
Mei Lin hanya tersenyum ketika melihat tuanya sangat terkejut seperti itu, dia juga mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh tuanya.
"Ya. ada sebuah kota besar yang berada sangat dekat dengan hutan ini, jadi apa tuan ingin pergin kesana?"
Yan Liyan mengangguk, karena dia juga sangat penasaran bagaimana pemukiman para ras phoenix.
"Baiklah aku akan pergi, tapi sebelum itu...
Yan Liyan melihat kearah kolam air panas di depannya, entah kenapa dari 4 hari yang lalu, Dia merasakan aura yang sangat kuat berada di dalam kolam itu.
"Apa kau menemukan gua ini beserta dengan kolam air panas ini berada di dalamnya atau, kolam ini merupakan buatan dari seseorang?" tanya Yan Liyan pada Mei Lin dengan sangat penasaran, sekaligus untuk meyakinkan dugaanya.
Mm...
Mengingat sejak awal dia menempati gua ini, Mei Lin akhirnya menggeleng.
"Entahlah aku tidak tahu pasti, karena sebelum aku menempati gua ini, dulunya tempat ini merupakan tempat para leluhurku, jadi aku tidak tahu pasti tentang hal itu."
Jawab Mei Lin, dia memang tidak tahu menahu tentang gua mereka berada saat ini, yang pasti dulunya gua ini merupakan tempat dia berkultivasi dan para leluhurnya dahulu.
Yan Liyan mengangguk ketika mendengar ucapan dari Mei Lin.
"Baiklah, tunggu disini sebentar! ada suatu hal yang ingin aku pastikan." Yan Liyan tanpa memperdulikan ekspresi penuh tanda tanya dari Mei Lin.
Dia langsung melompat kedalam kolam air panas. Setelah dia melompat, Yan Liyan merasakan perasaan hangat yang mengalir keseluruh tubuhnya seolah energi yang terkandung pada air itu terserap kedalam tubuhnya.
Yan Liyan kemudian menyelam lagi lebih dalam menuju kedasar kolam.
Setelah lama menyelam, Yan Liyan sangat terkejut ketika sama sekali tidak melihat dasar dari kolam tersebut.
'Ini lebih dalam daripada perkiraanku.' batinya lalu menyelam lebih dalam lagi.
Dan ya. ditingkat kultivasi Yan Liyan yang sekarang ini, dia bisa bernafas leluasa di salam air, bahkan dia bisa bertarung di dalam air tanpa kesulitan sama sekali.
Tidak lama setelah Yan Liyan menyelam lebih dalam, akhirnya dia telah sampai di dasar kolam, Yan Liyan sangat terkejut ketika tiba-tiba muncul cahaya yang bersinar sanagt terang di dalam dasar kolam yang berada tidak jauh darinya.
Yan Liyan dengan penuh rasa penasaran mendekati sinar itu untuk memastikan, tapi sebelum Yan Liyan mendekat.
[Peringatan! terdapat sebuah energi yang sangat panas yang berada di dekat tuan! sistem sarankan agar tuan tidak bertindak gegabah.]
Yan Liyan menghentikan tindakanya yang ingin menyentuh cahaya itu, ketika mendengar peringatan dari sistemnya.
"Sebenarnya benda apa ini sistem?" tanya Yan Liyan dengan sangat penasaran.
[Benda yang bercahaya itu meruapakan batu inti elemen api.]
Yan Liyan yang mendengar itu akhirnya mengerti kenapa tanaman teratai api surgawi bisa tumbuh dengan subur di kolam, ternyata hal itu disebabkan oleh teratai api surgawi menyerap energi dari batu itu sehingga meningkatkan pertumbuhannya.
__ADS_1
Mengabaikan hal itu untuk sementara waktu, Yan Liyan kemudian memikirkan sesuatu untuk membawa keluar benda di depannya, tidak lama kemudian dia tersenyum..
"Apa Benda di depanku ini bisa dipindahkan kedalam invetory, sistem?"
"Bisa tuan, tapi anda harus menyiapkan tempat khusus agar energi benda itu tidak merusak energi kehidupan disana."
Yan Liyan langsung mengerti ketika mendengar pemberitahuan dari sistemnya.
"Baik, pindahkan benda itu ketempat yang sangat jauh dari pohon kehidupan dan tempat Bing Hua berada! dan juga buat sebuah aray pelindung untuk menghalangi energi yang dikeluarkanya memusnahkan energi kehidupan!" Perintah Yan Liyan pada sistemnya.
[Baik tuan]
Wusss!!
Pusaran air terjadi di dalam air dan benda bercahaya itu sebagai pusat pusaranya. Namun tidak lama kemudian, pusaran itu menghilang diikuti dengan batu inti elemen api itu yang menghilang juga.
Yan Liyan kemudian kembali menuju keatas...
Sedangkan Mei Lin tampak sangat khawatir dengan tuanya ketika melihat pusaran air tadi yang muncul ditengah kolam tadi.
Walaupun dia bisa merasakan jika tuanya baik-baik saja, tetapi insting sebagai binatang kontrak untuk melindungi Tuanya mengalahkan perasaan itu.
Namun tidak lama kemudian, Yan Liyan muncul dari dalam kolam dan mendarat di depan Mei Lin, sehingga membuatnya menghela nafas lega karena keadaan tuanya yang terlihat baik-baik saja.
"Apa yang tuan temukan di bawah kolam, sehingga tuan sangat lama berada di sana?" tanya Mei Lin dengan sangat penasaran, karena dia sangat yakin jika tuanya itu tidak akan mebuang-buang waktunya untuk sesuatu hal yang sama sekali tidak berguna.
Mei Lin yang mendengar itu menjadi sangat penasaran dan ingin melihatnya.
"Mei Lin, bolehkah aku menaruh kolam ini kedalam ruang jiwa?" Yan Liyan berencana untuk menaruh kolam itu kedalam ruang invetory sebagai kolam permandian panas pribadinya selain kolam air kehidupan.
"Ambilah, Mungkin saja Aku tidak akan pernah kembali ketempat ini lagi." ucapnya dan lagipula dia juga yang akan berendam di kolam itu jika Yan Liyan menaruhnya kedalam ruang jiwanya.
Yan Liyan tersenyum ketika mendengar persetujuan dari Mei Lin.
Dia lalu membuat segel tangan, dan setelah itu, kolam air panas itu kemudian menghilang seperti sebelumnya tidak pernah ada kolam ditempat itu.
Yan Liyan kemudian menoleh kearah Mei Lin. "Sekarang kita pergi kekota!"
Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu mereka berdua keluar dari gua, Yan Liyan lalu melesat menuju kota dengan arahan dari Mei Lin.
Setelah 5 jam lamanya Yan Liyan terbang, pada sore harinya Dia telah sampai di sebuah kota yang cukup besar dan tampak sangat diluar dugaan dari yang Yan Liyan bayangkan.
Tadinya, dia mengira jika kota yang dimaksud oleh Mei Lin dihuni oleh para burung Phoenix. namun ternyata tidak, terlihat disana seperti ras manusia namun mempunyai siluet sayap burung Phoenix dibelakangnya.
"Apakah mereka telah mencapai tingkatan...
"Tidak, mereka masih belum mencapai tingkatan itu, hal tersebut ditandai dengan adanya bagian tubuh asli yang masih tersisa." Ucap Mei Lin yang memotong perkataan dari Yan Liyan.
__ADS_1
Walaupun sebenarnya Yan Liyan ingin menanyakan hal yang lebih banyak lagi. Namun dia hanya terdiam, memilih untuk menanyakan hal itu nanti.
Yan Liyan kemudian turun tidak jauh dari kota, dia lalu mengeluarkan sangat sedikit dari aura dewa phoenix miliknya, yang membuat dirinya memiliki aura phoenix.
Yan Liyan lalu berjalan menuju kota, setibanya di depan kota, sama sekali tidak terlihat penjaga yang menjaga pintu gerbang.
"Diwilayah phoenix memang tidak ada penjaga kota, dikarenakan semua yang menghuni kota tersebut merupakan penjaganya." jelas Mei Lin yang mencoba menjawab kebingungan dari Mei Lin.
"Hmmm, itu terdengar sangat menarik." gumam Yan Liyan karena biasanya terdapat para perajurit yang bertugas untuk menjaga kota dan para warga bergantung pada perajurit untuk Keamananya.
Namun hal seperti itu sama sekali tidak berlaku di wilayah ras phoenix Api.
Yan Liyan kemudian memasuki kota tersebut, sesampainya di dalam, terlihat tidak seperti kota pada umumnya yang terlihat sangat ramai dan terasa berdesakan ketika berjalan di jalan umum, dikota ini sama sekali tidak seperti itu.
Atas Dari saran dari Mei Lin, Yan Liyan pergi menuju tempat penginapan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan pada esok harinya.
Tidak lama kemudian Yan Liyan akhirnya menemukan sebuah penginapan, dia lalu masuk dan langsung berjalan menuju kearah pelayan resepsionis.
Terlihat pelayan resepsionis itu sedang sibuk mencatat sesuatu sehingga tidak menyadari akan keberadaan dari Yan Liyan.
"Permisi, apakah masih ada kamar yang tersisa?"
Pelayan resepsionis itu sedikit terkejut ketika mendengar suara dari Yan Liyan, dia kemudian menoleh kearahya dengan senyuman yang indah.
"Masih ada, Anda ingin memilih kamar penginapan kualitas rendah, menengah atau tinggi." tanya pelayan resepsionis itu dengan lembut.
Yan Liyan terdiam sejenak ketika melihat Rambut merah yang terurai, mata berwarna biru jernih serta senyuman menawan dari gadis resepsionis itu dan juga terlihat siluet sayap berwarna merah yang ada dibelakang nya.
Mei Lin tersenyuk kecut ketika melihat tuanya yang terdiam seperti itu.
Uhuk!
Uhuk!
Mei Lin pura-pura batuk untuk menyadarkan tuanya.
Yan Liyan yang mendengar suara batuk dari Mei Lin akhirnya tersadar dan menjadi salah tingkah.
"Ah, Aku ingin memilih kamar kualitas tinggi."
"5 batu api tingkat menengah untuk satu malam." ucap pelayan itu sama sekali tidak tidak tahu kenapa Yan Liyan terdiam sejenak tadi.
Yan Liyan kemudian mengeluarkan 5 batu api dari dalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada pelayan resepsionis itu.
Yan Liyan telah menyiapkan semua ini ketika baru saja sampai di depan kota untuk berjaga-jaga menemukan suatu barang yang berharga.
Dia lalu berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.
__ADS_1
"Apa semua ras phoenix memiliki paras seperti itu? dan ya, aku sangat penasaran dengan penampilanmu jika kau telah berubah menjadi manusia." ucap Yan Liyan dengan sangat penasaran.