
Yan Liyan hanya menghela nafas ketika melihat Xiao Yi yang merasa bersalah seperti itu.
"Tidak apa kami semua mengerti." ucap Yan Liyan menenangkan Xiao Yi.
"Kalian beristirahatlah agar kalian dapat meningkatkan kultivasi kalian dengan baik." ucap Yan Liyan.
Para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk, mereka berdiri dan menunduk di depan Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu.
Kini Di tempat itu hanya ada Yan Liyan yang sedang duduk sendiri sambil memikirkan sesuatu.
"Mm... iblis ya... ras ini memang benar-benar sangat merepotkan." gumamnya dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
"Sistem Status..!!
[Ding...
Status
nama: Yan Liyan
Umur: 16 tahun
Status: pemilik sistem penguasa
kondisi tubuh: sehat
tipe tubuh: tubuh kekosongan, tubuh elemen, tubuh Dewa phoeniks dan tubuh Dewa naga.
nama tehknik: tehknik pedang teratai Es, teknik api dewi phoeniks hujan bola api, Cahaya abadi, ilusi cahaya rembulan, langka cahaya, naga cahaya naga petir dan kegelapan pemusnah.
tingkat kultivasi: Stengah Dewa ☆8
versi sistem: 50/51 membutuhkan 180 jt poin sistem.
Yan Liyan yang mendengar status miliknya hanya mengangguk puas karena dapat meningkatkan tiga tingkat kultivasi dirana stengah dewa dalam waktu satu bulan saja tanpa sumberdaya atau bantuan sistem.
Hal itu sebenarnya sangat mustahil tapi hal itu dapat terjadi pada Yan Liyan karena dia memanfaatkan energi yang bergejolak dalam tubuhnya disebabkan sisa energi penerobosanya beberapa bulan lalu masih tersisa dalam tubuhnya.
Jadi Yan Liyan memanfaatkan hal itu untuk meningkatkan kultivasinya lagi ketingkat selanjutnya.
Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu menuju ke kamarnya untuk beristirahat.
Pagi harinya......
Yan Liyan yang ingin sarapan pagi langsung tersadar ketika melihat ruangan meja makan dan di dalam kastil itu sangat kosong.
"mereka telah berkultivasi ya.."
__ADS_1
Yan Liyan tiba-tiba terpikir dengan sesuatu dia tersenyum lalu langsung menghilang dari tempat itu dan muncul disebuah kedai yang kedai itu merupakan tempat makan vavoritnya.
"Kakak tampan..!! teriak seorang gadis kecil yang berlari menuju kearahnya.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.
"Kakak tampan apa kali ini kau yang akan melatihku...?" tanyanya dengan sangat antusias.
"Mm... sepertinya iya.. tapi kakak akan sarapan terlebih dahulu setelah itu....
"Tidak perlu.. kakak bisa makan ditempat latihan jika ingin aku telah membuat sarapan untuk dua orang jadi kakak boleh mencobanya." ucapnya Zu'er menarik tangan Yan Liyan menuju ketempat latihan biasa mereka berlatih.
'Hmm... jika aku tidak datang ketempat ini gadis kecil ini pasti akan sangat kecewa.' Yan Liyan menyadari jika Zu'er sedang menunggu para bawahannya untuk melatihnya tapi sayangnya mereka sedang melakukan kultivasi dan tidak menyadari tentang latihan Zu'er.
Sesampainya di tempat latihan, Yan Liyan langsung duduk dibawah pohon berteduh dari panas teriknya matahari dengan wadah yang berisi makanan kering sebagai camilan.
"Tunjukan gerakan menggunakan belati yang diajarkan oleh Bing Hua padamu.!!"
Zu'er yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mengeluarkan belati miliknya dari dalam cincin penyimpananya.
Setelah itu dia bergerak dengan cepat melesat dengan gerakan yang beraturan tapi kecepatan mengayunkan belatinya masih terlalu lambat.
Yan Liyan menyadari akan hal itu hanya mengangguk karena untuk melesatkan belati itu dengan sangat cepat harus seseorang yang mempunyai Qi atau kekutan fisik yang sangat kuat.
oleh sebab itu Yan Liyan tidak menegur Zu'er karena dia mengerti akan hal itu.
Dia juga Tahu jika Bing Hua tidak ingin mengajari Zu'er untuk menjadi seorang kultivator tanpa izin dari dirinya.
"Kau sangat lumayan Hebat Zu'er aku tidak akan menyangka jika kau bisa menguasai gerakan itu dengan waktu yang singkat."
Yan Liyan berbicara dengan jujur karena Zu'er merupakan orang yang bukan berasal dari keluarga kultivator tapi dapat menguasai menggunakan belati dalam kurun waktu yang lumayan sedikit.
Zu'er yang mendengar itu hanya tersenyum lalu mengeluarkan dua porsi makanan dari cincin penyimpananya.
"ini untuk kakak.." ucap menawarkan makanan untuk Yan Liyan.
Yan Liyan tersenyum lalu menerima makanan itu.
"Terimakasih.."
Setelah itu mereka berdua memakan makanan itu dengan lahap.
Setelah itu Zu'er berlatih kembali dibawa pengawasan Yan Liyan sampai hari menjelang sore Yan Liyan menghentikan latihan Zu'er dan memutuskan untuk pulang.
"Kita akan pulang dan pagi harinya aku akan melatihmu lagi."
Zu'er yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mengikuti Yan Liyan dari samping.
__ADS_1
"Jika kau sampai dirumahmu kau harus meminta izin terlebih dahulu jika kau ingin menjadi seorang kultivator.." Yan Liyan tidak bertanya pada Zu'er jika dia ingin menjadi seorang kultivator atau tidak.
Karena mau tidak mau dia harus menjadi seorang kultivator untuk melindungi dirinya sendiri serta orang-orang terdekatnya jika tidak hal itu akan sangat berbahaya.
Karena ada kemungkinan jika kemampuan Zu'er nanti akan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu dimasa depan nanti.
"Kultivator..." gumam Zu'er.
"Um... kutu buku sepertimu tentu tahu akan hal itu bukan..?" tanya Yan Liyan karena sangat mustahil jika orang yang sering membaca buku seperti Zu'er tidak tahu tentang sebagian orang-orang dari dunianya sendiri.
"Baiklah aku akan meminta izin terlebih dahulu pada ibu." ucapnya sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian Yan Liyan dan Zu'er telah sampai dikedai.
"Sampai jumpa besok pagi kakak tampan." ucapnya melambaikan tangan sambil tersenyum pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat hanya tersenyum sebagai tanggapan lalu mengilang dari tempat itu menuju kastilnya ketika melihat Zu'er masuk kedalam kedai.
Sesampainya Yan Liyan di depan kastil...
Perasaanya mulai tidak enak ketika melihat kereta kuda serta merasa sangat tidak asing dengan aura yang berada di dalam kastilnya.
Dan benar saja ketika Yan Liyan masuk kedalam kastil dia melihat Xue Lin sedang duduk dibangku taman pribadinya.
"Kastil ini sangat indah aku tidak menyangka jika kau mempunyai kastil dan wilayah yang indah dan semakmur itu."
Sedangkan Yan Liyan memandang Xue Lin dengan aneh.
"Apa yang sedang kau lakukan ditempat ini..? dan apa kau tidak tahu jika orang-orang luar dilarang memasuki kastil ini tanpa seizinku jika tidak maka kau bisa dianggap sebagai seorang penyusup."
"Mm... aku disuruh ibuku untuk membahas lebih lanjut soal pengiriman peralatan perang kewilayah kekaisaran Xue dan mengenai orang luar yang tidak diperbolehkan masuk tahap seizinmu....
Aku masih mengingat jika dulu kau pernah menyusup dan menyamar untuk masuk kedalam istana anggap saja ini adalah balasan dariku." ucap Xue Lin yang mulai tidak gugup ketika berbicara dengan Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan juga dia tidak menyangka jika Xue Lin membalas ucapan terakhir darinya.
"Baiklah.... jadi berapa perajurit yang membutuhkan peralatan perang...?" tanya Yan Liyan langsung pada intinya.
"Umm... sekitar 70.000 perajurit apa kau dapat menyiapakanya dalam waktu dekat...?"
"Sepertinya tidak.. karena para penempa kami baru saja menyelesaikan penempaan alat perang hanya untuk 40.000 perajurit saja,Jadi kau perlu menunggu sekitar dua mingguan untuk itu."
Ucap Yan Liyan dia juga tidak menyangka jika perajurit kekaisaran Xue akan sebanyak itu padahal mereka tidak butuh perajurit diruang dimensi selain untuk mengurus wilayah mereka sendiri.
ya... meskipun jumlah itu tergolong kecil untuk dua kekaisaran lain.
Sedangkan Xue Lin hanya tersenyum ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
__ADS_1
"Jadi selama dua minggu itu aku akan menginap ditempat ini."
"Eh..