

Di sebuah ruangan sederhana...


Terdapat 4 sosok orang yang sedang duduk dikursi meja makan.


Mereka merupakan Yan Liyan, Bing Hua, dan sosok resepsionis yang mengajak mereka tadi, Dia telah telah memperkenalkan namanya, yaitu Ling Yun.


Sedangkan sosok satunya lagi yang merupakan laki-laki berumur 12 tahun, yang merupakan adik Ling Yun.


Mereka duduk di meja makan sambil memandang satu sama lain. Memang Yan Liyan belum memperkenalkan dirinya kepada mereka berdua.


"Aham..." Yan Liyan batuk kecil untuk menghilangkan ketegangan diantara mereka.


"Namaku adalah Yan Liyan, dan Dia merupakan kekasih ku, Bing Hua." Yan Liyan menunjuk Bing Hua yang berada di sampingnya.


cara mudah dan singkat untuk memperkenalkan diri mereka berdua, kepada kedua orang itu.


Yan Liyan lalu menoleh kearah Ling Fang, yang dari tadi menatap dirinya dengan penuh kekaguman.


"Ada apa Adik kecil? kenapa kau memandang ku seperti itu?"


"kakak! kakak sangat tampan, dan juga terlihat sangat kuat! Apa kaka terus berlatih dengan keras?" ucap Lin Fang dengan penuh antusias.


"Jaga sikap mu, Ling Fang." Ling Yung memperingatkan adiknya untuk tidak terlalu berlebihan.


Hal itu disebabkan, Ling Yun belum terlalu tahu temperamen dari mereka berdua.


"Tenanglah.. dia hanya penasaran, lagipula di umurnya yang seperti ini, Dia akan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi."


ucap Yan Liyan lalu menoleh kearah Ling Fang


"Apa yang kau katakan tadi itu, Benar?"


"Ya!!"


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.


"Hmm... sudah kuduga. Kau pasti akan mengatakan hal itu, dan asal kau tahu saja, jika banyak orang yang menyebutku sebagai orang yang sangat tampan." ucap Yan Liyan berkata dengan senyuman bangga.


Bing Hua menggeleng ketika melihat sifat tuanya itu.


Begitupun dengan Ling Yun, Dia terkejut ketika melihat sifat dari Yan Liyan.


Sedangkan Ling Fan semakin kagum ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan, dia tidak pernah menyangka jika Dia bukan orang yang pertama mengagumi Yan Liyan.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Ya.. itu sangat benar." jawab Singkat Yan Liyan. Lalu menoleh kearah Bing Hua.


Bing Hua yang mengerti dengan maksud dari tuanya hanya mengangguk, lalu pergi menuju dapur dari rumah itu, untuk memasak daging binatang buas sisa burung mereka di dalam dimensi hutan kuno.


"Tunggulah sebentar... Dia akan memasakkan makan malam untuk kita."


"Eh..


"Maaf... merepotkan, Aku lupa untuk menyiapkan makan malam." ucap Ling Yun, Dia lupa memasakan makan malam karena perbincangan mereka tadi.


Lagipula Dia berpikir jika kultivator seperti mereka tidak terlalu membutuhkan makanan.


"Tidak mengapa, Aku mengerti jika kebiasaan setiap orang itu, berbeda-beda."


Yan Liyan mengerti jika para kultivator di alam tingkat tinggi tidak terlalu membutuhkan makanan dalam jangka waktu yang lama.


Hal itu disebabkan tingkat kultivasi mereka yang sangat tinggi. Sehingga energi di dalam tubuh mereka diganti dengan Qi, yang merupakan energi alam yang murni.


Dan juga... Mereka hanya akan makan pada waktu tertentu, seperti menghadiri suatu acara besar, atau mereka hanya sekedar ingin makan saja.


Sebenarnya Alam tingkat rendah dan menegah juga sama. Mereka tidak terlalu membutuhkan makanan, hanya saja durasi waktunya tidak selama daripada alam tingkat tinggi. Namun seperti yang diucapkan Yan Liyan tadi, jika Kebiasaan dari setiap orang itu berbeda-beda.


Ling Yun mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan, Dia juga tahu jika Yan Liyan bukan berasal dari dimensi tiga ras utama. Jadi sudah sepantasnya jika Yan Liyan mengetahui kebiasaan dari setiap mahkluk atau setiap ras yang menghuni dimensi-dimensi lain.


Tidak lama kemudian...


Bing Hua lalu menyajikan 3 porsi mangkuk itu pada mereka, dan satu mangkuk lagi untuk dirinya sendiri.


Mereka lalu menyantap makanan yang telah disajikan tanpa berbicara sedikitpun.


Ya.. mungkin saja kebiasaan tersebut berlaku pada setiap orang.


Setelah Mereka berempat selesai makan malam....


"Makanan ini sangat enak, aku bahkan belum memakan makanan seenak ini dalam hidup Ku!!"


"He.. benarkah? Apa masakkan dari kakak Mu ini terasa tidak en..


"Ah... maksudku masakkan yang dibuat oleh kakak sangat enak, tapi tidak seenak masakkan ini." ucap Lin Fang, bergidik ngeri ketika melihat Kakaknya memandangnya dengan sangat tajam.


"Sudahlah... sebaiknya kau pergi ke kamarmu dan tidur tidurlah! besok kau mempunyai banyak urusan yang tidak berguna bukan?" ucap Ling Yun memandang tajam adiknya, Yang akan membatah perkataanya tadi.


Lin Fang hanya mengangguk pasrah, lalu pergi menuju kamarnya, Mengikuti perintah kakaknya itu, jika tidak. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti.


Kini Di tempat itu hanya tersisa tiga orang, Yaitu Yan Liyan, Bing Hua dan Ling Yun.

__ADS_1


"Dirumah ini hanya ada tiga kamar, kalian bisa menggunakan satu kamar yang tidak terpakai untuk tidur. Tenang saja walaupun tidak terpakai, namun kebersihan dari kamar itu selalu kami jaga." ucap Ling Yun.


Wajah Bing Hua memerah ketika mendengar ucapan dari Ling Yun.


"A-apa boleh, A-aku tidur dengan mu?" ucap Bing Hua sambil tebata- bata, karena sangat gugup.


"Eh... kenapa?" Ling Yun kebingungan ketika mendengar Perkataan dari Bing Hua.


"A-aku Belum Siap." Gumam Bing Hua dengan wajah yang bertambah merah, dia sangat malu untuk mengatakan hal itu.


"Hm... Sebenarnya. Kami belum lama ini menjadi sepasang kekasih, dan ditambah sifat yang sangat pemalu... Mmm kau mengerti dengan maksudku Ku bukan?"


Ling Yun akhirnya mengerti ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.


Dilihat dari sifat Bing Hua, Hal itu memang sangat masuk akal.


"Mm.. Jika aku boleh tahu, sejak kapan kalian menjadi sepasang kekasih?" tanya Ling Yun dengan sangat penasaran dengan hubungan mereka berdua itu.


"Aku rasa, tadi sore." jawab Yan Liyan, Itu memang benar jika Yan Liyan mengakui secara langsung Bing Hua sebagai seorang kekasih ketika tadi petang, lebih tepatnya ketika Ling Yun menanyakan tentang hubungan mereka berdua.


Sedangkan Ling Yun sangat terkejut ketika mendengar jawaban dari Yan Liyan. Dia lalu menoleh kearah Bing Hua.


"Apa itu benar?" tanyanya untuk memastikan.


Bing Hua hanya mengangguk.


"Ya. Itu benar."


Ling Yun semakin tercengang ketika mendengar jawaban dari Bing Hua.


Dia tidak pernah menyangka jika hal yang dia tanyakan tadi petang mengenai hubungan mereka, Akan menjadi kisah cinta awal bagi sepasang kekasih yang sedang berada di depanya itu.


"Baiklah... Aku sudah telrlalu pusing."


Ling Yun berdiri dari kursi meja makan, mengumpulkan piring kotor, lalu pergi menuju dapur. Diikuti oleh Bing Hua dibelakangnya. mereka pergi untuk membersikan peralatan masak yang digunakan oleh Bing Hua tadi.


Sedangkan Yan Liyan pergi menuju kamarnya yang telah di tunjukan oleh Ling Yun tadi.


"........"


"Hmm Aku rasa.. jika dia tidak romantis." Ucap Ling Yun membersikan piring menggunakan Elemen air milikinya.


Bagamana tidak, biasanya seseorang akan menyatakan perasaan secara langsung kepada seseorang yang disukainya.


Tapi Yan Liyan, Dia bahkan memanfaatkan pertanyaan orang lain untuk menyatakan perasaannya secara langsung.

__ADS_1


"Aku tahu. Tapi menurut hal itu sama sekali tidak masalah, lagipula semenjak aku selalu bersamanya dan seiring berjalannya waktu.


Tanpa sadar, Aku sangat mencintainya. Dan mungkin saja jika dari awal, Dia sudah mengetahui perasaan yang aku miliki terhadapnya." ucap Bing Hua yang ikut membantu Ling Yun.


__ADS_2