SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Terlalu Memikirkan Banyak Hal


__ADS_3

Malam berlalu digantikan dengan suasana pagi yang sangat cerah.


Saat ini Yan Liyan duduk dibawah pohon sambil memandang Zu'er yang sedang berlatih.


Tadi Sebelum matahari terbit, Yan Liyan memang langsung pergi menuju kedai dan kebetulan kedai milik Zu'er buka pada waktu seperti itu jadi dia menyempatkan diri untuk makan bersama dengan Zu'er sambil membahas latihan Yang akan mereka lakukan selanjutnya.


Dan Yan Liyan mengambil satu kesimpulan jika Zu'er harus memperkuat fisiknya.


Mempunyai senjata dan teknik tingkat tinggi tapi tidak disertai dengan tubuh fisik yang kuat..? itu sama halnya dengan seseorang yang bergantung pada peralatan.


Sebenarnya jika Yan Liyan memikirkan perumpamaan tersebut, sama seperti menyinggung dirinya sendiri.


"Ya... aku memang terlalu bergantung pada sistem tapi itu tidak terlalu buruk bukan?" gumam Yan Liyan lalu berjalan menuju kearah Zu'er yang sedang berlatih senjata miliknya.


Zu'er yang menyadari keberadaan dari Yan Liyan langsung berhenti dan menunduk kecil padanya.


Yan Liyan mengabaikan hal itu lalu memegang tangan kecilnya.


"Hmm... tulang ini terlalu lemah untuk menanggung beban selain itu dari gerakanmu tadi kau sama sekali tidak pernah berpikir." ucap Yan Liyan sebenarnya dia memaklumi hal itu karena umur Zu'er yang masih terlalu muda.


Sedangkan Zu'er, Dia sangat kebingungan ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.


"Apa maksud dari perkataan itu." gumam Zu'er yang masih dengan ekspresi kebingungan mencoba memahami ucapan Yan Liyan tadi.


'Benar-benar sesuai dengan dugaanku.' Batin Yan Liyan mengambil.


Yan Liyan tersenyum lalu mengambil sebuah batu kecil yang berada ditanah.


"Perhatikan Ini Zu'er! dan anggap saja betul kecil ini sebagai busur panah, jika kau menembakkan sebuah busur panah menuju sasaran maka kau harus memikirkan semua kemungkinan yang mungkin saja bisa terjadi."


Ucap Yan Liyan lalu mengalirkan Qi kedalam Batu kecil itu menembaknya pada sebuah pohon yang berada cukup jauh dari tempat mereka.


Wusss......


Batu kecil itu melesat dengan sangat cepat menuju kearah batang pohon lalu...


Boomm.....


Ledakan yang cukup besar terjadi ketika Batu kecil itu mengenai sasaran yang telah ditentukan oleh Yan Liyan.


Zu'er yang melihat hal itu langsung menatap Yan Liyan penuh dengan kekaguman.


Dia pernah membaca dibuku jika seorang kultivator yang dapat mengalirkan energi Qi pada semua benda merupakan kultivator yang sangat ahli dalam pengendalian energi Qi.

__ADS_1


Dan untuk mengendalikan Qi dibutuhkan pemahaman tinggi terhadap aliran dan sifat-sifat dari energi Qi dan juga tentunya membutuhkan pengalaman yang cukup lama.


Tapi ekspresi kekaguman Zu'er menghilang ketika melihat sasaran dari batu itu sama sekali tidak mengenai sasaran bahkan batang pohon itu sama sekali tidak tergores sedikitpun.


"Meleset...?" gumamnya.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar gumaman dari Zu'er.


"Sebentar lagi kau akan tahu."


Tidak lama kemudian muncul sosok Xiao Yi dengan melemparkan-lemparkan batu kecil ditanganya.


"Kau kejam sekali kakak Liyan, Apa kau ingin membuatku terluka dengan melemparkan batu kecil ini kearahku?"


"Itu karena dari tadi kau terus saja bersembunyi jadi aku hanya melemparkan benda kecil kearahmu agar kau dapat keluar lagipula kau tidak akan mati semudah itu bukan?" ucap Yan Liyan lalu menoleh kearah Zu'er.


"Jadi apa kau mengerti dengan maksudku? Anggap saja setiap ayunan atau tembakan senjata adalah nyawamu jika ayunan itu meleset dari sasaran makan nyawamu bisa terancam jadi kau harus memikirkan konsekuensinya atau apa yang akan terjadi selanjutnya ketika kau telah mengarahkan senjata pada target yang ditentukan.


Dan juga tidak sepenuhnya kau tidak harus menembak target secara terang-terangan oleh karena itu gunakan seluruh akal dan sedikit trik untuk menjamin keberhasilanmu atau mencegah akibat buruk dari apa yang kau lakukan." jelas Panjang Yan Liyan pada Zu'er.


Zu'er yang mendengar itu, bukanya mengerti dia malah bertambah sangat kebingungan.


"Mm.. kakak tampan, Aku sama sekali tidak mengerti tapi aku akan selalu mengingat penjelasanmu tadi dan mencoba memahaminya dimasa depan nanti." ucap Zu'er.


Sedangkan Xiao Yi hanya memandang Yan Liyan dengan rumit.


'Aku saja masih sedikit bingung dengan maksud perkataan Yan Liyan itu tapi dia mengatakanya pada anak yang masih berumur 11 tahun..?'


"Baiklah jika seperti itu maka kau harus menguatkan Fisikmu terlebih dahulu dengan cara menempa tubuh." ucap Yan Liyan


"Menempa tubuh apa itu semacam..


Sebelum ucapan Zu'er selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.


"Tidak.., tidak seperti yang kau pikirkan, Menempa yang aku maksud kali ini adalah memperkuat tubuh dengan menggunakan sumberdaya disertai latihan yang sangat keras serta tekat yang kuat, bukan seperti perofesi menempa senjata." jelas Yan Liyan yang mengerti dengan apa yang ingin dikatakan oleh Zu'er tadi.


Zu'er mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan dan sedikit malu dengan pemikiranya tadi.


"Jadi apa yang harus aku lakukan..?" tanya Zu'er karena menurutnya melakukan sesuatu yang berhubungan dengan meningkatkan kekuatan pasti mempunyai syarat tertentu.


Yan Liyan hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan dari Zu'er, Yan Liyan lalu menoleh kearah Xiao Yi dan melemparkan cincin kearahya.


Xiao Yi langsung menangkap cincin penyimpanan itu lalu memeriksanya.

__ADS_1


"ini...


"Gunakan semua yang ada didalam cincin penyimpanan itu untuk meningkatkan kekuatan dari Zu'er, Kau harus melakukanya dengan baik adik Yi jangan melakukan sesuatu yang ceroboh." ucap Yan Liyan memperingatkan Xiao Yi.


Xiao Yi hanya mengangguk dan sedikit kesal ketika mendengar peringatan keras dari Yan Liyan.


"Aku mengerti dan jangan menganggapku sebagai orang yang selalu melakukan tindakan yang ceroboh kakak Liyan." ucap Xiao Yi masih dengan ekspresi kesalnya.


Yan Liyan tidak menanggapi perkataan Xiao Yi, Dia hanya tersenyum ketika melihat Xiao Yi seperti itu.


'Padahal kemarin dia sangat rapuh tapi sekarang dia kembali normal seperti biasa, perasaannya dan suasana hatinya memang sangat cepat berubah.' batinya lalu menghilang dari tempat itu.


"Kak...


"Kau tidak perlu memanggilnya adik kecil karena mulai sekarang aku yang akan melatihmu."


"Tapi kenapa? Apa aku melakukan sebuah kesalahan sehingga kakak tampan tidak ingin melatihku lagi?"


"Tidak, sama sekali tidak seperti yang kau pikirkan hanya saja aku yang lebih cocok untuk mengambil bagian ini daripada kakak Liyan." ucap Xiao Yi memberikan alasan pada Zu'er.


Zu'er yang mendengar itu hanya menghela nafas dan mengangguk pasrah.


"Baiklah apapun yang kau katakan itu, Aku sangat mengerti." gumamnya.


"Ayolah... jangan mengeluh seperti itu, lebih baik kita makan siang dikedai terlebih dahulu untuk atau apa kau membawa sebuah camilan.?"


Zu'er menggeleng..


"Aku telah memberikan semua camilan itu pada kakak tampan."


Bibir Xiao Yi berkedut ketika mendengar hal itu.


"Jika seperti itu, kita akan makan siang dikedai terlebih dahulu." bujuk Xiao Yi lalu berjalan sambil memegang lengan dari Zu'er.


"Tapi bagaimana dengan latihannya..?"


"Oleh karena itu aku membawamu ke kedai karena selain kita makan siang terlebih dahulu kita juga akan meningkatkan kekuatanmu." jawab Xiao Yi sambil tersenyum pada Zu'er.


"Tapi bukankah itu melanggar apa yang dikatakan oleh kakak tampan, bagaimana jika ada seseorang mengetahui hal itu?"


"Untuk anak seusiamu, kau terlalu memikirkan banyak hal tapi hal itulah yang sangat menarik darimu tapi ingatlah satu hal jika masih banyak hal-hal yang kau tidak ketahui di dunia ini bahkan akupun tidak mengetahui hal itu, Apa kau mengerti maksudku."


Zu'er hanya mengangguk karena memang benar jika Dia terlalu memikirkan banyak hal.

__ADS_1


__ADS_2