
"He..... apa kau mengira aku akan kalah semudah itu...?" Jiu Wei keluar dari kawah dengan langkah yang tidak seimbang.
"Cih... apa sampai segitunya kau tidak ingin mengalah dariku rubah kecil..?" ucap Mei Lin yang melihat Jiu Wei yang telah kehabisan Qi akibat bertahan dari seranganya tadi.
"Untuk kali ini Aku tidak akan pernah lagi mengalah denganmu Rubah Licik."
Mei Lin yang mendengar itu hanya tersenyum kecut sebenarnya dia telah kehabisan Qi juga karena menghadapi serangan Jiu Wei dalam kurungan dan serangan terakhirnya tadi membuat Qi nya benar-benar terkuras.
"Huh... baiklah jika seperti itu kita anggap saja hasil dari pertarungan kali ini seri.." ucap Mei Lin karena tidak ada pilihan lain.
Jiu Wei yang mendengar perkataan dari Mei Lin hanya terdiam dan seperti memikirkan sesuatu.
"Aku setuju setidaknya itu lebih baik daripada aku kalah denganmu."
ucap Jiu Wei dia juga tidak bisa menyangkal jika dia telah kehabisan Qi karena sering menggunakan Elemen ruang dan waktu dan ditambah melindungi dirinya dari serangan terakhir Mei Lin tadi.
Mei Lin tersenyum ketika mendengar jawaban dari Jiu Wei setelah itu dia terbang menuju kearah pohon kehidupan lalu menghancurkan aray pelindung tepat pada pola bintang yang dibuat oleh tuanya.
Setelah aray itu hancur energi kehidupan keluar dan menyebar keseluruh ruang invetory sistem dan beberapa detik kemudian tiba-tiba tumbuh banyak pepohonan kecil dari dalam tanah yang tandus akibat dari pertarungan mereka tadi.
Pohon-pohon kecil itu kemudian tumbuh menjadi sangat besar karena menyerap energi kehidupan dalam jumlah yang cukup.
Dan belasan menit kemudian keadaan didalam ruang invetory sistem telah terlihat seperti semula.
"Mengagumkan." ucap Jiu Wei dengan tiba-tiba berada disamping Mei Lin dan Qi mereka berdua juga telah pulih akibat dari energi kehidupan itu.
"Kau hanya melihat sedikit dari yang sebenarnya." Mei Lin melihat kearah aray pelindung yang dibuat oleh tuanya untuk melindungi buah itu dari seseorang yang penasaran.
Dia melakukan itu karena takut jika buah itu dapat berbahaya bagi Mei Lin dan Jiu Wei ketika masuk kedalam ruang invetory.
".................."
Di sebuah ruangan kekaisaran Xia terlihat Yin Zu sedang berdiri menghadap pada kaisar Xia yang duduk diatas singgasananya
Dan juga terlihat penasihat kekaisaran dan para mentri ditempat itu.
"Gadis muda kelihatannya kita pernah bertemu sebelumnya.., kalau tidak salah kau merupakan salah satu dari bawahan orang itu.." ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ya... kita berdua pernah bertemu dimedan perang sebelumnya dan juga aku ingin menyampaikan pesan dari tuanku jadi kita tidak perlu berbasa-basi seperti ini."
Ucapnya jujur saja Yin Zu agak bosan dan kurang mengerti dengan urusan politik dia juga tidak mengerti kenapa tuanya menyuruhnya untuk mengurus hal seperti ini.
"Kau...!! beraninya kau berkata seperti itu pada yang mulia kekaisaran Xia....!!" ucap salah satu mentri berdiri dan memandang karah Yin Zu dengan ekspresi menghina.
Yin Zu menoleh kearah mentri itu dingin sekali dia ingin membunuhnya langsung tapi...
"Kau terlihat seperti seorang penjilat dan juga kelihatannya kau baru saja menjabat menjadi seorang mentri, apa aku benar..?" ucapnya lalu menoleh kearah kaisar Xia.
"Apa aku boleh membunuhnya jujur saja aku tidak suka dengan sifat arogan dari orang itu..?" tanyanya dengan muka datar.
kaisar Xia yang mendegar pertanyaan spontan dari Yin Zu agak terkejut.
'tuan dan bawahan sama saja.' batinya tersenyum kecut mengingat sifat dari Yan Liyan yang seenaknya.
Mentri tadi yang mendengar ucapan Yin Zu semakin tersenyum lebar karena akan lebih mudah untuk menyudutkan Yin Zu lagi.
"Beraninya kau bertanya seperti itu pada yang mulia kaisar Xia apa kau ingin mati..?
Dan juga aku akan menghukumu karena......
setelah Yin Zu melihat kearah Kaisar Xia.
"Apa kau keberatan..?" tanyanya masih dengan wajah datarnya.
"Tidak.., sama sekali tidak dia memang pantas untuk mendapatkan hal itu." ucapnya dia sudah menduga jika hal itu akan terjadi jika ada seseorang yang berani memprovokasi orang didepanya.
Para menteri yang yang lain hanya terdiam karena mereka adalah mentri lama yang mengerti dan sangat tahu dengan kekuatan dan sifat dari sebagian para petinggi wilayah tanpa nama.
"Jadi apa tujuanmu datang ketempat ini gadis muda..?" tanyanya secara langsung karena akan semakin merepotkan jika orang didepanya akan berlama-lama ditempat ini.
"Tuan ingin bertemu secepatnya denganmu dikastilnya karena ingin membicarakan sesuatu hal yang sangat penting dengan pemimpin dua kekaisaran, aku harap kau mengerti dengan hal itu." ucapnya lalu berjalan menuju keluar ruangan karena tidak ada hal yang perlu diurus lagi.
Dia masih mengingat kata-kata dari Han Guang. "Jika kau sudah selesai melakukan tugasmu maka kau harus langsung keluar dari istana kekaisaran"
"Tunggu...!! hal penting apa yang tuanmu ingin bicarakan..?" tanya kaisar Xia Yang membuat Yin Zu menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kau menemuinya sendiri agar lebih jelas dan lagipula aku tidak punya hak untuk mengatakan hal itu padamu." ucapnya lalu keluar dari ruangan itu.
Setelah Yin Zu keluar terlihat Dalam ruangan itu kaisar Xia mengerutkan keningnya dia tahu jika Yan Liyan berbicara seperti itu maka hal itu benar-benar sangat penting dan tidak bisa diabaikan.
"Apa dia sudah tahu waktu pasti kapan ras iblis akan menginvasi alam tingkat menengah.." ucapnya dengan khawatir karena tidak ada hal penting selain itu.
"Apa Pendapat kalian tentang hal ini....?" tanyanya pada para menterinya.
Sebelum mereka menjawab tiba-tiba terdengar suara retakan yang berada tidak jauh dari tempat mereka.
krak...
Mentri Yang membeku tadi tiba-tiba retak dan tidak lama kemudian hancur menjadi serpihan Es.
Kaisar Xia dan para Menteri yang melihat hal itu hanya terdiam.
"Dia benar-benar membunuhnya." gumam mereka dengan ekspresi sulit untuk diartikan sebab tadi mereka hanya mengira jika Yin Zu hanya akan membekukan orang itu saja.
"Mengerikan.." gumam mereka.
"Bersyukurlah karena dia bukan salah satu dari bawahanya yang aku kenal jika itu terjadi aku ragu jika kalian bisa selamat." ucapnya sambil mengingat seorang gadis yang memiliki rambut warna hitam dan mata merah darah.
"Ya.... dibandingkan yang lain dia lebih ganas dan berbahaya waktu dimedan perang yang lalu." gumamnya.
Sedangkan ditempat lain terlihat Yin Zu sedang duduk dibawah pohon bersandar disana terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang.
Tidak lama kemudian muncul siluet cahaya dan seorang gadis cantik yang memiliki rambut berwarna keemasan yang menjadi ciri khasnya tersendiri.
"Apa kau menyelesaikan tugasmu dengan baik..?" tanya Han Guang.
"Aku telah menyelesaikan tugasku dengan baik walaupun ada sedikit halangan tapi aku bisa mengatasinya dengan mudah." ucap Yin Zu lalu berjalan santai menuju kearah wilayah tanpa nama.
"Masalah...?" Han Guang bertanya dengan kebingungan sekaligus curiga dengan Yin Zu.
"Apa yang sebenarnya telah kau lakukan Yin Zu..?" tanya Han Guang lalu berjalan bersama Yin Zu dan tentu saja dia tidak akan mengabaikan perkataan dari Yin Zu tadi.
"Aku hanya melenyapkan seorang penjilat yang akan berdampak buruk bagi mereka jika terus dibiarkan berada disana." ucap Yin Zu memberi alasan pada Han Guang.
__ADS_1
"Apa itu akan berdampak buruk dengan wilayah tanpa nama..?"
"Huh... tenang saja kaisar Xia berkata jika itu bukanlah suatu masalah jadi tidak perlu dikhawatirkan." ucapnya lalu melesat terbang dengan cepat menghindar dari pertanyaan Han Guang.