SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Sesuatu Yang Sangat Berarti


__ADS_3

Sedangkan di wilayah dimensi utara....


Terlihat Yan Liyan sedang duduk bersilah tepat di bawah pohon kehidupan yang berada di depan celah besar ruang dimensi.


Tiba-tiba saja dia Yan Liyan merasakan keberadaan aura yang begitu banyak akan memasuki celah dimensi itu.


Dan tidak lama kemudian... Muncul Xian Ran serta adiknya Xian Zi dari balik celah dimensi itu, serta ratusan ribu perajurit Elf yang berbaris rapi di belakang mereka.


Xian Ran langsung menghadap kearah Yan Liyan setelah melihat keberadaanya.


"Kau akan menepati janjimu bukan?" tanya Xian Ran dengan maksud tertentu, tentu saja dia masih mengingat jelas pesan Yan Liyan yang diberikan kepadanya.


"Tenangkah, Aku telah menyiapkan semuanya dari awal, jadi kau tidak perlu mencurigai ku seperti itu."


"He... Aku tidak mencurigaimu, hanya untuk memastikanya saja."


Sementara itu Xian Zi merasa Kebingungan dengan apa yang mereka berdua bicarakan barusan. Dia juga telah mengetahui identitas Yan Liyan sebelum ini, tapi sangat mustahil orang seperti itu bisa menyiapkan perlengkapan perang untuk perajurit yang sangat banyak.


"Kakak. Aku tahu jika dia bukan orang biasa tapi bukankah sangat mustahil.....


"Aku mengerti dengan apa yang akan kau katakan." ucap Yan Liyan yang menyela gumaman Xian Zi.


Yan Liyan kemudian melemparkan sebuah cincin penyimpanan yang terlihat sangat mewah pada Xian Zi. Xian Zi yang melihat hal itu, langsung saja menangkapnya.


Setelah itu, dia kemudianmemeriksa cincin penyimpanan tersebut, setelah memeriksa cincin penyimpanan itu, ekspresi nya menjadi sangat pucat seperti sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang barusan saja dilihatnya.


"A-apa benar jika semua senjata ini akan kau berikan kepada kami?" Xian Zi bertanya untuk memastikan dan masih dengan terkejut sekaligus tidak percaya, karena senjata yang dia lihat barusan bukan senjata perlengkapan perang biasa melainkan semua senjata yang ada di dalamnya berada di tingkat bumi tingkat tinggi sampai tingkat surgawi tingkat tinggi.


"Ya, semua senjata itu untuk kalian, jadi bagikan secara merata sesuai dengan tingkat kultivasi mereka, jika tidak makan kau tahu sendiri koesekuensinya."


Xian Zi mengangguk, karena tentu saja dia sangat tahu apa akibatnya. Yaitu senjata tersebut dapat membunuh penggunanya apalagi kekuatan dari senjata itu sama sekali tidak tersegel.


"Baik, Aku mengerti."


Xian Zi kemudian mundur dari tempat itu, Dia pergi menuju kearah para perajurit untuk membagikan seluruh senjata yang diberikan oleh Yan Liyan kepada para perajurit yang tidak mempunyai perlengkapan perang lengkap atau perlengkapan perang yang berada di tingkat rendah.


"Hei, Yan Liyan!"

__ADS_1


"Mm" tanggapan singkat Yan Liyan.


"Apa pohon yang ada di depanku ini adalah pohon kehidupan?" Xian Ran bertanya sambil memandang pohon emas itu dengan teliti. Memang jika di lihat singkat pohon tersebut terlihat hanya seperti pohon pada biasanys yang tidak memiliki keistimewaan kecuali warnanya yang keemasan.


Yan Liyan tersenyum ketika mendengar perkataan dari Xian Ran.


"Aku tidak menyangka jika kau dapat menyadari keberadaanya. Dan Ya, Kau memang benar jika pohon di depanmu ini adalah pohon kehidupan." ucap Yan Liyan yang membuat Xian Ran sangat terkenjut.


"Ta-tapi bagaimana mungkin pohon kehidupan dapat tumbuh di tempat ini?!" teriak Xian Ran secara refleks.


"Hei, kecilkan suaramu nanti ada orang yang mendengar tentang hal ini." meskipun Yan Liyan telah menyembunyikan aura dari pohon kehidupan, tapi akan sangat merepotkan jika seluruh ras elf mengetahui keberadaanya.


Yan Liyan sangat yakin jika dia akan dipaksa untuk menyerahkan pohon itu kepada mereka, karena hanya dua ras itu saja yang berhak untuk memilikinya, yaitu ras Elf dan Dryad.


"Apa kau tahu koesekuensinya jika mereka mengetahui hal ini? jika aku tidak mengenal dengan baik dirimu maka...


"Ya, Aku sangat tahu koesekuensinya dan aku sangat percaya padamu, jadi hal ini hanya menjadi rahasia untuk kita berdua saja." Yan Liyan mendekat kearah Xian Ran dan mebisikan kata-kata itu padanya.


Sebenarnya Yan Liyan tidak tahu kenapa hanya dua ras itu saja yang hanya mempunyai hak untuk merawat pohon kehidupan, tapi ketika mengingat julukan mereka sebagai peri alam, Yan Liyan menjadi paham. Selain itu dia juga sangat percaya kepada Xian Ran, karena dia adalah teman lama dan sangat akrab dengan kekasih nya.


Xian Ran menjadi sangat gugup ketika wajah Yan Liyan sangat dekat denganya dan tanpa sadar wajahnya memerah karena merasa sangat malu.


"Heee... Apa sosok pemimpin ras Elf seperti mu jatuh cinta ke padaku?" Yan Liyan sedikit menjauh agar dapat melihat ekspresi wajah Xian Ran secara keseluruhan.


"Ka-kau! siapa yang bilang jika aku jatuh cinta kepadamu?!


Cih, Dan juga darimana kau mendapatkan kepercayaan diri seperti itu?"


Xian Ran berkata dengan tegas seolah tidak mempunyai perasaan sama sekali pada Yan Liyan. Namun tetap saja wajah memerah Xian Ran tidak bisa disembunyikan dari pandangan Yan Liyan.


"Apa kau tahu! Aku berbicara seperti itu bukan tanpa alasan, Aku pernah melihat Bing Hua menunjukan ekspresi seperti dirimu waktu kami belum menjadi sepasang kekasih. Dan mengenai darimana datangnya kepercayaan diriku itu, Aku sama sekali tidak bisa mengatakanya."


'Aku tidak tahu pasti, tapi semenjak tubuh Dewa Phoenix dan dewa naga menyerahkan semua kekuatanya padaku, entah kenapa sifat kepercayaan diri seperti itu semakin menjadi-jadi.'


"Benarkah? apa dulunya Bing Hua bersikap seperti ini juga?" Dengan wajah malu-malu, Xian Ran bertanya untuk memastikan.


"Ya, tapi aku harus akui jika kau sedikit lebih arogan darinya?" Yan Liyan dengan jujur berkata seperti itu, karena jika dilihat Xian Ran memang arogan daripada Bing Hua, tapi hal itu tidak membuat Yan Liyan membenci nya.

__ADS_1


Xian Ran yang mendengar itu menjadi agak murung karena merasa bersalah. Xian Ran kemudian membukuk sedikit di depan Yan Lihan.


"Jika kau merasa seperti itu, maka maafkan Aku."


"Hei, angkat kepalamu! jika para perajurit mu melihat nya maka aku akan dinggap menghina ras elf, lagipula kau tidak melakukan kesalahan dan juga Aku sama sekali tidak membeci dirimu."


Xian Ran langsung terbngun dan berdiri kembali normal di depan Yan Liyan.


"Jika kau tidak membenciku, apa kau mencintai ku juga?!" tanya Xian Ran dengan sangat serius dan sedikit perasaan malu-malu karena mengatakan hal itu pada Yan Lihan.


"Eh, Juga?" Yan Liyan tersenyum lebar penuh kemenagan kali ini ketika mendengar ucapan Xian Ran.


"Jadi, kau benar-benar mencintaiku?"


Xian Ran yang baru menyadari kesalahan perkataanya tadi menjadi sangat gugup.


" Tidak! maksudku bukan i-itu!!"


"Benarkah? jadi semunya hanya dugaanku ya, jika begitu maka sayang sekali." Yan Liyan berbakik ingin melanjutkan kultivasi nya lagi.


Tapi sebelum itu, tangan Yan Liyan langsung ditarik oleh Xian Ran, yang membuat dirinya langsung berbalik menghadap Xian Ran.


"Ada apa?"


"Ya. Selama ini aku memang sangat mencintaimu dari sejak awal kau datang ke wilayah Elf, aku sangat tertarik denganmu. Aku sangat mencintaimu dan Apa kau tahu bagaimana ras Elf telah mencintai seseorang?"


Ras Elf merupakan ras yang paling setia dan menjujung tinggi rasa kasih sayang. Mereka tidak akan mencintai seseorang lagi setelah dia memiliki orang yang paling dicintainya. Dapat dikatakan jika. mereka merupakan ras yang paling setia kepada pasanganya.


"Hm... sebenarnya aku sudah menduganya dari awal jadi ini tidak membuat ku begitu terkejut Dan juga aku mengetahui tentang kesetiaan ras Elf terhadap pasanganya, Tapi apa kau bisa menerima diriku?


Kau tahu sendiri bukan? jika aku telah mempunyai seorang kekasih yang tidak lain adalah teman lamamu sendiri."


"Ya. Aku menerima semua keadaanmu dan mengenai Bing Hua. Aku akan meminta ijin padanya. Aku sangat yakin jika dia sangat mengerti dengan perasaan ku." ucap Xian Ran dengan air mata yang mengalir di pelupuk matanya.


Yan Liyan yang melihat hal itu langsung mendekat dan mengelus pucuk kepala Xian Ran.


"Hei, kenapa kau menangis?" Yan Liyan kemudian memeluk Xian Ran untuk menenangkan dirinya. Tidak lupa Yan Liyan mebuat segel aray penghalang agar mereka berdua tidak dilihat oleh para perajurit.

__ADS_1


Sedangkan Xian Ran dia sangat terkejut ketika Yan Liyan tiba-tiba saja memeluk dirinya. Namun tidak lama kemudian dia tersenyum dan menyandarkan dagunya di bahu Yan Liyan.


'Setidaknya jika aku mati dalam perperangan ini demi dirinya maka aku sama sekali tidak akan menyesalinya, karena aku telah mengatakan perasaanku padanya dan itu saja sudah cukup bagiku untuk mendapatkan sesuatu yang sangat berarti di kehidupanku yang kedua ini, yaitu diakui oleh orang yang sangat aku cintai.'


__ADS_2