
disuatu tempat terlihat tiga orang sedang berbincang-bincang dengan serius.
"saudara Hong apa semua murid sektemu sudah siap untuk melakukan penyerangan.? tanya Mo Lang.
"semuanya sudah siap total semuanya adalah 3000 murid rana raja bumi keatas dan tiga tetua yang berada dirana pertapa awal ditambah 3000 perajurit dari keluarga kalian berdua."
"dengan jumbla 6000 kultivator yang menyerang sekte Es maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa." ucap Gui Hong.
Yan Sui yang mendengar itu tersenyum.
'sebentar lagi aku akan membalas semua penghinaan di turnamen tadi.' batinnya.
"sebaiknya kita menyerang sekarang sebelum mereka mengetahui rencana kita lalu mereka melarikan diri." ucap Yan Sui yang sudah tidak sabar menghancurkan sekte Es.
"aku setuju denganya." ucap Mo Lang.
sedangkan Gui Hong hanya mengangguk...
"baiklah pimpin perajurit kalian masing-masing sedangkan aku juga akan memimpin murid sekteku." ucap Gui Hong pada mereka berdua.
"baik.."
"................"
di dalam hutan yang merupakan jalan menuju sekte Es Yan Sui terus memimpin jalan di depan.
"sebaiknya kita berhenti disini." ucap Yan Liyan.
Yan Sui yang mendengar itu langsung berhenti diikuti dengan yang lainnya.
"kakak Liyan jadi apa rencanamu.? tanya Xiao Yi.
Yan Liyan yang mendengar itu langsung menjelaskan rencananya pada mereka.
"aku akan membagi kalia menjadi dua kelompok untuk melakukan sebuah tugas."
"Bing Hua bersama Yin Zu dan Xiao Yi dengan Yan Lin."
"kalian harus berkerja sama untuk membunuh perajurit mereka."
"sedangkan aku dan Yin Su mengurus tiga pemimpin mereka." ucap Yan Liyan memandang mereka berempat yang mengangguk tanda setuju.
"baiklah... Yin Zu ambilah pedang ini.! Yan Liyan memberikan sebuah pedang indah yang bercorak teratai es.
Yin Zu yang melihat pedang indah itu langsung mengambilnya.
"apa kau memberikan pedang ini untuk aku miliki.? tanya Yin Zu penuh harap.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum...
"tidak aku hanya meminjamkanya saja untuk kau gunakan membantai musuh, setelah itu kau harus mengembalikanya padaku." ucap Yan Liyan.
Yin Zu yang mendengar itu agak kecewa.
"tapi jika kau membunuh 3000 kultivator tingkat langit keatas maka aku tidak keberatan memberikan senjata yang sama seperti pedang itu untukmu."
"dan asal kau tahu pedang itu bernama pedang teratai Es yang merupakan senjata tingkat langit." ucap Yan Liyan.
Yin Zu yang mendengar itu sangat senang sekaligus terkejut dan lebih bersemangat untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Yan Liyan kepadanya.
sedangkan Xiao Yi yang melihat itu tampak iri dengan Yin Zu.
"hei kakak Liyan apakah hanya kakak Yin saja yang mendapatkan hadiah darimu.? tanya Xiao Yi menatap Yan Liyan.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum kecut.
"aku akan memberikan kalian hadiah setelah kalian menyelesaikan tugas."
mereka berempat yang mendengar ucapan Yan Liyan hanya mengangguk dan melesat kedalam hutan bersama kelompok masing-masing.
__ADS_1
kini ditempat hanya terdapat Yan Liyan dan Yin Su.
"bagaimana kau bisa memiliki senjata tingkat langit itu.? tanya Yin Su.
Yan Liyan hanya tersenyum tipis.
"aku tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab pertanyaanmu itu bukan...? Yan Liyan balik bertanya.
"tentu saja... kau tidak mempunyai kewajiban untuk hal itu."
"hanya saja.. aku tidak tahu hadia seperti apa yang akan aku berikan padamu jika kau mempunyai senjata tingkat langit dan memberikanya pada orang lain dengan syarat tertentu." ucap Yin Su.
"kau tidak usah terlalu khawatir tentang hal itu." ucap Yan Liyan.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk dan kembali fokus untuk menghadapi musuh.
sedangkan Yan Liyan duduk dibawah pohon sambil memandang langit yang dipenuhi awan putih cerah.
30 menit kemudian Yan Liyan berdiri dan memandang Yin Su yang sepertinya merasakan sesuatu sepertinya.
"bersiap-siaplah musuh sebentar lagi akan sampai kemari." ucap Yan Liyan.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.
sedangkan tidak jauh dari tempat Yang Liyan terlihat tiga orang memimpin 6000 perajurit.
"dengan kecepatan seperti ini.. kita akan sampai di sekte Es pada sore hari." ucap Yan Sui.
Mo Lang yang mendengar itu hanya mengangguk.
"kau benar, aku sudah tidak sabar merebut sumberdaya sekte mereka." ucap Mo Lang.
ketika mereka sedang berbincang bincang muncul serangan dari arah belakang perajurit mereka.
"tehknik Belati taring, tehknik gabungan.serangan seribu naga."
wusss....
wusss.....
grroar...
Boomm.......
argkh......
muncul banyak kawa kecil serta banyak pohon yang tumbang ditempat itu disertai dengan rintihan kesakitan dari para kultivator yang berada dibelakang.
Yan Sui yang melihat itu terkejut sekaligus marah.
"siapa yang berani menyerang perajuritku...? teriaknya dengan marah.
"aku."
Wusss....
muncul Yan Liyan di belakang Yan Sui....
Boomm.....
argkh....
Yan Sui terlempar kepepohonan hingga tumbang.
sedangkan Mo Lang yang melihat orang didepanya menjadi terkejut.
"kau.. bukankah kau..
sebelum ucapannya selesai Yan Liyan melesat kearahnya dengan cepat.
__ADS_1
wusss....
Boomm.....
dia dilemparkan kearah yang sama dengan Yan Sui.
sedangkan Gui Hong yang melihat hal itu langsung waspada ketika melihat dua kepala keluarga kekaisaran dikalahkan dengan mudah oleh orang didepanya.
"kau... siapa kau...? ucap Gui Hong dengan waspada.
"bisa dibilang aku adalah pelindung sekte Es dari orang sepertimu setidaknya..untuk hari ini saja." ucap Yan Liyan sambil melihat kearah Yin Su.
"kau urus mereka berdua sedangkan aku akan mengurus tua Bangka ini.! perintah Yan Liyan.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk.
"baik.... berhati-hatilah." ucapnya lalu melesat kearah tempat jatuh dari Yan Sui dan Mo Lang.
Gui Hong yang melihat itu menjadi terkejut.
"jangan bilang....
"ya... dia sudah mengetahui rencana kalian sejak awal dan dia meminta bantuanku untuk memusnahkan kalian."
"sekarang bersiaplah." ucap Yan Liyan dengan senyuman sinis.
"langka cahaya."
Wusss.....
Yan Liyan melaju dengan kecepatan penuhnya dan muncul didepan Hong Gui secara tiba-tiba dan mengarahkan pukulanya kearah Hong Gui.
Hong Gui secara refleks menghindari serangan dari Yan Liyan.
"kau pikir semudah itu mengalahkanku dan 6000 perajuritku bocah." ucap Hong Gui dengan penuh penghinaan.
"oh... benarkah.. lihatlah para murid dan tiga tetua sektemu itu." ucap Yan Liyan.
Gui Hong yang mendengar itu menoleh kearah dimana para murid dan tetua nya dan melihat seekor rubah putih melawan dan berhasil mendesak tiga tetua sektenya hingga pada posisin bertahan.
dan dua orang gadis membantai para muridnya.
sedangkan dua gadis lainya membantai para perajurit keluarga Yan dan Mo.
argkh.....
argkh.....
argkh......
teriakkan dari murid sekte iblis dan perajurit keluarga Yan dan Mo menggema didalam hutan.
Gui Hong yang melihat hal itu serta mendengar teriakan kesakitan dari murid-murid sektenya menjadi marah pada Yan Liyan.
"aku akan membunuhmu dengan kejam bocah.." ucapnya lalu melesat kearah Yan Liyan dengan kekuatan penuhnya.
"tehknik iblis.tapak iblis." teriak Gui Hong.
tiba-tiba tangan Hong Gui diselimuti aura berwarna merah darah melesat menuju jantung Yan Liyan.
sedangkan Yan Liyan melihat hal itu mengeluarkan pedang cahaya dan menangkis tapak itu menggunakan pedang chaya pembunuh iblisnya.
Boomm.....
benturan dua serangan menggema.
wusss......
Gui Hong mundur kebelakang sambil memegang tanganya yang kesakitan.
__ADS_1
Yan Liyan yang melihat itu tersenyum sinis.
"salah satu kelemahan tehknik iblis adalah dengan menggunakan tehknik atau artefak ber Elemen cahaya." gumam Yan Liyan sambil melihat Gui Hong yang kesakitan pada bagian tangannya.