SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Hukuman


__ADS_3

Di istana Kekaisaran es utara....


Bing Hua, Mei Lin, Xian Ran dan Jiu Wei sedang duduk di sebuah gazebo.


"Saudari Ran, Bagaimana dengan urusan wilayah mu jika kau terus saja datang ketempat ini. Apa kau tidak khawatir jika kau akan kehilangan kekuasaanmu sebagai seorang pemimpin?" Mei Lin berbicara seperti itu karena dulunya dia juga merupakan seorang pemimpin jadi dia tahu setiap langkah yang dia ambil akan berpengaruh besar pada wilayahnya.


Dan setiap sedikit kesalahan saja yang dia lakukan juga akan berdampak sangat besar bagi wilayahnya, jadi melihat Xian Ran sering berkunjung ke istana es utara, hal itu membuat Mei Lin kebingungan meskipun diantara dua willayah mempunyai hubungan yang sangat baik.


"Kau tidak perlu khawatir saudara Lin. Aku memang berniat untuk tidak menjadi pemimpin lagi dan ingin hidup bebas seperti dirimu.


Dan soal wilayah ras Elf.. Nantinya aku akan menyerahkan kekuasaan ku pada adikku." Xian Ran telah memikirkan hal itu dari awal dan mempertimbangkan kemungkinan yang terjadi.


Xian Ran sangat yakin jika adiknya itu akan membawa wilayah ras Elf ke masa jayanya dan lebih sejahtera daripada kemimpinanya.


"Hmm.. baru kali ini aku melihat ras Elf mencintai ras lain sampai relah menyerahkan kekuasaanya kepada orang lain demi ikut bersamanya." ucap Mei Lin dengan nada mengejek. Dia mengerti kenapa Xian Ran sampai melakukan hal semacam itu.


"Cih.. Aku tidak ingin mendengar itu dari sosok dewi Phoenix api seperti mu. Bahkan status kepemimpinanku tidak sebanding dengan status mu dulu." Xian Ran membalas ejekan Mei Lin karena berpikir jika Mei Lin lebih parah daripada dirinya.


"Dasar dua sosok yang merepotkan. Andai saja kalian berdua tidak ada.. Liyan'gege pasti hanya akan menjadi milikku dan saudari Hua?"


Jiu Wei tiba-tiba menyela pembicaraan mereka berdua.


Ucapan Jiu Wei tadi terdengar egois sehingga membuat suasana diantara mereka bertiga semakin menegang.


Bahkan cangkir teh hijau yang telah mereka minum tampak bergetar disebabkan tekanan aura.


"Berhentilah! Kalian bertiga mengangguku."


Suara dingin Bing Hua terdengar sedikit mengancam sehingga membuat mereka bertiga berhenti mengeluarkan aura mereka masing-masing.


Bing Hua merupakan kekasih pertama Yan Liyan jadi bisa dibilang dia adalah pemimpin bagi yang lainya.


"Kakak Hua mereka yang terlebih dahulu memulainya denganku." Jiu Wei dengan manjah mendekati Bing Hua dan menggosok pipinya ke pipi Bing Hua.


Bing Hua mendorong Jiu Wei tampak sangat risih dengan kelakuan Jiu Wei.


"Kau masih saja bersikap seperti anak kecil. Padahal sekarang ini kau sudah dewasa Jiu Wei, jadi Bersikaplah layaknya orang dewasa."


"Hmm.. tapi...


Wuss!


Sebelum ucapan Jiu Wei selesai, mereka dikejutkan dengan munculnya retakan celah dimensi disekitar gazebo.


Mereka berempat bergegas melihat kejadian itu, karena khawatir jika itu merupakan suatu bencana atau hal buruk lainya yang akan terjadi.


Mereka berempat tidak menduga jika itu merupakan Yan Liyan karena sebelumnya kekasih mereka itu akan berjanji untuk pulang dalam waktu 3 minggu dan ini belum waktunya.


Tapi mereka dikejutkan dengan keluarnya Yan Liyan yang menggandeng seorang gadis kecil dan anak laki-laki di kedua tangannya.


Celah dimensi perlahan mulai menghilang...


Yan Liyan tersenyum walaupun saat ini dia kebingungan bagaimana menjelaskannya apa lagi di tempat itu ada Jiu Wei.


'Habislah sudah.'

__ADS_1


Yan Liyan mencoba untuk tersenyum semanis mungkin..


"Aku kembali.. maaf membuat kalian berempat menunggu lama, tapi seperti yang kalian lihat jika tugas yang aku kerjakan lebih cepat selesai daripada dugaanku."


Mereka berempat tentu saja terkejut dengan kehadiran Yan Liyan, tapi keterkejutan mereka teralihkan dengan dua sosok anak yang ada di gandengan kekasih mereka.


"Ayah.. Siapa mereka?" Yun Yue Zhi bertanya keheranan melihat empat sosok itu memandang mereka dengan intens.


"Ayah?


Jiu Wei yang pertama kali menanggapi hal itu. Dia semakin memandang kearah Yan Liyan dengan penuh selidik.


" Siapa dia?"


Yan Liyan menarik nafas lalu menghembuskanya secara perlahan, menguatkan dirinya yang akan mendapatkan masalah besar.


"Dia adalah anaku."


ucap Yan Liyan yang membuat empat orang itu terbelalak tidak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini.


Wusss!


Jiu Wei tanpa pikir panjang langsung melesat dengan kecepatan penuh.. Dia tiba-tiba saja muncul dibelakang Yan Liyan dan mengarahkan sebuah belati dilehernya.


"Katakan.. wanita mana yang selama ini telah menjadi istri mu!"


"Jiu Wei dengarkan penjelasanku terlebih dahulu...


"Aku bilang Katakan yang sesungguhnyaLiyan'gege! Aku tidak ingin mendengar penjelasan darimu!


Dan satu hal lagi, Aku tidak akan segan-segan menghajar mu jika kau berbohong lagi!


Jujur saja jika sekarang aku sangat kecewa padamu Yan Liyan.." Jiu Wei menunjukkan ekpresi kekecewaan yang mendalam karena Yan Liyan membohongi mereka, Jiu Wei bahkan tidak menyebut Yan Liyan dengan panggilan Liyan'gege lagi.


Karena melihat dua anak itu sudah bisa dipastikan jika selama ini Yan Liyan telah berselingkuh.


"Jiu Wei dengarkan aku..


" Kakak Hua! Apa yang kau tunggu.. Beri pelajaran pada pembohong ini!" sebelum ucapan Yan Liyan selesai langsung dipotong lagi oleh Jiu Wei sehingga hal itu membuat Yan Liyan sangat kesal.


'Cih.. Sudah aku duga,bjika dia yang akan menyusahkan ku.'


Sedangkan Bing Hua.. Dia masih berpikir tenang walaupun sekarang ini di dalam hatinya terjadi gejolak besar.


Dia sangat tahu sifat Yan Liyan yang tidak akan pernah berbohong dan tidak akan pernah menyembunyikan apa pun kepada mereka.


Tetapi melihat bukti yang sudah ada di depannya sekarang ini membuat Bing Hua sedikit ragu.


Bing Hua bahkan sempat berpikir jika sebenarnya Yan Liyan telah memiliki pasangan lain selain mereka berempat.


Memilkirkan hal itu membuat Bing Hua merasa sakit hati. Wanita mana yang tidak sakit hati ketika mengetahui orang yang sangat dicintainya dan sangat dia percayai ternyata malah menyembunyikan sesuatu yang penting seperti itu darinya.


Bing Hua berjalan sesampainya di depan Yin Yue Zhi. Dia berjongkok mensejajarkan tinggi mereka berdua.


"Hei gadis kecil.. Apa dia benar-benar ayahmu?" tanya Bing Hua dengan lembut sambil menunjuk kearah Yan Liyan.

__ADS_1


Yin Yue Zhi mengangguk ketika mendengar pertanyaan Bing Hua dan dia juga merasa sangat kagum dengan kecantikan sosok di depannya itu.


Sedangkan Bing Hua perasaanua seperti hancur berkeping-keping ketika melihat anggukan dari gadis kecil dan polos di depannya. Terlihat sama sekali tidak ada kebohongan pada ekspresi gadis kecil itu.


"Lalu si.. siapa nama ibu mu?" Bing Hua menguatkan tekadnya untuk menanyakan hal yang jawabannya akan membuat perasaannya lebih hancur lagi.


Bukan hanya Bing Hua yang menunggu jawaban dari Yin Yue Zhi melainkan Jiu Wei, Xian Ran dan Mei Lin.. Terutama Xian Ran yang sangat penasaran sosok Elf mana yang pertama kali telah menjadi pasangan kekasihnya.


"Xiao Yin, ya.. nama ibuku adalah Xiao Yi."


Mendengar hal itu membuat mereka berempat sangat terkejut dan memandang tajam Yan Liyan untuk meminta penjelasan.


Yan Liyan hanya tersenyum kecut karena sekarang ini dia tidak tahu harus memulai menjelaskanya darimana.


"Liyan'gege sekarang jelaskan semuanya. Apa sebelum mereka pergi kau telah melakukan itu dengan gadis manajah itu? Jawab aku!" Sekarang Jiu Wei melilit leher keras Yan Liyan dengan 5 ekornya.


"Uhuk! Bagaimana cara.. Aku menjelaskanya jika kau melilit ku seperti itu, Jiu Wei dasar bodoh!"


Jiu Wei semakin kesal ketika mendengar perkataan Yan Liyan.


"Apa kau bilang! Kau memanggilku Bodoh! dasar tidak tahu diri! rasakan ini!" Jiu Wei semakin memperkuat lilitan ekornya.


Sebenarnya Yan Liyan sama sekali tidak merasa kesakitan, hanya saja dia tidak bisa berbicara karena lilitan ekor Jiu Wei.


"Tenang Jiu Wei.. sepertinya ada yang aneh disini. Lihatlah mereka berdua baik-baik." Bing Hua kembali tenang seperti mengerti dengan apa yang terjadi begitu pun dengan yang lainnya.


Ya.. mereka mengetahui jika Xiao Yi merupakan ras manusia tidak mungkin mereka mempunyai anak ras Elf dan serigala es.


Tapi Jiu Wei mengabaikan semua itu dan memandang tajam Bing Hua.


"Hah! Kau terlalu lembut padanya saudari Hua. Sesekali kau harus memberikanya pelajaran yang berharga untuknya."


Uhuk!


"Bibi lepaskan ayah ku. Kenapa kau melakukan itu pada ayahku?" Hao Lang tidak tahan melihat Ayahnya diperlakukan seperti itu oleh orang asing di depannya.


Jiu Wei menoleh kearah anak kecil itu. Sebenarnya tadi dia merasa kesal karena di panggil dengan sebutan bibi dan Jiu Wei berniat ingin memarahinya.


Namun ketika melihat anak laki-laki itu dengan teliti . Jiu Wei akhirnya menyadari jika anak itu berasal dari ras serigala es yang merupakan binatang suci. Jiu Wei lalu Melihat lagi kearah sosok gadis kecil dan terkejut ketika menyadari telinga runcingnya pertanda dia berasal dari ras Elf.


Dia terlalu terbawah amarah sampai-sampai dia tidak menyadari hal itu. Mendengar jika Xiao Yi merupakan ibu mereka membuat Jiu Wei mengendurkan lilitan ekornya karena berfikir jika terjadi suatu kesalah pahaman yang terjadi di sini.


Ketika Jiu Wei mengendurkan lilitanya tiba-tiba saja Yan Liyan melawan dengan menganggang leher Jiu Wei dan mengunci gerakan Jiu Wei dengan kedua tangannya.


"Kau harus berfikir dengan tenang sebelum bertindak Jiu Wei dan jangan terbawah amarah!Kau ini sudah dewasa, tapi sikapmu masih saja seperti anak kecil." Yan Liyan semakin mengunci gerakan Jiu Wei sehingga membuat Jiu Wei sama sekali tidak bisa bergerak.


"Liyan'gege maafkan aku! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Dan sekarang kau bisa menjelaskan semuanya dan aku hanya akan diam dan mendengarkan saja." ucap Jiu Wei memohon kepada Yan Liyan.


Namun Yan Liyan tampak tidak memperdulikan permintaan dari Jiu Wei itu, Yan Liyan malah menyunggingkan senyumanya yang membuat Jiu Wei merasa akan terjadi hal buruk padanya.


"Kau harus dihukum atas perbuatan mu."


Yan Liyan lalu mendekat kearah wajah Jiu Wei..


"Apa yang kau lakukan!disini ada anak kecil Liyan'gege, jadi jangan melakukan itu!" ucap Jiu Wei yang berpikir jika Yan Liyan akan menciumnya.

__ADS_1


Namun ternyata Jiu Wei salah besar.


Yan Liyan malah menggigit telinga rubah Jiu Wei dengan sekuat tenaga sehingga membuat Jiu Wei berteriak kesakitan.


__ADS_2