SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kesalah Pahaman


__ADS_3

Setelah Yan Liyan meminum minuman herbal itu, Dia tertidur karena kelelahan.


"Kau seharusnya lebih lembut kepadanya Saudari Ran." ucap Jiu Wei kesal yang masih tidak terima dengan perlakuan Xian Ran terhadap Yan Liyan tadi.


"He.. Memangnya kau tahu apa? Hus! pergilah rubah! jangan mengusik ketenanganku."


Xian Ran tidak Terima jika dia dimarahi dan dianggap bersalah karena seharusnya mereka bertigalah yang harus disalahkan.


"Apa kau bilang!"


"Diam." Terdengar suara dingin dengan nada mengancam dari Bing Hua.


"Sekarang ini Liyan'gege sedang sakit, dan kalian berdua masih sempat-sempatnya ribut. Jika kalian berdua masih seperti itu, sebaiknya kalian berdua keluar agar tidak mengganggu istrahat Liyan'gege." ucapnya menunjukkan dominasinya sebagai kekasih pertama Yan Liyan.


Jiu Wei dan Xiam Ran yang mendengar itu menjadi terdiam. Jiu Wei baru pertama kali melihat Bing Hua marah seperti itu, jadi dia tidak ingin membuat Bing Hua menjadi lebih marah lagi kepadanya.


Sedangkan Xian Ran masih tetap seperti biasanya, hal itu karena dia merupakan teman Bing Hua sejak lama. Melihat Bing Hua marah seperti itu menjadi sesuatu hal yang menarik untuknya.


"Hah.." Bing Hua menghela nafas panjang karena melihat mereka berdua terdiam seperti itu.


Mei Lin yang melihat pemandangan di depan ikut menghela nafas juga, sebenarnya dia berpikir jika sebab mereka berdua ribut diakibatkan oleh kesalahannya.


"Selama Liyan'gege sakit kita akan menjaganya secara bergiliran, jadi sebaiknya kita bertiga keluar terlebih dahulu." ucap Mei Lin memberi saran.


Hal itu disebabkan mereka berlima mempunyai urusan yang tidak bisa ditinggalkan kecuali dirinya. Xian Ran sebagai ratu ras elf, Bing Hua pemimpin istana Kekaisaran es utara, Jiu Wei merupakan guru dia murid, sedangkan dirinya hanya menganggur tidak mempunyai kerjaan apa pun, tapi tentunya saudarinya yang lain akan tidak terima jika hanya dirinya saja yang akan menjaga Yan Liyan.


"Ide yang bagus." Menurut Xian Ran ide dari Mei Lin cukup adil dan bisa diterima oleh semua saudarinya.


"Baiklah, sepakat! Untuk saat ini biarkan Saudari Hua terlebih dahulu yang menjaganya." ucap Jiu Wei yang sependapat dengan ide Mei Lin.


Setelah itu mereka bertiga keluar dari kamar Yan Liyan setelah memutuskan suatu hal tanpa meminta pendapat Bing Hua terlebih dahulu.


"Mereka selalu saja berbuat seenaknya." gumam Bing Hua, tapi dia memang setuju dengan kesepakatan dari ketiga saudarinya itu lakukan.


Bing Hua memegang tangan Yan Liyan lalu tidur di sebelahnya dengan posisi masih berada di atas kursi.


"............... "


5 hari berlalu...

__ADS_1


Yan Liyan masih terbaring lemah diatas tempat tidurnya dengan Mei Lin yang berada di dekatnya.


"Cepatlah sembuh Liyan gege..


Apa kau tahu, jika Saudari Hua telah selesai mengadakan pertemuan dengan kedua pemimpin ras Phoenix es dan api.. Mereka membicarakan begitu banyak hal mengenai hubungan ketiga wilayah kedepannya.


Ras Phoenix es memiliki hutang budi pada ayah Bing Hua atau pemimpin Kekaisaran Es sebelumnya, jadi mereka dengan senang hati membantu membantu mengirimkan sumber daya es tingkat tinggi kepada Kekaisaran es utara.


Sedang ras Phoenix api... Pada awalnya mereka itu sangat keras kepala, karena membantu kita tidak akan memberikan keuntungan kepada mereka. Jadi Pemimpin mereka yang sok bijak itu tidak ingin membangun relasi.


Namun pada akhirnya mereka mau setelah aku meminta mereka dengan cara mengungkapkan identitas ku dan, jadi sepertinya aku tidak akan menganggur lagi mulai hari ini."


Mei Lin bercerita pada Yan Liyan mengenai hal-hal yang terjadi ketika dia tidak sadarkan diri tanpa diminta oleh Yan Liyan.


Setelah Mei Lin mengungkapkan identitasnya, tentu dia mempunyai tanggung jawab untuk mengajarkan semua yang dia ketahuai pada pemimpin Phoenix api mulai dari ilmu bela diri sampai politik pada pemimpin ras Phoenix yang baru.. Secara tidak langsung dia akan menjadi seorang guru juga sama seperti Jiu Wei, tapi bedanya muridnya adalah ratu pemimpin ras Phoenix yang di sangat dihormati dan diagungkan oleh banyak kalangan.


"Ya.. itu memang merupakan hal yang merepotkan." gumam Mei Lin lalu tidur disamping Yan Liyan.


Tidak lama setelah Mei Lin benar-benar tertidur. Yan Liyan terbangun dan tersenyum kearah kekasihnya itu.


Sebenarnya Dia telah sembuh dan bisa mengerjakan badanya dari tadi pagi, hanya saja dia memilih untuk beristirahat sampai keadaannya telah benar-benar pulih.


15 menit kemudian.....


Mei Lin tiba-tiba saja tersadar dan terkejut dengan posisinya yang sedang terbaring saat ini, karena seingatnya dia masih tetap terjaga.


Mei Lin bangun dan lebih terkejut lagi, ketika menyadari jika sekarang ini dia sedang berada diatas tempat tidur.


"Apa yang terjadi? Dimana Liyan'gege?!" dengan kebingungan Mei Lin memandang tempat itu penuh tanda tanya.


Tapi ketika Mei Lin sedang kebingungan tiba-tiba saja pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Yan Liyan berjalan dengan handuk yang menutup tubuh bagian bawahnya dan rambut yang masih basah.


"Liyan'gege! K.. Kau sudah sembuh?!" Mei Lin terkejut ketika melihat Yan Liyan yang sekarang sudah dapat bergerak sendiri.


"Ya, sekarang ini aku sudah sembuh, hanya saja aku membutuhkan waktu dua hari sampai keadaanku benar-benar sembuh total."


Mei Lin menghelah nafas lega. Dia merasa senang ketika mendengar Yan Liyan sudah bisa berbicara secara manual tanpa menggunakan telepati lagi.


"Syukurlah jika begitu."

__ADS_1


"Ya." Yan Liyan kemudian mendekat kearah Mei Lin.


"Aku mendengar semua ceritamu tadi. Terima kasih karena sudah banyak membantu selama aku tidak sadarkan diri belakangan ini."


Mei Lin sangat gugup ketika Yan Liyan mendekat, sebenarnya dia dari tadi merasa gugup karena melihat tubuh proposional Yan Liyan secara langsung.


Otot dadanya kotak-kotak yang indah seperti dipahat oleh para dewa membuat Mei Lin malu karena melihatnya apa lagi saat ini Yan Liyan mendekat kearahnya.


Yan Liyan tersenyum ketika melihat ekspresi malu Mei Lin. Yan Liyan kemudian memegang dagu Mei Lin.


"Liyan'gege."


Panggil mesrah Mei Lin dengan ekspresi malu ketika wajah tampan Yan Liyan mulai mendekat ke wajahnya. Jantunya berdebar kencang karena merasa gugup dan malu secara bersamaan.


Yan Liyan yang melihat bibir tipis merah mudah itu, semakin ingin merasakannya, sekarang ini dia telah berumur 21 tahun dan menganggap hal seperti ini merupakan hal normal dilakukan pada calon istrinya.


Di saat wajah mereka berdua sudah saling berdekatan...


Krak!


Pintu terbuka secara perlahan dan terlihat Jiu Wei membawa nampan yang berisi mangkok bubur sambil menatap mereka berdua dengan mata terbelalak karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


Posisi antara Mei Lin dan Yan Liyan saat ini sangat smbigu sehingga membuat Jiu Wei salah paham.


"Maaaf.. menganggu kalian berdua, Silakan dilanjutkan, Aku tidak akan menganggu." Jiu Wei menutup pintu lalu berlari sambil berteriak memanggil Bing Hua.


"Saudari Hua! kau harus melihat kelakuan saudari Mei Lin kali ini!"


Teriak Jiu Wei sambil berlarian di lorong istana.


Dihalamam istana.. Bing Hua dan Xue Yu serta 5 kesatria penjaga yang sedang menyeleksi orang-orang yang akan menjadi perajurit istana terkejut dengan teriakan dari Jiu Wei yang begitu keras. Mereka bertujuh menoleh kearah istana dengan kebingungan tentang apa yang membuat Jiu Wei berteriak keras seperti itu.


Sedangkan Yan Liyan menghentikan tindakannya tadi, dan mulai memakai pakaianya.


"Maaaf.. Sepertinya Aku telah membuatmu berada dalam masalah saat ini." Yan Liyan tersenyum kecut dengan kelengahan tadi sebab dia tidak merasakan keberadaan Jiu Wei, karena terlalu fokus pada Mei Lin sehingga mengabaikan hal disekitarnya.


Sedangkan Mei Lin hanya mengangguk menanggapi permintaan maaf dari kekasihnya itu.


Sekarang ini Mei Lin masih tertidur di kamar Yan Liyan dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya untuk menutupi ekspresi wajahnya saat ini.

__ADS_1


Sampai sekarang ini jantungnya masih berdetak kencang dengan wajah yang memerah karena teringat dengan kejadian tadi.


__ADS_2