SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Menjadi Umpan


__ADS_3

setelah Perbincangan itu Yan Liyan dan para bawahannya pergi ke gudang mansion yang terletak disamping Mansionya.


didalam gudang itu terdapat seorang gadis yang duduk dikursinya sambil memandang kearah luar.


"putri Han Guang, apa kau ingin ikut dengan kami untuk memusnahkan Du Ming.? ucap Yan Liyan langsung pada intinya.


Han Guang yang mendengar itu menoleh kearah pintu dan melihat seorang pemuda yang akrab diingatnya yaitu pemuda yang memperingatkanya dulu.


"aku akan ikut dengan kalian tapi dengan kemampuanku yang seperti ini aku tidak akan bisa berbuat banyak untuk membantu kalian."


"dan juga aku menyesal karena mengabaikan peringatanmu waktu itu." ucap Han Guang dengan tatapan penyesalan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"kakak Liyan abaikan saja dia." saran Xiao Yi.


Yan Liyan yang mendengar itu menoleh kearah Xiao Yi.


"kau terlihat seperti tidak suka denganya adik Yi, mungkinkah..."


"aku memang merasakan hal yang akrab denganya tapi entah mengapa aku tidak suka dengan keberadaanya." ucap Xiao Yi memotong perkataan dari Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu melihat kearah Han Guang yang entah kenapa memberikan tatapan permusuhan pada Xiao Yi.


"kau akan berguna untuk kami jadi kau harus ikut.! karena ini berkaitan dengan rencana yang telah aku buat."


ucap Yan Liyan sambil melihat kearah Xiao Yi yang keberatan dengan keputusanya.


Xiao Yi yang melihat Yan Liyan menatap kearahnya hanya menghela nafas.


tentu saja dia mengerti akan tatapan Yan Liyan yang mengisyaratkan tidak adanya penolakan.


"Huh... baiklah aku mengerti." ucap Xiao Yi.


sedangkan Han Guang yang mendengar dirinya akan berguna untuk rencana mereka memberinya sebuah kesempatan untuk memperbaiki masalah yang dia buat.


"baiklah... aku akan ikut dengan kalian." ucap Han Guang.


'bagaimanapun aku harus menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh diriku sendiri.' batin Han Guang.


Yan Liyan yang melihat Han Guang berjalan kearahnya hanya mengangguk dan keluar dari gudang setelah itu mereka melesat diikuti dengan Para bawahannya.


"..................."


disuatu tempat terlihat Du Ming sedang duduk meminum teh bersama kepala keluarga Yan dan para tetua.


"jadi bagaimana hasil dari tugas yang aku berikan padamu Yan Shu.? tanya Du Ming.


"kami menemukan jejak mereka tapi jejak itu seakan memudar dan terlihat samar setelah itu jejak itu menghilang entah kemana." jawab Yan Shu.


Du Ming yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"apa maksudmu..? tanyanya keheranan.


"aku juga tidak terlalu mengerti akan hal itu.. tapi menurutku hal seperti itu hanya bisa dilakukan oleh seorang mata-mata yang sangat ahli." ucap Yan Shu.


"jadi maksudmu putri Han Guang dilindungi oleh seorang mata-mata.? tanya Du Ming.


"ya... dugaanku memang seperti itu.."


"aku bisa mengetahui hal itu karena aku dulu pernah berkerja sebagai mata-mata ahli keluarga Yan, tapi kemampuan menghilangkan jejaku tidak seahli pelindung putri Han Guang itu." jawab Yan Shu.


Du Ming yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.


"huh... kalau seperti itu maka aku akan kesulitan untuk menangkapnya." gumamnya.


wusss.....


tiba-tiba muncul seseorang dengan pakaian serta menggunakan sebuah topeng seperti pembunuh bayaran ditempat itu.


"apa kau tidak menyayangi nyawamu sehingga dengan lancang nya kau masuk di tempat ini tanpa perintah dariku." ucap Du Ming dengan marah.


orang yang muncul didepan mereka hanya bergetar ketakutan ketika mendengar ucapan Du Ming.


"ta..tapi tuan aku mempunyai informasi yang penting untuk disampaikan." ucap orang itu bergetar ketakutan.


"pastikan informasi itu benar benar penting, kalau tidak kau akan tahu sendiri apa akibatnya."


sekarang katakan iformasi penting apa yang ingin kau sampaikan ." tanya Du Ming disertai ancaman pada orang didepannya.


Du Ming yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan melesat keluar diikuti oleh kepala keluarga Yan dan para tetua.


sedangkan pembunuh bayaran yang melihat Du Ming melesat keluar hanya tersenyum tipis lalu kemudian dia membuka topengnya memperlihatkan mata ungu cerah yang sangat indah untuk dipandang.


"huh... ternyata aku mempunyai bakat dalam hal seperti ini.." gumamnya lalu melesat dari tempat itu.


sedangkan di bagian luar istana terdapat 3 orang gadis dan seekor rubah sedang membantai para perajurit yang masing-masing berada ditingkat bumi awal.


"cih...aku tidak menyangka aku akan dijadikan umpan olehnya." ucap Han Guang dengan kesal.


Xiao Yi yang mendengar itu menoleh kearah Han Guang.


"dia melakukan ini untuk menyelamatkan ayahmu jadi diamlah... dan ikuti saja apa yang dikatakan kakak Liyan bukankah begitu kakak Hua."


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.


sedangkan Han Guang hanya menghela nafasnya.


"baiklah... aku mengerti." ucapnya.


tiba-tiba Bing Hua merasakan keberadaan orang-orang dengan tingkat kultivasi tinggi menuju kearah mereka.


'cih... sepertinya aku akan menyelesaikan ini dengan cepat.' batinnya.

__ADS_1


"tehknik belati taring naga, tehknik gabungan. serangan seribu naga." gumam Bing Hua.


Xiao Yi yang mendengar gumaman Bing Hua hanya tersenyum tipis karena dia juga merasakan hal dan berpikir seperti Bing Hua.


"tehknik seruling bunga, tehknik pertama. jiwa yang diam." gumam Xiao Yi sambil meniup serulingnya.


tiba-tiba terdengar alunan suara seruling ditempat itu yang bisa didengar oleh para perajurit dan seketika suara reruling itu memasuki jiwa mereka tidak lama kemudian mereka terdiam dengan tatapan kosong.


dan setelah itu sekitar seribu belati muncul dilangit tidak lama kemudian belati itu berubah menjadi naga kecil melesat menuju kearah para perajurit yang terdiam.


wusss......


wusss......


groaarrr......


groaaarrr.....


Boomm....


Boomm......


raungan dari seribu naga kecil sebelum mengenai para perajurit yang terdiam dan menimbulkan banyak ledakan besar dan asap tebal ditempat itu.


setelah asap tebal itu menghilang terlihat kawah-kawah kecil dan mayat-mayat bergelimpangan ditempat itu.


Han Guang yang melihat itu hanya menatap kagum pada mereka berdua.


'ini adalah pembantaian tanpa suara dengan tehknik kombinasi, benar-benar mengagumkan.' batinnya.


tidak lama kemudian datang Du Ming dan para tetua ditempat itu mereka yang melihat mayat perajurit mereka bergelimpangan sangat marah dan menatap kearah 3 orang gadis yang berada diantara para mayat-mayat itu.


"beraninya kalian..... bunuh dua orang gadis itu dan tangkap Han Guang hidup-hidup." perintahnya pada 4 tetua.


4 tetua yang mendengar itu hanya mengangguk dan ingin segera menjalankan perintah dari Du Ming.


tapi langkah mereka terhenti ketika melihat matriak sekte Es datang ditempat 3 gadis itu.


Yan Shu yang melihat kedatangan matriak sekte Es menatapnya dengan penuh kebencian.


sedangkan Yin Su hanya tersenyum sinis kepada mereka.


"cih... aku tidak menyangka tua Bangka seperti kalian dengan tidak tahu malunya untuk menyerang 3 gadis kecil." ucapnya.


sedangkan Yin Zu menoleh kebelakang.


"kami datang dengan tepat waktu bukan.? ucapnya pada Xiao Yi, Bing Hua dan Han Guang.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"um... kalian benar-benar datang disaat yang tepat dan apakah kalian sudah menyelesaikan tugas yang diberikan kakak Liyan.? tanya Xiao Yi.

__ADS_1


"tentu saja dan sebentar lagi dia akan segera datang." jawabnya.


__ADS_2