SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Benda-benda Yang Ditawarkan


__ADS_3

Yan Liyan yang mendengar Biao Qiaolin menawarkan dirinya sebuah kekuasaan hanya tertawa kecil, karena dia telah meninggalkan dua kekuasaan yang sangat besar sebelumnya dan sekarang dia akan ditawar kekuasaan lagi.


Entah mengapa hal itu menurut Yan Liyan sangat lucu, tapi dia bisa memaklumi nya karena hampir semua orang pasti akan tergiur dengan kekuasaan, tapi dirinya berbeda.


Dia meninggalkan kekuasaan sebelumnya dengan tujuan untuk mewujudkan impian hidupnya dengan menyelesaikan seluruh misi dari sistemnya.


Biao Qiaolin yang melihat Yan Liyan tertawa kecil merasa sangat kesal, jika saja dia tidak membutuhkan kekuatan Yan Liyan untuk menjadi pelindungnya, maka sudah pasti dia akan langsung menyiksa dan membunuh orang di depannya itu.


Ya, karena hal tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap dirinya, tapi Biao Qiaolin menahan emosinya dan tetap tersenyum untuk memberikan kesan baik.


"Sepertinya kau tidak tertarik dengan tawaranku sebelumnya, padahal aku sudah memikirkan hadiah itu sebelumnya dan aku berpikir jika kau akan menerimanya, tapi sepertinya kau menginginkan sesuatu yang berbeda.


Katakan saja. Apa yang kau inginkan? Aku akan memberikannya jika itu berada dalam kekuasaanku."


ucap Biao Qiaolin sambil tersenyum, tapi kedua tangannya terkepal erat. ingin sekali dia menghajar pria tidak tahu diri di depannya itu.


Yan Liyan memegang dagunya, menimbang-nimbang hal apa yang sangat dia butuhkan saat ini. Yan Liyan melakukan hal itu dengan ekspresi tersenyum sambil melihat kearah Biao Qiaolin.


Tentu saja hal itu membuat Biao Qiaolin salah paham dan semakin mengutuk Yan Liyan karena menurutnya dia sudah tahu apa yang Yan Liyan pikirkan.


"Kau! Jangan melampaui batasanmu sialan!!" Biao Qiaolin berteriak dihadapan Yan Liyan dengan memandangnya dengan ekspresi jijik.


Seolah dia melihat Yan Liyan seperti sampah yang menjijikan dan sesuatu yang hina, karena mencoba memanfaatkan dirinya, tanpa tahu diri akan perbedaan status diantara mereka berdua.


"Eh, kenapa kau berteriak putri? Apa aku sudah melakukan kesalahan?!" Yan Liyan menunjukan ekspresi bingung, sehingga hal tersebut semakin membuat Biao Qiaolin marah, karena dia menganggap Yan Liyan sok polos.


"Kau jangan pura-pura bodoh, kau ingin imbalan agar kau menjadi kekasihku bukan?!" teriak Biao Qiaolin yang emosinya sudah tidak bisa terkontrol lagi, sehingga dia mengarahkan aura membunuhnya pada Yan Liyan.


Yan Liyan yang melihat tetap tenang, karena jika hal ini hanya sebatas kesalah pahaman belaka dan memberikan kode agar Bing Hua juga ikut tenang.


"Sebaiknya kau tenang dulu tuan putri. Aku sama sekali tidak berniat seperti itu. Aku sudah mempunyai kekasih, dan seperti yang kau lihat jika kekasih disampingku ini lebih cantik dan tingkat Kultivasinya lebih tinggi darimu, Jadi seharusnya anda yang sadar diri tuan putri."


Yan Liyan berkata secara halus tapi mengandung unsur penghinaan untuk membalas sikap dari Biao Qiaolin yang terlalu percaya diri.

__ADS_1


Biao Qiaolin yang mendengar itu langsung terdiam dan melirik kearah Bing Hua


Biao Qiaolin memang sangat cantik dan anggun sebagai pemimpin Kekaisaran Surgawi masa depan, tapi jika dirinya dibandingkan dengan Bing Hua, maka dia harus mengakui jika dirinya tidak ada apa-apanya. kecantikan Bing Hua akan membuat iri setiap wanita yang melihatnya.


Dan soal tingkat kultivasi, Biao Qiaolin sedikit ragu jika dirinya kalah dengan Bing Hua, tapi merasakan aura dingin dan sedikit menekan yang diarahkan oleh Bing Hua tadi, membuat Biao Qiaolin ragu jika tingkat tingkat Kultivasinya lebih tinggi dari Bing Hua.


Menyadari jika Dia terlalu percaya diri dengan penampilan. Biao Qiaolin langsung duduk kembali dan keadaan kembali tenang.


"Lalu kenapa dari tadi kau selalu melihatku?!"


"Melihatmu? Aku hanya melihat liontin yang ada di leher anda tuan putri, karena aku menduga jika Liontin itu bukan liontin biasa, tapi liontin yang dapat menyimpan barang bukan?"


Yan Liyan mengetahui itu dari sistemnya, jika liontin dileher Biao Qiaolin mempunyai fungsi yang sama dengan cincin penyimpanan.


Hal itu bertujuan untuk mengelabui musuh yang ingin menyerang secara diam-diam. Musuh akan berpikir jika Biao Qiaolin tidak membawa benda apa pun termasuk benda pusaka karena tidak membawa cincin penyimpanan dan memutuskan untuk menyerangnya langsung.


Tentu saja penjahat yang memiliki pemikiran seperti itu merupakan penjahat kelas receh, yang merupakan utusan dari musuh utamanya, yaitu kedua saudaranya yang diam-diam bersekutu dengan sekte aliran hitam.


"Baguslah, Aku menginginkan sesuatu yang ada di dalam liontin itu sebagai imbalan dari jasaku." ucap Yan Liyan yang membuat Biao Qiaolin agak terkejut, karena benda-benda yang ada di dalam Liontinya merupakan benda-benda yang sangat berharga.


Tapi dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengangguk dan menyetujui permintaan Yan Liyan.


"Aku mempunyai syarat, kau hanya boleh mengambil maksimal dua dari benda yang ada di dalam liontin ini." ucap Biao Qiaolin yang mengajukan persyaratan dan langsung disetujui oleh Yan Liyan.


Karena Yan Liyan sudah mengetahui apa yang harus dia ambil dari dalam liontin itu atas informasi dari sistemnya.


Biao Qiaolin mengalirkan Qi pada liontin itu dan mengeluarkan seluruh benda yang ada di dalam Liontin tersebut.


Wusss!


Muncul 20 jenis senjata yang mengeluarkan aura yang sangat kuat, yang merupakan ciri-ciri dari senjata tingkat tinggi yang merupakan harta berharga dari Biao Qiaolin.


Pandangan Yan Liyan langsung tertuju pada Sebuah cakram berwarna merah elegan, tapi agak tumpul dan kusam seperti tidak terawat oleh pemiliknya. Dan tanpa pikir panjang Yan Liyan langsung mengambil cakram tersebut.

__ADS_1


[Selamat tuan, ada mendapatkan salah satu potongan dari roda takdir.]


Yan Liyan tersenyum senang karena dia sudah mendapatkan 5 roda takdir, dimana hanya tinggal tersisa dua agar semua potonganya terkumpul.


Sedangkan Biao Qiaolin tampak menggigit jarinya. Tadinya dia sangat deg-degan, karena takut jika Yan Liyan akan mengambil senjata kesayanganya, tapi ketika melihat Yan Liyan mengambil senjata yang kusam dan tidak terlalu dia perdulikan karena dia tidak terlalu mahir menggunakan senjata cakram.


Senjata cakram itu sendiri Biao Qiaolin temukan di dalam batang pohon tua dan besar, ketika dia melakukan petualangan pada masa pengasinganya dulu.


Awalnya dia dulu merasa energi ada pada sebuah pohon yang sangat besar yang berada di hutan barat daya Kekaisaran, karena penasaran dengan sumber energi itu. Biao Qiaolin menebang pohon tersebut dan menemukan cakram tersebut di dalamnya.


Biao Qiaolin menghela nafas lega ketika Yan Liyan memilih senjata tersebut, tapi kelegaanya itu tidak berlangsung lama ketika dia mendengar perkataan Yan Liyan.


"Hua'er.. kau bole memilih satu senjata yang kau inginkan."


Yan Liyan sudah mendapatkan yang dia inginkan, sedangkan senjata yang lainnya dia tidak terlalu tertarik, jadi dia membiarkan Bing Hua untuk memilih.


Bing Hua mengangguk dan muncul senyuman tipis, serta pandangan penuh kelicikan pada Biao Qiaolin. Tentu saja hal tersebut membuat Baio Qiaolin merasa akan terjadi hal buruk.


Bing Hua memandang satu buah pedang tipis berwarna biru dengan ukiran naga es serta pada kedua bilah pedang itu yang membuat penampilan pedang tersebut terlihat sangat elegan.


Bing Hua merupakan kultivator pengguna senjata pedang berelemen es, jadi tentu saja dia sangat tertarik dengan senjata tersebut.


Tanpa basa-basi Bing Hua langsung mengambilnya, tapi sebelum dia mengambilnya.


Biao Qiaolin menahan tangan Bing Hua dan memandang tajam Bing Hua.


"Kau tidak boleh mengambilnya!" ucap dingin dari Biao Qiaolin yang menimbulkan suasana ditempat itu menjadi buruk, karena tekanan yang mereka berdua keluarkan.


Pria paruh baya yang dari tadi mengawasi mereka dari tadi, awalnya hanya terdiam sambil melihat apa yang tuanya putri lakukan, tapi melihat tuanya yang sepertinya terlibat perselisihan.


Pria paruh baya itu ingin segera bergerak untuk membantu tuanya, tapi langkahnya terhenti karena tuanya memandang tajam dirinya, menandakan jika dia tidak peluk ikut campur dalam urusan mereka.


Pria paruh baya itu tentu saja tidak berani untuk menentang, tapi dia akan tetap membantu tuanya jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2