SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Suasana Hati Yang Sedang Baik


__ADS_3

"Maksudmu sosok wanita yang muncul di medan perang yang lalu?"


"Ya, dia adalah ibuku. Dia merupakan sosok ibu yang hebat bukan?"


Jiu Wei mengingat ketika ibu Yan Lihan dapat menekan Xiao Yi menggunakan aura intimidasi yang sangat mengerikan, sehingga membuat Xiao Yi dan yang lain tidak bisa bergerak. Jiu Wei juga mengingat ketika sosok itu hampir saja membunuh Yan Lin.


Jika saja tidak ada Yan Liyan yang menahan sosok itu. sudah dipastikan jika Yan Lin akan mati dengan sangat mengenaskan.


Mengingat semua hal itu membuat Jiu Wei menelan salivanya.. mengira jika ibu Yan Liyan merupakan sosok yang sangat kejam.


"Apa ibumu akan menerimaku?"


" Entahlah.... Aku juga tidak tahu, tapi jika ibu melihatmu mempunyai sifatmu yang buruk, maka aku juga tidak tahu pasti apa yang akan dia lakukan."


Jiu Wei yang mendengar itu menjadi agak pucat, karena Jiu Wei sadar jika selama ini perilakunya memang agak buruk.


Memukul Yan Liyan yang merupakan tuanya hanya karena masalah sepele, selalu menantang Mei Lin bertarung meskipun Mei Lin tidak ingin dan memaksa Bing Hua untuk membuat makanan enak untuknya.


Meskipun Bing Hua tidak terlalu keberatan dengan hal itu, tapi tetap saja itu merupakan pemaksaan.


Yan Liyan tidak bisa menahan tawah ketika melihat wajah pucat dari Jiu Wei, tapi ketika Yan Liyan ingin tertawa dia langsung menggigit telinga rubah Jiu Wei.


Hal tersebut membuat Jiu Wei sangat terkejut sekaligus merasa kesakitan dengan apa yang dilaku oleh Yan Liyan.


Argkh..


Jiu Wei semakin meringis kesakitan ketika Yan Liyan semakin keras menggigitnya. Hingga tidak lama kemudian muncul cahaya kemerahan di telinga Jiu Wei sehingga membuat Jiu Wei terkejut sekaligus kebingungan.


Karena dia merasa sama sekali tidak mengeluarkan elemen cahaya miliknya.


"Apa yang kau lakukan, Liyan gege?"


Yan Liyan tidak menjawab malah semakin menguatkan gigitanya terhadap telinga Jiu Wei, hingga tidak lama kemudian.


Wusss!


Siluet ruabah elemen yang mengeluarkan aura yang sangat agung muncul dari dalam tubuh Jiu Wei, siluet rubah memiliki warna bulu yang indah berwarna putih salju serta warna mata yang kuning keemasan yang mengeluarkan aura intimidasi yang kuat.

__ADS_1


Aura tersebut menoleh kearah Yan Liyan dan mengangguk secara perlahan.


"Terimakasih." ucap siluet itu lalu masuk kembali kedalam tubuh Jiu Wei.


Setelah siluet rubah itu masuk, Yan Liyan langsung saja melepaskan gigitanya dari telinga Jiu Wei


Jiu Wei memegang telinganya sambil meringis kesakitan setelah Yan Liyan melepaskanya.


"Apa yang Liyan'gege lakukan tadi?" Jiu Wei sangat terkejut dengan kemunculan siluet rubah elemen tadi sehingga membuatnya sangat penasaran.


Jiu Wei juga merasakan rasa nyaman dalam tubuhnya serta merasa jika elemen-elemen yang dia miliki bertambah kuat daripada sebelumnya.


"Hanya ingin mengigit telingah dari kekasihku." ucap Yan Liyan sambil tersenyum manis.


[Ding... Proses pemberian sebagian kekuatan dari tubuh dewa elemen telah selesai. Seperti yang sistem katakan sebelumnya, jika proses ini akan mempengaruhi kekuatan elemen tuan.. Dalam artian kekuatan elemen tuan akan melemah sedang kekuatan elemen Jiu Wei akan bertambah kuat, tapi tuan tenang saja kekuatan dari tubuh dewa elemen bisa kembali pulih hanya dalam waktu 5 bulan]


Yan Liyan mengangguk pelan ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya, sebenarnya Yan Liyan ingin melakukan hal ini dari awal. Namun Yan Liyan enggan melakukan itu, karena proses pemberian kekuatan itu yang terbilang cukup aneh yaitu mengigit anggota badan orang yang akan diberikan kekuatan sehingga hal itu membuat Yan Liyan merasa ragu. Apalagi hubunganya dengan Jiu Wei waktu itu belum terlalu jelas sehingga Yan Liyan tidak berani melakukanya.


Dia bukan pria bajingan yang akan melakukan hal seperti itu pada orang yang tidak memiliki hubungan khusus dengannya. Sekarang ini Jiu Wei telah menjadi kekasihya, jadi Yan Liyan berani untuk melakukan hal tersebut.


Yan Liyan kemudian tertidur dipangkuan Jiu Wei karena merasa kelelahan setelah memberikan setengah kekuatan tubuh dewa elemennya kepada Jiu Wei ditambah pertarungan dengan iblis kuno semalam membuat Yan Liyan benar-benar sangat lelah.


Jiu Wei yang melihat Yan Liyan benar-benar sudah terlelap tidur hanya tersenyum. Jiu Wei mengerti jika kekasihnya itu sangat kelelahan.


Jiu Wei juga menyandarkan tubuhya pada pohon besar yang ada di belakangnya sambil mengelus kepala Yang Liyan.. Angin sepoi-sepoi berhembus yang membuat Jiu Wei saat inimerasa sangat damai.


Hingga tidak lama kemudian...


Kedamaianya itu terganggu ketika Jiu Wei merasakan dua keberadaan yang sangat dia kenali mendekat kearah mereka berdua.


"Ternyata Yan Liyan dapat menenangkanmu lebih cepat dari yang aku perkirakan." Mei Lin Dan Bing Hua muncul di depanya.


Sebenarnya Jiu Wei tidak masalah jika Bing Hua yang datang, tapi Mei Lin.. Dia benar-benar sangat tidak menyukainya.


Bukan berarti Jiu sangat Wei membenci Mei Lin, tapi entah kenapa dia selalu kesal ketika mendengar perkataan dari Mei Lin.


"Hei.. jangan menunjukkan ekspresi seperti itu. Aku datang kesini hanya untuk memastikan dan tentunya ingin sedikit mengganggu kalian berdua." Mei Lin kemudian duduk di samping kiri Jiu Wei lalu tertidur dan bersandar di bahu Jiu Wei.

__ADS_1


Jiu Wei yang melihat itu merasa sangat aneh dan ingin menyingkirkan Mei Lin. Namun dia takut jika hal itu akan membuat Yan Liyan terbangun dari tidurnya.


Bing Hua juga ikut duduk di samping kanan Jiu Wei lalu tertidur bersandar di bahu kanan Jiu Wei.


Jiu Wei yang melihat itu hanya terdiam, hingga suasana kembali tenang.


"Bukankah seharusnya kalian berdua akan pergi menuju istana Kekaisaran Es?" Jiu Wei baru saja teringat dengan rencana Yan Liyan dan Bing Hua yang ingin memindahkan warga kota ke wilayah dekat dengan istana Kekaisaran.


"Mmm.. itu bisa dilakukan nanti. Lagi pula proses pemindahan warga kota bukan persoalan yang mudah.. mereka harus meyakinkan warga kota terlebih dahulu, belum lagi warga kota akan mempersiapkan barang-barang berharga mereka untuk dibawah pergi.


Kegiatan ekonomi juga akan berhenti selama beberapa hari dikarenakan kesibukan warga kota untuk mempersiapkan pemindahan, sehingga mereka tidak memungkinkan melakukan transaksi jual beli"


jelas panjang Bing Hua yang membuat Jiu Wei memanggut-manggut walaupun dia tidak terlalu mengerti dengan sebagian perkataan Bing Hua.


"Jiu Wei.. kau yang harus berjaga! Aku juga ingin tidur."


"Eh.. Kenapa harus aku?"


"Alasan yang pertama kau tidak mengeluarkan teknik yang menguras Qi pada saat pertarungan sehingga seharusnya saat ini kau tidak akan merasa kelelahan, beda halnya dengan kami berdua."


Mei Lin mengeluarkan ratusan ribu bolah Phoenix sedangkan Bing Hua mengeluarkan teknik naga es. teknik tersebut menguras banyak Qi yang mereka berdua miliki.


"Baik, aku mengerti. Tidurlah aku akan berjaga."


Bing Hua sedikit terkejut ketika mendengar jawaban Jiu Wei yang menurutnya sangat aneh jika Jiu Wei menyetujui perintah dari Mei Lin tanpa banyak pertimbangan.


"Tidak perlu terkejut seperti itu saudari Lin.. Dia sedang berada dalam suasana hati yang baik.


Benarkan Jiu Wei? oh, maksudku saudari Wei."


Mei Lin berbicara dengan nada menggoda sehingga hal itu membuat wajah Jiu Wei memerah.


"Hentikan."


"Hehe.. Baiklah."


Mei Lin Dan Bing Hua kemudian tertidur sambil bersandar di bahu Jiu Wei sedangkan Jiu Wei tetap terjaga. Dia tidak henti-hentinya tersenyum ketika mengingat kejadian tadi bersama dengan Yan Liyan.

__ADS_1


__ADS_2