
"Apa kalian keberatan dengan hal itu." Yan Liyan melihat kearah mereka yang menatapnya dengan heran.
"Tidak.., sama sekali tidak, aku hanya mengingat ketika kau mengusirku secara halus waktu aku berkunjung beberapa bulan yang lalu dikastilmu ini." Ucap Wu Qing.
"Tidak perlu mengingat hal seperti itu dan untuk kamar kalian telah disiapkan oleh salah satu bawahanku dan ya... aku menyarankan agar kalian menyuruh perajurit kalian yang ada diluar untuk tidak menginap ditempat ini.
Hal itu dikarenakan kami juga punya privasi yang tidak sembarang orang untuk mengetahuinya." Yan Liyan lalu meminum teh laut biru didepanya dengan elegan.
Kaisar Xia dan Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Apa kau tidak ingin mengantar kami ke kamar yang kau bicarakan itu..?"
Yan Liyan menoleh kearah kaisar Xia.
"cih.... kebiasaan orang-orang sepertimu memang seperti itu ya.... sebaiknya kau habiskan teh didepanmu setelah itu aku akan mengantar kalian berdua." ucapnya lalu meminum teh nya lagi.
Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk lalu meminum teh itu, dia sudah sering meminum teh seperti itu distananya yang diimpor langsung dari wilayah tanpa nama.
Sedangkan Kaisar Xia dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengangguki perkataan dari Yan Liyan.
Setelah mereka selesai meminum teh, Yan Liyan mengajak mereka untuk melihat kamar yang akan mereka tempati.
Yan Liyan berjalan dilorong ruangan kastil dengan dua orang dibelakangnya.
Dilain sisi di arah yang berlawanan Xiao Yi sedang berjalan dengan Bing Hua bersama Jiu Wei dibahunya.
Yan Liyan yang melihat kehadiran mereka berdua hanya tersenyum dan merasa agak canggung dengan kejadian kemarin.
Beda halnya dengan kaisar Xia dia masih agak sedikit takut ketika melihat gadis bermata merah darah itu dan juga dengan penampilan seperti itu tidak akan ada orang yang menyangka jika orang sepertinya pernah membantai ribuan musuh dimedan perang dengan mudahnya.
'Dia memang benar-benar sangat mengerikan.' ucapnya ketika mereka bertiga hampir berdekatan.
Sedangkan Xiao Yi tersenyum ketika melihat Yan Liyan, ingin lagi rasanya untuk menggoda Yan Liyan lagi tapi dia mengerti jika Yan dia sedang menjamu para tamunya.
"Apa mereka berdua adalah para bawahanmu anak muda...?"
Tanya Wu Qing ketika Bing Hua dan Xiao Yi melewati mereka bertiga tanpa hormat sedikitpun padahal mereka berdua adalah seorang kaisar yang selalu dihormati.
__ADS_1
"Iya..., mereka berdua juga adalah bawahanku." jawab Yan Liyan.
'apa semua bawahanya mempunyai sifat seperti itu.' batin kaisar Xia dengan rumit dan bingung bagaimana caranya Yan Liyan bisa mengatur mereka dengan baik.
"Kita telah sampai... ini adalah kamarmu Wu Qing mungkin sederhana tapi cukup nyaman."
Wu Qing yang mendengar itu hanya mengangguk lalu membuka pintu kamar ketika dia membuka pintu itu terlihat ruangan yang sangat mewah.
Terlihat kamar untuk tempat tidurnya terbuat dari serat bulu domba emas yang merupakan salah satu dari binatang buas tingkat tinggi.
Dan juga semua aksesoris yang ada di dalam ruangan itu terbuat dari kristal Qi yang menambah kemewahan dari kamar itu.
"kurasa ini terlalu berlebihan." gumamnya.
"Kau tahu bukan jika warga tanpa nama juga berternak domba emas dan bulunya dapat dimanfaatkan untuk membuat selimut atau pakaian yang terasa lembut ketika dipakai
Hanya saja kami belum memproduksinya secara masal karena pertumbuhan bulu domba emas yang sedikit lama dan masih ada alasan lainnya." ucap Yan Liyan sambil tersenyum.
Wu Qing dan Kaisar Xia yang mendengar itu agak terkejut.
'Ternyata dia juga benar-benar licik.'
"Hei ayolah... apa kalian telah lupa dengan teori dasar.. Jika semakin langka suatu bahan produksi maka semakin mahal pula harga jualnya.
Dan kalian juga tahu bukan..?Bagaimana sulitnya untuk menjinakkan binatang buas domba emas sehingga menghasilkan bulu yang selembut itu." ucap Yan Liyan mencoba menyangkal pikiran buruk dua orang itu terhadapnya.
Sedangkan kaisar Xia dan Wu Qing ihanya mengangguk mereka memang sangat tahu jika binatang buas akan menghasilkan bulu jika dia merasa bahagia.
Dan sebaliknya Jika domba emas mengalami tekanan atau stres maka bulu yang dihasilkan akan sangat buruk sebab itulah binatang buas domba emas tidak dikontrak oleh para pengembala karena dapat membuat domba emas itu stres atau merasa tidak nyaman.
"Huh... aku rasa kalian sudah paham dengan maksud perkataanku bukan..? kalau begitu selamat beristirahat." ucapnya lalu pergi untuk mengantar kaisar Xia.
"Apa Kau tahu anak muda..? jika kau mempunyai banyak sekali misteri aku bahkan sangat ragu jika kau adalah seorang remaja berumur 16 tahun..?" ucap kaisar Xia memandang Yan Liyan dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
Seorang pemuda yang mengatur wilayah dengan baik dan sangat Makmur itu benar-benar tidak dapat dilakukan oleh orang banyak termasuk juga dirinya walaupun dia telah berusaha keras untuk hal itu.
"Terserah apa yang kau bicarakan..? aku sama sekali tidak terlalu peduli dengan misteri yang kau pikirkan itu."
__ADS_1
Ucap Yan Liyan karena menurutnya misteri yang mereka anggap hanyalah sebagian kecil dari misteri yang telah Yan Liyan ketahui selama ini sehingga dia tidak terlalu peduli dengan misteri kecil yang dilihat orang lain terhadapnya.
Kaisar Xia yang mendengar itu agak kebingungan.
"Apa kau benar-benar.....
Sebelum ucapanya selesai tiba-tiba pandanganya menangkap seseorang yang sangat dia kenali, dari kejauhan terlihat Yan Lin sedang duduk diam seperti berkultivasi dengan burung elang tanah dibahunya.
"Apa dia berkultivasi ditempat seperti ini..?" tanyanya karena akan sangat berbahaya untuk para kultivator berkultivasi diarea terbuka.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selain kau dan Wu Qing tidak akan ada lagi yang akan bisa melukainya." ucap Yan Liyan.
"Hei apa maksud dari perkataanmu tadi." Kaisar Xia merasa sedikit tersinggung.
"Aku hanya memberimu peringatan untuk demi kebaikan dirimu sendiri dan kau tahu juga bukan..? jika mereka melihatmu besikap mencurigakan maka mereka tidak akan segan-segan untuk melenyapkanmu jadi berhati-hatilah."
Ucap Yan Liyan sebenarnya itu bukanlah suatu omong kosong belaka karena para bawahannya akan selalu melindungi satu sama lain jika mereka melihat sesuatu yang berpotensi mengancam maka mereka akan segera memusnahkanya.
Kaisar Xia yang mendengar itu hanya mengangguk karena yang dikatakan oleh Yan Liyan terlihat sangat meyakinkan dan ditambah dia belum paham dengan semua sifat para bawahan dari Yan Liyan.
Sedangkan Yan Liyan memandang Yan Lin dengan khawatir.
'Hmm... aku harap tidak terjadi apa-apa padanya..'
Setelah mereka berdua telah melalui tempat Yan Lin tadi Yan Liyan melanjutkan perjalanan untuk mengantar kaisar Xia tanpa berbicara sedikitpun tidak lama kemudian mereka telah sampai dipintu kamar.
Kaisar Xia langsung membuka pintu itu dan terlihat ruangan itu sama dengan ruangan tadi hanya saja warnanya agak berbeda.
"aku harap kau dapat beristirahat dengan nyaman." ucapnya lalu menhilang dari tempat itu.
Kaisar Xia yang melihat Yan Liyan tampak terburu-buru agak bingung.
"Ada apa denganya..?" gumamnya dengan bingung lalu menutup pintu kamarnya karena dia tidak ingin terlalu banyak tahu dengan apa yang dilakukan oleh Yan Liyan.
Sedangkan Yan Liyan tiba-tiba saja muncul ditempat Yan Lin tadi.
"Bagaimana bisa secepat ini...?" tanya meminta penjelasan pada Mei Lin.
__ADS_1
"Aku tidak tahu tapi aku rasa itu karena dia telah berlatih sangat keras sebelum ini." jawab Mei Lin.