SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Mei Lin Belajar Mengendalikan Elemen Es


__ADS_3

"Pilihan yang tepat. " Yan Liyan nampak sangat puas dengan keputusan putri dari keluarga song itu untuk membantu menjalankan rencananya.


"Ah.. Kalau seperti itu, Aku pergi dulu."


"Tunggu." Song Qie menghentikan Yan Liyan yang akan pergi.


"Ada apa?"


"Apa kau bisa memberitahukan kami alamat tempat yang kau tinggali, agar kita bertiga dapat membicarakan rencana yang akan kita lakukan dengan aman. Akan sangat mencurigakan jika para warga melihat putri dari keluarga song berbicara pada orang asing sepertimu di tempat yang terbuka."


Tentu saja Song Qie takut jika tersebar rumor buruk tentangnya dikalangan para warga dan akan lebih buruk lagi jika rumor itu sampai ke telinga ayahnya.


Orang tuanya pasti akan mencari keberadaan Yan Liyan untuk membunuhnya dan hal itu akan menyulitkan mereka dalam menjalankan rencana penghancuran pemimpin kota.


"Kediaman ku berada di sekitar jarak 40 km dari tempat keluar wilayah aray pelindung. Rumah itu merupakan salah satu kediaman yang paling mewah dari dua puluh rumah mewah yang ada di wilayah ini."


Yan Liyan berkata dengan santainya. Dia juga mengerti tentang alasan Song Qie menanyakan alamatnya sehingga Yan Liyan tanpa ragu memberikan alamatnya.


Song Qie dan Song Lao terdiam ketika mendengar perkataan Yan Liyan Mereka percaya tidak percaya jika sosok di depan mereka ini mempunyai kediaman seperti itu.


Dari awal Song Qie dan Song Lao mengira jika Yan Liyan merupakan orang tidak mampu yang mempunyai kekuatan khusus dan ingin melakukan revolusi di wilayah aray pelindung untuk menghilangkan kesenjangan dan kesengsaraan yang terjadi di dalamnya.


Dengan artian Yan Liyan ingin membunuh pemimpin wilayah untuk mengambil ahli wilayah aray pelindung.


Namun dugaan jika Yan Liyan merupakan orang tidak mampu dari segi ekonomi ternyata salah besar sebab orang yang memiliki kediamam mewah seperti itu, hanya orang yang kaya dan tentunya mempunyai kedudukan khusus.


"Siapa kau sebenarnya?" Song Lao berkata dengan dingin kepada Yan Liyan. Bagaimanapun Song Lao masih belum sepenuhnya percaya kepada Yan Liyan.


"Aku? Seperti yang kalian pikirkan, jika aku merupakan sosok sederhana yang menginginkan revolusi di wilayah ini dalam artian membunuh pemimpin kota."


"Berkunjung lah ke kediamanku jika kaliam berdua memiliki waktu luang dan juga selesaikan tugas kalian dengan baik. Asal kalian tahu saja jika aku selalu memberikan imbalan besar bagi orang yang telah membantuku."


Setelah Yan Liyan mengatakan hal itu. Dia langsung melesat menuju ke kediamanya.


"Apa kau yakin jika kau akan membantunya? pikirkan dengan baik. jika kita akan membantu seorang yang akan membunuh pemimpin wilayah ini." Song Lao bertanya pada Song Qie untuk memastikan keputusan dari tunanganya itu.


Song Qie memandang Song Lao dengan lembut. Pandangan itu mengisyaratkan keyakinan dalam hatinya.


"Dia bukan orang yang jahat." hanya kata-kata itu saja yang keluar dari Song Qie sehingga membuat Song Lao terdiam, sebelumnya Song Lao tidak pernah melihat tunangannya seyakin itu pada suatu hal.


"Baiklah.. Aku percaya denganmu."

__ADS_1


"Terima kasih." mereka. berdua berpegangan tangan lalu melesat dari tempat itu layaknya pasangan hidup yang tidak bisa dipisahkan.


".......... "


3 Hari berlalu...


Di halaman kediaman Yan Liyan..


Seperti biasa terlihat Qiao Mi dan Su Fengli sedang berlati dengan Jiu Wei yang selalu memantau mereka.


Sedangkan tidak jauh dari tempat itu..


Terlihat Mei Lin Dan Bing Hua duduk berhadapan dengan sebuah pedang yang memiliki dua warna berbeda berada di tengah mereka berdua.


"Huh..


Mei Lin mengehbuskan nafas panjang sedangkan Bing Hua menatap Mei Lin dengan rumit.


3 hari yang lalu. Secara tiba-tiba Yan Liyan memintanya untuk mengajari Mei Lin cara mengendalikan elemen es.


Tentu saja Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar permintaan dari kekasihnya itu dan tanpa pikir panjang Bing Hua langsung menolaknya karena hal tersebut akan membahayakan keselamatan Mei Lin.


Tapi setelah mendengar penjelasan mendetail dari Yan Liyan. Bing Hua akhirnya setuju, tapi Bing Hua tidak bisa menyanjikan jika Mei Lin akan berhasil mengendalikan elemen es di bawah bimbingannya.


"Baik." Mei Lin menjawab dengan tegas lalu kemudian menutup matanya.


Mencoba berkonsentrasi dan mengosongkan pikirannya agar tidak ada hal yang menganggu.


Mei Lin kemudian berusaha untuk menahan cantiknya agar tidak mengeluarkan elemen api pada saat Mei Lin akan menggunakan Qi.


Setelah beberapa lama kemudian Mei Lin telah berhasil menahan Qi yang tersimpan dalam dantianya.


"Sekarang!"


Mei Lin yang mendengar itu langsung mengumpulkan Qi disekitarnya lalu mengarahkannya pada pedang Dewi Phoenix.


Bing Hua mengeluarkan hawa dingin dari dalam tubuhnya lalu mengalirksn hawa dingin itu kepada Mei Lin.


Hal tersebut dia lakukan untuk melakukan rangsangan agar sisih bilah pedang Dewi Phoenix dapat menerima Mei Lin.


Dalam kondisi seperti itu, Mei Lin harus mengontrol elemen Es milik Bing Hua agar hawa dingin itu tidak masuk kedalam dantianya dan meridianya.

__ADS_1


Mei Lin secara perlahan memegang pedang Dewi Phoenix. Pedang Dewi Phoenix bergetar menunjukan reaksi kepada Mei Lin.


Hawa dingin dari dalam tubuh Mei Lin secara perlahan terserap ke dalam pedang Dewi Phoenix, diikuti bilah pedang Phoenix yang berwarna biru mengeluarkan butiran es.


Namun secara tiba-tiba muncul energi panas dari dalam tubuh Mei Lin sehingga membuat Es yang terbentuk pada bilah pedang tadi langsung menghilang.


Mei Lin Dan Bing Hua menghela nafas panjang untuk ke sekian kalinya. Entah sudah berapa kali mereka berdua gagal melakukan hal tersebut.


Hal itu disebabkan oleh Mei Lin yang sudah tidak bisa mengontrol energi Qi yang berada di dalam dantianya. Jika seseorang mengeluarkan serangan yang menggunakan energi Qi disekitarnya, maka energi Qi yang berada di tubuh bagian dalam atau dantian akan terangsang oleh kehadiran Qi itu sehingga kemungkinan besar akan keluar meskipun hanya sedikit.


Hal itulah yang membuat Mei Lin sulit untuk mengontrolnya apa lagi secara alami ras Phoenix yang mempunyai elemen api dari dalam tubuhnya sehingga energi panas akan keluar dari tubuhnya saat dia mengeluarkan serangan menggunakan Qi.


"Ayo kita coba lagi." Bing Hua berusaha tetap optimis untuk melatih Mei Lin mengendalikan elemen Es walaupun peluang keberhasilanya sangat rendah.


"Bing Hua.. Maaf." dengan penuh rasa bersalah Mei Lin meminta Maaf pada Bing Hua karena dia berulang kali gagal.


"Tidak mengapa. Kau tidak perlu meminta maaf Mei Lin, lagi pulanaku mengerti betapa sulitnya melakukan ini, jadi ayo tetap Semangat dan tunjukkan jika kau dapat melakukanya!"


Bing Hua dan Mei Lin kemudian melakukan hal yang sama seperti tadi.


Berpinda ke pintu gerbang kediaman Yan Liyan..


Yan Liyan terlihat sedang mengambut kedatangan dua rekanya yang tidak lain adalah Song Qie dan Song Lao.


"Kau memang tidak berbohong." gumam Song Qie yang tampak. kagum dengan luasnya kediaman ini yang luasnya seperti setengah dari wilayah tempat tinggal keluarga song.


Yan Liyan tersenyum kecut dengan apa yang dipikirkan oleh dua orang di depannya mengenai dirinya.


"Silahkan masuk... Anggap saja seperti kediaman sendiri."


"Kau terlalu formal, bersikaplah seperti biasa." Song Lao agak kurang nyaman kerika melihat Yan Liyan yang seperti itu.


"Baiklah, sesuai keinginanmu."


"Aku akan memimpin jalan kalian berdua menuju tempat yang pas untuk membahas tentang rencana kita." Yan Liyan berjalan di depan mereka berdua untuk mengarahkan mereka menuju sebuah gazebo yang berada tidak jauh dari halaman.


"Abaikan saja. Mereka merupakan orang yang bisa dipercaya, jika tidak maka akan mustahil untuk mereka berada di dalam kediamanku." ucap Yan Liyan ketika melihat Song Lao memperhatikan Qiao Mi dan Su Fengli yang sedang berlatih.


Sedangkan pandangan Song Qie terpaku pada Qiao Mi dan Su Fengli Li.


"Sepertinya Aku mengenal mereka berdua." gumam Song Qie ketika melihat Qiao Mi dan Su Fengli.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Ah, Tidak.. Tidak ada apa-apa." dengan tidak karuan Song Qie berbicara sehingga membuat Song Lao curiga jika tunanganya itu sedang menyembunyikan sesuatu.


__ADS_2