
Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Xue Lin dan tidak bisa membayangkan jika Xiao Yi mengetahui hal ini maka...
Mungkin jika para bawahanya yang lain akan menerima hal itu tapi jika Xiao Yi adik manjahnya itu, dia benar-benar sangat ragu jika penjelasanya akan diterima olehnya.
"Tidak... aku tidak mengizinkanmu...!!"
Daripada Yan Liyan menjelaskan Sesuatu pada Xiao Yi yang ingin tahu segalanya lebih baik dia mengusir Xue Lin dari tempat ini.
"He... aku tidak peduli aku akan tetap tinggal dikastil ini dan Ya... aku akan lebih berguna untukmu jika aku berada ditempat ini." Xue Lin tetap pada pendirianya yaitu ingin menginap ditempat itu tidak memperdulikan perkataan dari Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar pernyataan itu hanya terdiam karena jika dia mengusir Xue Lin secara kasar maka hubungan kekaisaran Xue dan tiga wilayah mungkin saja akan memburuk walaupun hal itu tidak sepenuhnya benar tapi tetap saja Yan Liyan sangat khawatir dengan hal itu.
Sedangkan jika Yan Liyan mengusirnya secara halus sepertinya tidak akan bisa karena Xue Lin sangat keras kepala hal itu dibuktikan dengan perkataanya tadi yang tetap ingin menginap.
Yan Liyan menghelah nafas dan menatap rumit Xue Lin ketika memikirkan hal itu.
"Baiklah.... kau diperbolehkan menginap ditempat ini tapi kau juga harus menyiapkan makanan pagi, siang dan malam untuku... ingat kau tinggal ditempat ini bukan secara gratis." ucap Yan Liyan yang tiba-tiba memikirkan hal itu.
'Lumayan punya pelayan gratis jika Xue Lin menginginkan hal itu, tapi dengan harga dirinya yang tinggi pasti dia akan menol..
"Baik tidak masalah aku siap untuk menjadi pelayanmu tuan." ucapnya dengan nada menggoda.
"Jadi perintahkan apa saja pada budak ini tuanku.."
Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Xue Lin menjadi agak risih.
"Berhentilah Bermain-main..!! siapkan makan malam untuku." Ucap Yan Liyan yang sedikit menyesali keputusanya.
Setelah itu dia pergi menuju ruang makan dengan Xue Lin yang mengikutinya dari belakang melihat senyuman tipis dari Xue Lin membuat Yan Liyan agak merinding.
Tidak lama kemudian mereka berdua telah sampai diruang makan....
Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat diatas meja makan itu terhidang banyak sekali makanan mewah dan sepertinya itu merupakan makanan khas para bangsawan besar.
"Aku telah menyiapkan semua ini sebelum tuan kembali ke kastil." ucap Xue Lin dia memang benar menyiapakanya makanan itu sebelum Yan Liyan sampai dikastil yang menandakan jika Xue Lin datang dari tadi pagi.
__ADS_1
Yan Liyan menoleh kearah Xue Lin dia sangat menghargai hal itu tapi....
"Apa kau menaruh sesuatu yang sangat berbahaya dalam makanan ini aku juga curiga jika ularmu itu....
"Hei... jangan menuduhku sembarangan aku tidak melakukan apapun yang dapat membahayakanmu aku juga tidak berani berurusan lagi phoenix itu." ucap ular Yin yang tiba-tiba muncul di balik jubah Xue Lin.
"Dia benar aku juga tidak akan meracuni orang yang telah membatu kekaisaran Xue jadi kau tidak perlu khawatir." ucap Xue dengan agak kesal dengan sikap curiga Yan Liyan terhadapnya.
"Baiklah... aku hanya ingin memastikan."
'lagipula racun tidak akan mempan padaku.'
Setelah itu Yan Liyan duduk dikursi meja makan diikuti juga dengan Xue Lin yang duduk disampingnya.
Walaupun posisinya saat ini sebagai pelayan tetap saja dia tidak sepenuhnya bersikap seperti seorang pelayan.
"Apa kau bisa membuka sepenuhnya penutup muka yang selalu kau pakai itu." ucap Yan Liyan yang sangat penasaran dengan wajah asli dari Xue Lin.
Walaupun agak terlihat sedikit karena kain tipis berwarna biru yang selalu dipakainya tapi tetap saja dia sangat penasaran dengan wajah asli dari Xue Lin yang sebenarnya.
"kenapa aku harus membukanya...?"
"Eh.... apa kau tidak ingin menunjukkanya...?" Yan Liyan balik bertanya pada Xue Lin.
"Aku sama sekali tidak keberatan tapi berikan aku alasan yang menarik untuk agar aku dapat membuka penutup wajahku."
Yan Liyan yang mendengar itu menjadi sangat bingung untuk melihat wajah seseorang saja membutuhkan alasan yang menarik.
"Mm... alasannya sederhana yaitu aku sangat penasaran dengan wajah aslimu jadi apa kau ingin menunjukanya atau tidak...?" ucap Yan dengan jujur sekaligus sangat penasaran.
Xue Lin tersenyum ketika mendengar hal itu....
"Itu tergantung jika kau ingin....
Sebelum ucapan Xue Lin selesai tiba-tiba tangan Yan Liyan melesat dengan cepat menujuh kearah wajah Yan Liyan lalu menarik sedikit dari kain tipis penutup wajah yang dipakai oleh Xue Lin itu.
__ADS_1
Tapi sebelum Dia menarik sepenuhnya dari penutup wajah itu tiba-tiba dia dikejutkan dengan pemberitahuan sistemnya.
[Ding.... sistem peringatkan agar tuan tidak melakukan hal itu, dari adat kuno kekaisaran Xue jika seorang kaisar perempuan akan menutup wajahnya menggunakan kain atau media tertentu misalnya saja sebuaa topeng.]
[Ding..... jika penutup wajah itu dibuka oleh seseorang yang dia kehendaki maka mereka akan langsung menjadi sepasang suami istri dan hal itu tidak berlaku bagi laki-laki yang tidak dia inginkan dan bisa saja hal itu dianggap sebagai penghinaan besar untuk kekaisaran Xue.]
Yan Liyan yang mendengar itu hanya terdiam lalu memasangkan kembali kain penutup wajah yang hampir terbuka itu.
Dia kembali duduk dan memikirkan kesalahan besar yang hampir saja dia lakukan.
"Huh, nyaris saja.., mungkin ini yang dikatakan jika terkadang rasa penasaran akan membawa kita kesebuah petaka." gumam Yan Liyan.
Sedangkan Xue Lin hanya terdiam detak jantungnya mulai berdengup kencang ketika Yan Liyan hampir melepaskan penutup mukanya itu dia bahkan sudah mempersiapkan dirinya ketika pertama kali Yan Liyan mempertanyakan tentang Kain tipis penutup wajahnya itu.
Tapi Xue Lin sangat bingung ketika melihat Yan Liyan menghentikan tindakannya tadi padahal dia sudah berharap untuk hal itu.
Sedangkan Yan Liyan memandang Xue Lin dengan rumit kenapa dia tidak menjelaskan hal itu dari tadi dan malah membuatnya semakin penasaran dengan pertanyaan itu.
Sedangkan sistemnya dia mengerti jika sistem akan memberikan peringatan jika dia sedang dalam bahaya atau hampir melakukan kesalahan yang fatal.
"Kenapa kau tidak menjelaskan tentang penutup wajahmu itu dari awal..?" tanya Yan Liyan dengan sangat serius.
"Eh... itu... aku ingin menjelaskannya tadi tapi kau bergerak secara spontan dan ingin membukanya." ucap Xue Lin dengan gugup karena sebenarnya dia mengharapkan sesuatu yang lain dari Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk karena memang tadi dia bergerak secara spontan karena sangat penasaran.
Bisa dibilang dia terlalu ceroboh dalam mengambil tindakan sehingga hampir membawanya dalam masalah besar.
"Huh... lupakan saja hal tadi setidaknya untuk sekarang." ucap Yan Liyan lalu memakan makanan yang terhidang di depanya.
Xue Lin hanya melihat Yan Liyan karena jika dia makan, dia harus melepas penutup wajahnya terlebih dahulu sebenarnya itu tidak masalah jika dia melepasnya sendiri tapi tetap saja dia merasa gugup ketika akan melepas penutup mukanya di depan Yan Liyan.
Dan dia juga tidak bisa menyuruh Yan Liyan untuk pergi sebentar agar membiarkan dia makan terlebih dahulu seperti di istananya dulu karena sekarang ini dia berada di tempat Yan Liyan jadi dia juga harus menjaga sikapnya.
Akhirnya Xue Lin hanya melihat Yan Liyan makan dan tersenyum ketika Yan Liyan menyukai makanan buatannya itu hal itu ditandai Yan Liyan makan dengan lahap.
__ADS_1