SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Menuju Wilayah Dimensi Utara


__ADS_3

Tubuh Han Guang langsung mengeluarkan cahaya yang sangat terang ketika serpihan cahaya itu memasuki tubuhnya.


Wusss!


Angin berhembus dengan sangat kencang dan juga muncul simbol mata di dahi Han Guang. simbol mata tersebut memiliki warna emas yang elegan serta rune-rune kuno di sekitarnya.


Simbol itu juga mengeluarkan aura yang sangat menekan, bahkan Yan Liyan mengeluarkan simbol naga cahaya di dahinya untuk melindungi dirinya dan orang-orang di tempat itu dari tekanan mengerikan Han Guang.


Tidak lama kemudian, secara perlahan cahaya yang sangat terang dan aura yang menekan itu menghilang.


Dan terlihat Han Guang berdiri seperti penampilanya tadi dengan senyumanya, Han Guang menatap ke arah Yan Liyan dan yang lain.


"Kekuatanku telah kembali pulih dan perang besar akan segera terjadi, sebaiknya kalian semua bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan nanti." ucap Han Guang lalu perlahan dirinya menghilang dari tempat itu.


Yan Liyan langsung menghilangkan pelindungnya dan melirik kearah Chi Ziran yang sepertinya dia sudah tidak mempunyai tujuan hidup lagi.


"Huh! Sebaiknya kau hibur atau lakukan apa pun yang membuatnya melupakan kejadian tadi." bisik Yan Liyan pada Mei Lin.


Mei Lin merupakan teman lama dari Chi Ziran, jadi dia akan paham dengan sifat dan bagaimana cara menghiburnya.


"Walaupun itu sangat mustahil, tapi aku akan mencobanya. Aku juga tidak bisa menjamin jika dia akan melupakan kejadian tadi, namun mungkin aku bisa membuatnya tenang dan mengerti walaupun untuk sesaat."


Yan Liyan mengerti ketika mendengar hal itu, karena bagaimanapun kejadian tadi merupakan hal yang paling memukul bagi Chi Ziran.


"Baiklah terserah apa yang kau lakukan, Aku akan menunggumu di luar taman pribadi."


Yan Liyan lalu pergi menuju ke luar taman pribadi, lebih tepatnya di tempat Bing Hua dan Jiu Wei berada.


Meninggalkan Mei Lin dan Chi Ziran di tempat itu.


Mei Lin berjalan menuju Chi Ziran yang sedang tertunduk karena tidak terima dengan apa yang barusan saja terjadi.


Mei Lin menepuk punggung teman lamanya itu.


"Aku tahu jika kau merasa sangat sedih, tapi tidak ada gunanya untuk terus meratapi kesedihan itu bukan? lagipula Aku sangat yakin jika Xu Yue akan sangat sedih ketika melihatmu seperti ini."


Mei Lin sangat tahu, jika perkataanya tadi memang sangat mudah di ucapkan. Namun menerima kenyataan sangatlah sulit, tapi Mei Lin tidak memiliki rangkaian kata-kata lagi untuk menenangkan teman lamanya itu.


Chi Ziran menoleh kearah Mei Lin, terlihat di wajah Chi Ziran muncul serpihan Es yang mengalir di pelupuk matanya.


Hal tersebut merupakan bentuk kesediaan mendalam yang di rasakan oleh ras phoenix Es yang bahkan ras phoenix api tidak memiliki hal seperti itu.


Mei Lin sangat terkejut ketika melihat teman lamanya itu, Dia sama sekali belum pernah melihat Chi Ziran menangis apalagi sampai mengeluarkan serpihan Es seperti itu.


"A-aku merupakan orang yang bodoh dan sangat egois! jika saja aku mengangkatnya sebagai seorang putri maka hal ini tidak akan pernah terjadi!" Chi Ziran menyalahkan dirinya sendiri dengan apa yang terjadi pada Xu Yue.


Karena menurutnya jika Xu Yue menjadi seorang putri maka dia tidak akan pernah melakukan misi dan identitasnya tidak akan di ketahui oleh Han Guang.

__ADS_1


Mei Lin hanya menggeleng, karena apapun status yang dimiliki oleh Xu Yue, cepat atau lambat dia akan kembali pada tubuh aslinya.


Mei Lin kemudian mencoba menghibur Chi Ziran kembali dengan sangat sabar.


"..........."


Di tempat lain....


"Kemana tujuan kita selanjutnya tuan?" Jiu Wei bertanya dengan sangat penasaran sambil memakan camilan yang ada di atas meja.


Sekarang ini mereka berada di ruangan pribadi Chi Ziran, mereka sedang duduk dan di suguhkan makanan oleh para pelayan.


Hal tersebut terjadi karena pria paruh baya yang pernah mereka temui waktu itu dan Xu Yue menyebutnya sebagai kakek, mengenali Yan Liyan dan yang lain sebagai teman ratu Chi Ziran.


Pria paruh baya tersebut merupakan senior kepala pelayan yang mempunyai kedudukan khusus di istana.


"Kita akan menuju dimensi Utara, Kau yang akan memimpin jalannya! kau mengerti bukan." Yan Liyan sama sekali tidak mengetahui keberadaan dari dimensi Utara. oleh karena itu dia meminta bantuan Jiu Wei yang pernah memasukinya.


"Heee... Bukankah ada Bing Hua."


"A-aku sama sekali tidak mengingat jalan menuju dimensi Utara, lagipula waktu itu aku hanya keluar menggunakan sebuah Artefak khusus dan aku tidak pernah melakukan perjalanan secara manual."


Bing Hua dengan sedikit malu-malu, karena seharusnya seorang putri harus mengetahui jalan menuju wilayah dan istananya sendiri.


"Kau dengar bukan? dia sama sekali tidak bisa di andalkan dalam urusan....


Sebelum ucapan Yan Liyan selesai, dia merasa sedikit kesakitan ketika Bing Hua mencekram tanganya dengan keras.


"Aku sangat bisa diandalkan Liyan'gege! jangan berbicara seperti itu!" Ucap Bing Hua dengan ekspresi cemberut.


Yan Liyan tertawa kecil ketika melihat hal itu.


'Dia sangat berbeda sekali dengan sifat yang sebelumnya.' Yan Liyan mengingat sifat dingin dari Bing Hua dulu.


"Baik.. Baiklah! Kau benar Hua'er." Yan Liyan tersenyum lalu mengelus pucuk kepala Bing Hua.


Jiu Wei yang melihat pertengkaran yang terkesan romantis itu menjadi sangat kesal dengan mereka berdua.


"Hei, Jangan lupakan keberadaanku di tempat ini." ucap Jiu Wei sambil mengunyah cemilan itu dengan keras.


"Hehehe, Maafkan aku Jiu Wei." Bing Hua mendekat kearah Bing Hua dan ikut memakan camilan juga.


"..........."


Sore Harinya....


Mei Lin telah selesai membuat Chi Ziran menjadi tenang meskipun tidak sepenuhnya

__ADS_1


namun hal itu lebih baik daripada sebelumnya.


Mei Lin juga telah menceritakan semuanya pada Xu Dongjie, Xu Dongjie awalnya sangat terkejut ketika mengetahui identitas Xu Yue yang sebenarnya.


Sebelumnya dia memang mengetahui dari kakeknya jika Xu Yue merupakan anak dari ratu Chi Ziran oleh sebab itu, dia sangat patuh dan mengalah ketika Chi Ziran mengatakan atau memerintahkan sesuatu.


Apa pun akan dia lakukan demi adik angkatnya itu.


"Jadi Bagaimana selanjutnya? apa kita akan membalas dendam pada mereka?!"


"Apa kau bodoh, orang itu merupakan salah satu dari tujuh dewi terdahulu, lagipula jika kau melenyapkanya maka kau sama saja seperti melenyapkan Xu Yue." ucap Mei Lin dengan dingin lalu menghilang dari tempat itu.


Xu Dongjie hanya pasrah ketika mendengar perkataan Mei Lin tadi.


Dia tidak bisa melakukan apa pun, tapi dia berjanji akan memwujudkan harapan dari Xu Yue yaitu melihat Kakaknya menjadi kultivator kuat dan menjadi pemimpin ras phoenix.


Walaupun adiknya tidak akan melihat pencapaianya. Namun dia akan tetap memwujudkan harapan adiknya itu.


".........."


Sedangkan di ruang pribadi Chi Ziran.


Mei Lin dan Chi Ziran muncul di tempat itu.


"Kita akan langsung pergi menuju dimensi Utara." ucap Yan Liyan secara tiba-tiba.


"Kenapa terburu-buru sekali? apa ada hal yang mendesak?" tanya Chi Ziran Masih dengan ekspresi sedihnya.


"Ya. Hanya menunggu waktu sampai Perang besar terjadi, mungkin tidak sampai satu bulan.


Tiga ras utama dan Para gagak darah iblis juga mulai melakukan peperangan kecil." Yan Liyan menduga jika hal itu merupakan langkah kecil yang akan menuju perang yang besar.


Chi Ziran yang mendengar itu hanya mengangguk tanda mengerti.


"Baiklah, kami akan membantu kalian ketika perang besar itu terjadi."


"Aku akan menantikanya, tapi aku harap perperangan itu tidak sampai melibatkan ras phoenix walaupun itu sangat mustahil."


gumamnya melirik kearah Jiu Wei.


Jiu Wei yang mengerti langsung berdiri dan mengeluarkan ekor nya yang memiliki Elemen ruang dan waktu.


Mengayunkan ekornya lalu dengan mudah terbentuk celah dimensi di tempat itu.


"Baiklah, Kita pergi." Yan Liyan lalu melesat masuk kedalam celah dimensi diikuti oleh yang lainnya.


Setelah Mereka masuk, celah dimensi itu langsung tertutup meninggalkan Chi Ziran sendiri di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2