
Dua hari berlalu, setelah Yan Liyan dan Ling Fang melakukan misi perburuan.
Yan Liyan saat ini sedang duduk di bawah pohon kehidupan dengan Bing Hua yang bersandar pada bahunya, Mereka berdua terlihat lebih dekat setelah Yan Liyan menyatakan perasaannya secara langsung.
Jiu Wei dan Mei Lin terkejut ketika melihat hal itu, selama beberapa hari ini mereka terus berlatih teknik, dan meningkatkan kultivasi, sehingga tidak mengetahui apa saja yang telah terjadi di antara mereka berdua.
"Hmmm, Sepertinya aku telah melewatkan suatu kejadian yang menarik." gumam Jiu Wei, dan sedikit menghempaskan ekornya pada Bing Hua.
Karena kepalanya terlalu dekat dengan tempatnya berada saat ini, yaitu di bahu Yan Liyan.
"Aku tahu jika akhir-akhir ini kalian sangat dekat, entah apa alasanya, tapi itu tidak akan menjadi alasan untuk merebut tempat ku bukan?"
Jiu Wei nampak keberatan dengan Bing Hua.
Bing Hua yang mendengar itu, langsung menjauh dan memandang ke arah Jiu Wei.
"Maafkan aku. Aku sama sekali tidak berniat untuk merebut tempat mu."
"Ya. Aku tahu itu."
Sedangakan Mei Lin hanya menggeleng ketika melihat tingkah dari Jiu Wei, ya.. Sifatnya tidak pernah berubah.
"Tuan, Aku telah menguasai teknik itu."
Mei Lin mengeluarkan sebuah buku berwarna merah, yang merupakan buku teknik phoenix yang dulu pernah di pinjamkan oleh Yan Liyan.
Yan Liyan hanya mengangguk, lalu memasukan buku teknik itu kedalam cincin penyimpananya. Dia akan mempelajari teknik itu nanti dengan bantuan sistem nya.
Yan Liyan lalu menoleh ke arah Jiu Wei.
"Apa kau telah menguasai teknik yang pernah aku berikan pada Mu, Jiu Wei?"
Ya. Dulu Yan Liyan pernah mendapatkan hadiah dari sistem, berupa dua buku teknik yang salah satunya merupakan buku teknik Rubah Elemen.
Jiu Wei tersenyum kecut ketika mendengar pertanyaan dari Yan Liyan.
"Masih belum, Tinggal 2 bagian teknik itu saja yang belum aku kuasai, tapi Aku sangat yakin jika Aku dapat menguasainya dalam waktu 2 bulan lagi."
Sebenarnya Jiu Wei sangat kecewa ketika Dia dikalahkan oleh Mei Lin.
sedangkan Mei Lin tampak biasa saja, sama sekali tidak merasa sombong atau mengejek Jiu Wei, karena dari awal, Mei Lin sama sekali tidak pernah bersaing.
Hanya Jiu Wei saja yang ingin bersaing denganya, untuk membuktikan siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.
"Tidak perlu terburu-buru, kuasai teknik itu dengan baik, lagipula tidak ada hal yang mendesakku untuk mengambilnya." ucap Yan Liyan yang mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh binatang kontraknya itu.
Jiu Wei mengangguk ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
"Jika seperti itu, Aku akan keluar terlebih dahulu." Yan Liyan berdiri untuk keluar dari dalam ruang invetory, namun..
[Ding... Peringatan! Wilayah manusia di dalam dimensi tiga ras utama, baru saja dimasuki oleh 3 binatang darah iblis.]
Yan Liyan terkejut ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
__ADS_1
Yan Liyan langsung membuat segel tangan, keluar dari tempat itu, sedangkan untuk Bing Hua, Dia memutuskan berada di ruang invetory untuk meningkatkan kekuatanya lagi.
Yan Liyan muncul Di halaman rumah Ling Yun, setelah baru saja keluar dari dalam ruang invetory sistem.
"Apa kau tahu keberadaan dari tiga binatang darah iblis itu, sistem?"
[Ding... Ya. tuan, Mereka berada di arah utara, di dekat kota perbatasan.]
"Cih.. Tidak salah lagi! ini pasti merupakan perbuatan dari ras iblis." Yan Liyan berdecak kesal.
Setelah itu Dia langsung melesat menuju kearah perbatasan antara wilayah ras iblis dan manusia.
'Sebenarnya apa fungsi dari perjanjian itu? membuka wilayah netral hanya pada saat tertentu saja? tapi ras lain masuk ke dalam wilayah manusia dengan sesuka hati mereka.'
Yan Liyan kebingungan dengan perjanjian yang dibuat oleh pemimpin ketiga ras utama, seperti yang di jelaskan oleh Ling Yun dulu.
Beberapa menit kemudian...
Di wilayah yang ditumbuhi oleh pepohonan yang telah mati, dan mengeluarkan aura yang sangat menyeramkan.
Yan Liyan duduk di tangkai salah satu pohon, sambil memperhatikan tiga ekor burung gagak darah iblis, yang berada tidak jauh dari tempatnya.
Yan Liyan juga telah menghilang aura keberadaanya, sehingga burung gagak tersebut tidak menyadari keberadaanya.
Terlihat tiga ekor burung gagak itu, sedang merencanakan sesuatu.
'Sebenarnya apa rencana dan tujuan dari ketiga binatang darah iblis itu, sistem?'
[Kemungkinan besar Mereka sedang mencari sebuah informasi, tuan. karena mereka sama sekali tidak melakukan hal yang buruk, seperti menghisap energi kehidupan manusia setelah memasuki wilayah ini, tuan.]
Hal tersebut sangat masuk akal, karena ada sebuah kota yang sangat dekat dengan hutan ini, tapi mereka sama sekali tidak langsung pergi ke tempat itu, dan melakukan kekacauan di sana.
Tiba-tiba Yan Liyan tersenyum tipis ketika menyadari sesuatu.
"Hmm, sepertinya Aku tahu informasi apa yang mereka inginkan." gumam Yan Liyan dengan senyuman tipis.
"Langkah cahaya."
Yan Liyan melesat menuju kearah salah sartu gagak itu, dengan pedang pembunuh iblis di tangannya.
Slass....
Yan Liyan muncul di depan mereka bertiga, diikuti jatuhnya salah satu sayap gagak tersebut.
Kiakk!!
Gagak itu menjerit ketika sayapnya sudah terpisah dari tubuhnya.
Yan Liyan tanpa basa-basi, langsung mengeluarkan aura kultivasi yang berada di tingkat Elemen ☆11 dan mengarahkannya pada ke tiga gagak tersebut.
Ketiga gagak itu terdiam, sama sekali tidak bisa bergerak ketika aurah kultivasi milik Yan Liyan menekan mereka.
Jiwa mereka juga memaksa untuk tunduk pada Yan Liyan, namun mereka masih menahan diri.
__ADS_1
'Cih, padahal ini bukan tingkat kultivasi ku yang sesungguhnya.'
"Pergilah!! dan beritahu pada tuan kalian jika tingkat kultivasi yang bisa di capai oleh ras manusia di wilayah ini, berada di tingkatan Elemen puncak!" Yan Liyan memandang tajam kearah tiga ekor gagak tersebut.
Yan Liyan lalu menembakkan tiga buah jarum pada tubuh ketiga gagak itu, Kemudian Dia menarik kembali aura kultivasinya.
Tiga ekor gakgak itu memandang manusia di depan mereka dengan tajam.
"Tuan Kami akan membalas semua ini!, sebuah kesalahan besar karena kau membiarkan kami pergi, manusia!" ucap mereka, lalu terbang menjauh dari Yan Liyan.
"Ya. Sebelumnya Aku juga pernah mendengar kata-kata seperti itu, Dan jika menurtmu Aku melakukan sebuah kesalahan, maka kau salah besar.
Aku hanya ingin memancing agar mendapat seekor ikan yang lebih besar."
gumam Yan Liyan.
Tentu saja, dia ingin memancing tuan mereka, agar mendapat lawan yang kuat dan mendapat poin sistem dan pengalaman yang lebih banyak.
Lagipula dengan ke tiga jarum yang melekat pada tubuh mereka tadi. ketiga gagak itu akan lenyap setelah selesai menyampaikan informasi.
"......."
1 Minggu berlalu semenjak kedatangan Yan Liyan dan Bing Hua di dalam tiga dimensi ras utama.
Hari ini merupakan hari yang spesial, karena akan dibukanya wilayah netral oleh tiga pemimpin ras.
Semua orang berkumpul untuk menyaksikan sesuatu yang langka dan untuk mendapatkan sesuatu yang menarik.
Terlihat Seorang Pria paruh baya memegang sebilah pedang. Pria paruh baya itu merupakan pemimpin dari ras manusia, dia berdiri diatas altar yang dipenuhi dengan rune-rune kuno.
Kemudia Pria paruh baya itu mengalirkan Qi pada pedang itu, Serrlah itu Dia menancapkanya pada lantai Altar tersebut.
Wusss....
Tiba-tiba Rune-rune kuno berkumpul dan melesat keatas, menjadi pilar energi cahaya berwarna emas.
Di Wilayah Ras Elf...
Terlihat seorang perempuan yang memiliki telinga runcing, memakai gaun berwarna hijau, dan dengan tongkat kayu di tangannya.
Perempuan itu lalu menancapkan tongkat itu pada sebuah pohon, dan kemudian keluar cahaya kehijauan yang melesat keatas.
Sedangkan Di wilayah Ras Iblis..
Terlihat sosok iblis yang memakai Zira besi serta sebuah tombak di tanganya. Yang paling menonjol pada sosok iblis itu adalah tanduk nya yang sangat panjang dan melengkung.
Kemudian sosok iblis itu menancapkan tombak nya pada sebuah Altar, lalu keluar cahaya berwarna merah darah dari altar tersebut.
Ketiga cahaya itu meluncur keatas sehingga dapat dilihat oleh ketiga ras yang ada.
Dan setelah itu, ketiga pilar cahaya itu kemudian bergabung dan membentuk sebuah portal dimensi pada wilayah masing-masing dari tiga ras.
"Hmm, menarik." gumam Yan Liyan.
__ADS_1
Setelah itu, Dia melesat masuk kedalam portal dimensi yang menuju kedalam wilayah netral.