SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ingin Waktu Berhenti


__ADS_3

Yan Liyan agak kecewa ketika mendengar ucapan dari Mei Lin padahal tadinya dia berharap untuk menguasai buku teknik itu juga.


Tapi....


'Bukankah aku memiliki tubuh Dewa phoenix?'


Memikirkan hal itu membuat Yan Liyan kembali tersenyum karena dia masih memiliki harapan untuk menguasai buku teknik phoenix.


"Ambillah...? Tapi setelah selesai menguasainya maka kembalikan buku itu padaku." ucap Yan Liyan lalu memberikan buku teknik itu pada Mei Lin.


Mei Lin yang melihat hal itu menjadi kebingungan dan menatap tuanya dengan aneh.


"Apa ada syarat tertentu untuku sehingga tuan memberikan memberikan buku ini padaku..?"


Tanya Mei Lin karena biasanya tuanya itu akan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu atau meminta sesuatu darinya sebelum memberikan sumberdaya.


"Tidak, untuk sekarang tidak lagipula buku teknik ini hanya aku pinjamkan jadi gunakan dengan baik setelah kau menguasainya kembalikan buku itu padaku, ingat itu baik-baik!!


Mei Lin bertambah sangat kebingungan ketika mendengar ucapan dari tuanya.


"Kenapa tuan tidak memberikan saja buku teknik ini padaku..?" tanya Mei Lin keheranan dengan tuanya itu.


"Mm... karena Aku juga ingin mempelajarinya."


"Tapi...


Sebelum ucapan Mei Lin selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.


"Apa kau ingin meminjam buku ini atau tidak..?" Yan Liyan menegaskan pertanyaanya karena dia tidak ingin menjawab seluruh pertanyaan Mei Lin yang akan melibatkan sistem di dalamnya.


Sebenarnya alasan Yan Liyan meminjamkan buku teknik itu karena dia ingin mempelajarinya juga tapi dengan cara instan yaitu menggunakan sistem tapi ketika selesai mempelajarinya buku itu akan menghilang.


Sedangkan Mei Lin, Dia mengangguk ketika mendengar pertanyaan tegas dari Yan Liyan.

__ADS_1


Setelah itu dia mencekram buku teknik itu lalu terbang menjauh dari tempat Yan Liyan berada.


Yan Liyan lalu keluar dari dalam ruang invetory sistem karena keadaanya sekarang telah benar-benar sangat pulih, Dia juga telah cukup untuk bersantai.


Yan Liyan muncul ditaman pribadinya ketika baru saja keluar dari dalam ruang invetory, Disana Yan Liyan melihat Xiao Yi yang sedang duduk dibangku taman.


Ya.. Hanya Xiao Yi yang tidak diberikan sumberdaya oleh Yan Liyan sebab tingkat kultivasi-nya sekarang berada ditingkat Elemen ☆3.


Yang mana tidak ada sumberdaya yang tersedia untuk meningkatkan kultivasi semacam itu di sistemnya ketika masih di Versi 50.


Xiao Yi yang menyadari keberadaan Yan Liyan langsung menoleh kearah-nya


"Aku telah lama menunggumu kakak Liyan.. Apa kau pergi lagi ketempat itu?" tanya Xiao Yi karena menurutnya jika Yan Liyan menghilang hanya tempat atau ruang invetorylah dia berada.


Yan Liyan mengangguk ketika mendengar pertanyaan Xiao Yi, setelah itu dia berjalan menuju kearah Xiao Yi dan duduk di sebelah-nya.


"Apa ada masalah Adik Yi tidak biasanya kau diam seperti itu?" Yan Liyan keheranan dengan Xiao Yi yang termenung padahal biasanya Dia akan pergi ke kedai untuk makan ketika Dia mempunyai kesempatan.


Xiao Yi menggeleng ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.


"Katakan saja adik Yi.. jangan menyimpan semua masalahmu sendiri jika kau masih menganggapku sebagai orang terdekatmu." Yan Liyan mencoba membujuk adiknya itu karena menurutnya cara paksa tidak akan menyelesaikan masalah.


Xiao Yi hanya terdiam dan tiba-tiba menyandarkan kepalanya dibahu Yan Liyan.


"Kakak Liyan.., apa kau masih mengingat jika aku pernah berkata bahwa aku selalu mengingat sesuatu yang aneh ketika tingkat kultivasiku meningkat?"


Yan Liyan mengangguk, Dia masih mengingat dengan hal itu dan juga Yan Liyan menduga jika hal itulah yang menyebabkan Xiao Yi menjadi termenung seperti tadi.


"Katakan padaku adik Yi, waktu itu Apa yang kau lihat dalam ingatanmu?"


"Seperti biasa Aku Melihat seorang gadis yang sangat mirip denganku sedang membantai para iblis Tapi pada akhirnya Aku melihat jika gadis itu mati dengan keadaan yang sangat mengenaskan dimana tubuhnya dipenuhi dengan darah dan berbagai macam senjata menatap ditubuhnya.


Aku sangat takut jika hal itu merupakan masa depanku kakak Liyan." ucapnya dengan butiran air mata menetes dipelupuk matanya, Xiao benar-benar sangat takut dengan hal itu.

__ADS_1


Yan Liyan menghela nafas berat ketika mendengar ucapan dari Xiao Yi.


'Huh... ingatan itu lagi ya, kenapa ingatan itu muncul lagi padahal aku telah menyegel nya.' batin Yan Liyan lalu mengelus rambut Xiao untuk memberikanya perasaan yang menenangkan.


"Tenanglah adik Yi kau tidak perlu takut dengan hal itu, kau masih mengingatnya bukan jika aku akan selalu melindungimu lagipula ingatan yang kau lihat itu bukan yang pertama kalinya untukmu bukan? jadi kau harus terbiasa dengan hal itu." ucap Yan Liyan untuk menenangkan Xiao Yi, jujur saja Dia merasa kasian dengan Xiao Yi.


Melihat ingatan yang mengerikan tentang dirinya sendiri, setiap naik ditingkat kultivasi tertentu, hal tersebut pasti sangat menyiksa dan membuat seseorang yang mengalaminya akan merasakan ketakutan yang sangat mendalam.


Sedangkan Xiao Yi hanya mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan, Sebenarnya Dia tidak ingin jika dimasa depan nanti Yan Liyan berada ditempat seperti ingatanya itu karena takut jika Yan Liyan akan ikut menjadi korban juga.


Dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika sampai hal itu terjadi.


Xiao Yi memegang erat lengan Yan Liyan, terlihat tanganya bergetar ketika memikirkan hal tersebut, Sekarang ini dia berada dititik lemahnya dimana rasa takut akan ingatan yang terbayang pada pikiran membuatnya menjadi sangat rapuh.


Yan Liyan yang melihat hal itu lagi-lagi menghela nafas berat dan membiarkan lengannya dicengkram dengan sangat kuat oleh Xiao Yi.


'Entah kenapa dikehidupanku ini, aku merasa tidak bisa tenang selalu saja ada masalah yang datang, Aku tahu jika hal itu merupakan hal normal jika semua orang mempunyai masalah dalam hidupnya tapi tetap saja aku sangat membeci hal itu.' batin Yan Liyan dengan ekspresi rumit sambil memandang sejenak kearah telaga yang ditumbuhi oleh bunga teratai.


Yan Liyan kemudian menoleh kearah Xiao Yi yang sudah terbaring di pangkuanya karena kelelehan dan merasa sangat tenang ketika berada di dekat Yan Liyan.


Melihat wajah polos tanpa dosa, rambut hitam panjang, dan pupil mata yang terlihat berwarna merah darah serta angin sepoi-sepoi yang menerpanya.


"Keadaan ini sangat menenangkan sehingga Aku ingin waktu berhenti agar saat-saat tenang seperti ini tidak berlalu, dimana tidak ada ingatan yang membuatku merasa takut dan khawatir dengan masa depan yang akan terjadi nanti." gumam Xiao Yi sambil tersenyum merasakan ketenangan seperti ini membuatnya tersenyum tulus.


Sedangkan Yan Liyan hanya terdiam ketika mendengar gumaman dari Xiao Yi.


Menedengar perkataan dari Xiao Yi tadi membuat Yan Liyan sangat penasaran akan sesuatu.


"Apa aku bisa menghentikan waktu?" gumam Yan Liyan dengan penuh tanda tanya.


Karena menurutnya dia memiliki elemen ruang dan waktu dan jika menguasainya dengan sangat sempurna maka hal yang sangat mustahil seperti menghentikan waktu, bisa saja dia lakukan.


Memikirkan kemungkinan itu membuat Yan Liyan menjadi bersemangat tapi ekspresinya berubah ketika memikirkan suatu kemungkinan yang bisa saja terjadi ketika dia bisa menghentikan waktu.

__ADS_1


Yaitu perubahan masa depan dimana jika tatanan ruang dan waktu berhenti maka bisa saja hal tersebut akan memengaruhi masa depan dan akan menimbulkan sesuatu yang buruk atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi dimasa depan nanti.


__ADS_2