
Setelah Yan Liyan membukuk kecil dia langsung bergegas pergi dari tempat itu.
"tunggu.."
tapi suara yang sangat dingin menghentikan langkahnya.
"iya tuan, apa anda memerlukan sesuatu lagi.?"
"tidak.., hanya saja kenapa kau membawa seekor binatang buas kedalam istana ini.?"
"saya adalah seorang kultivator sekaligus seorang pelayan dan burung ini adalah binatang kontrak yang selalu mengikutiku kemanapun." ucap Yan Liyan.
"benarkah..?
"tentu saja apa menurut anda seorang pelayan sepertiku tidak bisa menjadi seorang kultivator..?"
"tentu saja bisa.., tapi kau terlihat sangat aneh."
"maaf atas ketidak sopanan saya kaisar, tapi saya mempunyai banyak urusan untuk mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk persiapan ulang tahun anda besok pagi." ucap Yan Liyan dengan hormat.
setelah itu dia berjalan menuju kearah pintu ruangan tapi langkahnya lagi terhenti ketika merasakan aura yang muncul dibawahnya.
Yan Liyan ingin menghindar tapi dia sudah terlambat untuk melakukan hal itu.
wusss.....
muncul ular besar berwarna putih kebiruan melilitnya dengan sangat erat.
ular itu mendesis kearah Yan Liyan.
"siapa sebenarnya kau..?" ucap Xue Lin dengan suara dingin berjalan menuju kearah Yan Liyan dengan pedang biru ditempelkan kearah lehernya.
"aku hanya seorang pelayan dapur kenapa kaisar melakukan hal ini pada pelayan lemah sepertiku..?
Xue Lin tersenyum tipis ketika mendengar perkataan orang didepanya.
"seorang pelayan dapur tidak akan pernah bertahan hidup dengan lilitan binatang kontraku walaupun dia telah menjadi seorang kultivator."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mendengus kesal.
'cih... jika dengan cara baik tidak berhasil maka tidak ada cara lain selain cara paksaan.' batin Yan Liyan melihat kearah Mei Lin.
Mei Lin yang mengerti dengan tatapan tuanya langsung berubah menjadi seekor phoeniks lalu mencekram leher ular yang melilit tuanya.
dan memakukanya dengan sangat keras dilantai ruangan sehingga membuat ular itu tidak bisa bergerak sama sekali.
"Beraninya kau melilit tuanku ular kecil apa kau ingin merasakan api miliku dan menjadi seekor ular bakar..?"
Xue Lin dan binatang kontraknya sangat terkejut ketika melihat seekor phoenix.
"Ka...kau apa yang dilakukan binatang mitos sepertimu dialam tingkat menengah seperti ini."
__ADS_1
ucap ular itu dengan ketakutan karena dia bisa dikalahkan dan tidak bisa berkutik semudah ini dihadapan burung phoenix didepannya.
"he.. bukankah kau juga merupakan binatang tingkat mitos juga dan seharusnya keberadaanmu dialam tingkat menengah juga patut dipertanyakan bukan..?"
"phoenix..." gumam Xue Lin dengan terkejut tentu saja dia tahu jenis binatang buas seperti apa phoenix itu.
"ya..phoenix, kau sangat beruntung melihat phoenix dalam hidupmu dan seharusnya kau berterimakasih kepadaku untuk itu.." ucap Yan Liyan melepaskan pakaian pelayanya dan memperlihatkan seorang pemuda memakai jubah phoenix.
Xue Lin melihat Yan Liyan dengan rumit.
"siapa kau sebenarnya..? apa kau tuan muda dari keluarga besar yang ada dikekaisaran ini..? dan apa tujuanmu datang ketempat ini.?"
Xue Lin beertanya berturut-turut karena penampilan Yan Liyan seperti seorang bangsawan.
"hmm...aku adalah seorang yang bukan berasal dari dimensi ini kau pasti sudah tahu apa maksudku bukan..?" ucap Yan Liyan.
sedangkan Xue Lin sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari orang didepanya tentu saja dia tahu apa arti dari kata-kata orang didepanya itu.
"apa kau telah mengetahui...
"ya aku telah mengetahuinya, dan memang tehknik formasi itu lumayan sulit tapi tetap saja aku dapat membukanya."
"sedangkan tujuanku kesini adalah untuk bertemu seseorang... kau mengerti bukan? siapa orang yang ingin aku temui."
"apa kau bisa memanggil mereka karena ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mereka." ucap Yan Liyan.
"kenapa aku harus mempercayaimu mungkin saja kau ingin mencelakai mereka dan aku lebih baik mati daripada hal itu terjadi."
Xue Lin menggertakan giginya karena perbedaan kultivasi yang sangat jauh menyebabkan aurah yang dikeluarkan oleh Yan Liyan sangat menekanya.
dia langsung jatuh dan tertunduk dihadapan Yan Liyan.
"apa sekarang kau sudah percaya..?" aku bisa saja menyanderamu untu menjadikanmu umpan agar mereka datang ketempat ini." Yan Liyan memandang rendah orang di depannya.
"mereka akan keluar pada saat ulang tahunku esok pagi aku akan memberitahu mereka pada saat itu." ucap Xue Lin karena menurutnya perkataan orang di depannya sangat masuk akal.
"tapi... apa yang akan kau bicarakan pada ibu dan leluhurku..?"
"aku hanya ingin membicarakan kerja sama tidak lebih dari itu.." Yan Liyan melihat kearah Mei Lin yang masih mencekram ular putih kebiruan yang merupakan binatang kontrak orang didepanya.
"lepaskan dia..!"
Mei Lin mengangguk ketika mendengar perintah dari tuanya lalu melepaskan ular putih itu dari cengkramanya.
ular putih kebiruan itu langsung mengecil dan melesat kearah Xue Lin dengan ketakutan.
sedangkan Mei Lin terbang kearah bahu Yan Liyan.
"apa yang akan tuan lakukan selanjutnya..? apa kita akan langsung kembali..?"
"tidak perlu terburu-buru seperti itu.., lebih baik kita makan terlebih dahulu." Yan Liyan lalu duduk dikursi meja makan dan mengambil sebuah kertas yang terletak dibawah nampan yang merupakan surat pesan rahasia yang dia buat tadi.
__ADS_1
setelah itu Yan Liyan menatap Xue Lin yang masih menunduk dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
"apa kau tidak lapar? kita bisa makan bersama jika kau ingin dan sebenarnya aku juga mempunyai tujuan lain selain ingin bertemu dengan mereka."
"Tujuan lain..?" ucap Xue Lin penuh tanda tanya sekaligus khawatir.
"ya.., aku ingin tahu makanan kesukaan dan hal-hal yang kau sukai."
"eh.."
"................"
sedangkan ditempat lain di dimensi yang berbeda.
terlihat Xiao Yi dan Bing Hua sedang duduk bersama di pinggir telaga memandang kearah tengah telaga berharap tuan mereka akan keluar dari sana.
"kakak Liyan kenapa kau lama sekali..?" ucap Xiao Yi terlihat jelas kesedihan diwajahnya.
"tenanglah.., tuan pasti akan kembali aku yakin dengan itu..?" ucap Bing Hua meyakinkan Xiao Yi walaupun dia sendiri sangat khawatir dengan keadaan Yan Liyan saat ini.
Jiu Wei memandang dua orang gadis itu dengan aneh karena jika Yan Liyan dalam keadaan bahaya atau mati dalam celah dimensi itu maka mereka akan merasakanya juga disebabkan oleh ikatan jiwa.
"kakak Hua apa kau menyukai kakak Liyan..?" tanya Xiao Yi dengan tiba-tiba sehingga membuat Bing Hua terkejut dengan pertanyaan itu.
"ap.. apa yang kau bicarakan..?" aku sama sekali tidak menyukai tuan." Bing Hua berbicara dengan cepat.
"he... baiklah kalau seperti itu aku akan berbicara dengan kakak Liyan jika kau tidak menyukai dirinya."
"ti.. tidak jangan lakukan hal itu Xiao Yi." kali ini Bing Hua menatap Xiao Yi dengan kesal.
"jika begitu kakak Hua harus berbicara jika kau menyukai kakak Liyan dan sejak kapan kau mulai menyukainya.?"
Bing Hua yang mendengar itu langsung menghela nafas.
'tidak masalah bukan berbicara hal pribadi seperti ini padanya lagipulah dia adalah teman baiku.'
"baik aku akan mengatakanya tapi kau harus berjanji untuk merahasiakanya Xiao Yi." ucap Bing Hua dengan serius karena dia merasa malu-malu jika sampai yang lain mengetahui.
"baik.., aku berjanji untuk tidak mengatakanya pada siapapun." ucap Xiao Yi dengan semangat dan dengan kata-kata yang meyakinkan.
Bing Hua yang mendengar itu hanya tersenyum.
"jangan lupakan aku.., aku mendengar pembicaraan kalian dari awal." ucap Jiu Wei.
"ya...,kami berdua tidak melupakanmu dan kau juga harus merahasiakan pembicaraan ini Jiu Wei." ucap Xiao Yi.
Jiu Wei mengangguk kecil.
"baiklah aku mengerti.., walaupun aku tidak terlalu mengerti dengan pembicaraan 2 orang gadis yang sedang jatuh cinta." ucap Jiu Wei tapi tiba-tiba dia mengingat sesuatu yang membuatnya tersenyum.
"ah... sekarang aku mengingat jika tuan dapat mengetahui pembicaraan kita melalui kontrak jiwa."
__ADS_1
Xiao Yi dan Bing Hua yang mendengar itu langsung terdiam karena perkataan Jiu Wei sangat benar dan mereka melupakan hal penting seperti itu.