SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Penampilan Yang Berubah


__ADS_3

Yan Liyan mendekat kearah Bing Hua dengan perasaan khawatir.


"Apa kau baik-baik saja?"


Bing Hua yang sedang terkejut sekaligus terpanah ketika melihat penampilan kekasihnya itu, Dia langsung tersadar ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan.


"Ya-ya, Aku baik-baik saja." ucapnya dengan gugup dan terlihat rona merah padam di wajahnya.


"Eh, Ada apa denganmu?" Yan Liyan kebingungan ketika melihat Bing Hua yang seperti itu.


"Penampilanmu... Kau terlihat sangat tampan." Bing Hua tampak malu-malu ketika mengatakan hal tersebut.


Yan Liyan akhirnya mengerti kenapa dengan Bing Hua. Penampilanya telah berubah setelah dia menerima kekuatan penuh dari Dewa phoenix dan dewa naga.


Yan Liyan juga tidak bisa merubah hal itu, karena jika dia menghilangkanya maka dia harus menghilangkan kekuatanya juga, yang artinya Penampilan Yan Liyan akan selalu seperti itu.


"Apa kau hanya menilaiku dari segi penampilan? jika memang seperti itu, maka aku akan sangat kecewa." Yan Liyan lalu berbalik.


"Aku akan pergi ke tempat tadi. Ada sesuatu yang harus aku urus." Dia lalu berjalan menuju kawah besar hasil dari teknik yang dia keluarkan tadi.


"Eh, Bukan itu maksudku, Kau salah paham Liyan'gege." ucap Bing Hua merasa sangat sakit ketika mendengar perkataan jika Yan Liyan merasa kecewa padanya.


"Apa benar seperti itu? Apa kau telah lupa, jika aku dapat mengetahui apa yang kau pikirkan?" ucap Yan Liyan dengan ekspresi kecewa.


"Ta-tapi aku memang tidak pernah berpikir seperti itu, Aku benar-benar mencintaimu!" Bing Hua dengan air mata yang mulai mengalir dia memang merasa tidak berpikir seperti yang Yan Liyan pikirkan.


Dia juga sangat takut dan khawatir jika hubunganya dengan Yan Liyan akan berakhir akibat sebuah kesalah pahaman.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya terdiam, dia sama sekali tidak menanggapi perkataan Bing Hua lagi.


Setelah itu Yan Liyan melanjutkan perjalanannya menuju ke arah kawah besar.


Tapi tidak lama berjalan, tiba-tiba saja Bing Hua muncul dan memeluknya.


"Hiks.. Aku mohon jangan tinggalkan aku." ucapnya dengan isak tangis sekaligus penuh harapan jika Yan Liyan benar-benar tidak akan meninggalkanya.


Yan Liyan yang menyadari itu hanya tersenyum tipis, seolah rencananya telah berhasil.


Sedangkan Mei Lin yang memperhatikan mereka dari tadi, dia hanya menggeleng ketika melihat tingkah laku tuanya.


"Apa dia memang seperti itu? Aku sangat yakin jika hal semacam itu sangat menyakitkan." gumamnya.


Setelah lama berpelukan...


"Ya. Aku tidak akan meninggalkanmu." ucap Yan Liyan dengan sedikit menjauh, melepaskan pelukan Bing Hua dan menatap wajah kekasihnya itu.


Yan Liyan lalu mengelus pucuk kepala Bing Hua yang membuat Bing Hua menjadi tenang.


"Mm... Apa perkataan Liyan'gege tadi itu benar?" tanya Bing untuk memastikan.


"Ya. itu benar."

__ADS_1


Meskipun merasa senang ketika mendengar hal itu. Namun Bing Hua merasa terkejut dan ada yang menjanggal.


Kening Bing Hua tiba-tiba mengerut ketika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau!"


"Apa?" tanya polos dan seolah tanpa rasa bersalah Yan Liyan


Bing Hua menjadi sangat kesal ketika melihat hal itu.


"Dasar kau Sialan!!" dengan penuh amarah.


Bing Hua tiba-tiba mengeluarkan belati taring naga dan melesatkanya kearah Yan Liyan.


Tapi sebelum belati itu mengenai Yan Liyan.


Yan Liyan dengan gerakan yang sangat cepat mendekat kearah Bing Hua dan mendaratkan sesuatu di dahinya yang membuat Bing Hua menghentikan belatinya.


Belati yang dia pegang perlahan turun dan terjatuh, dia juga berharap jika pada saat itu waktu akan berhenti.


Angin berhembus menerbangkan rerumputan kecil, dan juga pada saat itu matahari mulai terbenam.


Tidak lama kemudian. Yan Liyan membuka matanya dan sedikit menjauh dari Bing Hua.


"Anggap saja jika itu sebagai permintaan maaf dariku." ucap Yan Liyan lalu menghilang dari tempat itu.


Bing Hua terdiam untuk sesaat karena mengingat kejadian tadi.


Bing Hua memegang dahinya lalu tersenyum.


"Memalukan? Bukankah itu merupakan hal yang wajar?" Mei Lin terbang dan mendarat di bahu Bing Hua.


Tentu saja dia melihat semua kejadian tadi.


"Benarkah?


"Entahlah, Sebenarnya aku juga tidak tahu." ucap Mei Lin tentu saja dia tidak mempunyai pengalaman seperti itu bahkan di kehidupan sebelumnya.


"........."


Tidak jauh dari tempat Bing Hua berada, tepatnya di samping kawah yang diakibatkan oleh ledakan besar tadi.


Terlihat Yan Luyan sedang berdiri sambil memandang kedalam kawah.


"Apa itu benar?"


[Ya. Tidak salah lagi tuan, jika lubang itu merupakan dimensi bawah tanah.]


Walaupun Yan Liyan sudah berulang kali mendengar pemberitahuan sistemnya mengenai kawah di depanya, tapi tetap saja sangat mengejutkan ketika mengetahui kebenaran yang ada.


Karena Menurut informasi dari sistemnya, jika di dalam tanah wilayah terlarang terdapat sebuah dimensi yang merupakan tempat keluarnya dan asal dari para monster, hal tersebutlah yang menyebabkan para monster tidak akan punah walaupun diburu tiap hari.

__ADS_1


Hal itu disebabkan mereka berasal dari dimensi yang berbeda dari wilayah ras phoenix Api.


Tanpa basa-basi lagi Yan Liyan membuat segel tangan untuk menutup jalan masuk dimensi itu.


"Teknik Formasi! Penghalang Berlapis!!"


Wusss!


Muncul sebuah aray dari langit yang langsung jatuh menuju kedalam kawah. Tidak lama kemudian muncul aray yang sama dan melesat kedalam kawah, terus saja seperti itu sampai kawah tadi tertutup sepenuhnya oleh aray.


"Ya. Kurasa ini sudah cukup." gumam Yan Liyan.


Dia lebih memilih untuk menutup dimensi itu daripada memasukinya, alasanya yaitu dia tidak ingin mengambil resiko besar.


Meskipun dia tahu dia akan mendapatkan keuntungan besar jika memasuki dimensi monster dan membantai mereka. Namun sistemnya memperingatkanya untuk tidak memasukinya.


Alasanya yaitu jika Yan Liyan memasukinya maka dia akan berada di dalam alam yang berbeda dengan alam tingkat tinggi.


Dan tidak ada jaminan jika dia dapat kembali ke alam tingkat tinggi lagi setelah memasuki dimensi itu.


"Huh! terlalu banyak hal yang tidak aku ketahui, bahkan di tingkatkan kultivasi dan pengalamanku yang sekarang ini." gumam Yan Liyan lalu menoleh kebelakang. Dia melihat Bing Hua berdiri disana sambil memandang dirinya.


"Mei Lin terimalah ini." Yan Liyan melemparkan sebuah kotak kayu kecil kearah Mei Lin.


Mei Lin langsung mencekram kotak kayu itu dan memandang Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.


"Kau akan mengetahuinya nanti, yang penting benda di dalam kotak itu dapat meningkatkan kultivasimu." ucap Yan Liyan ketika melihat ekspresi dari Mei Lin.


Mei Lin yang mendengar itu langsung menjadi bersemangat dan tersenyum senang karena kultivasinya akan meningkat lagi.


"Terimakasih Tuan." Dia langsung melesat menuju kearah Yan Liyan, lalu masuk kedalam ruang invetory sistem.


Bing Hua yang melihat itu merasa sedikit iri dengan Mei Lin.


"Apa tidak ada hadiah yang akan kau berikan padaku?"


"Aku sudah memberikanya, apa kau telah lupa dengan kejadian tadi? itu merupakan hadiah dariku." ucap Yan Liyan yang membuat wajah Bing Hua memerah ketika mengingat kejadian tadi.


Yan Liyan tersenyum ketika melihat hal itu.


"Baiklah, urusan kita disini telah selesai, Aku masih mempunyai banyak urusan jadi...


"Um, Aku mengerti." ucapnya lalu masuk kedalam ruang invetory untuk meningkatkan kultivasinya.


Yan Liyan kemudian melesat menuju keluar wilayah terlarang untuk mencari sebuah tempat untuk bermalam.


Setelah dia keluar dari wilayah terlarang dan berkeliling untuk mencari tempat bermalam akhirnya dia menemukan sebuah gua.


Yan Liyan lalu masuk, setelah dia mengecek keadaan gua itu dan merasa jika gua itu cukup layak untuk di jadikan tempat bermalam.


Yan Liyan kemudian duduk di tengah ruangan gua, lalu mengeluarkan batu inti elemen api, Permata Es, dan buku teknik semesta.

__ADS_1


"Hmm... Saatnya untuk menempa pedang dewi phoenix." gumam Yan Liyan, dia telah menguasai seluruh teknik yang ada dibuku teknik semesta setelah dua siluet dewa phoenix dan dewa naga masuk kedalam tubuhnya


Tidak hanya menambah kekuatanya kedua siluet itu juga menambah pemahaman yang dia miliki sehingga dia dapat memahami seluruh teknik yang ada di dalam buku teknik semesta.


__ADS_2