SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Tanda


__ADS_3

"Maafkan aku, seharusnya aku mempelajari segel yang lebih baik daripada segel yang ada di dahimu agar kau tidak merasa terganggu.


Kau merasakan rasa sakit bukan?"


Segel teratai surgawi merupakan teknik segel tingkat tinggi namun tentu saja memiliki kekurangan, karena segel itu akan memberikan rasa sakit kepada orang yang dipasangkan segel tersebut.


Yan Liyan merasa bersalah karena telah memasangkan segel Teratai surgawi itu pada kekasihnya sendiri yang mana hal tersebut akan membuat kekasihnya menderita pada saaat-saat tertentu. Namun Yan Liyan tidak punya pilihan lain.


Sebab jika dia tidak memasangkan segel Teratai surgawi maka Mei Lin bisa mati jika dia menggunakan elemen es kuno miliknya melebihi batas yang ditentukan yaitu lima menit.


"Liyan'gege tidak perlu merasa bersalah seperti itu, Aku tahu jika kau memasang segel ini demi kebaikanku sendiri." Mei Lin tersenyum dengan rambut hitam dan beberapa memiliki warna putih tergerai akibat hembusan angin sepoi-sepoi.


Mei Lin kemudian memegang tangan Yan Liyan menuntunya tangan itu menuju keatas kepalanya.


Yan Liyan yang mengerti langsung mengelus lembut pucuk kepala Mei Lin.


"Kau terlihat sangat manja hari ini Lin'er." ucap Yan Liyan yang menggoda sikap Mei Lin hari ini.


"Itu karenamu, kau terlihat lebih dekat dengan Bing Hua dan Jiu Wei akhir-akhir ini."


"Apa kau merasa cemburu?"


Jantungnya berdetak sangat kencang, serta wajah yang memerah ketika mendengar perkataan Yan Liyan.


"Ya, mungkin ini yang dinamakan perasaan cemburu." gumam Mei Lin yang baru pertama kalinya merasakan perasaan seperti itu.


"Itu merupakan hal yang normal, Aku juga senang jika kau merasa cemburu seperti itu, karena artinya kau sangat mencintaiku."


Mei Lin hanya mengangguk mendengar perkataan Yan Liyan. Walaupun Mei Lin mempunyai pengetahuan yang luas, tapi Mei Lin masih tidak terlalu mengerti soal masalah cinta, hal itu disebabkan gelarnya dulu yaitu dewi Phoenix api sekaligus sosok yang memimpin ras Phoenix api.


Sosok pemimpin ras Phoenix sepertinya kala itu tidak membutuhkan perasaan cinta, yang dia butuhkan adalah informasi, kekuatan, pengetahuan dan bawahan yang setia agar nantinya dia dapat bersikap bijaksana kepada rakyat yang dimpimpinya dan tentunya untuk melindungi ras nya sendiri.


Pada saat seperti itu bagi Mei Lin cinta sama sekali tidak dibutuhkan.


[Tuan.. Anda bisa memberikan sedikit esensi darah anda untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh Mei Lin akibat keberadaan segel teratai surgawi. Tuan tenang saja, memberikan sedikit esensi darah pada seseorang sama sekali tidak akan mempengaruhi kekuatan tuan.]


Yan Liyan terkejut ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya, dia tidak menyangka jika esensi darahnya dapat mengurangi rasa sakit yang dialami oleh Mei Lin akibat segel yang dia buat.


"Lin'er Aku mempunyai satu cara agar rasa sakit yang kau alami akibat dari keberadaan segel itu dapat berkurang." Yan Liyan mengatakan itu dengan wajah berseri-seri seperti sedikit terhindar dari perasaan bersalah pada Mei Lin.

__ADS_1


"Benarkah?" ucap Mei Lin yang terkejut dengan perkataan tiba-tiba dari Yan Liyan.


Mei Lin juga merasa kebingungan mengapa Yan Liyan tidak mengatakan hal itu dari tadi, tapi Mei Lin mengabaikan hal tersebut, karena dia berfikir jika Yan Liyan mempunyai alasan tersendiri dan dia tidak perlu mempertanyakan alasan tersebut.


"Ya, tapi sebelum itu...


Tubuh mereka berdua tiba-tiba saja diselimuti oleh cahaya dan kemudian mereka berdua menghilang secara tiba-tiba dari tempat itu.


Di dalam ruang inventory......


Yan Liyan dan Mei Lin sedang berada di bawah pohon kehidupan.


Mei Lin terkejut ketika melihat kondisi pohon kehidupan yang awalnya mempunyai daun yang lebat kini yang tersisa hanyalah rantingnya saja. Kini penampilan pohon tersebut hampir sama seperti pohon mati.


Di bawah pohon kehidupan itu juga terdapat banyak sekali daun berwarna emas yang mengandung energi kehidupan berserakan seperti tidak diperdulikan oleh pemiliknya.


Mei Lin bisa mengetahui sebab pohon kehidupan menjadi seperti itu, melihat buah yang sudah berada di tangkainya serta jiwa ibu Mei Lin yang sedikit mengeluarkan aura kehidupan yang mirip membuatnya sangat mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Tapi terap saja Mei Lin tersenyum kecut karena betapa borosnya kekasihnya itu. Jika saja pohon seperti itu berada di wilayah alam tingkat tinggi mungkin saja alam tingkat tinggi bisa hancur akibat perang untuk memperebutkan sehelai daun itu saja.


Yan Liyan tanpa basa-basi langsung menjelaskan tentang bagaimana cara untuk mengurangi rasa sakit yang dialami oleh Mei Lin.


"Jadi, bagaimana.. Apa kau keberatan?"


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu bukan?" Mei Lin berpikir jika memberikan esensi darah pada orang lain akan berpengaruh besar pada kekuatan pemilik esensi darah tersebut.


Yan Liyan telah memberikan kekuatan elemenya pada Jiu Wei dan sekarang dia akan memberikan sedikit esensi darahnya pada dirinya.


Mei Lin merasa jika hal tersebut akan memberatkan Yan Liyan secara penuh, Mei Lin juga merasa bersalah dan berpikir jika dirinya telah menjadi beban untuk Yan Liyan.


Yan Liyan telah memasangkan segel teratai surgawi padanya agar elemen es kuno yang dia miliki tidak merenggut nyawanya dan sekarang Yan Liyan harus memberikan esensi darahnya untuk mengurangi rasa sakit yang dia alami.


"Aku rasa Liyan'gege tidak perlu melakukan hal itu.. Kau terlalu memaksakan diri sendiri.


Aku juga tidak terlalu keberatan jika aku merasakan rasa sakit, jadi...


Sebelum ucapan Mei Lin selesai, Yan Liyan langsung menutup mulutnya.


"Jangan berbicara seperti itu! Aku adalah kekasihmu, jadi aku ingin jika kau selalu bergantung padaku dalam setiap hal!" ucap Yan Liyan dengan serius.

__ADS_1


Sebagai seorang kekasih.. Yan Liyan merasa jika dia mempunyai tanggung jawab untuk membuat kekasihnya merasa nyaman. Baginya melakukan tanggung jawab itulah yang membuat Yan Liyan selalu bahagia dan mempunyai tujuan hidup.


Mei Lin hanya tersenyum ketika melihat niat tulus kekasihnya itu. Jujur saja dia merasa sangat beruntung mempunyai kekasih seperti Yan Liyan.


"Baiklah." Mei Lin mendekat memeluk Yan Liyan menyandarkan dagunya di bahu kanan Yan Liyan.


Setelah itu Mei Lin tanpa basa-basi langsung mengigit leher Yan Liyan.


"Argkh!" Yan Liyan meringis kesakitan ketika energi inti dalam tubuhnya terserap kedalam tubuh Mei Lin.


"Liyan'gege!" Mei Lin sangat khawatir ketika melihat reaksi dari Liyan'gege dan ingin menghentikan gigitannya namun ditahan oleh Yan Liyan.


Yan Liyan memegang kepala Mei Lin menahannya agar Mei Lin tidak melepaskan gigitannya. Yan Liyan juga berfokus untuk mengarahkan sedikit esensi darahnya kedalam tubuh Mei Lin.


Sepuluh menit kemudian...


Aura kemerahan tiba-tiba saja keluar dari dalam tubuh Yan Liyan.. Aura kemerahan itu kemudian berkumpul mengarah pada leher Yan Liyan.


Aura kemerahan tersebut kemudian langsung dihisap oleh Mei Lin.


Wuss!


Simbol di dahi Mei Lin juga mengeluarkan aura yang sama dan kemudian aura kemerahan tersebut secara perlahan menghilang. Terlihat titik kecil berbentuk kristal merah berada di tengah simbol kristal biru di dahi Mei Lin.


Simbol kristal tersebut berfungsi seperti penetrasi jika Mei Lin merasakan rasa sakit akibat keberadaan segel teratai surgawi.


Proses pemberian esensi darah telah selesai dilakukan namun Mei Lin tidak melepaskan gigitannya sehingga membuat Yan Liyan kebingungan.


"Lin'er..


"Biarkan aku seperti ini untuk sementara waktu." ucap Mei Lin menggunakan telepati.


Yan Liyan hanya mengangguk ketika mendengar itu.


Untuk waktu 15 menit posisi mereka tetap seperti itu.


Hingga akhirnya Mei Lin melepaskan gigitannya.. Luka pada leher Yan Liyan langsung sembuh seketika dan secara perlahan di tempat gigitan Mei Lin tadi muncul gambar bulu burung Phoenix api dan es yang menyilang.


"Itu adalah tanda jika kau adalah kekasihki. Aku ingin melakukan itu sejak awal kepadamu, hanya saja aku malu untuk melakukanya dan aku tidak pernah menyangka jika hari ini aku mempunyai kesempatan untuk melakukannya."

__ADS_1


__ADS_2