SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Memberikan Hadiah


__ADS_3

malam berlalu begitu saja.


disebuah bangunan sederhana yang terletak di dalam sekte Es.


Yan Liyan duduk disamping jendela sambil melihat badai salju yang terjadi diluar.


tiba-tiba Xiao Yi yang senyum manis di depanya sambil membawa 1 gelas teh hangat dan sebuah teko.


Yan Liyan melihat Xiao Yi yang senyum kearahnya hanya menghela nafas.


'semoga dia menyukai hadiah yang aku beli dari sistem kemarin.' batinya.


Xiao Yi meletakkan teh itu didepan meja lalu duduk didepan Yan Liyan dan mengulurkan tangannya.


"kakak akan menepati janji yang kau buat sendiri kan.? tanya Xiao Yi.


"iya... adik Yi aku selalu menepati janjiku." ucap Yan Liyan mengeluarkan satu buah jamur Yin dan Yang dan satu butir pil darah didalam cincin penyimpananya.


Xiao Yi yang melihat itu hanya tersenyum karena sudah tahu akan manfaat jamur itu.


"terimakasih kakak Liyan." ucapnya sambil tersenyum karena sudah tahu akan manfaat dari jamur itu.


tetapi ketika melihat satu butir pil berwarna merah darah Xiao Yi hanya memandang Yan Liyan dengan ekspresi keheranan.


Yan Liyan yang melihat itu tersenyum.


"kau hanya perlu meminumnya sekarang juga." ucap Yan Liyan.


Xiao Yi mengangguk mendengar perintah dari Yan Liyan karena dia sangat yakin semua hal yang dilakukan oleh kakaknya merupakan sesuatu yang baik.


Xiao Yi langsung menelan pil itu dan setelah dia menelan pil itu tiba-tiba Xiao Yi merasakan jiwanya terikat oleh sesuatu.


Xiao Yi yang merasakan hal itu menatap Yan Liyan dengan ekspresi keheranan.


"apa kakak Liyan menjadikan adikmu sendiri sebagai budaknya.? tanya Xiao Yi dengan ekspresi marah sekaligus keheranan.


"tenanglah adik Yi... aku melakukan hal itu karena saat kau menerobos kerana pertapa suci kau akan kehilangan kendali atas dirimu."


"dan disaat itu aku akan dengan muda menghentikamu karena jiwamu sudah terikat denganku." jelas Yan Liyan pada Xiao Yi agar dia tidak salah paham padanya.


"apa kau ingin lepas kendali dan membunuh kakakmu sendiri.? tanya Yan Liyan.


Xiao Yi yang mendengar penjelasan dari Yan Liyan hanya mengangguk.


tapi ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan dia menggeleng.


"tentu saja aku tidak ingin membunuh kakak Liyan jika aku melakukan hal itu maka aku tidak akan memaafkan diriku sendiri." jawab Xiao Yi.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar jawaban dari Xiao Yi lalu dia mengalihkan kembali pandangannya kearah luar jendela.

__ADS_1


Xiao Yi yang melihat hal itu langsung pergi dari tempat itu dengan raut wajah senang.


tidak lama kemudian muncul tiga sosok wanita yang duduk didepanya.


sosok yang tidak lain adalah Yin Zu, Yan Lin dan Bing Hua.


"ada apa sehingga kau memanggil kami bertiga untuk datang kesini.? tanya Yin Zu keheranan.


Yan Liyan yang mendengar pertanyaan Yin Zu menatapnya dengan aneh.


"siapa yang memanggil kalian untuk datang kesini.? Yan Liyan balik bertanya.


"bukankah kau menyuruh Xiao Yi untuk memanggil kami bertiga untuk datang kesini." ucap Yin Zu.


Yan Liyan yang mendengar hal itu langsung mengerti apa yang terjadi.


'huh.... adik Yi seharusnya kau tidak perlu melakukan hal seperti ini.' batin Yan Liyan sambil menghela nafas.


"ah.... itu.. kalian masih mengingat janjiku untuk memberikan kalian hadiah bukan.? tanya Yan Liyan.


Yin Zu yang mendengar pertanyaan dari Yan Liyan hanya tersenyum.


"aku mengerti sekarang."


"jadi kau memanggil kami bertiga untuk memberi sebuah hadiah untuk kami." ucap Yin Zu penuh harap.


"ya.. kau benar, aku akan memberikan hadiah untuk kalian."


"pedang yang berwarna biru laut dengan ukiran bunga mawar ini bernama pedang mawar beku dan pedang ini untukmu Yin Zu." ucap Yan Liyan memberikan pedang itu pada Yin Zu.


Yin Zu yang mendengar itu sangat senang dan menerima pedang itu dengan ekspresi bahagia.


"lalu pedang yang berhawa dingin dan mempunyai ukiran naga ini bernama pedang naga Es dan pedang ini untukmu Bing Hua." ucap Yan Liyan memberikan pedang itu pada Bing Hua.


Bing Hua menerima pedang itu dengan hormat.


"terimakasih tuan." ucapnya sambil membungkuk pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk dan menatap pedang yang terakhir.


"pedang merah yang berhawa panas dan mempunyai ukiran phoeniks ini bernama pedang phoeniks api dan pedang ini untuk Yan Lin." ucap Yan Liyan memberikan pedang itu pada Yan Lin.


Yan Lin menerima pedang itu dengan hormat.


"terimakasih tuan." ucapnya sambil membungkuk.


Yan Liyan yang melihat itu hanya menghela nafasnya karena sikap Yan Lin padanya.


"huh... baiklah ketiga pedang itu merupakan artefak tingkat langit tinggi dan aku harap kalian bisa menyesuaikan diri dengan pedang kalian dan setelah itu aku akan memberikan sebuah buku tehknik pada kalian."

__ADS_1


mereka bertiga yang mendengar itu hanya mengangguk lalu pergi dari tempat itu dengan ekspresi bahagia.


'selain pedang milik Yin Zu dua pedang lainya masih bisa meningkat ketingkat yang lebih tinggi.'


'bagaimanapun aku tidak terlalu percaya pada orang yang belum meminum pil darah dariku' batin Yan Liyan.


"sebaiknya aku melihat keadaan Mei Lin dan Jiu Wei." gumam Yan Liyan lalu masuk kedalam invetory sistemnya.


sesampainya didalam invetory dia melihat Jiu Wei sedang menyerap satu buah jamur Yin dan Yang yang dia berikan tadi kepadanya.


sedangkan Mei Lin memperhatikan rubah berekor 4 didepannya dengan tatapan aneh.


"kenapa kau menatapnya seperti itu Mei Lin.?


"kau tidak akan memakanya bukan.? tanya Yan Liyan.


Mei Lin yang mendengar suara yang tidak asing itu langsung menoleh kebelakang dan melihat tuanya sedang berjalan menuju kearahnya.


Mei Lin langsung terbang menuju kearahnya dan duduk dibahu Yan Liyan sambil memandangi tuanya dengan tajam.


Yan Liyan yang melihat hal itu hanya tersenyum kecut.


"berapa banyak buluh dari sayapku yang tuan cabut saat aku sedang berkultivasi.? tanya Xiao Yi menatap tajam Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu langsung menatap kearah lain menghindari tatapan tajam dari Mei Lin.


"hei ayolah... aku hanya mengambil tidak lebih dari 5 buluh disayapmu lagipulah buluh itu tumbuh kembali bukan.?


"bahkan kau bisa berbicara karena sumberdaya yang aku berikan padamu." ucap Yan Liyan membela diri.


Mei Lin yang mendengar itu hanya menghela nafasnya.


bagaimanapun apa yang dikatakan tuanya itu benar hanya saja dia sangat kesal pada tuanya karena bulunya diambil tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"lupakan tentang bulu sayapku."


"yang lebih penting.. darimana tuan mendapatkan binatang Rubah Elemen itu.? tanya Mei Lin pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang mendengar itu menceritakan tentang pada saat mengikuti pelelangan dan membeli rubah itu disana dan juga tentang Rubah Elemen itu sudah menjadi binatang kontraknya.


Mei Lin yang mendengar Rubah Elemen dikontrak oleh tuanya hanya memandang Yan Liyan dengan tatapan aneh.


"apa tuan tahu rubah Elemen itu...


sebelum ucapan Mei Lin selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.


"aku sangat tahu jika rubah Elemen tidak bisa dijadikan binatang kontrak oleh orang lain tapi aku ini berbeda dan sedikit istimewa."


ucap Yan Liyan lalu mengarahkan kembali pandangannya kaarah Jiu Wei yang sedang menyerap jamur Yin dan Yang

__ADS_1


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk karena menurutnya tuanya ini sangat misterius.


__ADS_2