
setelah lama menunggu akhirnya mereka memasuki ibukota kekaisaran Xue pada waktu malam hari karena antrian yang begitu panjang.
setelah itu mereka langsung menyewa sebuah penginapan untuk tempat bermalam sedangkan Yan Liyan dia menghadap kearah Dao Zhe karena tadi dia dipanggil olehnya.
"aku memberimu misi untuk mencari informasi tentang kaisar Xue mulai dari makanan kesukaan sampai barang-barang yang krsukaanya.!"
'cih.... misi macam apa itu.'
"tapi tidak ada informasi...
"aku tidak mau mendengar alasanmu, cari saja sebisanya jangan pernah menghadapku jika kau tidak menemukan informasi itu."
Dao Zhe memotong perkataan dari Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu berjalan dengan elegan dan diikawal oleh 7 perajurit.
sedangkan Yan Liyan dia melesat menuju kearah tempat untuk menyegarkan pikiranya.
jika ingin dia memang tidak perlu menghadap kearah Dao Zhe tapi jika hal itu terjadi maka dia tidak akan bisa masuk kedalam istana kekaisaran Xue dengan leluasa.
karena dia membutuhkan identitas sebagai pengawal Dao Zhe untuk memasukinya.
"hah... menjadi seorang bawahan itu memang melelahkan mungkin ketika aku kembali aku akan memperlakukan mereka dengan lebih baik lagi." gumamnya dia sekarang berjalan santai agar tidak ada yang mencurigainya.
dia juga merasakan keberadaan banyak orang yang bersembunyi mengawasi pergerakan semua hal yang terjadi di ibukota kekaisaran Xue.
hal itu itu dilakukan untuk mencari apakah ada potensi bahaya atau ancaman yang akan terjadi pada tuan mereka ketika mereka akan masuk keistana kekaisaran Xue esok pagi.
"apa saranmu untuk misi kali ini Mei Lin..?" tanya Yan Liyan.
"pertama tuan harus masuk kedalam ruang istana kekaisaran Xue terlebih dahulu.?"
"he... apa yang ada dipikirkanmu kali ini..?" Yan Liyan tidak membaca pikiran Mei Lin karena sudah berjanji untuk tidak sering melakukanya.
tapi ketika Mei Lin berpikiran jahat padanya maka akan secara otomatis Yan Liyan dapat mengetahui hal itu dan hal tersebut berlaku pada semua bawahannya.
"lakukan saja perintahku tuan aku mempunyai rencana yang sangat menarik." ucap Mei Lin sambil tersenyum tipis.
sedangkan Yan Liyan dia hanya mengangguk lalu menghilangkan seluruh aurah keberadaanya dan melesat dikegelapan malam layaknya seorang pembunuh bayaran menuju kearah istana kekaisaran Xue.
setelah sampai didepan istana kekaisaran Xue, dia terbang diatas mereka setelah itu memanipulasi udara untuk membuat kubah pelindung transparan agar tidak ada seorang yang melihatnya.
"prinsip kerja tehknik ini sama dengan milik rubah itu." gumam Mei Lin.
"aku memang meniru tekniknya, hal tidak masalah bukan? lagipula aku juga pernah meniru teknik dewi phoeniks milikmu."
Yan Liyan lalu mendarat dihalaman istanan yang sangat luas dan ditumbuhi oleh tanaman buah-buahan dan juga tanaman herbal yang berfungsi meningkatkan kultivasi rana tingkat jalan keabadian.
__ADS_1
"mungkin jika aku mengambil satu mereka tidak akan menyadarinya."
Yan Liyan memetik apel berwarna merah yang tumbuh dihalaman istana itu setelah itu dia masuk kedalam ruang istana tanpa diketahui oleh para perajurit penjaga.
setibanya di dalam istana dia langsung menuju kearah ruang dapur istana hal itu dia lakukan karena arahan dari Mei Lin.
setibanya diarea dapur istana...
"sekarang tuan hanya tinggal menyamar sebagai pelayan dapur.."
"ap.. apa..! aku menjadi pelayan.., aku tidak setuju dengan rencanamu ini, kau keterlaluan sekali menyuruhku untuk melakukan hal seperti itu Mei Lin."
dia telah menderita karena menyamar menjadi pemimpin perajurit Devisi penjaga kristal sekarang dia harus menyamar menjadi seorang pelayan.
tentu saja dia tidak ingin melakukanya karena menurut Yan Liyan itu sangat menyusahkan dan merendahkannya.
"kesampingkan harga dirimu yang sangat tinggi itu tuan karena hanya ini satu-satunya cara untuk bertemu kekaisaran Xue dan menyelesaikan misi dari orang menyebalkan itu." Mei Lin mencoba meyakinkan tuanya.
Yan Liyan terdiam sejenak dan mencoba memikirkan perkataan Mei Lin tadi. tidak lama kemudian dia mengangguk dan melesat menuju kearah pelayan.
Yan Liyan langsung memukul bagian vital pelayan itu sehingga membuatnya langsung pingsan.
setelah itu dia menyembunyikan pelayan itu lalu memakai pakaian pelayan dapur istana dan berjalan menuju kearah dapur istana dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa pada saat sebelumnya.
setelah sampai didapur istana terlihat semua orang yang ada disana nampak sibuk untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan disiapkan untuk perayaan ulang tahun kekaisaran Xue esok pagi.
Yan Liyan menoleh dan melihat seorang wanita paruh baya yang melambaikan tangan kearahnya.
"aku..?" Yan Liyan menunjuk dirinya sendiri untuk memastikan siapa yang dipanggil oleh orang itu.
"ya..., kau kemarilah..!"
Yan Liyan hanya mengangguk lalu berjalan menuju kearah wanita itu.
"kau terlihat tidak terlalu sibuk seperti yang lain jadi bawakan makanan ini untuk yang mulia kaisar Xue." perintah wanita itu memberikan sebuah nampan dengan dua porsi makanan diatasnya.
dia menyuruh Yan Liyan karena tadi dia melihat Yan Liyan tidak melakukan perkerjaan apapun.
sedangkan Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
'kebetulan sekali.'
"baiklah.." ucap Yan Liyan lalu menerima nampan yang diatasnya terdapat 2 porsi makanan.
setelah itu dia membawa nampan itu menuju kearah bagian dalam istana.
__ADS_1
"sekarang dimana letak tenpat ratu kekaisaran Xue berada.?"
"jalan lurus saja kedepan aku bisa merasakan aurahnya."
"benarkah..? aku sama sekali tidak merasakan apapun." ucap Yan Liyan dengan kebingungan tapi dia hanya menuruti perkataan Mei Lin karena ini merupakan rencananya.
"kenapa mereka tidak merasa curiga ketika wanita tadi melihat keberadaanmu."
"entahlah mungkin seorang pelayan diperbolehkan memelihara seekor binatang peliharaan didalam istana
lagipula itu merupakan hal biasa bukan..? seorang pelayan juga bisa menjadi kultivator dan memiliki binatang kontrak jika dia ingin..?"
"hm... itu sangat masuk akal." ucap Yan Liyan berhenti ketika melihat sebuah pintu ruangan dan merasakan di dalam ruangan terdapat banyak sekali barang berharga.
"untuk sekarang hentikan dulu kebiasaan anehmu itu..,tuan harus fokus pada misi terlebih dahulu.." ucap Mei Lin yang tahu apa yang dipikirkan oleh tuanya.
"ya..,aku tahu itu.." ucap Yan Liyan mengabaikan ruang harta didepanya lalu melanjutkan perjalananya.
tidak lama kemudian dia telah sampai disebuah pintu yang terlihat sangat sederhana.
"apa kau yakin ini adalah tempat ruangan kekaisaran Xue."
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk sebagai tanggapan.
setelah itu Yan Liyan mengetuk pintu itu.
"dengan hormat kepada kaisar Xue saya ditugaskan untuk membawa makanan kepada anda." ucap Yan Liyan dengan sangat kaku karena dia tidak terbiasa bebicara seperti itu.
"masuk." terdengar suara singkat tapi sangat merdu dalam ruangan itu.
Yan Liyan langsung masuk kedalam ruangan itu.
dan melihat seorang wanita memakai penutup wajah dan terlihat sangat anggun layaknya seorang tuan putri.
'sistem periksa status gadis itu.!
Status
nama: Xue Lin
umur: 20.000 tahun
tingkat kultivasi: kaisar abadi ☆1
nama tehknik: tehknik pedang Es, teknik Energi Yin, teknik penghakiman. semuanya merupakan teknik tingkat kuno rendah.
__ADS_1
'cih... didunia ini memang penampilan bisa menipu.' batin Yan Liyan ketika mendengar umur dari orang didepanya.
setelah itu dia menyajikan makanan itu kepada kaisar Xue lalu membukuk kecil dihadapannya.