SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Menyelidiki Sosok Misterius


__ADS_3

Di Suatu tempat yang berada di dalam dimensi ras iblis.


Terlihat sosok iblis yang duduk diatas singgasana nya sambil melihat bulu gagak iblis darah yang berada di tanganya.


"Tidak salah lagi, Bulu Ini memang bulu dari binatang darah iblis, Apa sosok itu telah kembali? tapi bagaimana mungkin?!" ucapnya dengan kebingungan.


Hal itu dikarenakan sosok yang dapat mengendalikan binatang tersebut, hanyalah satu sosok dan sosok tersebut telah menghilang sejak perang jutaan tahun yang lalu.


"Mungkinkah ada sosok lain yang mempunyai kekuatan yang sama denganya, tapi siapa sosok itu?" gumam pemimpin ras iblis di dalam dimensi tiga ras utama.


Terlihat pemimpin ras iblis sangat kebingungan sekaligus sangat penasaran dengan sosok yang mengendalikan binatang gagak darah iblis.


"........."


Sedangkan di tempat Pemimpin Ras Elf.


Terlihat Yan Liyan sedang duduk dikursi meja makan dengan ekspresi serius.


Mereka baru saja selesai makan malam, dan Yan Liyan baru saja selesai membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan mereka.


Yaitu tentang rencananya untuk menyelidiki Sosok Misterius, yang mengendalikan binatang gagak darah iblis sekaligus yang menggunakan teknik yang tabu dan telah lama menghilang.


"Jadi seperti itu ya, padahal Aku berharap jika kalian akan tinggal lebih lama disini."


Xian Ran menatap Bing Hua dan Yan Liyan, dia berharap jika mereka berdua akan baik-baik saja selama menjalankan tujuan mereka berdua.


"Ya. Mau Bagaimana lagi, keadaan alam tingkat tinggi memang sedikit kacau akhir-akhir ini." Bing Hua bergumam dengan tatapan nanar.


Dia sangat berharap dimana suatu saat nanti akan ada kedamaian abadi di tiga alam, Ya. Itu memang hanyalah sebuah harapan.


"Jadi, kapan kalian akan pergi?"


"Aku rasa kami berdua akan pergi, Besok pagi." jawab Yan Liyan.


"Hmm Bukankah itu terlalu cepat?" Xian Ran keheranan dengan apa yang dipikirkan oleh Yan Liyan.


Karena menurutnya tidak perlu terburu-buru untuk melakukan tugas sulit seperti itu, karena dibutuhkan rencana dan persiapan yang matang untuk melakukannya.


"Itu yang terbaik, karena menurutku lebih cepat maka akan lebih baik." jawab Yan Liyan lagi.


Xian Ran hanya mengangguk pasrah ketika mendengar keputusan Yan Liyan.


"Baiklah, Terserah apa yang kau rencanakan...


Xian Ran mendekat kearah Yan Liyan dan memegang pipinya.


Kembalilah dengan selamat, Aku akan menunggumu disini."


Xian Ran tersenyum tipis dan duduk kembali, seolah tidak ada yang terjadi.


Bing Hua memandang tajam kearah Xian Ran ketika melihat hal itu, tadi Dia tidak bisa mencegahnya karena gerakan dari Xian Ran yang tiba-tiba.


Sedangkan Yan Liyan hanya terdiam, sama seperti Bing Hua, Dia tidak bisa menghindar karena gerakan tidak terduga dari Xian Ran.

__ADS_1


Dia juga tersenyum kecut ketika melihat kekasihnya ikut memandang tajam dirinya, karena membiarkan Xian Ran menyentuhnya.


'Itu bukan sepenuhnya salah ku, dan kau juga tahu akan hal itu.' batin Yan Liyan, keheranan kenapa dia ikut terkena imbasnya.


Yan Liyan kemudian mengehelah nafas...


"Aku akan beristirahat terlebih dahulu, agar besok pagi, aku dalam keadaan bagus untuk melakukan rencanaku."


Yan Liyan mencari alasan, karena sebenarnya dia tidak tahan dengan aura yang dikeluarkan antara kedua teman lama itu.


Yan Liyan kemudian pergi dari tempat itu agar tidak terlibat.


"Sudah aku katakan, jika aku tidak setuju!"


"Aku memaksa!"


"Cih... Sejak dulu Kau tidak pernah berubah, Xian Ran!!"


Dulu ketika mereka berteman, Xian Ran selalu saja membuat masalah denganya yang diakibatkan oleh hal sekecil apapun.


Tapi sama seperti teman pada umumnya, permusuhan diantara mereka berdua sama sekali tidak membuat pertemanan mereka berdua rusak, malahan menjadi semakin erat.


"Kau juga, Bing Hua." Xian Ran tersenyum ketika melihat sifat tidak mau mengalah dari Bing Hua.


Sedangkan Bing Hua mendengus ketika mendengar perkataan Xian Ran, dan kemudian pergi dari tempat itu, untuk beristirahat.


"........"


Pagi harinya....


"Hmm.. Dimana dia?" Yan kebingungan ketika tidak melihat Bing Hua, padahal ini sudah waktunya untuk mereka pergi.


"Mungkin Dia sedang mengemasi barangnya, Atau ada hal lain yang dia urus." terdengar suara halus di belakangnya.


Yan Liyan menoleh dan melihat Xian Ran berjalan menuju kearahnya.


Yan Liyan sedikit menjauh, untuk menghindari terjadinya keributan lagi.


Xian Ran berhenti di depan Yan Liyan, masih dengan masih mempertahankan senyumanya


"Hei kau tidak perlu menghindar seperti itu, Aku hanya memberikan sebuah hadiah perpisahan sementara untukkmu."


"Hadiah?"


Yan Liyan keheranan ketika mendengar perkataan Xian Ran, karena menurutnya hal seperti itu tidak perlu dilakukan, apalagi jika sampai Bing Hua mengetahuinya maka masalahnya akan lebih panjang.


Xian Lin kemudian mengeluarkan suatu dahan pohon berukuran sedang, yang mengeluarkan aura kehidupan yang murni.


"Benda Ini adalah dahan pohon utama dari wilayah ras Elf, dan aku kira jika semua orang tahu akan manfaatnya." Xian Ran kemudian memberikan dahan pohon utama tersebut pada Yan Liyan.


Yan Liyan hanya mengangguk ketika melihat itu, Karena dia sangat yakin jika Xian Ran akan memaksa jika dia menolak hadiah pemberianya.


"Baiklah, terimalah ini sebagai pertukaran hadiah yang kau berikan tadi." Yan Liyan menerima dahan pohon utama, dan kemudian melemparkan sebuah cincin penyimpanan kearah Xian Ran.

__ADS_1


Xian Ran dengan senang hati menerima hadiah pemberian dari Yan Liyan itu.


Tidak lama kemudian...


Bing Hua, Ling Yun, dan Xian Zi tiba di tempat itu.


"Maaf membuatmu menunggu Liyan'gege, tadi aku memiliki sedikit urusan dengan Jiu Wei."


Ya. Tadi Bing Hua mendengarkan cerita dari Jiu Wei, jika ribuan tahun yang lalu dia pernah memasuki wilayah dimensi Utara.


Bing Hua menjadi sangat semangat ketika mendengar cerita dari Jiu Wei, dan dia bertanya tentang keadaan tempat kelahiranya itu dengan antusias.


"Liyan'gege, bagaimana penampilan ku sekarang ini? Apa aku terlihat lebih cantik darinya?" Bisik pelan Bing Hua.


Sudut bibir Yan Liyan berkedut ketika mendengar perkataan dari Bing Hua, padahal mereka berdua akan melakukan tugas yang berbahaya, tapi Dia masih menanyakan hal seperti itu.


"Ya. Kau lebih cantik Bing Hua." tidak ingin memperpanjang masalah Yan Liyan langsung menjawab yang menurutnya benar.


Penampilan dari Bing Hua memang berubah ketika setelah selesai bertarung dengan Xian Ran, atau lebih tepatnya setelah semua ingatan masa lalunya kembali.


Bing Hua tersenyum ketika ketika mendengar hal itu, lalu menoleh kearah Ling Yun.


"Lalu, Bagaimana dengan mu?"


"Aku akan menetap di tempat ini untuk sementara sambil menunggu keputusan dari pemimpin ras Elf tentang surat yang dikorimkan oleh pemimpin ras manusia."


Ya. itu memang tugas dari seorang mata-mata. memastikan misinya berjalan dengan lancar, tapi Ling Yun tidak pernah menyangka jika misinya kali ini sangat istimewa.


Hal itu dikarenakan kejutan-kejutan yang ditunjukan oleh dua orang Yang pernah tinggal di rumahnya.


"Baiklah, Jaga dirimu baik-baik Ling Yun."


Yan Liyan kemudian memegang tangan Bing Hua, lalu masuk kedalam celah dimensi itu.


Setelah kepergian mereka Berdua...


"Apa yang mulia yakin, jika mereka berdua dapat melakukan tugas itu? karena salah sedikit saja maka...


"Aku sangat yakin dengan temanku penasehat Bao, jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu." Xian Ran memotong perkataan dari penasehatanya.


"Dan sebaiknya kau pergi ke Dimensi manusia, dan bicarakan tentang tanggapan ras Elf dari surat yang pemimpin ras manusia kirimkan!!"


Penasehat Bao kebingungan ketika mendengar hal itu.


"Terkadang lebih baik kau menyampaikanya sendiri, daripada melalui perantara."


Xian Ran lalu menoleh kearah Ling Yun.


"Maaf jika aku telah menyinggung perasaan mu, tapi hal yang ingin aku sampaikan adalah hal yang sangat penting sekaligus sangat rahasia antara kedua ras, jadi mengertilah."


Ling Yun mengangguk tanda mengerti dengan perkataan Xian Ran.


"Anda tidak perlu meminta maaf yang mulia. Aku sangat mengerti dengan maksud anda."

__ADS_1


Ya. Terkadang ada suatu hal yang tidak boleh diketahui oleh mata-mata sepertinya sekali pun, dan menurutnya jika hal tersebut merupakan hal yang sangatlah wajar.


__ADS_2