
[Ding... Selamat tuan, Anda telah membunuh 15 jt perajurit gagak darah iblis yang berada di tingkat Elemen awal sampai reinkarnasi akhir. Anda mendapatkan 5 M poin sistem dan 50 M poin pengalaman]
[Ding... Selamat tuan, Anda mendapatkan 5 kotak hadiah misteri dari sistem karena telah berhasil menyelesaikan misi tersembunyi yaitu mencegah kehancuran alam tingkat tinggi.]
[Ding... Selamat tuan, Anda telah menerobos ke rana Dewa sejati akhir. Diharapkan tuan untuk memahami hukum Dao terlebih dahulu sebelum menerobos ke tingkat selanjutnya.]
[Ding... Diharapkan tuan untuk memahami hukum Dao sesegera mungkin karena hal itu sangatlah penting. Karena untuk memasuki alam kebadian seseorang harus memahami hukum Dao terlebih dahulu, untuk menguji seseorang apakah dia pantas memasuki alam itu atau tidak.]
Yan Liyan yang mendengar itu sebenarnya sangat terkejut. Namun dia memilih untuk tetap tenang menahan dirinya untuk tidak bertanya pada sistemnya.
Yan Liyan kemudian memandang kearah dua pemimpin ras Phoenix dan dua pemimpin tiga ras utama.
Dia melepaskan lengan yang dari pelukan Bing Hua dan Xian Ran kemudian Yan Liyan berjalan menuju kearah Chi Ziran.
"Naga kegelapan telah dikalahkan bersama dengan pemimpinya. Alam ini akan terbebas dari bencana besar untuk waktu yang cukup lama. Dan selama itu, aku harap jika kau dapat mewujudkan impian yang kau katakan tadi." Yan Liyan kemudian mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dan kemudian melemparkannya kepada Chi Ziran.
"Aku harap jika itu dapat membantumu." Yan Liyan memberikan itu karena tadi dia dapat mendengar perkataan Chi Ziran saat melawan naga kegelapan.
Mewujudkan kehidupan Dunia yang setara dan tanpa adanya diskriminasi memang sangatlah sulit bahkan hampir mendekati kemustahilan namun selalu ada harapan dalam suatu keputusasaan.
Chi Ziran menerima cincin penyimpanan tersebut dan kemudian sedikit membungkuk.
"Terima kasih atas hadiah yang kau berikan. Dan juga aku mewakili semua ras yang ikut dalam perperangan dan semua sosok yang tidak dapat bertemu denganmu. Kami semua mengucapkan Terima kasih." Ucapnya dengan menunduk layaknya seorang kesatria sejati yang menunduk kepada pemimpinnya.
Semua sosok yang melihat Chi Ziran yang merupakan pemimpin mereka menunduk, mereka Langsung mengikuti apa yang dilakukan oleh pemimpin mereka itu.
Xuan Wu, Zi Mo, Xiu Lan, Xu Dongjie, Ling Yun, Xian Zi serta para perajurit yang lain menunduk kepada Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat hal itu merasa tidak nyaman karena sebenarnya yang mengalahkan dewa kegelapan adalah 5 dewi dari 7 dewi terdahulu bukan dirinya, meskipun dia juga sangat yakin jika dia dapat mengalahkan dewa kegelapan sekrang diri saja, tapi tetap saja yang membunuhnya bukan dia.
"Bangunlah! Aku bukanlah orang yang gila akan kehormatan, tapi jika memang kalian menghormatiku, maka setelah ini aku meminta kepada kalian untuk menghentikan semua konflik yang terjadi diantara semua ras yang ada.
Aku telah mengambil langkah awal untuk mewujudkan impiaan kedamaian di alam tingkat tinggi ini dan giliran kalian harus melanjutkan langkah selanjutnya dari mimpi tersebut."
"Satu hal lagi, Aku akan memberitahu kalian tentang satu hal yaitu mengenai senjata tingkat surgawi ke atas yang aku berikan kepada kalian. Sebaiknya kalian gunakan senjata itu untuk kebaikan karena hal tersebut akan berdampak baik pada kalian dan begitu pula sebaliknya, jika kalian menggunakan senjata itu untuk keburukan maka senjata tersebut akan menghilang sepenuhnya serta akan berdampak buruk pada kalian.
__ADS_1
Dampak buruk itu berupa bencana hingga suatu kesialan, Jadi jangan menggunakan senjata itu dengan niat yang tidak baik."
Sebelum Yan Liyan memberikan senjata itu kepada Xian Zi untuk dibagikan kepada perajurit, Dia memasang dua segel yaitu segel yang berguna untuk memberikanya poin sistem dan segel yang kedua adalah segel yang berguna untuk mencegah seseorang menyalah gunakan senjata pemberianya.
Para perajurit mengangguk sebagai tanggapan ketika mendengar penjelasan dari Yan Liyan. Mereka akhirnya juga tahu darimana senjata tingkat tinggi itu berasal.
Chi Ziran kemudian berdiri setelah Yan Liyan menyelesaikan penjelasannya dan diikuti oleh para perajurit yang ada dibelakangnya.
"Aku pikir hanya itu saja yang perlu aku sampaikan kepada kalian."
Yan Liyan kemudian berjalan menuju kearah tempat terbukanya celah dimensi yang merupakan tempat mereka semua masuk ke dimensi utara ini.
"Terbuka!"
Wuuss!
Celah dimensi yang sangat besar kembali terbuka. Celah dimensi itu berwarna putih yang berarti ras manusia yang akan memasuki dimensi tersebut, karena celah dimensi yang berwarna putih itu menghubungkan antara wilayah dimensi utara dengan wilayah ras manusia.
"Sepertinya kami akan pergi terlebih dahulu." Xuan Wu memegang pundak Zi Mo. kemudian dia melesat untuk memimpin para perajuritnya untuk memasuki celah dimensi tersebut.
Hal Itu menandakan jika kali ini adalah giliran ras iblis, mereka kemudian masuk dipimipin oleh Zi Mo.
Dan sekarang adalah giliran ras Elf.
"Liyan'gege, Aku akan mengunjungi mu di dimensi ini jika aku mempunyai waktu luang, jadi jaga dirimu baik-baik." Setelah mengatakan hal itu Xian Ran melesat menuju kedalam celah dimensi bersama dengan para perajuritnya.
Dan begitupun seterusnya, Kini adalah giliran Ras Phoenix es.
"Kalian dapat meminta. bantuan kami untuk memakmurkan kembali wilayah dimensi utara ini, jika kalian memang membutuhkan bantuan. Pintu istana ras Phoenix es selalu terbuka untuk kalian." ucap Chi Ziran dengan tulus.
"Ya... Sebaiknya kau mencari seorang kekasih untuk mengisi hidup mu Chi Ziran." suara Mei Lin terdengar di belakangnya.
"kau bicara apa? bukankah kau juga sama seper..
"Sayangnya kali ini kau salah." Mei Lin memotong perkataan Chi Ziran kemudian meliriik kearah Yan Liyan.
__ADS_1
Chi Ziran yang mengerti dengan maksud dari sahabat lamanya itu hanya terdiam dengan ekspresi tidak percaya.
"Ti-tidak mungkin...
"Hee.. Itu mungkin saja, jadi berusahalah atau kau akan tetap menyendiri seumur hidup mu."
"Ya, Lebih baik jika hidup ku memang seperti itu." gumamnya lalu dia melesat menuju celah dimensi memimpin para perajuritnya untuk kembali ke wilayah mereka.
Setelah seluruh perajurit ras Phoenix Es masuk, celah dimensi tersebut langsung tertutup.
Kini Di tempat itu hanya terdapat empat sosok yaitu Yan Liyan, Bing Hua dan Mei Lin sedangakn Jiu Wei berada di tempat yang terpisah dengan ekspresi kesalnya dia terus saja mengumpat Yan Liyan.
"Dasar tuan Bodoh, tidak tahu malu! Pilih kasih, menyebalkan."
"Aku dapat mendengarmu Bodoh, jadi berhati-hatilah dengan apa yang kau katakan." Sosok Yan Liyan tiba-tiba muncul dibelakang Jiu Wei lalu menarik telinga rubahnya dengan sangat keras.
Au!
Au!
Aaauu!
"Sakit, lepaskan aku sialan!" Jiu Wei meringis kesakitan ketika Yan Liyan menyeretnya dengan menarik telinganya dengan sangat keras.
"Tunjukan jalan menuju istana mu Bing Hua!"
Bung Hua yang mendengar itu hanya mengangguk .
"Aku tidak tahu pasti apakah istana itu masih berdiri kokoh atau telah hancur, tapi tidak ada salahnya untuk memastikannya." Bing Hua kemudian memimpin jalan melesat menuju kearah istana yang merupakan tempat tinggalnya dulu.
Dan diikuti oleh Yan Liyan, Mei Lin Dan Jiu Wei di belakangnya.
"Kejam." hanya kata-kata itu yang terdengar dari Jiu Wei ketika Yan Liyan melepaskan telinganya yang sudah mulai memerah karena ditarik Yang Liyan dengan sangat kuat.
Dan untuk pertama kalinya di hari itu, hujan turun dengan sangat deras di wilayah dimensi Utara setelah beberapa dekade hujan tidak turun lagi di wilayah tersebut.
__ADS_1