
"Aku telah selesai berkultivasi sebelum kau memasuki ruang jiwamu dan juga aku tahu semua yang terjadi di sana termasuk tentang kau dan Mei Lin."
Bing Hua memandang tajam kearah Yan Liyan, meskipun dia tahu jika kejadian sebelumnya bukan sepenuhnya salah dari Yan Liyan, tapi Bing Hua sangat kesal ketika kekasihnya hanya diam saja pada waktu itu.
"Mmm Bing Hua. lebih baik kita bicarakan hal itu nanti." Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yan.
"Sebaiknya Kita makan malam terlebih dahulu, nanti sup yang dibuat oleh Xu Yue menjadi dingin."
Karena tidak bisa mengelak. Dia memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan.
Yan Liyan melirik kearah Xu Yue, memberikan suatu kode agar dia bisa membantunya.
Xu Yue yang mengerti hanya mengangguk.
"Iya Dia benar, sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu." Xu Yue kemudian memimpin jalan memasuki Mansion diikuti oleh Yan Liyan dan Bing Hua di belakangnya.
Sedangkan Xu Dongjie hanya menatap kasihan pada adiknya itu.
"Aku harap dia akan baik-baik saja, dan juga aku sangat berharap jika dia tidak melampiaskan kekesalanya padaku."
Gumam Xu Dongjie bergidik ngeri ketika mengingat terakhir kali Xu Yue mengajar dirinya habis-habisan dikarenakan oleh hal sepele.
Pada saat itu dia sedang dalam keadaan mabuk dan tidak sengaja memecahkan vas pemberian ratu yang merupakan salah satu benda kesayangan adiknya.
Tetapi bukan itu masalah utamanya, Bertepatan dengan hari itu, suasana hati dari Xu Yue memang sedang kurang baik, Dia sangat kesal karena tidak bisa menemui ratu di istana.
Melihat dirinya memecahkan barang kesukaanya Xu Yue langsung melampiasakan semua kekesalanya padanya sehingga membuat dirinya harus di rawat oleh tabib selama beberapa bulan.
Xu Dongjie kemudian mengikuti mereka dari belakang.
Kini mereka berempat sedang duduk di kursi meja makan.
Yan Liyan duduk di tengah antara Bing Hua dan Xu Yue, Sedangkan Xu Dongjie duduk sendiri di hadapan mereka bertiga.
Di atas meja makan tersedia sup kelinci yang mengeluarkan aroma sedap yang menggugah selera untuk dimakan.
Bing Hua kemudian mengambil menaruh sedikit sup di atas mangkuknya dan meletakanya di depan Yan Liyan.
"Liyan'gege harus makan yang banyak, agar kau bertambah sehat." ucap Bing Hua dengan sangat perhatian.
Sedangkan Xu Yue yang melihat itu, Dia yang tidak ingin kalah dengan Bing Hua. Xu Yue kemudian mengambil seluruh sup itu dan meletakan di depan Yan Liyan.
"Kau bisa memakan semua sup ini, aku membuat dan menyajikanya khusus untukmu." Xu Yue juga tersenyum pada Yan Liyan.
"Hei, Kakak belum memakan...
__ADS_1
Sebelum perkataan Xu Dongjie selesai, Xu Yue langsung memandang tajam dirinya. Seolah mengisyaratkan dirinya untuk diam. Dia bahkan merasakan aura membunuh yang diarahkan padanya.
Sudut bibir Xu Dongjie berkedut ketika melihat hal itu, dia hanya bisa pasrah dan memakan makanan apa yang ada tersedia di meja makan selain sup itu.
Sedangkan Yan Liyan hanya bisa pasrah ketika melihat banyaknya sup itu.
Mencoba untuk tersenyum agar membuat dua orang itu kecewa.
"Baiklah, Aku akan memakanya." Yan Liyan kemudian makan dan dua orang itu ikut juga makan.
"..........."
20 menit kemudian....
Mereka berempat telah selesai makan...
Bing Hua melirik kearah Xu Yue yang sedang merapikan mangkuk diatas meja makan
'Gadis kecil itu menyukai Yan Liyan.' Bing Hua sangat tahu hal tersebut dari tindakan Xu Yue tadi.
Setelah itu mereka pergi ketempat masing-masing untuk beristirahat.
Sedangkan Yan Liyan dan Bing Hua, saat ini mereka berdua sedang duduk di tangga mansion sambil memandang langit.
Yan Liyan bahkan terbaring dengan kedua tangan dijadikan sebagai bantalan.
"Aku tahu itu." perkataan singkat Yan Liyan yang membuat Bing Hua mengerutkan keningnya.
"Lalu?"
"Apa?" Yan Liyan kembali bertanya.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Membiarkanya saja." jawab Yan Liyan.
Bing Hua yang mendengar merasa sangat kesal, walaupun dia tidak menyukai jika Yan Liyan dekat dengan wanita lain. Namun ketika mendengar jawaban singkat Yan Liyan tadi, entah kenapa hal itu membuatnya sangat kesal.
"Kenapa?" Bing Hua bertanya lagi karena dia berpikir mungkin Yan Liyan mempunyai suatu alasan.
"Huh." Yan Liyan mendegus lalu bangun dari tempatnya.
"Itu karena Dia hanya pecahan dari diri Han Guang."
Bing Hua menjadi sangat kebingungan ketika mendengar itu, kenapa hal tersebut dihubungkan dengan Han Guang.
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
Mendengar pertanyaan dari Bing Hua. Yan Liyan kemudian menceritakan semuanya tentang yang dia ketahui mengenai Xu Yue dan informasi itu dia dapatkan dari Han Guang sendiri.
Dia juga menceritakan tentang Ras cahaya dan penyebab menghilangnya mereka dari alam tingkat tinggi.
Bing Hua akhirnya mengerti kenapa Yan Liyan hanya membiarkan perasan Xu Yue begitu saja, karena cepat atau lambat Xu Yue akan menyatu dengan Han Guang dan pada saat dia akan menghilang.
"Hmm... Aku tidak pernah menduga jika hal seperti itu benar-benar ada." Membagi diri menjadi dua tubuh serta kepribadian yang berbeda merupakan hal yang mustahil menurutnya.
"Mm... Kakak Liyan, setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan kewilayah dimensi apa?"
"Kurasa wilayah phoenix Es, aku harus membahas beberapa hal denganya dan setelah itu kita akan pergi menuju wilayah dimensi Utara." ucap Yan Liyan dia telah memikirkan hal ini dari awal.
Perang mungkin akan terjadi tidak akan lama lagi, hal tersebut dia ketahui dari naga Kegelapan yang telah mendapatkan tubuh barunya.
Dan kenapa dia mengetahui hal itu, karena dia menanamkan sebuah benang jiwa pada roh naga itu sebelumnya.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk, dia juga sangat penasaran dengan keadaan wilayah tempat kelahiranya dulu itu, tapi tiba-tiba Yan Liyan teringat akan sesuatu.
Ya. Dia telah setuju dengan Mei Lin jika mereka berdua harus berbagi, tapi Dia belum memberitahu Yan Liyan tentang hal itu.
"Liyan'gege...
Sebelum ucapan Yan Liyan selesai tiba-tiba saja dua cahaya muncul di depan mereka berdua.
Cahaya yang sangat silau itu kemudian perlahan menghilang dan memperlihatkan Mei Lin dengan senyuman menawanya Serta seorang gadis yang sangat cantik yang memiliki rambut berwarna merah, hidung mancung serta senyuman yang indah berdiri di sampingnya.
Yang paling mencolok dari penampilan dari gadis itu adalah adanya 9 ekor rubah dengan berbagai macam warna di belakangnya.
"Terimakasih telah memberikan aku sumber daya itu, tuan." ucap sosok itu yang tidak lain adalah Jiu Wei membukuk pada Yan Liyan.
"Ji-Jiu Wei, Apa itu kau?" Bing Hua berkata dengan terbata-bata ketika melihat penampilan cantik dari Jiu Wei yang merupakan sosok yang sangat pemarah itu.
"Ya, ini merupakan wujud manusiaku. Aku tidak menghilang ekor milikku karena aku ingin ciri khas dari ras ku tidak hilang." Jiu Wei menjelaskan kepada mereka tentang ekornya.
"Hmm... Aku mengerti." tentunya Bing Hua mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Jiu Wei.
"Tapi, bagaimana jika...
"Tenang saja tuan, Aku bisa menghilangkanya jika aku ikut dengan kalian di suasana keramaian kota." ucap Jiu Wei yang mengerti apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Baguslah jika seperti itu, Besok kita akan pergi ke wilayah ras phoenix, jadi sebaiknya kalian masuk ke dalam.ruang jiwaku terlebih dahulu dan juga aku akan memberimu hadia istimewa juga Jiu Wei."
__ADS_1
"Terima kasih tuan."
Mei Lin dan Jiu Wei kemudian diselimuti oleh cahaya lalu menghilang dari tempat itu.