
Lin Fang menghela nafas ketika melihat Yan Liyan, Dia berpikir jika Yan Liyan melakukan apa yang dia mau tanpa mempertimbangkan resiko yang akan terjadi.
Menyaksikan pertarungan antara binatang buas ketika memperebutkan wilayah kekuasaan? itu merupakan hal yang terlalu beresiko.
Karena bisa saja mereka akan terkena ibmbasnya, apalagi ketika binatang buas memperebutkan kekuasaan, Maka mereka akan sensitif terhadap siapapun yang berada di sekitarnya.
"Apa yang harus kita lakukan, pemimpin?!"
Ling Fang menoleh kearah Yun Zhi, meminta arahan untuk seharusnya mereka lakukan saat ini.
Yun Zhi memandang Ling Fang dengan rumit, karena Dia yang seharusnya bertanya seperti itu.
Hal itu disebabkan Orang yang memakai topeng itu merupakan kakak dari Ling Fang, yang sudah pasti mengetahui kebiasaan dan tenperamenya.
"Menurut mu apalagi? Kita ikuti saja kakakmu itu, Lagipula kita tidak mempunyai pilihan lain bukan?"
Mereka berdua yang mendengar itu hanya mengangguk, karena apa yang dikatakan oleh Yun Zhi sangatlah benar.
Mereka melesat mengikuti Yan Liyan dari belakang, lagi.
Tidak lama kemudian....
Mereka berempat telah sampai di sebuah tempat yang merupakan sumber dari ledakan tadi.
Terlihat tempat itu, telah rata dengan tanah, hanya menyisahkan tanah yang terlihat tandus.
Yan Liyan memandang ke depan, terlihat disana terlihat sebuah kawah yang sangat besar dan kepulan debu tipis yang menutupi kawah tersebut,
entah kenapa dia merasakan aura yang cukup kuat yang berada tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini lebih tepatnya berada di dalam kawah itu.
"Tunggu disini! dan jangan pergi ketempat lain ! Aku akan memeriksa tempat itu terlebih dahulu."
Mereka bertiga hanya mengangguk, lagipula mereka tidak ingin mengambil resiko untuk ikut memeriksa kepulan debuh tersebut.
Sedangkan Yan Liyan langsung melesat ke dalam kepulan debu itu.
Setelah Yan Liyan menembus kepulan debuh itu, terlihat kawah yang sangat besar terbentuk disana, namun yang mengejutkan adalah terdapat 4 ekor binatang buas di dalam kawah tersebut.
Yang tiga diantaranya merupakan binatang buas tingkat suci, sedangkan satunya lagi merupakam Binatang darah iblis.
Terlihat tiga binatang suci itu, berkerja sama untuk mengalahkan binatang iblis.
'Hmm... Sepertinya dugaanku salah, sudah tentu ini bukan merupakan pertarungan perebutan wilayah kekuasaan.' batin Yan Liyan ketika melihat binatang iblis disana.
Yan Liyan mengamati pertarungan yang mereka lakukan, walaupun binatang suci diuntungkan dalam hal jumlah, namun mereka kalah dalam hal tingkat kultivasi, sehingga menyebabkan pertarungan menjadi sengit.
Yan Liyan melihat burung gagak yang memiliki warna hitam pekat, serta aura kegelapan yang sangat pekat keluar dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Gagak tersebut merupakan binatang iblis yang telah mengalami Evolusi, menjadi binatang darah iblis karena mampu mengeluarkan Elemen kegelapan.
Walaupun Elemen kegelapan tersebut bukan elemen kegelapan yang murni, melainkan Elemen yang telah tercampur dengan energi iblis, tetapi tetap saja Elemen kegelapan yang mereka miliki sangat kuat.
Tetapi tetap saja bisa dibilang energi kegelapan yang dimiliki oleh gagak tersebut, tidak sekuat milik Yan Liyan atau Xiao Yi, karena Elemen kegelapan yang mereka berdua miliki merupakan Elemen kegelapan yang murni.
Yan Liyan kemudia turun di dalam kawah, lalu langsung melesat kearah binatang darah iblis itu.
Kiak....
Gagak itu mengeluarkan aura kegelapan dari dalam tubuhnya, menaikan bulunya dan mengarahkanya kesegala arah, sebagai bentuk serangan sekaligus pertahanan.
Yan Liyan yang melihat itu langsung berhenti dan membuat segel tangan.
"Aray pelindung!"
Wusss.....
Boomm.....
Terjadi benturan yang sangat keras ketika serangan bulu dari gagak itu menghantam aray pelindungnya.
Gagak itu menoleh kebelakang dan menatap tajam Yan Liyan.
"Cih... Manusia? Apa kau mencari kematian?!" Gagak itu terkejut ketika melihat Yan Liyan berada dibelakang nya.
Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat ekspresi terkejut dari gagak itu.
"Seharusnya Aku yang bertanya seperti itu, apa yang dilakukan oleh ras binatang darah iblis diwilayah kekuasaan dari ras manusia?" Yan Liyan berkata dengan dingin, memberi intimidasi kepada burung gagak tersebut.
Burung gagak tersebut sedikit mundur ke belakang, terkejut dengan aura yang mengintimidasinya dan memberikan rasa takut yang mendalam pada dirinya.
Hal itu seakan membuat jiwanya memaksa diriny untuk tunduk kepada Yan Liyan, namun gagak tersebut masih menahan dirinya untuk tidak menunduk.
"Apa Ras iblis ingin berperang dengan ras manusia? atau kedua ras yang ada?" Yan Liyan bertanya dengan nada menyelidik dan memperhatikan gerak-gerik dari gagak itu.
Dia sangat tahu jika hal itu bisa saja terjadi, kapan saja.
"Tidak! Tujuanku ketempat ini, karena ingin mencari makanan dan menghisap semua energi kehidupan yang dimiliki oleh binatang yang berada dihutan ini, jadi ini semua sama sekali tidak ada hubungannya dengan ras iblis."
Ucap gagak itu menjelaskan maksud tujuanya berada di dalam hutan ini.
Yan Liyan yang mendengar itu mengerti dengan tujuan dari gagak itu namun kenapa harus wilayah dari ras manusia?
"Apa hanya kau sendiri yang berada di dalam hutan ini?"
Burung gagak itu ingin menjawab pertanyaan dari Yan Liyan, namun secara tiba-tiba, seekor harimau putih menggigit sayap kiri miliknya.
__ADS_1
AaaUuuu
Terdengar suara lolongan dari atas, dan terlihat seekor serigala berwarna putih salju melesat kearah Gagak itu dan menggigit sayap sebelah kanan dari Gagak tersebut.
Kiakk.....
Kini suara pekikkan dari burung Elang yang memiliki warna kecokelatan, mirip seperti elang tanah namun terdapat garis berwarna merah pada tubuhnya, sehingga membuatnya terlihat sangat indah.
Burung itu meliak-liuk diudara dan melesat, menukik tepat pada bagian tubuh dari gagak tersebut.
Sedangkan gagak itu, sama sekali tidak bisa bergerak, karena kedua sayapnya digigit oleh dua binatang suci. Hal tersebut dikarenakan gagak itu mengabaikan mereka karena kehadiran dari Yan Liyan, sehingga membuatnya lengah.
Dan juga ditambah aura dari Yan Liyan tadi membuatnya terintimidasi, sehingga Dia sama sekali tidak bisa menghindar serangan dari 3 binatang tingkat suci itu.
"Tidak!
Kalian!! Tuan ku akan membalas semua ini!" gagak itu berteriak menggema di dalam hutan dan...
Boomm......
Terjadi ledakan yang sangat keras serta diikuti menghilangnya suara dari gagak tersebut.
Yan Liyan yang melihat itu hanya terdiam, sama sekali tidak membantu. Sebenarnya dia ingin mendapatkan sedikit informasi dari gagak tersebut, namun sepertinya, tiga binatang tingkat suci tersebut tidak ingin menunggunya.
Dan ketika Burung gagak itu berteriak tentang tuanya, membuat Yan Liyan semakin yakin jika gagak tersebut disuruh oleh suatu sosok, Dia tidak tahu pasti siapa sosok itu, namun kemungkinan besarnya sosok tersebut berasal dari ras iblis.
Yan Liyan lalu menoleh kearah tiga binatang suci, yang sekarang ini berdiri di depannya.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum, lalu mengeluarkan tiga buah pil dan melemparkanya pada mereka.
"Telah Pil ini! Itu merupakan pil penyembuhan, jadi tidak perlu khawatir."
Tiga Binatang Suci itu hanya mengangguk dan membuka mulut mereka, Mereka sangat percaya pada Yan Liyan karena berpikir, dengan kekuatan Yan Liyan yang mereka rasakan tadi yang mampu menekan gagak tadi menggunakan auranya.
Yang mana mereka melawan gagak itu saja dengan susah payah. Bisa disimpulkan jika Yan Liyan bisa saja melenyapkan mereka bertiga, jika dia ingin.
Setelah Mereka menelan pil tersebut, perlahan luka yang mereka alami mulai menutup dan menghilang tanpa bekas, bukan hanya itu bahkan energi mereka kembali pulih setengahnya.
Mereka yang merasakan hal itu, menatap kagum pada manusia di depanya, karena selama ini yang mereka tahu jika manusia memiliki sifat yang sangat serakah.
Ras manusia terkadang memaksa binatang yang berada di dalam hutan ini, untuk dijadikan sebagai binatang kontrak.
Walaupun tidak semua ras manusia seperti itu, namun tidak bisa disangkal jika terkadang mereka memiliki sifat tersebut.
Tiga Binatang Suci itu kemudian menunduk kepada Yan Liyan.
"Kami sangat berterimakasih atas pertolongan anda, tuan."
__ADS_1