SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kekalahan Dewa Kegelapan


__ADS_3

Trang!


Benturan pedang kematian dan pedang Phoenix milik Yan Lin kembali berbenturan. Yan Lin menyerang Hou An dengan brutal sehingga menyebabkan Hou An menjadi terdesak.


Bahkan aura kegelapan yang sangat pekat tidak berpengaruh sama sekali terhadap tubuh Yan Lin karena api hijaunya dapat menyembuhkan lukanya dengan sangat cepat.


"Teknik api hijau! Serangan Naga surgawi!"


Wuss!


Api hijau yang berada di pedang Yan Lin semakin membara diikuti oleh aura panas yang mencekam mengelilingi tempat itu.


Kemudian api yang berada di pedang Yan Lin terkumpul pada satu titik membentuk seekor naga barat berwarna hijau.


Grroaarr!


Naga itu mengaum dengan sangat keras lalu dia melesat dengan sangat cepat menuju kearah Hou An.


"Yin Su! Yin Zu!" teriak Yan Lin.


"Baik." ucap mereka berdua bersamaan.


Mereka berdua tiba-tiba muncul dikedua sisi Dewa kegelapan ketika dia ingin menghindari serangan Yan Lin.


"Kau tidak akan bisa lari."


Muncul akar bunga mawar dari dalam tanah kemudian mengikat Hou An dengan sangat kuat, akar dari bunga mawar itu terus tumbuh sampai mengikat tubuh dari dewa kegelapan secara keseluruhan.


Dan setelah itu diujung-unung akar bunga itu tumbuh bunga-bunga mawar berukuran kecil yang mengeluarkan percikan api.


Percikan api itu mengenai akar-akar bunga sehingga terbentuk rune-rune segel di seluruh akar itu.


Tidak sampai disitu saja, dari bawah tanah muncul sebuah altar yang berbentuk bulan purnama. alatar tersebut mengeluarkan cahaya berwarna biru terang.


Lalu muncul rantai dari sudut altar yang mengikat tubuh dewa kegelapan dari berbagai sisi, rantai itu merupakan teknik penyegelan tingkat tinggi sehingga membuat dewa kegelapan tidak bisa berkutik karena diikat dan disegel oleh teknik segel ganda.


"Sialan!"


"Masih terlalu cepat bagimu untuk berkata seperti itu."ucap Yin Zu dan Yin Su dan kemudian mereka berdua membuat segel tangan secara bersamaan.


"Teknik Kedua! Esekusi!"


Bunga-bunga kecil yang tumbuh di akar itu tiba-tiba saja meledak secara bersamaan serta muncul huruf kuno di sudut altar yang berada di bawah Hou An.


Huruf-huruf kuni itu mengeluarkan cahaya berwarna merah darah. Naga hijau menukik kearah Yan Liyan lalu....


Boomm!

__ADS_1


Ledakan yang sangat besar terjadi, ledakan dari tiga teknik gabungan itu mengakibatkan terbentuknya kawah yang sangat luas serta angin akibat dari ledakan itu berhembus sampai ketempat Chi Ziran yang berada sangat jauh dari medan pertempuran saat ini.


Yan Liyan yang melihat dampak ledakan itu merasakan perasaan ngeri, karena kekuatan para mantan bawahannya berkembang sangat pesat daripada dirinya.


Dengan membentuk aray pelindung untuk mengalangi serpihan tanah dan bebatuan yang akan mengenai dirinya dan Bing Hia yang kini berada di belakangnya.


Yan Liyan mengepalkan tangannya dengan sangat kuat sehingga menyebabkan darah keluar dari tangannya. Bing Hua yang melihat hal itu langsung mengenggam tangan kekasihnya itu dan menatapnya dengan lembut.


"Kau tidak perlu merasa dirimu ditinggalkan dalam hal kekuatan oleh mereka Liyan'gege. kehebatan dari Kekuatan yang mereka miliki merupakan hal yang wajar karena diakibatkan oleh pengalaman mereka dulu." ucap Bing Hua yang berusaha untuk menenangkan kekasihnya itu.


Yan Liyan yang mendengar perkataan dari Bing Hua hanya menggeleng pelan.


"Bukan itu yang aku rasakan saat ini, Aku merasa sangat menyesal dengan kenaifanku dulu. Andai saja waktu dapat diulang maka...


Kata-kata Yan Liyan terhenti ketika merasakan tangannya digenggam semakin erat oleh Bing Hua, Yan Liyan menoleh kearah kekasihnya yang kembali menggeleng.


"Semua ini adalah takdir yang terjadi dalam kehidupan mu Liyan'gege, jadi kau tidak perlu menyesalinya."


Yan Liyan terdiam untuk sementara waktu ketika mendengar perkataan dari Bing Hua.


"Huh.. mungkin kau benar." ucap Yan Liyan dengan menghela nafas panjang.


'Tapi tetap saja ini terasa sangat menyakitkan.'


Mei Lin dan Han Guang yang melihat ledakan itu saling menatap satu sama lain kemudian mengangguk secara bersamaan.


Han Guang kemudian mengarahkan elemen cahaya sucinya pada tubuh Hou An yang masih terikat, elemen cahaya itu kemudian menyelimuti tubuhnya sehingga membuat energi kehidupan dari dewa kegelapan berkurangberkurang secara drastis.


Argkh!


Argkh!


Terdengar suara teriakan yang sangat memilukan dari dewa kegelapan ketika elemen cahaya itu menguras habis energi kehidupanya. Tidak hanya itu, Han Guang juga memisahkan elemen kegelapan dari tubuh Hou An.


Wuss!


Keluar kabut hitam pekat dari dalam tubuh Hou An dan kemudian kabut itu berkumpul sehingga membentuk bola berukuran cukup besar.


"Seraplalah sesuatu yang seharusnya menjadi hak mu Mei Lin."


"Tanpa kau suruh pun aku akan menyerap elemen kegelapan dari pencuri ini, andai saja dulu kita tidak berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan maka sudah lama aku akan menyerapnya."


Xiao Yi yang kemudian mengarahkan telapak tangannya pada elemen kegelapan itu, elemen kegelapan itu langsung terserap kedalam tubuh Xiao Yi dengan sangat cepatnya tanpa adanya penolakan dari elemen tersebut.


"Sepertinya roh dari elemen itu dapat mengenali pemilik aslinya." ucap Han Guang lagi yang sudah menghentikan tekniknya ketika melihat Hou Yun hanya tersisa tengkorak dan kemudian tengkorak itu melebur menjadi butiran debuh lalu terbang terbawah oleh angin.


"Ya, kau be..."

__ADS_1


Booommm!


Ledakan besar dari arah tempat medan perperangan terjadi sehingga membuat Xiao Yi dan Mei Lin terkejut.


"Sosok yang aku rasakan tadi telah tiba di tempat ini."


Xiao Yi yang mendengar itu tanpa basa-basi langsung melesat menuju medan pertempuran diikuti dengan yang lain.


Sesampainya mereka di medan pertempuran. Mereka melihat 50 perajurit menggunakan armor yang sangat mewah sedang membantai jutaan perajurit gagak darah iblis dengan mudahnya.


"Mereka semua berada di rana kultivasi reinkarnasi akhir! perajurit macam apa itu?"


"Apakah mereka berasal dari alam keabadian?" Han Guang menanggapi perkataan dari Xiao Yi.


"Itu tdak mungkin, sangat mustahil orang-orang yang berasal dari alam keabadian berada dialam tingkat tinggi seperti ini."


Disaat mereka berdua sedang kebingungan tiba-tiba muncul sosok wanita yang sangat cantik di depan mereka berdua.


"Kalian berlima adalah 5 dewi dari 7 dewi terdahulu bukan?" tanya sosok itu dengan pandangan tajam dan mengintimidasi..


Xiao Yi yang melihat pandangan dari sosok di depannya langsung mundur kebelakang dengan keringat dingin yang bercucuran.


Sedangkan Yan Lin merasa sangat tidak asing ketika melihat wanita itu, sepertinya dia pernah mengenal nya.


"Ya-ya kau benar." ucap Xiao Yi dengan terbata-bata.


Baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini.


'Perasaan ini, tidak salah lagi. Ini adalah rasa takut. Aku merasakan ketakutan terhadap orang ini.'


"Apa kalian melihat keberadaan anakku ditempat ini?"


"Tidak, sepertinya tidak! aku tidak mengenal siapa anakmu."


"Benarkah? lalu kenapa aku merasakan sedikit aura anakku pada dirimu?" sosok itu berbicara dengan aura intimidasi yang kuat diarahkan pada Xiao Yi sehingga membuatnya hampir saja tertunduk, tapi secara tiba-tiba.


"Ibu." suara panggilan halus terdengar dari belakang mereka.


Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat sosok ibunya.


"Apa yang ibu lakukan ditempat ini?" tanya Yan Liyan sambil berjalan menuju ibunya diikuti oleh Bing Hua dibelakangnya.


"Yan Liyan..


Suara Yan Lin terhenti ketika Yan Liyan berjalan melewatinya tanpa menoleh kearahnya sedikit pun.


Hal tersebut langsung membuatnya merasa sangat sakit karena diabaikan oleh Yan Liyan yang merupakan orang yang sangat dia cintai sejak dulu.

__ADS_1


__ADS_2