
Sosok siluet wanita yang sangat agung itu membentangkan kedua tanganya seolah melindungi Xian Ran dari aura dingin yang dikeluarkan oleh sepuluh persjurit naga Es.
"Bersiaplah menerima seranganku!"
"Teknik alam! Pengikat akar pohon abadi!!"
Wuus....
Krak!
Muncul pecahan besar dari dalam tanah yang mengeluarksn ratusan akar pohon yang memesat kearah Bing Hua. Serta sosok siluet wanita yang dibelakang Xian Ran mengeluarkan aura kehijauan yang menyelimuti seluruh domain waktu.
Akar pohon itu melesat kearah Bing Hua, Bing Hua yang lihat itu membekukan akar pohon tersebut dengan kekuatan sepulu naga Es. Namun akar pohon itu terus saja tumbuh dan melesat menuju kearah Bing Hua lagi.
"Akar pohon itu tidak akan pernah berhenti menyeraangmu sampai dia mengurungmu, jadi menyerahlah."
Bing Hua mendengus kesal mendengar perkataan dari Xian Ran.
"Cih, Tidak akan mungkin!!"
HIIIYAA!!
Yan Melesatkan 9 ekor naga es menuju kearah Xian Ran sementara dia dan satu naga es nya menahan serangan dari akar pohon yang terus saja menyerang nya tanpa henti.
Namun Sosok siluet wanita yang berada di belakang Xian Ran dapat menahan serangan dari sembilan ekor naga Es tersebut dan melindungi Xian Ran dari segala bentuk serangan.
Xian Ran sama sekali tidak bisa menghindar karena dia berkonsentrasi mengarsbakan ratusan akar pohon kearah Bing Hua.
Krak!!
Krak!
Grrroarr!
Di dalam aura kehijauan yang menutupi seluruh domain waktu terdengar suara retakan dan auman dari dua sosok yang saling menyerang.
Hingga akhirnya....
BOOMM!
Ledakan yang cukup besar terjadi sehingga menghilang aura kehijauan yang menutupi seluruh domain waktu.
Setelah ledakan itu terjadi. Di tengah domain waktu terlihat Yan Liyan yang menangkis serangan satu ekor naga Es dan lesatan akar yang sangat besar.
__ADS_1
"Cukup, Hentikan ini! Kalian akan terluka sangat para jika pertarungan ini akan dilanjutkan." suara dingin terdengar dari Yan Liyan dengan jubah Phoenix api dan Es serta sayap berbeda warna muncul di belakangnya yang tidak lain Yan Liyan berada di wujud perubahan dewa Phoenix.
Aura yang dikeluarkan oleh Yan Liyan terlihat lebih mendominasi dari aura yang dikeluarkan oleh Xian Ran dan Bing Hua.
Xian Ran dan Bing Hua sangat terkejut ketika melihat Yan Liyan dapat menahan serangan mereka berdua dengan sangat mudah, bahkan Yan Liyan masih dapat berbicara dalam keadaan seperti itu.
'Sebenarnya siapa dia ini? kenapa kekuatanya se mengerikan itu.' batin Xian Ran yang tahu pasti seberapa kuat seranganya tadi begitupun dengan Bing Hua.
Tapi ekspresi terkejut mereka tidak bertahan lama, mereka berdua kembali pada ekspresi dingin, karena bagaimana pun Xian Ran dan Bing Hua belum menentukan siapa pemenangnya.
"Minggirlah Liyan'gege! sebelum pemenangnya belum ditentukan, Kami tidak akan berhenti untuk bertarung!" Bing Hua mengeluarkan aura dingin serta suara aumam 6 naga es di sampingnya, sisa dari teknik perajurit naga es milik Bing Hua hanya tertinggal 7 ekor.
"Ya. Dia benar!" Xian Ran dengan sosok siluet yang mengeluarkan aura kehidupan yang murni bahkan lebih murni dari pohon kehidupan namun siluet itu hampir saja memudar tidak sejelas tadi.
"Cih, Sebenarnya apa yang menyebabkan kalian berdua menjadi keras kepala seperti ini?" Yan Liyan berdecak kesal dengan sifat keras kepala dari dua soosk wanita di kedua sampingnya.
"Kau! kau adalah penyebab nya! Apa kau tidak menyadari hal itu?!" Ucap Bing Hua dan Xian Ran secara bersamaan.
Yan Liyan terdiam ketika mendengar hal itu, karena dia tidak tahu harus menjawab apa, selain itu Yan Liyan juga tidak berani menanggapi perkataan mereka berdua, karena hal itu akan memperburuk keadaan.
"Hilang kan teknik kalian! Kita bertiga akan membicarakan ini secara baik-baik." ucap Yan Liyan yang mencoba bernegosiasi meskipun dia tahu jika itu sudah terlambat karena seharusnya dari awal dia melakukan hal ini, sehingga dia berpikir jika ini akan percuma saja.
Tapi di luar dugaanya ternyata mereka berdua setuju dan mengangguk secara bersamaan.
Yan Liyan menghela nafas lega ketika melihat hal itu. Sekarang suasana ditempat itu menjadi hening karena tidak ada yang berbicara diantara mereka bertiga.
'Mm.. Aku harus mulai darimana?' batin Yan Liyan yang kebingungan untuk memulai pembicaraan.
'Ah, dari sini saja.'
"Baiklah, Bing Hua dengarkan perkataanku baik-baik ada yang ingin aku tanyakan padamu?" ucap Yan Liyan dengan ekspresi serius, sehingga membuat Bing Hua merasa sedikit gugup.
"Apa yang ingin kau tanyakan kepadaku Liyan'gege?"
"Apa kau benar-benar mencintaiku?" Yan Liyan masih dengan ekspresi seriusnya memandang mata Bing Hua.
Kegugupan Bing Hua menghilang ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan. Ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi sangat kesal.
"Cih, pertanyaan macam apa itu? tentu saja aku sangat mencintai mu? Apa kau meragukanku!" masih dengan perasaan marah Bing Hua memandang tajam Yan Liyan.
"Itu merupakan jawaban yang aku inginkan, tapi apa kau masih akan mencintai ku jika aku mencintai wanita lain selain dirimu?" tanya Yan Liyan yang membuat Bing Hua terdiam.
Bing Hua merasa sangat kesulitan menjawab pertanyaan Yan Liya, karena dia sangat mencintai Yan Lihan, tapi disisi lain Bing Hua tidak ingin jika Yan Liyan melupakanya karena mencintai wanita lain selain dirinya.
__ADS_1
Dan soal Mei Lin. Dia menyetujuinya karena menurutnya Mei Lin lebih duluh mengenal Yan Liyan darinya.
"Mm.. Liyan'gege apa kau bisa berjanji padaku jika kau mempunya wanita lain maka Kau tidak akan pernah melupakan dan meninggalkanku." Bing Hua berkata dengan menunduk terlihat jelas dia merasa sangat sedih dan juga kecewa pada Yan Liyan.
Dia berpikir jika Yan Liyan akan melupakanya, jikapun Yan Liyan berjanji maka itu tidak ada gunanya, karena dengan segel ikatan jiwa pada dirinya. Yan Liyan bisa menyalahi janji itu kapan saja jika dia mau. Hal itulah yang membuat Bing Hua merasa sedih dan kecewa.
Yan Liyan yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh kekasihnya itu hanya menggeleng pelan dan mendekati Bing Hua. Yan Liyan kemudian menagankat tangan Bing Hua dan secara tiba-tiba menggigit jari telunjuk Bing Hua sampai mengeluarkan darah.
Bing Hua sangat terkejut ketika melihat tindakan dari Yan Liyan. Dia tidak tahu apa yang direncanakan oleh kekasihnya ini selain itu, Bing Hua tidak merasa kesakitan sama sekali pada tanganya.
Sedangkan Yan Liyan mengangkat jari telunjuk Bing Hua yang mengeluarkan darah lalu menempelkan di dahinya dengan mengarahkan jari telunjuk tersebut membentuk pola segi lima dengan darah Bing Hua.
"Teknik kutukan darah! Kutukan Hidup Dan mati!!"
Wuus!!
Wuuss!!
Lambang segi lima yang berada di dahi Yan Liyan bercaya merah darah dengan sangat terang. Tidak lama kemudian, cahaya itu perlahan menghilang serta pola segi lima yang terbentuk dengan darah Bing Hua terserap kedalam tubuh Yan Liyan.
Setelah selesai melakukan teknikl itu, Yan Liyan kemudian memandang Bing Hua lagi.
"Yang aku lakukan tadi adalah ritual kutukan hidup dan mati. Dimana aku berjanji tidak akan meninggalkanmu jika aku memiliki wanita lain. dan jika aku menyalahi janji itu maka aku akan mati. Hal itu juga berlaku padamu, jika kau memiliki laki-laki lain selain diriku maka kau juga akan langsung mati." ucap Yan Liyan yang menjelaskan fungsi teknik yang dia gunakan tadi.
"Apa sekarang kau sudah percaya padaku, Hua'er?" tanya Yan Liyan lagi.
Bing Hua yang mendengar itu sama sekali tidak menjawab, tapi dia mendekat kearah Yan Liyan dan memeluknya dengan sangat erat.
"Ya. Aku percaya padamu Liyan'gege. Dan aku tidak akan pernah tertarik dan memiliki laki-laki lain selain dirimu." ucap Bing Hua dengan tulus. sekarang dia benar-benar percaya pada Yan Liyan, karena dia juga merasakan semacam ikatan yang berbeda dengan ikatan jiwa di antara mereka berdua setelah Yan Liyan selesai menggunakan teknik kutukan tadi.
"Hee... Apa artinya jika kau menyetujui jika aku menjadi kekasih dari Yan Liyan?" Xian Ran tiba-tiba berbicara setelah lama melihat drama antara dua orang kekasih yang terjadi di depanya.
Xian Ran juga sangat terkejut jika Yan Liyan dapat menggunakan teknik kutukan seperti itu, dia tidak tahu pasti teknik kutukan macam apa itu, tapi yang jelas jika itu bukan teknik segel perbudakan atau sejenisnya.
Bing Hua melepaskan pelukanya dari Yan Liyan ketika mendengar pertanyaan dari Xian Ran.
Bing Hua kemudian mengangguk...
"Ya. Aku setuju, tapi ingat satu hal jika aku merupakan yang pertama sedangkan kau yang ke tiga. Ingat itu baik-baik." Bing Hua memberikan peringatan kepada Xian Ran karena bagaimana pun Xian Ran seperti pendatang baru yang harus mematuhi peraturan yang berlaku di antara mereka.
Xian Ran yang mendengar itu hanya mengangguk sebenarnya Dia kebingungan kenapa dia menjadi yang ketiga, tapi Xian Ran kemudian mengabaikan hal itu karena beranggapan jika itu bukan sesuatu hal yang penting, Xian Ran kemudian mendekat kearah Yan Liyan lalu memeluk lengan Yan Liyan dengan erat.
"Mari kita keluar Dari tempat ini, Liyan'gege."
__ADS_1