SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Liontin Kehidupan


__ADS_3

Siluet peri kehidupan itu kembali mengeluarkan aura agung dan memberi penekanan pada tiga tetua di depannya.


Sekarang ini sosok Xian Ran terlihat seperti sosok Dewi kehidupan yang berdiri dengan agung menunjukkan dominasinya sambil menatap musuh-musuhnya dengan tatapan merendahkan.


Seolah dia bisa merenggut kehidupan mereka begitu saja dengan sangat mudahnya.


Wusss!!


Liontin berwarna hijau di lehernya bersinar terang mengeluarkan aura pekat yang mengelilingi seluruh tubuh Xian Ran.


Liontin itu merupakan pemberian Yan Lian dulu sama seperti liontin yang dimiliki oleh saudarinya yang lain.


Tiga tetua itu tentu saja terkejut dengan perubahan tiba-tiba Xian Ran baik dari segi penampilan dan kekuatan yang dia miliki tiba-tiba berubah drastis setelah keluar dari serangan gabungan itu.


Mereka bertanya-tanya mengenai apa yang barusan saja terjadi sehingga membuat Xian Ran mengalami peningkatan pesat menjadi seperti itu.


Apakah Xian Ran mendapatkan terobosan besar saat berada dalam tornado api tadi, tapi mustahil jika seseorang mengalami terobosan dalam keadaan hidup dan mati, itu terlalu mustahil bahkan untuk dibayangkan.


Mereka mulai menduga-duga dan seketika pandangan mereka tertuju pada liontin dileher Xian Ran yang mengeluarkan aura yang sangat kuat.


"Itu pasti artefak tingkat dewa yang tingkatannya berada diatas pedang kebijaksanaan miliku." teriak Qun Nan ketertarikan luar biasa.


Dia baru saja melihat artefak tingkat dewa yang bahkan keluarga mereka tidak memilikinya. Sebagai ahli senjata tentunya Qun Nan memiliki banyak pengalaman dan menurutnya liontin yang ada di leher Xian Merupakan artefak tingkat dewa atau bahkan tingkatanya lebih tinggi lagi.


Dari mana Qun Nan tahu itu jawabannya adalah dari aura yang dikeluarkan oleh liontin tersebut. Setiap artefak mau pun senjata memiliki aura yang berbeda semakin pekat dan kuat aura yang dimiliki suatu senjata maka semakin tinggi pula tingkatan senjata tersebut.


Hal tersebut merupakan awal mula setiap mahkluk memberi tingkatan pada setiap artefak yang ada baik artefak buatan manusia atau terbentuk alami oleh alam yang memakan proses panjang jutaan tahun lamanya.


Namun yang tidak diketahui oleh Qun Nan adalah jika liontin tersebut merupakan liontin kehidupan yang merupakan pecahan jiwa dari Dewi kehidupan itu sendiri, sehingga tingkat artefak liontin tersebut sudah berada di luar batas pemahamanya.


Qun Nan sedikit ragu untuk melanjut pertarungan ketika merasakan aura mendominasi yang dikeluarkan Xian Ran tapi ketika melihat Liontin itu timbul keserakahan dalam hatinya.


Dia ingin memiliki liontin dan menjadikanya artefak baru lagi untuk meningkatkan pedang kebijaksanaan miliknya. Bagi penempa sepertinya melakukan hal tersebut merupakan hal yang mudah namun hanya kekurangan bahan untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


"Hei anak muda! Bagaimana jika kau memberikan lionti mu itu dan aku akan melepaskan mu dan melupakan semua yang terjadi di sini seperti angin lalu."


Ucap Qun Nan yang sempat-sempatnya memberikan penawaran pada Xian Ran. Jika mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara yang mudah kenapa harus mengambil cara yang susah, itulah yang dipikirkan oleh Qun Nan saat ini.


Meskipun kekuatan Xian Ran telah meningkat, tapi itu belum cukup untuk bisa mengalahkanya apalagi mereka bertiga. Setidaknya itulah yang Qun Nan pikirkan.


Qun Nan berharap Xian Ran tahu diri akan keadaan dan kondisinya saat ini dan dengan patuh menerima permintaanya dengan baik.


Namun Xian Ran yang kini dipenuhi oleh amarah dengan dinginnya tersenyum tipis dan mengarahkan jari telunjuknya kearah Qun Nan.


Xian Ran tahu jika sekarang dia menyerah maka dia juga akan tetap dibunuh oleh mereka bertiga. Dia tahu persis sosok seperti Qun Nan, Dia tidak akan membiarkan musuh mereka tumbuh perlahan dan membalas dendam kepada mereka nantinya, Bagaimana pun itu merupakan tindakan yang sangat naif.


Oleh sebab itu jika pun Xian Ran menyerahkan Liontinya maka hasilnya akan sama saja yaitu dia akan langsung di bunuh.


Lagi pula Xian Ran tidak mungkin memberikan liontin hadiah Yan Lian kepada musuhnya apa pun yang terjadi bahkan itu harus mengancam nyawanya sekalipun.


Kemudian dari ujung telunjuk Xian Ran muncul akar kayu yang membentuk jarum yang sedikit lebih besar daripada jarum akupuntur pada umumnya.


Jarum kayu itu melesat dengan sangat cepat menuju kearah Qun Nan.


Qun Nan menahan jarum itu dengan pedang nya. Terlihat dia mulai emosi dengan tindakan Xian Ran itu. Karena itu merupakan tanda jika Xian Ran menolak mentah-mentah tawarannya.


"Baiklah jika pilihan mu seperti itu, maka aku akan merebut paksa liontin dileher mu itu."


Saudara Liang Saudara Bai lindungi aku saat aku menyerang.


Liang Bufang dan Bai Zhen mengangguk mengerti dengan maksud Qun Nan sementara Qun Nan bersiap untuk melakukan serangan.


Memang memalukan jika melihat orang tua itu mengeroyok seorang gadis benar-benar pertarungan yang tidak adil jika dilihat dari segi mana pun.


Tapi Apun itu jika mereka bertiga menang maka itu tidak akan menimbulkan aib untuk mereka Dimata rakyat kekaisaran kegelapan tapi jika saja mereka kalah dalam pertarungan itu merupakan suatu hal yang sangat memalukan, untuk adil tidak adilnya itu merupakan urusan belakangan.


Bagaimana pun sosok yang Menang tidak butuh keadilan yang kalah lah yang membutuhkan keadilan tersebut.

__ADS_1


Saat Qun Nan melesat kearah Xian Ran, Xian Ran langsung menyerang Qun Nan dari jarak jauh. Xian Ran mengeluarkan puluhan hingga ratusan jarum kayu yang melesat kearah Qun Nan dengan mundur perlahan tidak membiarkan Qun Nan mendekat.


Qun Nan yang melihat itu tetap melesat seolah tidak peduli dengan ratusan jarum kayu itu yang akan menusuk dan menembus seluruh tubuhnya jika mengenainya.


Wusss!!


Puluhan bola api yang berukuran kecil menahan jarum kayu itu sehingga jarum itu terbakar dan seketika menjadi arang.


Dengan perlindungan seperti itu memungkinkan Qun Nan tetap maju tanpa mengawatirkan soal serangan yang menunju kearahnya.


Bahkan saat akar muncul dari dalam tanah lalu menjalar mencoba untuk mengikat Qun Nan, Bila angin seperti bulan sabit muncul dan memotong seluruh akar tersebut.


Jujur Saja Xian Ran mulai kesal dan kehabisan akal untuk menahan mereka.


Sebenarnya bisa saja Xian Ran menahan menggunakan siluet peri kehidupan yang berdiri kokoh di belakangnya namun dia memaksimalkan agar siluet menjadi serangan terakhirnya.


Oleh sebab itu Xian Ran tidak terburu-buru menggunakanya.


Hingga tidak lama kemudian, Qun Nan tiba-tiba berada tepat di depannya dengan pedang kebijaksanaan yang diayunkan padanya siap untuk membela tubuhnya kapan saja.


"Sialll!!


Trannng!!


Terlihat jari dari siluet peri alam menahan laju pedang kebijaksanaan sehingga menimbulkan benturan yang menghasilkan suara yang sangat keras.


Muncul keringat dingin di dahi Xian Ran, jika saja dia tidak bergerak cepat maka tubuhnya pasti sudah terbagi menjadi dua bagian sekarang karena dia sangat yakin jika akar pohon pelindung saja tidak akan cukup untuk menahan serangan itu.


Qun Nan yang melihat seranganya ditangkis oleh siluet yang ada dibelakang Xian Ran langsung melangkah mundur.


Dia berdecak kesal karena lagi-lagi serangannya dapat dihalau oleh Xian Ran sehingga dia gagal untuk membunuhnya.


"Baiklah jika kau membawa sosok aneh itu sebagai pelindung maka aku akan ikut menunjukkan sosok pelindung ku."

__ADS_1


Pedang kebijaksanaan tiba-tiba mengeluarkan sinar terang dan muncul rune-rune kuno yang mengelilingi seluruh pedang.


Kemudian dari dalam rune itu muncul sosok siluet berukuran raksasa sama seperti milik Xian Ran yang memiliki pedang dan perisai, terlihat seperti sosok jendral pasukan tempur era kekacauan yang memiliki ribuan pengalaman tempur dalam perperangan sehingga memancarkan aura sangat mendominasi.


__ADS_2