SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Bulan Purnama Biru


__ADS_3

Yan Liyan yang melihat Mei Lin tersipu malu seperti itu merasa aneh. Dia bahkan menduga jika Mei Lin sedang mengingat masa lalunya seperti dirinya tadi.


"Liyan'gege! Setelah menerima kekuatan dari dewi Phoenix.. Apakah Mei Lin akan dapat menggunakan elemen Es sesuka hatinya?"


"Jawabanya adalah Tidak, dia mempunyai elemen es yang sangat kuat bahkan lebih dasyat dari elemen es milikku dan Bing Hua. Namun elemen es itu mempunyai durasi waktu untuk dapat digunakan karena tingkat kultivasi Mei Lin saat ini yang terlalu rendah.


Oleh karena itu aku menyegel kolam energi yang berada di dahi Mei Lin yang mana kolam energi itu merupakan kolam yang menampung elemen es kuno yang dimiliki oleh Mei Lin. Aku menuyegelnya agar Mei Lin tidak menggunakan elemen Es diluar waktu yang sudah ditentukan."


Jiu Wei yang mendengar penjelasan dari Yan Liyan, bukanya merasa senang malah kali ini dia tampak lesu seperti tidak mempunyai harapan lagi.


"Ada apa denganmu Jiu Wei?"


"Aku sudah tidak mempunyai harapan untuk menang lagi." gumamnya pelan. Menghadapi Jiu Wei yang menggunakan elemen api saja sudah membuatnya kewalahan bahkan sampai kalah beberapa kali.


Kini Mei Lin telah memiliki elemen es yang mana kekuatan elemen es tersebut bahkan lebih dasyat daei elemen es milik Yan Liyan dan Bing Hua.


Bukankah mengalahkan Mei Lin yang sekarang ini merupakan hal yang mustahil untuknya?


"Aku rasa kau salah besar Jiu Wei. Apa kau masih mengingat tiga belati yang pernah aku berikan padamu waktu peperangan beberapa minggu yang lalu.


Senjata itu bukan merupakan senjata biasa jadi berlatilah menggunakanya. Walaupun Aku tidak bisa menjamin jika kau akan menang melawan Mei Lin ketika kau telah berhasil menguasai senjata itu, Namun aku bisa memastikan kekuatan yang kau miliki tidak akan berbeda jauh dengannya."


"Benarkah?"


"Umm.. Tentu saja."


"Kakak Hua ayo kita memasak! kita rayakan atas keberhasilan Mei Lin menggunakan elemen es malam ini!" dengan penuh semangat Jiu Wei berjalan menuju ke arah rumah.


Bing Hua yang melihat itu hanya menggeleng.


"Apa kau baru saja membohonginya?" Bing Hua berpikir jika Yan Liyan berkata seperti tadi agar Jiu Wei tidak merasa putus asa.


Hal itu memang mungkin bertujuan baik, tapi jika Yan Liyan berbohong maka Bing Hua yakin jika ini akan berakhir tidak baik.


"Aku berkata dengan jujur. Aku tidak akan pernah memberikan senjata yang biasa-biasa saja pada orang-orang terdekat ku." Yan Liyan mengerti dengan maksud Bing Hua yang ingin agar tidak membuat Jiu Wei merasa kecewa nantinya.


Bing Hua hanya tersenyum ketika mendengar itu. Dia kemudian memandang kearah Mei Lin yang masih tersipu malu.


"Saudari Lin apa kau ingin ikut memasak dengan kami berdua?"


Mei Lin yang mendengar ajakan Bing Hua langsung mengiyakanya lagi pula saat ini dia merasa sangat malu berada di dekat Yan Liyan.


"Ah, Y-ya aku ikut." Mei Lin kemudian berjalan disamping Bing Hua menunju kearah pintu belakang.


Meninggalkan Yan Liyan sendiri di tempat itu.


Menoleh kearah matahari yang mulai terbenam mengingatkan akan suatu hal.


Ya, bulan purnama biru akan terjadi besok malam.

__ADS_1


"Waktunya semakin dekat saja. Apakah mereka berdua telah menyelesaikan tugas yang aku berikan?"


"Guru..


Disaat Yan Liyan sedang memikirkan tentang Bulan purnama biru..tiba-tiba saja terdengar suara dua sosok anak kecil di belakangnya.


Ya, Mereka berdua adalah Su Fengli dan Qiao Mi mereka berdua mencari guru mereka yang tidak lain adalah Jiu Wei.


"Oh, kalian berdua?"


"Apa kakak melihat guru kami berdua?" Tanya Su Fengli.


"Dia sedang memasakan makan malam untuk kita. Memangnya kenapa kalian berdua mencari guru kalian."


Qiao Mi dan Su Fengli terdiam untuk sesaat ketika mendengar pertanyaan Yan Liyan.


"Kami berdua ingin melaporkan hasil latihan kami padanya. Kami berdua telah berhasil mengayunkan pedang sebanyak 1000 kali hanya dalam waktu 4 jam." ucap Su Fengli dengan penuh kebanggaan.


Yan Liyan hanya tersenyum ketika mendengar mendengar perkataan dari Su Fengli.


"Kalian sudah berkerja keras ya.. Sekarang beristrahatlah lalu setelah itu beritahukan hasil latihan kali nanti pada Jiu Wei, tapi setelah kita selesai makan malam."


Su Fengli dan Qiao Mi hanya mengangguk. Mereka berdua lalu pergi menuju ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan setelah seharian melakukan latihan.


Dan malam harinya mereka merayakan Mei Lin yang telah berhasil menguasai elemen es dengan banyak makanan yang terhidang diatas meja makan.


Pagi harinya.....


Hari-hari berjalan seperti biasa di kediaman Yan Lihan namun mereka telah menyiapkan strategi terlebih dahulu untuk menyerang kediaman Taozhi yang merupakan pemimpin kota.


Mei Lin mengeluarkan sebuah tombak yang merupakan tombak yang dia ambil beberapa hari yang lalu di ruang bawah tanah.


"Dia tidak akan bisa melakukan ritual tanpa benda ini bukan?"


"Kau memang benar, tapi aku khawatir jika dia memiliki media lain untuk melakukan ritual, 'kan?


Kita belum terlalu tahu mengenai ritual itu, jadi jangan meremehkanya."


"Sebelumnya juga aku telah memberitahu kalian mengenai 5 kesatria pelindung dan mengenai tugas yang aku berikan pada Song Lao dan Song Qie.


Jadi dengarkan aku baik-baik ini rencana yang akan kita lakukan."


".......... "


Malam harinya...


Seperti biasanya Bulan bersinar dengan sangat terang hanya saja cahaya yang dipancarkan oleh bulan kali ini berwarna biru.


Fenomena itu sering disebut sebagai bulan purnama biru yang terjadi hanya 10 tahun sekali.

__ADS_1


Udara malam itu juga terasa sangat mencekam seperti ada aura tertentu yang menyebar. Burung gagak berterbangan di mana-mana seolah menandakan akan terjadi kematian dalam skala besar pada malam itu.


Di tempat lain...


Di bawah tanah bangunan pemimpin kota, Taozhi..


Sosok pria paruh baya dengan senyum iblisnya sedang berdiri diatas sebuah altar yang dipenuhi oleh rune dan huruf-huruf kuno berwarna hitam.


Di tengah altar itu terdapat tanduk panjang berwarna hitam legam, tanduk tersebut sangat berbeda dengan tanduk pada biasanya karena mengeluarkan aura hitam pekat


Yang membuat orang biasa akan merasa tidak nyaman berada di dekatnya.


"Bawah kemari jiwa-jiwa yang akan dikorbankan." TaoZhi memerintahkan salah satu perajurit nya.


"Baik Yang mulia."


Salah satu perajurit yang berada di sekitar tempat itu kemudian mengeluarkan orang-orang yang dirantai dalam jeruji besi.


Orang itu merupakan warga biasa yang merupakam penduduk pinggiran aray pelindung.


Mereka tampak ketakutan ketika melihat pemimpin yang mereka hormati selama ini akan menjadikan mereka sebagai korban.


Salah satu dari warga biasa itu kemudian menunduk dengan ekspresi yang sangat ketakutan.


"Aku mohon bebaskan kami! Kami akan melakukan apa pun selain tidak menjadi korban dari ritual ini."


Tao Zhi semakin tersenyum lebar ketika melihat salah satu warga itu merasa ketakutan dia sangat menikmati rasa ketakutan dari orang tersebut.


Hahahaha!


"Tenang saja ini tidak akan terasa sakit. Aku juga akan mengenang jasa kalian, karena kalianlan aku akan segera menjadi orang terkuat di wilayah ini!"


Mereka semakin merasa ketakutan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh orang beringas di depan mereka itu.


Mereka merasa sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk tetap hidup.


"Berputus asalah! merasa takut lah! Semua perasaan kalian itu membuatku semakin ingin membunuh kalian."


"Kau terlebih dahulu yang maju." Taozhi menunjuk seorang anak kecil yang seumuran Qiao Mi.


"Kita akan mulai dari usia yang termuda dulu!" Tao. Zhi kemudian mengeluarkan tombak kematian dari dalam cincin penyimpananya.


Sedangkan Orang-orang yang berada di dalam jeruji besi lain nampak sangat marah dengan apa yang mereka lihat saat ini.


Mereka tidak pernah menyangka jika pemimpin kota yang sangat mereka hormati melakukan hal yang sekejam itu.


"Apa kita akan melakukanya sekarang juga? aku tidak sabar lagi ingin segera menghabisi orang bermuka dua itu."


"Tenanglah! belum ada pertanda dari orang yang telah memberikan kita semua tugas ini agar kita melakukan gerakan." bisik salah satu orang ditempat itu berusaha untuk menenangkan rekannya.

__ADS_1


__ADS_2