SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Ranah Kultivasi Stengah Dewa


__ADS_3

"sepertinya kau terlihat kecewa pada sesuatu.."


"apa kau merasa tidak nyaman dengan keberadaan rubah kecil itu ..? kau boleh membuangnya jika kamu mau." ucap Mei Lin dengan tiba-tiba.


"ah.. tidak juga.. sepertinya kau salah paham, Jiu Wei sangat membantuku dalam melakukan perburuan dia tidak pernah sekalipun membuatku merasa kecewa.." ucap Yan Lin sambil melihat kearah Jiu Wei yang sedang tertidur dibahunya.


'hm.. gadis ini sangat polos.'


"cih.. dasar burung licik apa kau berencana mempengaruhi pikiran gadis ini.." ucap Jiu Wei membuka matanya dan menatap Mei Lin dengan kesal.


"he.. aku kira tadi kau sedang tertidur.. apa kau tidak merindukan kakakmu ini.." ucap Mei Lin tersenyum tipis.


Mei Lin tahu jika tadi Jiu Wei berpura-pura tidur agar tidak berurusan lagi denganya.


"hentikan omong kosongmu itu aku tidak mempunyai seorang kakak sepertimu.."


"oh.. benarkah? jadi bisa dibilang kau tidak menganggap tuan sebagai tuanmu karena kau tidak mematuhi perintahnya dulu atau apa kau sudah lupa dengan perintah tuan rubah kecil..?"


ucap Mei Lin dengan senyuman mengejek sehingga membuat Jiu Wei merasa sangat kesal karena emosinya dipancing dan juga dia berhasil disudutkan oleh Mei Lin.


"tuan apa hukuman bagi seorang penghianat..?" tanya Mei Lin dengan tiba-tiba.


"hm.. entahlah tapi yang pasti hukumnya sangat berat."


Mei Lin yang mendengar itu langsung tersenyum tipis.


"apakah binatang kontrak yang tidak mematuhi perintah dari tuanya bisa di sebut sebagai penghianat..?"


Jiu Wei yang mendengar itu sangat terkejut karena ucapan Mei Lin tadi sudah terlalu berlebihan untuk menyudutkanya.


"hm.. binatang kontrak yang tidak mematuhi perintah dari tuanya adalah binatang pembangkang tapi hal itu bisa juga di sebut sebagai penghianat.."


jawab Yan Liyan dia mulai mengikuti alur permainan dari Mei Lin dan entah kenapa dia merasa sangat senang dan lucu dengan mereka berdua apalagi ketika melihat ekspresi kesal dan takut Jiu Wei ketika disudutkan oleh Mei Lin.


"tapi aku akan memberikan kesempatan untuk binatang kontrak miliku agar dia memperbaiki kesalahanya.." ucap Yan Liyan.


Mei Lin yang mendengar itu langsung tersenyum cerah.


"kau tahu dengan maksud tuan bukan..?" terlihat sekali senyuman mengejek yang diarahkan pada Jiu Wei.


sedangkan Jiu Wei menggertakan giginya dia sangat kesal bercampur perasaan benci pada Mei Lin.


"aku mengerti ka.. menghela nafas sebentar lalu.


"aku mengerti kakak Mei Lin.." dia benar-benar tidak ingin mengatakan hal itu tapi dia juga tidak ingin tuanya membeci dirinya karena tidak perintah darinya.


Mei Lin langsung tersenyum tipis.


"sebagai seorang adik kau harus menuruti perintah dari kakakmu bukan..?"


Jiu Wei yang mendengar merasa tidak enak dia mengira ini akan berhenti sampai disini saja.

__ADS_1


tapi ketika mendengar ucapan Mei Lin, Jiu Wei merasa permasalahanya akan semakin panjang.


"jadi aku ingin ketika kau pulang dari berburu bersama gadis itu pastikan kau membawa membawa seekor kelinci untuku..!


ucapnya yang membuat Jiu Wei membulatkan matanya karena seekor kelinci tidak mungkin di temukan didalam lembah kesengsaraan ini.


"tapi itu sangat...


"aku tidak menerima alasan apapun itu.." Mei Lin memotong perkataan dari Jiu Wei.


Jiu Wei yang mendengar itu lagi-lagi menggertakan giginya dengan kesal jelas terlihat aura kebencian keluar dari tubuhnya sehingga membuat Yan Lin merasa tidak nyaman.


"huh... baiklah.." ucap Jiu Wei menghela nafas untuk meredam emosinya.


"sudahlah... sebaiknya kalian berdua hentikan itu.." ucap Yan Liyan.


"baiklah aku hanya memberitahunya hal yang baik.." ucap Mei Lin.


"aku akan pergi berburu dan melatih tehkniku terlebih dahulu tuan."


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.


"baiklah tetap hati-hati dan jangan lengah sedikitpun.."


Yan Lin mengangguk lalu melesat menghilang dari tempat itu.


setelah itu Yan Liyan mengeluarkan sebuah pil berwarna emas cerah dari dalam cincin penyimpananya.


ucap Mei Lin karena tuanya baru saja mengalami Evolusi pada elemen Es miliknya dan kultivasinya juga telah meningkat.


dan sekarang tuanya akan meningkatkan kultivasi lagi dengan mengonsumsi pil itu, dia merasa tuanya terlalu terburu-buru.


"ya..aku sangat yakin.., semakin cepat kekuatanku meningkat maka akan semakin baik lagipula tujuan sebenarnya aku datang ke lembah kesengsaraan adalah untuk hal ini bukan..?"


"iya aku mengerti tapi tetap saja tuan terlalu terburu-buru.."


"hm... kau benar tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku karena fondasi kultivasiku akan tetap kuat seberapa tingkat dan rana aku menerobos dalam waktu singkat.." ucap Yan Liyan Lalu duduk bersilah.


"sebaiknya kau tidak disini.. kalau tidak salah aku akan mengalami petir kesengsaraan ketika aku menerobos ketingkat ranah stengah dewa.."


Mei Lin yang mendengar itu hanya mengangguk lalu terbang menjauh dari tempat tuanya.


dia juga berjaga agar tidak ada binatang buas lain mendekat dan mengganggu konsentrasi tuanya ketika dalam waktu menerobos.


sedangkan Yan Liyan memandang pil itu lekat-lekat.


"aku harap ini akan berakhir dengan baik.." gumamnya lalu menelan pil berwarna emas cerah itu.


Wusss.....


muncul cahaya emas dalam tubuhnya yang ketika dia baru saja menelan pil itu.

__ADS_1


Yan Liyan menutup matanya berkosentrasi untuk mengarahkan energi yang meledak-ledak di seluruh tubuhnya kearah dantianya.


keringat mengucur deras ketika dia berusaha mengarahkan sedikit demi sedikit dari energi yang berkecamuk itu.


tidak lama kemudian..


Boomm...


Boomm..


Boom...


terjadi ledakan dalam tubuh Yan Liyan pertanda dia telah menerobos.


[Ding... selamat tuan telah menerobos kerana kelahiran abadi ☆5]


[Ding...


Ding... selama tuan telah menerobos kerana kelahiran abadi ☆7]


Yan Liyan menghiraukan pemberitahuan dari sistemnya sekarang ini dia benar-benar berkosentrasi untuk mengarahkan energi yang berkecamuk di seluruh tubuhnya menuju kearah dantianya.


Wusss....


groaaarrr....


kiak.....


tiba-tiba muncul siluet seekor phoeniks dan naga mengeluarkan aura yang menekan muncul dari dalam tubuh Yan Liyan.


dua siluet itu lalu mengelilingi Yan Liyan dan menyerap sedikit dari energi yang berkecamuk di dalam tubuhnya itu.


tidak lama kemudian dua siluet itu berhenti menyerap lalu masuk lagi kedalam tubuh Yan Liyan.


[Ding... kekuatan tubuh dewa phoeniks dan dewa naga telah meningkat.]


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum tipis dan meneruskan mengarahkan energi dalam tubuhnya yang mulai perlahan normal tidak berkecamuk seperti tadi.


Boomm...


Boomm...


Boomm...


[Ding... selamat tuan telah menerobos ketingkat ranah keabadian ☆8]


[Ding...


[Ding... selamat tuan anda telah menerobos ketingkat ranah keabadian ☆10.]


[Ding... selamat tuan anda telah menerobos ketingkat rana stengah dewa ☆1]

__ADS_1


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu menyudahi kultivasinya karena energi di seluruh tubuhnya telah habis diarahkan kedalam dantianya.


__ADS_2