
Zu'er terkejut ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
"Be..benarkah..? apa kakak tampan akan benar-benar membelikanku senjata..?" tanya Zu'er dengan sedikit terkejut dia tahu jika harga senjata sangatlah mahal.
"Mmm... tentu saja dan senjata apa yang menurutmu sangat cocok denganmu..?"
Tanya Yan Liyan dia membelikan senjata untuk Zu'er karena setelah ini dia akan melakukan latihan dan tidak akan bertemu denganya untuk waktu yang lama.
Zu'er terlihat sedang berfikir mengenai senjata apa yang menurutnya sangat cocok untuk dia pakai.
"Aku ingin sebuah busur panah dan belati, menurutku dua senjata itu sangat cocok untuku." ucapnya.
Yan Liyan yang mendengar hal itu hanya tersenyum lalu menoleh kearah pria tua didepanya.
"Aku ingin membeli dua senjata yang gadis kecil ini sebutkan tadi.."
Pria tua yang ada didepan Yan Liyan hanya mengangguk lalu berjalan menuju ruang senjata yang tidak jauh dari tempat itu.
Yan Liyan tidak ingin melihat lihat senjata yang lain karena menurutnya pria tua yang merupakan ketua dari para penempa sangat tahu senjata mana yang paling terbaik diantara senjata yang ada ditempat itu.
lagipula dia tidak akan berani memberikan senjata kualitas rendahan pada Yan Liyan.
Tidak lama kemudian pria tua itu keluar dari ruangan tempat penyinpanan senjata, dia keluar dengan busur panah yang berukuran sedang dan juga sebuah belati berwarna putih terang ditanganya.
Pria tua yang melihat Yan Liyan sedang berdiri sendiri hanya membukuk kecil dihadapannya.
"Ini merupakan dua senjata terbaik dari dua kategori jenis senjata yang anda inginkan tuan.
Busur Panah ini terbuat dari bahan pohon apel biru yang hanya tumbuh dewasa ketika berusia 1000 tahun dan akan berbuah pada waktu 10.000 tahun dan juga tali busur dari busur panah ini terbuat dari serat kulit pohon apel biru
Sehingga busur panah ini akan menyesuaikan ukuran diri dengan pemiliknya dan akan mengeluarkan anak panah ketika dialirkan Qi." jelasnya.
"Dan belati ini merupakan senjata terbaik juga yang kami miliki tuan, belati ini terbuat dari taring harimau pedang yang kami tempa dan kami murnikan dengan mata air hijau yang ada dikekaisaran Lin selama 1 minggu tuan.
Sehingga Belati terlihat berwaena putih bersih dan juga agar belati itu dapat menahan energi Qi yang dialirkan pengguna senjata itu dalam waktu yang sangat lama." jelasnya lagi.
Yan Liyan yang mendengar penjelasan pria tua didepanya hanya mengangguk.
Dari aura yang dikeluarkan oleh senjata itu saja dia sudah tahu jika senjata itu berada ditingkat surgawi tinggi.
Yan Liyan menerima dua senjata itu lalu menoleh kearah Zu'er yang sedang melihat senjata-senjata lain yang menggantung ditempat itu.
__ADS_1
Tidak ada seorangpun disana yang berani melarang ketika Zu'er bertanya tentang sesuatu pada mereka.
karena mereka sangat tahu jika gadis kecil itu sangat berpengaruh hal itu dikarenakan dia berjalan bersama tuan mereka bahkan sampai dibelikan senjata.
Sedangkan Yan Liyan membuat sebuah segel penghalang pada dua senjata yang akan dia berikan pada Zu'er.
Hal itu dia lakukan agar tidak terlalu menarik perhatian dan juga untuk menjaga keselamatan Zu'er nantinya.
Walaupun tindakan kriminal sangat rendah bahkan tidak pernah terjadi diwilaya tanpa nama.
Tapi Yan Liyan tahu dengan pasti jika orang-orang luar yang melihat Zu'er menggunakan senjata tingkat tinggi seperti itu maka dia akan langsung menjadi sasaran empuk bagi orang yang menginginkanya.
"Zu'er..." Yan Liyan memanggilnya dengan lembut.
Zu'er yang mendengar itu langsung menoleh kearah Yan Liyan dan berlari kecil kearahnya.
"apa senjata itu akan menjadi senjata miliku..?"
tanyanya dengan antusias walaupun itu hanya senjata biasa tapi bagi warga biasa sepertinya itu merupakan suatu hal yang sangat spesial.
"ya.. ambilah gunakan senjata itu dengan baik aku juga akan menyuruh Bing Hua untuk melatihmu, ya... jika dia punya waktu luang." ucap Yan Liyan.
Zu'er yang mendengar hal itu hanya mengangguk dia juga tahu siapa itu Bing Hua yang merupakam wanita cantik yang memiliki rambut putih sama seperti Yan Liyan.
"Sekarang waktunya pulang waktu sudah hampir sore aku juga khawatir jika ibumu akan marah padamu karena pulang terlambat."
Zu'er yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menaruh dua senjata pemberian Yan Liyan itu kedalam cincin penyimpananya.
'Segel itu akan terlepas ketika dia sudah pantas untuk menggunakanya.' batin Yan Liyan.
Setelah itu mereka berdua berjalan keluar bangunan penempa dan menuju ke kedai untuk mengantar pulang Zu'er.
"............"
Malam harinya.....
Yan Liyan dan para bawahannya duduk dikursi meja makan tampak mereka baru saja selesai makan malam.
"Aku akan berlatih untuk waktu yang cukup lama jadi aku ingin menyampaikan sesuatu....
"Tunggu...!!" Xiao Yi memotong perkataan Yan Liyan.
__ADS_1
"Bukankah kakak Liyan sudah sangat sering berlatih sangat lama..?
Kenapa kakak ingin mengatakan hal seperti orang yang akan pergi dalam waktu yang sangat lama dan tidak akan menentu kapan dia akan kembali...?"
tanya Xiao Yi dengan kebingungan begitupun dengan yang lain mereka bingung dengan maksud tuan mereka.
"Aku berbicara seperti itu karena aku tidak tahu pasti kapan aku akan selesai jadi..... aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian." ucap Yan Liyan sambil menghela nafas.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.
"baiklah... selama aku melakukan pelatihan aku igin kalian juga berlatih teknik dan meningkatkan kultivasi kalian." ucapnya lalu memberikan 6 cincin penyimpanan pada mereka.
"Di dalam cincin penyimpanan itu terdapat banyak sumberdaya yang akan meningkatkan tingkat kultivasi kalian kira-kira sampai tingkat keabadian ☆5."
Jelas Yan Liyan pada mereka Yan Liyan membeli sumberdaya itu dari sistem dan menghabiskan hampir keseluruhan dari jumblah poin sistemnya.
Para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan menerima cincin penyimpanan itu.
"kami tidak akan mengecewakan anda tuan..." ucap mereka.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Dan yang kedua Kurangi keterlibatan kalian dalam urusan internal wilayah tanpa nama kecuali mengenai hal-hal yang sangat penting saja.
Mengenai urusan yang kurang penting kirimkan saja orang-orang yang telah aku kontrak untuk mengurusnya karena mereka akan melakukannya dengan sangat baik."
"Dan Yang ketiga jika kau Bing Hua mempunyai waktu luang usahakan menyempatkan diri untuk melatih Zu'er dalam menggunakan senjata miliknya, walaupun hanya teknik dasarnya saja." ucap Yan Liyan.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk dia juga telah mendengar dari Xiao Yi jika tuanya telah memberikan senjata baru disektor penempa untuk Zu'er.
Bing Hua juga tahu kenapa dirinya yang disuruh hal itu dikarenakan dia merupakan pengguna senjata belatih yang handal
Walaupun Xiao Yi juga merupakan pengguna belati yang handal bahkan lebih baik darinya tapi menurutnya tuanya berpikir jika Xiao Yi tidak akan cocok untuk hal seperti mengajar.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat Bing Hua mengangguk yang sama sekali tidak merasa keberatan dengan hal itu.
Setelah perbincangan itu dan perbincangan ringan lainnya mereka langsung pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Sedangkan Yan Liyan masuk kedalam ruang invetory sistemnya terbaring disana dengan binatang kontraknya di sampingnya.
"bukankah tuan seharusnya melatih elemen ruang dan waktu..?" tanya Mei Lin dengan ekspresi rumit ketika melihat tuanya sedang tertidur berlawanan dengan apa yang dia katakan tadi.
__ADS_1
"aku ingin tidur nyenyak untuk saat ini karena setelah aku terbangun aku ragu jika aku bisa tertidur seperti ini untuk waktu yang lama kedepanya." guma Yan Liyan.