
Empat hari berlalu setelah Yan Liyan melatih teknik tabu yang ada di buku teknik semesta.
Sekarang ini, dia dan Bing Hua sedang duduk bersilah sambil menunggu para monster datang kearah mereka.
Tempat mereka berada saat ini berjarak sangat jauh dari kota dan keramaian.
Ya. Menurut informasi dari yang dia dapatkan dari Mei Lin jika tempat ini merupakan tempat keluarnya para monster, yang disebut dengan wilayah terlarang.
Para monster sendiri merupakan suatu ras yang masih bagian dari iblis namun ras monster sama sekali tidak memiliki pikiran jernih.
Ya. yang ada dipikirkan mereka hanya makan atau memakan. sama sekali tidak ada kompromi selagi mereka dapat memakan dan menambah kekuatan serta energi kehidupan.
Berbeda dengan ras iblis yang masih berpikir tentang konsekuensi yang akan mereka dapatkan jika melakukan sesuatu.
Setelah lama menunggu. Tiba-tiba saja tanah bergetar, Yan Liyan juga merasakan banyak keberadaan yang berada tidak jauh lagi darinya.
"Sudah kuduga jika mereka akan tertarik dengan energi daun pohon kehidupan." ucap Yan Liyan dengan senyuman tipis.
Dia juga mengeluarkan panah kegelapan pemusnah sebagai senjata, sedangkan Bing Hua mengeluarkan pedang teratai Es.
Yan Liyan telah memberikan pedang pertamanya itu pada Bing Hua sebagai hadiah kenaikan tingkat kultivasinya dan juga, menurutnya jika pedang teratai Es akan sangat cocok dengan Bing Hua.
"Hm... Sudah sejak lama aku tidak membantai para monster itu." gumam Mei Lin dengan api yang yang membara di sekujur tubuhnya.
Tidak lama kemudian...
Terlihat banyak gerombolan monster dengan rupa dan bentuk yang berbeda-beda melesat kearah Yan Liyan dengan beringasnya.
"Kalian menginginkan ini! maka ambil sendiri dari tanganku!" Yan Liyan mengangkat tingi-tinggi daun pohon kehidupan sehingga pandangan para monster langsung tertuju kearahnya.
Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat hal itu, menarik busur kegelapanya lalu...
Wusss ....
Anak panah kegelapan itu melesat dan membentuk seekor burung gagak, burung gagak itu melesat dan meleburkan sebagian dari mereka.
Para monster yang lain bukanya takut malah semakin beringas dan terus melesat menuju Yan Liyan mengincar daun pohon kehidupan itu.
"Penghakiman naga Es!"
Terdengar Suara dari atas dan terlihat Bing Hua sedang membuat segel tangan disertai pedang teratai Es melayang di depanya.
Wusss!
Pedang itu lalu melesat dengan kecepatan penuh menuju ketengah para monster lalu....
Boomm!
Terdengar suara keras ketika pedang itu mengenai tanah yang membekukan para monster di sekitarnya.
Lalu tiba-tiba muncul empat pilar yang ditutupi oleh kubah dengan ukiran teratai dan naga Es pada pilar dan kubah itu, sehingga mengurung para monster di dalamnya.
Wusss!
Secara tiba-tiba muncul 10 ekor siluet naga Es di dalam kubah, seluruh naga Es itu memandang tajam kearah para monster.
Dengan sangat cepat sepuluh naga Es itu kemudian melesat menabrakan diri kearah para monster.
Boomm!
Boom!
Terjadi ledakan yang besar dan menggelegar lagi ditempat itu, para monster tidak bisa menghindar karena kubah penghalang.
__ADS_1
Sehingga Mereka semua mati membeku dan hancur di dalam kubah itu.
Yan Liyan tersenyum ketika melihat teknik yang dikeluarkan oleh Bing Hua tadi
"Ya. Aku harus mengakui jika teknik itu sedikit lebih keren daripada teknik penghakiman teratai Es." gumam Yan Liyan.
Yan Liyan juga mengira jika hal tersebut mungkin disebabkan teknik yang dikeluarkan oleh Bing Hua berada di tingkatan berbeda.
"Teknik yang menarik." Yan Liyan tiba-tiba muncul di samping Bing Hua, yang membuatnya terkejut.
Bing Hua lalu tersenyum, dia sangat senang ketika Yan Liyan memuji tekniknya itu.
"Aku hanya menyesuaikan dengan kekuatan yang aku miliki."
"He.. Itu bagus, tapi kau harus berlatih lebih giat lagi untuk membuat teknik semacam ini."
Yan Liyan lalu menarik busur menuju keatas dan mengalirkan Qi dengan sangat banyak.
Wusss.....
Sebuah panah besar melesat dengan sangat cepat serta aura yang mengerikan.
Dan juga terlihat dibawah jika para monster sedang menghadapi keganasan serangan api Mei Lin.
Mei Lin menyerang secara brutal dan tidak mengenal ampun, karena sejak dulu para monster itu hanya merusak wilayah mereka, bahkan mereka tidak akan segan-segan untuk menghisap kekuatan dari phoenix muda yang sama sekali belum mengenal pertempuran.
Kejadian seperti itu memang pernah terjadi, untuk membalas dendam ras phoenix api selalu melenyapkan mereka setiap harinya namun seolah jumlah mereka tidak mempunyai batas.
Selalu saja ada monster yang terlihat di wilayah ini.
Sehingga membuat Mei Lin tidak mempunyai alasan mengampuni mereka.
Jder!
Mei Lin merasakan firasat buruk ketika melihat fenomena itu. Dia lalu menoleh kearah tuanya yang sedang terbang serta energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya terserap keatas.
"Cih, Apa tuan berencana ingin menghancurkan seluruh wilayah ini?" gumamnya lalu terbang menjauh.
Wusss!
Wusss!
Wusss!
Muncul Lima 3 panah yang berukuran sangat besar muncul dari langit menuju kearah para monster.
Para monster yang melihat itu ingin melarikan diri disebabkan aura yang sangat mengerikan yang dikeluarkan oleh tiga panah besar tersebut membuat mereka sangat ketakutan.
Yan Liyan yang menyadari hal itu hanya membiarkanya saja, dikarenakn dia yakin jika para monster itu akan tetap lenyap dan juga menghancurkan para monster bukan merupakan tujuan utamanya.
Menoleh kearah tiga anak panah, lalu membuat segel tangan.
Wusss!
Tiga anak panah kegelapan tadi diselimuti oleh api phoenix, kombinasi dari api phoenix merah darah dan kegelapan berwarna hitam pekat menimbulkan tiga anak panah kegelapan itu mengeluarkan aura yang semakin panas dan panas dan korosi.
Yan Liyan lalu membuat segel tangan lagi.
"Meledak." Gumamnya
Tiga anak panah itu melesat dengan sangat cepat lalu.....
Boomm!!
__ADS_1
Saura ledakan yang sangat keras menggema di tempat itu saat tiga anak panah tersebut mengenai wilayah itu.
Dan juga seluruh wilayah yang tadinya penuh dengan pepohonan mati, tiba-tiba menjadi rata dengan tanah.
Dan ditengah-tengah wilayah itu muncul sebuah kawah yang sangat dalam, bahkan dasar kawan tersebut tidak bisa dilihat dari atas.
[Ding.... Selamat tuan, anda telah membunuh 80 jt monster mendapatkan 1M poin Sistem dan 2M poin pengalaman]
[Ding... selamat tuan, anda telah menerobos kerana Reinkarnasi ☆10]
[Ding... Selamat tuan, anda telah menerobos kerana Reinkarnasi ☆11]
[Ding.... Selamat tuan, anda telah menerobos kerana Dewa ☆1]
Boomm!
Ledakan aura terjadi ketika Yan Liyan menerobos tingkatan dewa.
Wusss!!
Tiba-tiba dari dalam tubuhnya muncul siluet seekor burung phoenix yang mengeluarkan aura yang sangat mendominasi diikuti penampilan Yan Liyan yang berubah.
Mata yang tadinya berwarna ungu terang sekarang berubah menjadi Merah dan biru dikedua sisinya.
Wusss!
Tiba-tiba muncul lagi siluet yang kali ini merupakan seekor naga Emas dari dalam tubuh Yan Liyan.
Dan diikuti oleh munculnya simbol naga berwarna emas di dahinya.
Kedua siluet itu memandang satu sama lain, lalu kemudian mengangguk.
"Kami percayakan semua kekuatan kami padamu, manusia." ucap siluet burung Phoenix yang merupakan dewa phoenix sendiri.
"Sekarang kau bisa menggunakan kekuatan kami secara penuh tanpa batasan waktu lagi." ucap siluet naga Emas yang merupakan dewa naga sendiri.
Yan Liyan hanya mengangguk, karena Dia sangat tahu siapa dua sosok di depanya itu.
Kedua siluet itu kemudian masuk kedalam tubuh Yan Liyan, memberikan kekuatan penuh mereka berdua pada Yan Liyan, dikarenakan Yan Liyan sudah pantas untuk menerimanya.
Boomm!
Boomm!
Boomm!
Terjadi ledakan di dalam tubuh Yan Liyan setelah kedua siluet itu masuk kedalam tubuhnya.
[Ding... Selamat tuan, anda telah menerobos kerana Dewa ☆2]
[Ding....
[Ding...
[Ding....
[Ding.... Selamat tuan, anda telah menerobos kerana dewa ☆6]
[Ding... selamat tuan anda mendapatkan kekuatan penuh dari dewa phoenix dan dewa naga. Anda mendapatkan 1 kotak hadiah tingkat misteri.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk puas sekaligus senang dengan hadiah dari sistemnya.
Setelah itu dia melesat menuju kearah Bing Hua dan Mei Lin yang berada sangat jauh darinya.
__ADS_1
Bing Hua menjauh karena paksaan dari Mei Lin yang merasakan jika tuanya itu akan mengalami kesengsaraan surgawi.