
"Ruang Jiwa? Sepertinya kau telah salah paham."
"Eh.. Apa kau bisa menjelaskanya padaku?" tanya Yan Liyan, tampak kebingungan dengan maksud naga putih tersebut.
Naga putih mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
"Tentu saja."
"Tempat ini merupakan dimensi yang aku buat sendiri dengan bantuan sebuah artefak, Yang berada diatas hutan dimensi kuno.
Prinsip dari dimensi ini memang terlihat sama dengan ruangan jiwa, tapi sedikit berbeda. Itu karenakan aku membuatnya dengan artefak, dan juga dimensi ini tidak berada di dalam jiwaku." jelas naga putih itu pada Yan Liyan.
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar penjelasan dari naga putih itu. Dia juga sedikit tertarik bagaimana cara membuat dimensi seperti ini.
"Apa kau menguasai Elemen ruang dan waktu, atau menguasai aray khusus?" Menurut Yan Liyan, Jika seseorang yang dapat membuat dimensi, walaupun menggunakan bantuan artefak. tentunya mempunyai kekuatan yang istimewa, Lagipula membuat Dimensi dengan bantuan artefak tidaklah mudah seperti yang dipikirkan.
Naga putih itu menggeleng...
"Aku tidak memiliki elemen ruang dan waktu, tapi Aku sangat ahli dalam formasi." jawab naga putih itu.
"Dan juga.., sepertinya kau memiliki seseorang yang memiliki Elemen ruang dan waktu." ucapnya menoleh kearah Jiu Wei. Dia tadi melihat Jiu Wei mengeluarkan 9 ekornya, yang berarti semua kekuatan yang ada padanya telah bangkit.
Sebelumnya naga putih itu juga sangat terkejut ketika melihat hal itu, disebabkan menurut pengetahuannya. Jika tidak semua ras rubah Elemen dapat membangkitkan semua elemen yang mereka miliki.
"Ya... Kau memang benar, tapi sayangnya, Dia sedikit aneh." Yan Liyan sedikit menoleh kearah Jiu Wei, yang sekarang ini memandangnya dengan tajam.
"Cih... sangat menyebalkan!!" ucap Jiu Wei dengan sangat kesal.
Naga putih kemudian melihat ke arah Bing Hua, dan memandangnya lekat-lekat.
"Hmm... Aurah mu terasa sangat tidak asing, apa sebelumnya kau pernah bertemu dengan ras naga?"
Bing Hua sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari naga tersebut.
"Tidak... Ini bahkan merupakan pertama kalinya, Aku melihat ras naga." jawab Bing Hua.
"Sudahlah, Apa kau mengetahui bagaimana caranya kami dapat keluar dari Dimensi ini?" tanya Yan Liyan, dia tidak ingin berlama-lama di tempat seperti ini.
Naga putih itu hanya mengangguk.
"Tentu saja, Di tempat ini ada sebuah celah dimensi yang mengarah ke suatu tempat. Yang merupakan tempat dari ras manusia, tapi celah dimensi itu sangat tidak stabil."
Naga putih itu kemudian terbang menuju kearah gunung yang sangat tinggi, yang berada tidak jauh dari tempat itu.
Yan Liyan yang melihat itu langsung saja mengikutinya dari belakang, begitupun dengan Bing Hua.
Sesampainya Di kaki gunung....
__ADS_1
Mereka langsung terbang keatas menuju kearah puncak gunung, yang lumayan tinggi.
Sesampainya mereka di puncak gunung. Yan Liyan melihat sebuah batu yang sangat besar dan di tengah batu itu, terdapat celah Dimensi.
"Keadaan celah Dimensi ini selalu seperti itu sejak aku membuat tempat ini, dan tidak pernah menutup sama sekali." ucap naga itu.
"Mm.. Apa kau yakin jika celah ini merupakan jalan menuju ke dimensi tempat tinggal manusia?" Yan Liyan sedikit ragu dengan ucapan naga itu.
Bagaimanapun celah dimensi itu sangat tidak stabil, dan tidak mungkin naga itu pernah memasukinya, dan jika dia tidak pernah memasukinya bagaimana mungkin naga putih itu tahu jika celah dimensi ini menuju ke dimensi tempat tinggal manusia.
Naga putih yang mengerti dengan pikiran Yan Liyan hanya tersenyum.
"Apa kau tahu! Jika Kau bukan manusia pertama yang datang ke dimensi ini..
Sebelum kalian, terdapat 5 orang manusia lain yang masuk di dalam dimensi ini, mereka masuk melalui celah dimensi yang berada di depan kalian, tapi mereka semua keluar dalam keadaan sudah tidak bernyawa." ucap naga itu.
Sebab itu tadi, Dia sangat terkejut ketika melihat Yan Liyan berada di dalam dimensi, dalam keadaan sama sekali tidak terluka.
Sedangkan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk, dan kemungkinan juga 5 orang yang disebutkan naga tadi, Mati karena ketidak stabililan celah dimensi yang berada di depan mereka.
Yan Liyan lalu menoleh kearah Bing Hua.
Bing Hua yang mengerti dengan maksud tuanya, hanya mengangguk.
"Jika seperti itu, kami akan pergi terlebih dahulu, naga putih." ucapnya lalu memegang tangan Bing Hua melapisinya dengan Qi. Setelah itu melesat ke dalam celah dimensi itu.
"Aku harap suatu hari nanti kita akan bertemu lagi manusia. Dan ya... Aku belum mengetahui nama dari manusia itu." gumamnya.
".............."
Sedangkan di dalam lorong Dimensi.. Yan Liyan dan Bing Hua diserang oleh banyaknya petir.
Tapi petir itu sama sekali tidak berpengaruh pada Yan Liyan dan Bing Hua, karena mereka dilapisi oleh energi Qi yang sangat kuat.
Yan Liyan bahkan merasakan kekuatan petir yang berada di dalam tubuhnya, menyerap semua sambaran petir itu.
Yan Liyan lalu berhenti untuk sesaat dan memutuskan untuk terbang melambat, dengan petir yang tidak henti-hentinya menyambar mereka.
Hal itu bertujuan agar energi petir dalam tubuhnya semakin banyak menyerap petir, yang terus saja menyambar dirinya.
Bing Hua keheranan ketika melihat tuanya terbang dengan lambat. karena otomatis dia juga ikut melambat karena tanganya dipegang oleh Yan Liyan.
"Ada apa tuan?" tanya Bing Hua
"Tidak apa-apa, Aku hanya ingin dalam keadaan seperti ini, untuk waktu yang sedikit lebih lama." jawab Yan Liyan, memegang tangan Bing Hua dengan semakin erat, karena semakin jauh mereka terbang maka semakin banyak petir yang menyambar mereka berdua.
"Be-Benarkah? ucap Bing Hua dengan terbata-bata sekaligus gugup ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
__ADS_1
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Ya.. kau benar, tapi kenapa kau terlihat sangat gugup?" tanya Yan Liyan dengan kebingungan.
"Ti-tidak, Aku hanya merasa sangat senang akan sesuatu." ucap Bing Hua dengan wajah yang semakin memerah.
karena menurutnya, akhir-akhir ini Yan Liyan sering mengatakan sesuatu yang selalu membuatnya sangat gugup.
'Bagaimana bisa dia mengucapkan hal semacam itu, dengan mudahnya?'
Sedangkan Jiu Wei hanya menggeleng, karena mengerti kenapa Bing Hua terlihat sangat gugup seperti itu.
Jiu Wei lalu menoleh kearah Mei Lin.
"Aku merasa sangat kasihan padanya."
"Hm.. Aku juga." ucap singkat Mei Lin, lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.
Ya... tepat didepan mereka terdapat cahaya terang yang menunjukkan ujung lorong dimensi.
Yan Liyan dan Bing Hua melesat dengan sangat cepat, lalu mereka keluar dari lorong dimensi itu.
Sekarang ini Yan Liyan dan Bing Hua berada di tempat hutan belantara, setelah baru saja keluar dari celah dimensi.
Tempat itu terlihat sangat sepi, tapi terdapat jalan setapak disekitar tempat itu.
Sedangkan lorong dimensi tadi telah menghilang setelah Yan Liyan dan Bing Hua keluar.
Yan Liyan lalu berjalan menyusuri jalan setapak itu, dia juga sangat kebingungan dengan tempat mereka berada saat ini.
[Tempat tuan berada saat ini, berada di dalam dimensi 3 ras, luas dari dimensi ini lebih besar daripada alam tingkat rendah dan menegah jika digabungkan.]
Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya itu.
Apa lagi ketika mendegar luas dari Dimensi ini, karena menurutnya alam tingkat rendah saja sudah sangat luas, Dia bahkan belum menjelajahi sepenuhnya alam itu.
Tapi dimensi tempat mereka berada saat ini, bahkan lebih luas dari alam tingkat rendah dan menegah jika digabungkan.
'Bukankah tempat ini benar-benar sangat luas?'
'Apa kau bisa menjelaskanya lebih rinci tentang Dimensi 3 ras ini?'
[Sesuai namanya, dimensi ini di huni oleh 3 ras utama, yaitu ras manusia, Iblis, dan Elf. 3 ras itu mempunyai wilayah, yang dipimpin oleh pemimpin mereka masing-masing. Dan tempat tuan sekarang berada merupakan wilayah ras manusia.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menoleh kearah Mei Lin.
"Apa kau pernah mendengar tentang ras Elf?"
__ADS_1