SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kota Bulan Gelap


__ADS_3

Setelah beberapa lama mengantri, akhirnya giliran Xiao Yi tiba.


"100 batu roh tingkat rendah untuk satu orang." ucap Minotaur itu dengan datar tanpa menunjukkan ekspresi apa pun, sepertinya Minotaur itu telah bosan dengan perkerjaanya yang monoton.


Xiao Yi mengeluarkan 500 batu roh lalu memberikanya pada salah satu penjaga gerbang.


Minotaur mengangguk, dia mengerti jika 4 orang di belakang Xiao Yi merupakan temannya.


"Masuk."


Xiao Yi dan yang lainnya akhirnya masuk kedalam kota yang bernama kota bulan gelap, nama kota itu tertulis di pintu gerbang masuk kota tadi.


Hal pertama yang mereka lihat ketika memasuki kota bulan gelap adalah banyaknya ras monster berukuran kecil atau pun besar melakukan aktivitas masing-masing.


Ada yang berjualan, bermain judi atau pun minum minuman keras di toko kecil pinggiran jalan.


Itu terlihat mirip seperti kota-kota pada umumnya. Hanya saja melihat seekor monster yang tingginya dua kali lipat daripada monster lainya merupakan pemandangan yang aneh.


Bagaimana mereka bisa hidup rukun dengan perbedaan fisik seperti itu.


Hal lainya juga adalah terdapat banyak sekali monster di kota itu dengan berbagai macam jenis.


Ada yang memiliki badan kuda Kepala rusa atau monster kadal yang memiliki ekor yang sangat panjang serta ada juga sosok manusia yang memiliki ekor merak atau mereka yang masih memiliki bentuk manusia sering disebut sebagai siluman. Semua ras itu terlihat sangat rukun dan berbincang-bincang sambil tertawa satu sama lain.


"Oke, ini sangat berbeda dengan apa yang aku pikirkan mengenai ras monster." ucap Xian Ran sambil mengerutkan keningnya.


Awalnya dia berpikir jika suasana di dalam kota bulan gelap akan terlihat lebih suram dari pada di luar kota, seperti pembunuhan dan hal kriminal lainya akan menjadi hal biasa untuk dilakukan, tapi ketika dia melihat suasana di tempat ini pikirannya berubah menjadi 180 derajat.


Sebenarnya tidak hanya Bing Hua yang keheranan, melainkan Jiu Wei, Bing Hua, dan Mei Lin pada awalnya membayangkan hal yang sama.


"Terkadang apa yang kalian bayangkan akan berbanding terbalik dengan realitas yang ada ingat itu baik-baik."


"Sepertinya tuan-tuan merupakan pendatang baru di kota ini. Apa tuan-tuan memerlukan jasa pemandu untuk mengelilingi kota."


Di depan mereka muncul sosok bocahlaki-laki berusia sekitar 12 tahun, laki-laki tersebut memiliki ekor dan telinga seekor rakun.

__ADS_1


Bocah laki-laki tersebut menawarkan jasanya karena melihat gerak-gerik Xiao Yi dan yang lainnya terlihat seperti pendatang baru yang tentunya belum mengenal betul tentang seluk beluk kota bulan gelap.


Xiao Yi tersenyum, dia bisa merasakan niat dari anak laki-laki di depannya murni hanya untuk menawarkan jasanya saja.


"Berapa batu roh untuk jasa yang kau tawarkan?" Xiao Yi langsung saja menanyakan harganya.


"Itu tergantung tuan."


"Oh, apa kau bisa mengantarkan kami ketempat dimana kami bisa mendapatkan berbagai informasi penting?"


Bocah laki-laki rakun itu tersenyum, karena apa yang ditanyakan oleh Xiao Yi tidaklah sulit dan merupakan tempat yang umum di kota bulan gelap.


"Tentu saja tuan, aku bisa mengantarkan kalian, dan untuk jasa pengantaran menuju tempat itu hanya perlu membayar 10 batu roh tingkat rendah."


Xian Yi mengangguk, menurutnya bayaran 10 batu roh terlalu murah bagi dirinya yang memiliki banyak batu roh.


"Itu tidak masalah buat kami. Tunggu apa lagi cepat antarkan kami kesana." Xiao Yi kebingungan melihat laki-laki rakun di depannya tidak bergerak dan masih berdiri di depan mereka.


"Mohon agar tuan membayar setengahnya terlebih dulu." laki-laki rakun itu sendiri sangat waspada, dia khawatir jika orang-orang di depannya ini akan menipunya dalam artian jika mereka telah sampai di tempat yang dituju nanti, mereka tidak akan membayar jasanya.


Dia sebelumnya pernah mengalami hal seperti itu dan belajar dari pengalaman buruk yang pernah menimpanya.


Sedangkan Xiao Yi tanpa basa-basi lagi langsung mengeluarkan 5 batu roh tingkat tinggi dan memberikannya pada bocah rakun itu.


Bocah rakun itu tersenyum puas dan berjalan menyusuri kota diikuti oleh Xiao Yi dan yang lainnya di belakang.


Selama perjalanan mereka terlihat tetap tenang sampai Jiu Wei membuat suatu perubahan.


"Apa bocah ini bisa di percaya?" bisik Jiu Wei pada Bing Hua, jujur saja Jiu Wei ragu jika di usianya yang masih terbilang anak-anak, Bocah rakun di depan mereka dapat mengenali kota yang sebesar ini dengan baik.


"Entahlah.. Aku tidak tahu. Tapi jika Xiao Yi juga mengikutinya, maka tentunya ini merupakan pilihan yang tepat. Ya, semoga saja."


"Cih, kau juga sudah mulai percaya pada penghianat sepertinya?" Jiu Wei berkata dengan keras sambil menujuk kearah Xiao Yi yang berjalan di depan mereka.


"Jiu Wei diamlah! apa kau tidak bisa diam hanya untuk sesaat saja?" Mei Lin merasa risih ketika banyak sosok monster yang memperhatikan mereka karena Jiu Wei yang berteriak tadi.

__ADS_1


"Kau! Kau pendukung dari Xiao Yi kan? Apa jangan-jangan kau mempengaruhi Bing Hua agar percaya pada Xiao Yi sama sepertimu."


"Haih! Tidak ada gunanya berbicara dengan mu." Mei Lin memutuskan untuk mengabaikan Jiu Wei karena hanya akan menambah keributan dan perhatian kearah mereka.


Setelah itu suasana kembali diam lagi diantara mereka.


"Mei Lin apa kau punya rahasia mengenai kecantikan mu." Xian Ran tiba-tiba bertanya dan tanpa di duga Jiu Wei, Bing Hua, dan Xiao Yi menoleh kearah Mei Lin berharap untuk mendengar jawabanya.


Sebenarnya mereka mengetahui jika kecantikan Mei Lin dikarenakan ras alaminya yaitu Phoenix, tapi mereka berpikir mungkin saja ada hal lain selain penyebab alami tersebut.


Sedangkan Xian Ran sendiri, dia sangat kagum dengan Mei Lin yang masih terlihat sangat cantik natural walaupun diselimuti oleh aura kejahatan.


"Aku juga tidak tahu, sejak lahir penampilanku memang seperti ini, jadi tidak ada yang istimewa. Apakah aku secantik itu sampai-sampai kalian menanyakanya?"


Mei Lin keheranan, walaupun dia mengetahui jika dirinya cantik dan hal itu menjadi salah satu kebangganya sebagai seorang wanita, tapi melihat saudarinya yang juga terlihat sangat cantik membuat Mei Lin merasa aneh jika saudarinya menanyakan tentang rahasia kecantikanya.


Sebenarnya bukan hanya saudarinya yang mengakui kecantikan Bing Hua, tapi Yan Liyan juga pernah mengakuinya dan hal itu menimbulkan sedikit rasa iri dari saudarinya yang lain.


"Hmm.. Sudahlah walaupu yang tercantik adalah kau, tapi yang paling dicintai oleh tuan adalah Yan Lin dan Bing Hua, ingat itu baik-baik Me Lin sebaiknya kau jangan sombong!!" Jiu Wei memperingatkan Mei Lin untuk tidak sombong dan merasa di atas angin terlebih dulu meskipun merasa agak kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan.


Mei Lin hanya mengangguk saja mengiyakan perkataan Jiu Wei.


30 menit sejak mereka memasuki kota bulan gelap.


Akhirnya mereka sampai di sebuah gedung besar yang di depannya bertuliskan guild pemburu.


"Tuan-tuan bangunan ini merupakan tempat para pemburu hebat kota bulan gelap berkumpul untuk mengambil misi.


Selain untuk mengambil misi dan menghasilkan uang orang-orang yang berada di sini juga dapat membeli informasi yang mereka inginkan di sini." Bocah rakun itu menjelaskan mengenai guild pemburuh kepada Xiao Yi dengan sangat jelas.


Xiao Yi mengangguk kemudian melemparkan sekantong batu roh kepada bocah rakun itu.


"Sisanya untukmu saja."


"Terima kasih tuan." ucap bocah itu sambil menunduk.

__ADS_1


Sedangkan Xiao Yi dan yang lainya telah memasuki guild pemburu tersebut.


__ADS_2