
Suasana cerah dipagi hari berganti menjadi suasana menenangkan sore hari.
Burung berkicauan serta banyak hewan yang berterbangan menuju sarangnya untuk berlindung dari musuh alami mereka.
Yan Liyan membuka matanya dengan perlahan.. Dia melihat Jiu Wei yang masih tetap terjaga sambil mengelus kepalanya.
"Ah, apa aku menganggu tidurmu." Jiu Wei berhenti mengelus kepala Yan Liyan dan ingin melepaskan tanganya.
Tapi sebelum tangan Jiu Wei terlepas Yan Liyan langsung memegang tangan Jiu Wei dan menaruh diatas kepalanya.
"Tidak, kau sama sekali tidak menggangguku."
Setelah itu Yan Liyan kemudian bangun dari tidurnya. Dia terkejut ketika melihat keberadaan Bing Hua dan Mei Lin yang ada di sisi pohon tempat Jiu Wei bersandar.
"Kau sudah bangun?"
"Y.. ya. Tunggu.. apa yang kalian berdua lakukan disini?"
"Mm.. kami berdua hanya ingin melihat kami berdua. tapi kami berdua tidak seganja ikut tertidur karena kelelahan. Namun kami berdua terlebih dahulu bangun daripada dirimu."
"Ah, begitu ya.."
Setelah itu Yan Liyan mengeluarkan elemen air dari tangannya lalu membasuh mukanya.
"Hua'er kita akan pergi sekarang juga."
"Sekarang?" Bing Hua terkejut karena Yan Liyan baru saja bangun dari tidurnya.
"Ya, kita tidak mempunyai kegiatan lain.. selain itu, aku ingin menyelesaikan semua ini dengan cepat." daripada membuang waktu untuk sesuatu yang tidak terlalu berguna lebih baik menggunakan waktu tersebut untuk menyelesaikan masalah lain. Begitulah apa yang saat ini dipikirkan oleh Yan Liyan.
"Um, Aku mengerti."
"Baguslah.. Kita akan mengendarai seekor hewan untuk menuju kesana." setelah mengatakan itu Yan Liyan kemudian membuat segel tangan dan tiba-tiba saja muncul seekor serigala yang sangat besar di hadapan mereka.
Serigala itu mempunyai wujud yang terlihat sangat sangar dengan taring panjang yang menakutkan serta mengeluarkan aura yang mendominasi.
"Itu.. Serigala angin!" Mei Lin dengan tidak percaya ketika melihat keberadaan dari serigala itu.
Serigala angin merupakan salah satu binatang mitos yang telah punah. Menurut legenda serigala angin memiliki kekuatan elemen angin yang sangat luar biasa.
Bahkan dikatakan jika seekor serigala angin mampu menyebabkan kekacauan yang sangat besar disuatu wilayah dikarenakan kemampuan mengendalikan elemen anginnya yang sangat luar biasa itu.
"Sekarang serigala angin ini telah menjadi menjadi roh elemen angin yang aku miliki."
"Tidak mungkin."
__ADS_1
"Itu mungkin saja. Bing Hua naiklah terlebih dahulu! tidak perlu khawatir, dia sangat jinak."
Bing Hua hanya mengangguk setelah itu dia melompat keatas serigala angin itu dan kemudian Bing Hua dengan santainya duduk tepat diatas kepala serigala angin itu.
"Jiu Wei lakukan tugasmu dengan baik! dan juga jangan melupakan kedua muridmu itu, kau juga Mei Lin."
"Kami mengerti." ucap Jiu Wei dan Mei Lin secara bersamaan.
Setelah mendengar jawaban mereka berdua. Yan Liyan kemudian melompat keatas serigala angin lalu duduk disamping Bing Hua.
Setelah itu serigala angin tersebut melesat menuju tempat yang diperintahkan oleh Yan Liyan yaitu menuju istana Kekaisara es berada.
Setelah kepergian mereka berdua...
Tiba-tiba saja Mei Lin memandang tajam Jiu Wei.
"Katakan padaku! Apa yang telah dilakukan oleh Yan Liyan padamu?!" Mei Lin bertanya dengan ekpresi seriusnya sehingga membuat Jiu Wei sangat terkejut, sekaligus merasa malu, dikarenakan Jiu Wei mengingat apa yang hampir saja dilakukan oleh Yan Liyan tadi.
"Aku tidak tahu."
"Jangan berbohong! Aku dapat merasakan jika kekuatan yang kau miliki meningkat jauh daripada sebelumnya."
Sebelumnya Mei Lin memang menyadari hal itu, tapi dia mengabaikanya, karena berpikir jika itu merupakan hal yang wajar. Mungkin saja Yan Liyan baru saja memberikan sumberdaya berharga kepada Jiu Wei.
Namun ketika melihat Yan Liyan mengeluarkan elemen airnya tadi. Mei Lin menyadari jika Qi yang dikeluarkan oleh Yan Liyan kurang stabil stabil, sehingga membuat elemem air yang dihasilkan menjadi kurang stabil juga.
"Aku juga merasakan hal itu." Jiu Wei kemudian menceritakan tentang awal dia merasakan bagaimana kekuatan yang dia miliki tiba-tiba saja meningkat serta munculnya siluet rubah elemen dari dalam tubuhnya.
Mei Lin menjadi mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi setelah mendengarkan cerita dari Jiu Wei.
Mei Lin juga akhirnya mengetahui sebab kekuatan Jiu Wei bertambah sedangkan kekuatan Yan Liyan berkurang.
"Jiu Wei keluarkan elemen apimu sekarang juga!"
"Eh, kenapa?"
"Lakukan saja!"
Jiu Wei tersenyum kecut ketika mendengar itu, dia berpikir jika Mei Lin mulai berbuat semena-mena padanya ketika Yan Liyan dan Bing Hua pergi.
Dan tanpa banyak protes lagi Jiu Wei kemudian mengeluarkan ekornya dan memunculkan elemen api.
Wusss!
Api yang memiliki warna putih menyalah diekor Jiu Wei sehingga hal itu membuatnya sangat terkejut, karena elemen yang seharusnya dia miliki adalah elemen dasar biasa yang tidak mempunyai keistimewaan.
__ADS_1
"I.. Ini."
"Sudah kuduga."
"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa elemen yang aku miliki...
"Sederhananya Yan Liyan telah memberikan sebagian kekuatan elemen yang dia miliki kepadamu. Pada saat dia menggigit telingamu itu, sebenarnya saat itu dia sedang melakukan proses pemindahan kekuatan.
Yan Liyan mengiasai semua elemen sama seperti dirimu, sehingga dia dapat melakukan proses pemindahan kekuatan kedalam tubuhmu dengan sangat mudah, dikarenakan kecocokan tubuh kalian berdua."
"Pemindahan kekuatan?"
"Ya, asal kau tahu saja jika proses tersebut akan membuat kekuatan elemen yang Yan Liyan miliki menjadi lemah daripada sebelumnya. Sedangkan kekuatan elemen yang kau miliki akan bertambah sangat kuat daripada sebelumnya.
Kau sangat beruntung ya.. Jiu Wei?" Bing Hua sebenarnya merasa jika apa yang dilakukan oleh Yan Liyan itu sangatlah ceroboh. Memberikan sebagian kekuatan yang dia miliki kepada orang lain dengan koesekuensi seperti itu, menurutnya sangatlah naif meskipun Jiu Wei merupakan kekasihnya.
"Tidak! itu tidak mungkin, 'kan?!"
"Itu adalah penjelasan yang masuk akal mengenai peningkatan kekuatan yang kau miliki."
"Apa Liyan'gege menganggapku lemah?" baru saja Jiu Wei merasa sangat bahagia, tapi sekarang ini suasana hatinya menjadi hancur ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Mei Lin tadi.
"Jangan beranggapan seperti itu! Menurutku jika hal itu merupakan pertanda jika Yan Liyan sangat mencintaimu.
Aku tidak tahu pasti, tapi aku sangat yakin jika Yan Liyan mempunyai alsan lain kenapa dia memberikanmu sebagian kekuatan elemen miliknya.
Lagi pula bukan hanya kau saja yang diberikan kekuatan olehnya, karena Aku juga menjadi seperti ini karena dirinya." Mei Lin memegang simbol teratai di dahinya yang merupakan segel yang menahan kekuatan es kuno miliknya.
"Kau mungkin tidak menyadarinya, tapi aku menyadari jika segel yang ada di dahiku ini terbentuk dari esensi elemen Es Yin miliki Liyan'gege.
Setelah menyadari hal itu, awalnya aku juga berpikiran sama sepertimu, menganggap diriku hanya sebuah beban, tapi jika aku selalu membantu, tidak membuatnya kecewa, dan tetap berada di sisinya maka pengorbanan yang Liyan'gege lakukan selama ini tidak akan sia-sia.
Dan hal itu jugalah yang membuatku semakin mencintainya." ucap Mei Lin menceritakan semua perasaanya mengenai Yan Liyan pada Jiu Wei agar membuat Jiu Wei merasa tenang.
"Benarkah?"
"Ya, itu sangat benar....
Ah, Aku terlalu banyak bicara. Kita sebaiknya pergi menuju wilayah aray pelindung untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Liyan'gege." Yan Liyan kemudian melesat menuju wilayah aray pelindung meninggalkan Jiu Wei sendiri di tempat itu.
Jiu Wei tersenyum ketika melihat Mei Lin yang sepertinya merasa malu. Dia mulai berpikir jika Mei Lin bukanlah orang yang menyebalkan seperti yang dia kenal selama ini.
"Baiklah. Ayo kita lakukan tugas!" dengan penuh semangat Jiu Wei melesat menuju wilayah aray pelindung.
"Hei.. Mei Lin! jika aku diberi kekuatan oleh Liyan'gege. Kenapa aku tidak memiliki elemen api Phoenix seperti yang Liyan'gege miliki." tanya Jiu Wei yang baru saja kepikiran mengenai hal itu.
__ADS_1
"Elemen api Phoenix adalah jenis api surgawi yang hanya dimiliki oleh ras Phoenix. Kau bukan ras Phoenix, jadi kau tidak akan pernah bisa memilikinya walaupun Yan Liyan memberikan seluruh kekuatan elemen miliknya kepadamu.
Hal itu merupakan salah satu keistimewaan dari elemen api Phoenix."