
Xiao Yi yang langsung mengalihkan pandangannya kearah lain ketika Yan Liyan menatapnya dengan sangat penasaran.
"Kakak Liyan aku masih mempunyai banyak perkerjaan jadi... sampai jumpa." Xiao Yi yang ingin pergi dari tempat itu tiba-tiba terkejut ketika tiba-tiba saja.
Kerah Jubahnya diangkat oleh Yan Liyan lalu membawanya pergi dari tempat itu layaknya seekor kucing yang dibawa oleh majikannya.
Entahlah perumpamaan apa yang cocok untuk mereka berdua tapi yang pasti Xiao Yi terlihat sangat kesal pada Yan Liyan.
"Hei... aku tidak tahu apa-apa tentang wajah dari Xue Lin, sungguh aku berkata dengan benar..!!" ucapnya.
Tapi perkataanya itu tidak dihiraukan oleh Yan Liyan, dia masih memandang Xiao Yi dengan curiga lalu berhenti disuatu tempat yang berada dekat dengan sektor tambang.
"Katakan padaku...!!"
"Tidak ingin." ucap Xiao Yi yang masih kesal dengan Yan Liyan.
"Oh... apa kau mengkhianati kakakmu ini jujur saja...
"Hentikan sandiwaramu itu kakak Liyan karena hal itu tidak akan mempan padaku." ucap Xiao Yi.
Xiao Yi sangat mengerti jika Yan Liyan akan membuatnya merasa bersalah dengan sandiwara dan kata-katanya itu.
Yan Liyan tersenyum kecut ketika mendengar ucapan dari Xiao Yi.
'Hmm.. dia sudah berubah ya... biasanya dia akan muda dibodohi dengan hal seperti itu tapi baguslah setidaknya itu akan sangat baik untuknya dimasa depanya nanti.'
"Kau akan mengancamku dengan apalagi kakak Liyan...?"
"Sepertinya tidak, sekarang kau sudah dewasa adik Yi aku sangat bangga padamu." ucap Yan Liyan tersenyum pada Xiao Yi lalu berjalan menjauh dari tempat itu.
"Kakak Liyan... kau mau pergi kemana...?"
"Aku akan pergi kesektor senjata untuk menemui Bing Hua mungkin dia mempunyai informasi yang menarik untuku dan juga hal lainnya tentunya."
Xiao Yi yang mendengar hal itu langsung berlari kearah Yan Liyan.
"Tunggu..!! aku akan memberitahumu tentang wajah Xue Lin..!
Xiao Yi berteriak menuju kearah Yan Liyan.
Sedangkan Yan Liyan yang mendengar hal itu hanya tersenyum tipis dia sangat tahu jika Xiao Yi ingin lebih diandalkan daripada yang lain agar dia slalu diperhatikan olehnya.
'ternyata dia tidak sepenuhnya dewasa.'
Xiao Yi yang sudah berada disamping Yan Liyan setelah berlari untuk mengejarnya.
__ADS_1
"Jadi.... katakan padaku adik Yi..!!"
"Mmm... Xue Lin sangat cantik mempunyai mata biru seperti Bing Hua dan rambut putih seperti Yin Zu dan dengan simbol Es berwarna biru terang yang berada tepat di dagunya." Jelas Xiao Yi pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Yan Liyan mencoba membayangkan ilustrasi wajah dari Xue Lin.
"Ciri-ciri Yang kau sebutkan memang sama dengan keluarga Xue yang lain hanya saja simbol es itu...?"
gumam Yan Liyan tampak bingung karena orang-orang yang berasal aku dari keluarga Xue termasuk tiga leluhur kekaisaran Xue sekalipun tidak memiliki simbol yang seperti itu.
"Apa dia... mempunyai tubuh spesial..?" gumamnya.
"Tubuh spesial..?" suara Xiao Yi terdengar tampak kebingungan dengan hal itu.
"Ya... tubuh spesial adalah keadaan tubuh khusus yang hanya dimiliki oleh seseorang tertentu
Berasal dari orang lain atau kekuatan yang tumbuh sendiri dan hal itu terjadi pada saat seseorang baru saja lahir atau bisa saja reinkarnasi dari seseorang." ucap Yan Liyan menjelaskan pada Xiao Yi.
"Apa kakak juga mempunyai tubuh spesial...?" tanya Xiao Yi yang terlihat kagum dengan hal itu.
"Entahlah dengan diriku tapi yang pasti kau memilikinya." ucap Yan Liyan dengan serius tapi terlihat samar senyuman tipis diwajahnya sepertinya Yan Liyan telah merencanakan hal yang buruk lagi.
"Benarkah...? Tubuh spesial apa yang aku miliki..? aku benar-benar sangat penasaran katakan padaku kakak Liyan..!! ucap Xiao Yi dengan sangat penasaran.
"Ya... aku berjanji akan merahasiakanya."
"Baguslah jika seperti itu karena tubuh spesial yang kau miliki merupakan tubuh spesial yang terkuat dari sebuah tubuh spesial yang pernah aku lihat selama ini dan tubuh spesial yang kau miliki yaitu... tubuh dewi...
"Dewi..... Xiao Yi mengikuti ucapan Yan Liyan karena sangat penasaran.
"Dewi Manis Xiao Yi." ucapnya dengan ekspresi datar yang langsung menghentikan perasaan tegang dari Xiao Yi.
"Eh......" Xiao Yi memandang Yan Liyan dengan ekspresi konyol ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan antara percaya dan ragu dengan ucapan Yan Liyan tadi.
"Hahaha...!!!" terdengar suara tawah keras dari Yan Liyan. dia tertawa ketika melihat ekspresi dari Xiao Yi.
"Kau sangat Lucu adik...
Sebelum ucapanYan selesai tiba-tiba sebuah pukulan mengenai wajahnya.
"Boom......
Terdengar suara keras yang menghancurkan semua pepohonan dan juga debuh yang mengepul hebat ditempat itu.
Xiao Yi kali ini benar-benar marah dengan Yan Liyan, menurutnya apa yang dilakukan oleh Yan Liyan itu sudah terlalu berlebihan sehingga dia melayangkan pukulan yang sangat keras kewajah Yan Liyan.
__ADS_1
Xiao Yi tampak tidak peduli karena menurutnya pukulan seperti itu tidak akan berdampak terlalu buruk pada Yan Liyan mungkin hanya tergores sedikit atau hanya patah tulang biasa yang bisa disembuhkan dengan pil biasa.
Sedangkan Yan Liyan yang menerima pukulan Xiao Yi tepat diwajahnya hanya terdiam dengan tubuh dewa naga yang dia miliki hal itu sama sekali tidak berkesan.
Ia juga menyadari jika dia terlalu berlebihan hal itu dibuktikan dengan kemarahan Xiao Yi padanya karena biasanya Xiao Yi tidak akan pernah melakukan hal semacam ini padanya.
Ketika kepulan debu itu menghilang terlihat jelas jika Yan Liyan tampak baik-baik saja Hanya saja pepohonan yang ada dibelakangya telah hancur dan juga terlihat sebuah kawah yang memanjang.
Xiao Yi yang melihat hal itu semakin kesal dibuatnya karena dugaanya tadi sangatlah salah.
"Hei... kenapa kau sangat marah padaku...?
"pertanyaan macam apa itu? setelah apa yang kau lakukan....
Sebelum ucapan Xiao Yi selesai secara tiba-tiba Yan Liyan menghilang lalu muncul dibelakangnya dan menyadarkan dagunya dibahu Xiao Yi.
"Aku tadi berkata dengan benar adik Yi.., kau benar-benar merupakan dewi manis Xiao Yi tapi terkadang kau juga sedikit pemarah ya...." ucap Yan Liyan dengan suara pelan.
Xiao Yi yang mendengar hal itu hanya terdiam daripada waktu itu kali ini dia sangat gugup dengan Yan Liyan yang berada dekat dengan wajahnya dan Xiao Yi juga merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan tadi.
'Apa aku terlalu berlebihan mungkin saja Kakak Liyan berkata seperti itu karena ingin memujiku.'
Memikirkan hal itu membuat Xiao Yi benar-benar merasa sangat bersalah.
"Kakak Liyan maaf aku tadi...
"Tidak apa lupakan saja hal tadi lebih baik kita pergi sekarang karena sepertinya banyak orang yang datang ketempat ini.." ucap Yan Liyan yang merasakan banyak aura kehidupan tidak jauh darinya kemungkinan mereka merupakan orang-orang dari sektor Alchemist.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mereka berdua menghilang dari tempat itu karena akan sangat merepotkan jika mereka sampai terlihat oleh orang lain ketika
berada ditempat seperti itu.
"................"
Sedangkan Di tempat lain lebih tepatnya didalam istana kekaisaran Xue..
Terlihat Xue Lin dan tiga leluhur sedang duduk dikursi meja makan mereka melihat Xue Lin dengan meminta penjelasan kenapa secara tiba-tiba dia memanggil mereka bertiga.
Xue Lin sampai ke kaisaran Xue dengan sangat cepat karena token teleportasi yang diberikan oleh Yan Liyan padanya tempo hari lalu.
"Apa kau telah menyelesaikan urusanmu diwilayah itu Xue Lin?" ibu Xue Lin bertanya lembut pada anaknya.
"Ya aku telah menyelesaikan tugasku dengan baik ibu dan selain itu dia memberikan 4 kotak ini padaku katanya ini untuk nenek karena hanya nenek saja yang dapat membukanya."
Xue Lin mengeluarkan 4 kotak kayu kecil dari dalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada Neneknya Xue Ma.
__ADS_1