
6 hari kembali berlalu..
Xiao Yi yang terbaring didalam kolam air kehidupan mulai membuka matanya secara perlahan.
"ugkhh.... dimana aku.? ucap Xiao Yi ketika melihat tempat yang asing menurutnya.
Yan Liyan yang sedang duduk ditepi kolam air kehidupan sambil meminum teh langsung menoleh kearah kolam air kehidupan karena mendengar suara Xiao Yi.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat Xiao Yi yang sudah siuman.
"sekarang kau berada ditempat Mei Lin tinggal." ucap Yan Liyan sambil berjalan kearah Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar suara yang tidak asing langsung menoleh kearah sumber suara itu dan melihat sosok yang sangat dikenalinya.
"kakak Liyan..." ucap Xiao Yi lalu dia melihat seekor burung phoeniks yang berada dibahu Yan Liyan.
"Mei Lin..."
Mei Lin yang berada dibahu Yan Liyan langsung terbang kearah Xiao Yi dan mendarat dibahunya.
"lama tidak bertemu denganmu Xiao Yi." ucap Mei Lin.
Xiao Yi yang mendengar Mei Lin sudah dapat berbicara hanya tersenyum.
"ternyata rana kultivasimu sudah meningkat lebih cepat dariku."
"tentu saja." ucap singkat Mei Lin sebagai tanggapan.
Xiao Yi kemudian menoleh kearah Yan Liyan.
"kakak Liyan penampilanmu terlihat berbeda dari sebelumnya."ucap Xiao Yi ketika melihat penampilan dari Yan Liyan.
"aku tahu.. singkatnya aku telah mengalami banyak hal sehingga penampilanku berubah seperti ini ketika adik Yi sedang melakukan kultivasi tertutup."
ucap Yan Liyan dan menjelaskan kenapa penampilanya berbeda dari sebelumnya.
Xiao Yi yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk dan melihat sekeliling tempat itu.
"kakakak Liyan sebenarnya tempat apa ini.? tempat ini terlihat sangat indah."
"dan juga kenapa air dan pohon ini terasa sangat aneh aku merasakan aura kehidupan yang pekat didalam air dan pohon itu.? tanya Xiao Yi berturut-turut.
"ah... sebaiknya Mei Lin saja yang menjawab pertanyaan dari adik Yi aku akan keluar untuk mengurus sesuatu."
"dan sebaiknya adik Yi tetap disini untuk memulihkan keadaanmu sampai benar-benar pulih." ucap Yan Liyan.
Jiu Wei yang mendengar Yan Liyan akan pergi langsung melompat kebahu Yan Liyan lalu mereka berdua menghilang dari tempat itu.
Xiao Yi yang melihat Yan Liyan menghilang menoleh kearah Mei Lin.
"apa kau tidak pernah melihat benda seperti ini didalam ingatanmu.? tanya Mei Lin keheranan.
__ADS_1
"entahlah... yang aku lihat dalam ingatanku hanya seorang perempuan yang sedang bertempur dengan ribuan iblis dan juga pengetahuan tentang binatang Mitos termasuk phoeniks sepertimu." ucap Xiao Yi dengan jujur.
Mei Lin yang mendengar jawaban Xiao Yi hanya menghela nafasnya.
'huh... sepertinya tuan memberiku tugas yang sangat sulit.' batinya.
"baiklah aku akan menjelaskan apa yang aku ketahui tentang semua benda yang ada disini." ucap Mei Lin.
"um... aku tidak akan segan untuk bertanya.." ucap Xiao Yi sambil tersenyum.
"........................."
karena Yan Liyan tidak ingin menjawab pertanyaan dari adiknya yang sangat penasaran akan suatu hal dia keluar dari ruang invetory sistemnya.
kini Yan Liyan sedang duduk dikursi ditemani oleh Yan Lin.
"selamat...Yan karena sudah menerobos kerana pertapa☆1." Yan Liyan yang memberi ucapan selamat pada Yan Lin.
"terimakasih..itu karena sumberdaya yang tuan berikan kepadaku." ucap Yan Lin.
"itu karena kau berbakat jangan menyangkal hal itu." ucap Yan Liyan ketika mendengar Yan Lin yang merendah.
"dan apakah kau sudah terbiasa menggunakan pedang yang aku berikan padamu kemarin.? tanya Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku sudah terbiasa menggunakan pedang ini dan aku rasa pedang ini sangat cocok untuku."
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.
"aku senang jika kau menyukainya."
"ambillah buku tehknik ini dan pelajari dengan baik." Yan Liyan mengeluarkan sebuah buku didalam cincin penyimpananya lalu memberikanya pada Yan Lin
Yan Lin mengambil buku itu dan membukanya dan membaca tulisan yang mencolok dibuku itu.
"tarian pedang api phoeniks." gumam Yan Lin ketika membaca tulisan dibuku itu.
"tehknik itu merupakan tehknik tingkat surgawi."
"dan kurasa itu sangat cocok untukmu karena kau memiliki Elemen api." ucap Yan Liyan.
"tehknik tingkat surgawi...?
ucap Yan Lin terkejut ketika mendengar itu tentu saja Yan Lin tahu apa itu tehknik tingkat surgawi karena dia sering membaca buku diperpustakaan keluarga Yan.
"apa tidak apa tuan memberikan tehknik ini padaku.? tanya Yan Lin.
"aku tidak keberatan memberikanmu tehknik pedang itu lagipula aku mempunyai tehknik pedang yang lebih kuat daripada tehknik itu." ucap Yan Liyan.
Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk.
__ADS_1
"terimakasih tuan aku akan berlatih dengan keras agar tidak mengecewakan anda." ucapnya sambil membungkuk dan pergi dari tempat itu.
"huh...bukankah dia terlalu bersemangat." ucap Yan Liyan lalu menoleh kearah pintu.
"keluarlah... bukankah tidak sopan menguping pembicaraan orang lain."
setelah ucapan Yan Liyan selesai tiba-tiba muncul Yin Zu dari balik pintu..
"maaf karena menguping pembicaraan kalian tapi ada suatu hal yang ingin aku tanyakan padamu." ucap Yin Zu dengan serius.
"apa ini tentang ibumu.? tanya Yan Liyan.
"iya, kau benar."
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
Yin Zu yang melihat anggukan dari Yan Liyan langsung duduk dikursi berhadapan denganya.
"apa benar bahwa sekarang ibuku telah menjadi bawahanmu.? tanya Yin Zu memendang tajam Yan Liyan.
"iya kau benar dia telah menjadi bawahanku tapi dia sendiri yang menginginkanya." ucap Yan Liyan.
Yin Zu yang mendengar itu semakin memandang tajam Yan Liyan.
"itu tidak mungkin... katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi sehingga dia ingin menjadi bawahanmu.!
"apa kau ingat kejadian 8 hari yang lalu saat malam bulan purnama dan pada saat itu kau mengalami..
kemudian Yan Liyan menceritakan tentang pada saat tubuh Yin Zu membeku karena mengalami penyakit tubuh beku bulan purnama dn alasan kenapa Yin Su ingin menjadi bawahanya.
Yin Zu yang mendengar ucapan Yan Liyan semakin marah padanya.
"cih... kau sangat licik karena mengambil keuntungan dari penyakit yang aku alami." ucap Yin Zu dengan nada yang menghina.
Yan Liyan yang mendengar itu menatap Yin Zu dengan tajam dan sedikit mengeluarkan aurahnya.
"jaga ucapanmu... apa kau tahu penyakitmu itu hanya bisa disembuhkan dengan api putih dan kau tidak akan sebodoh itu jika kau tidak mengetahui jenis api apa itu ."
"dan kau tahu betapa susahnya aku mengendalikan panas api itu sehingga tidak membahayakan nyawamu."
"selain itu aku juga memberikan sumberdaya pada Yin Su untuk meningkatkan kekuatannya dan juga pada dua tetua sekte Es untuk melindungi sekte ini."
"satu hal lagi jika aku tidak menyembuhkan penyakitmu maka cepat atau lambat dantian dan seluruh tubuhmu akan membeku."
"setelah hal itu hanya dua kemungkinan yang akan terjadi padamu yaitu kau akan menjadi sampah karena kehilangan seluruh kultivasimu atau mati karena penyakit itu."
"dan kau bilang aku mengambil keuntungan darimu dasar kau....
ucapan Yan Liyan terhenti ketika melihat Yin tetunduk dengan ekspresi sulit untuk diartikan.
Yan Liyan menghela nafasnya untuk menahan emosinya.
__ADS_1
"huh... sudahlah... pikirkan ucapanku tadi dengan baik." ucap Yan Liyan lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Yin Zu sendiri.