SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Mendapatkan Persetujuan


__ADS_3

Xue Yu benar-benar sangat terkejut ketika melihat Yan Liyan mempunyai 9 elemen.. Apalagi elemen-elemen tersebut bukanlah elemen biasa, beberapa dari elemen itu merupakan elemen khusus bahkan terdapat elemen surgawi.


Elemen Api phoenix, petir darah, Es Yin dan elemen lainya itu mengelilingi tubuh Yan Liyan bagaikan tameng yang akan siap kapan saja melindungi Yan Liyan dari segala ancaman serangan yang akan mengenai tubuhnya.


Dan juga orang yang memiliki semua elemen hanyalah sosok yang berada dalam legenda di alam keabadian kuno yaitu dewa elemen.


Namun orang-orang yang berasal dari alam keabadian hanya menganggap dewa elemen sebagai cerita lama yang belum tentu kebenarannya, hal itu disebabkan oleh kurangnya catatan mengenai dewa elemen itu.. Cerita itu juga hanya beredar dari mulut kemulut sehingga membuat orang-orang yakin jika dewa elemen hanyalah suatu cerita lama yang berasal dari rumor yang tidak pasti, termasuk juga Xue Yu yang beranggapan seperti itu.


Tapi kali ini dia tidak pernah menyangkal jika keberadaan dari sosok yang menguasai seluruh elemen memang benar-benar ada, terlebih lagi sekarang ini sosok tersebut berada di hadapanya.


"Hehe.. Aku tidak pernah menyangka disaat setelah kematianku akan muncul bakat-bakat unggul dan luar biasa seperti ini, Apa lagi bakat itu muncul dikalangan ras manusia." gumamnya dengan perasaan lega karena menganggap Yan Liyan bisa diandalkan untuk menjaga putrinya.


Sedangkan Yan Liyan tanpa ragu menggunakan elmen ruang dan waktunya untuk


Melambatkan waktu untuk sesaat, lalu setelah itu dia melesat dengan gerakan yang sangat cepat. Yan Liyan muncul di belakang Xue Yu dan kemudian mengarahkan Es yang runcing ke leher Xue Yu. Waktu kembali normal ketika Yan Liyan mengarahkan es runcing itu pada leher Xue Yu.


Xue Yu seketika tersadar, Dia sangat terkejut ketika melihat dirinya dikelilingi oleh 9 bola elemen, bola-bola elemen tersebut seperti siap menyerangnya kapan saja jika sedikit saja dia melakukan gerakan.


Xue Yu menoleh kebelakang dan melihat Yan Liyan menempel es tajam pada lehernya.


Lagi-lagi serangan tiba-tiba dari Yan Liyan itu membuat Xue Yu sangat terkejut. Dia menyadari jika serangan Yan Liyan tadi bukanlah serangan yang menggunakan kecepatan saja, tapi dia juga menggunakan pengendalian elemen ruang dan waktu.


Xue Yu mengetahui jika orang yang menguasai elemen ruang dan waktu secara sempurna dapat memanipulasi waktu dalam artian dapat mempercepat dan melambatkan waktu sesuka hatinya.


Hal tersebutlah yang membuat penggunaan elemen ruang dan waktu sangat ditakuti. Elemen ruang waktu memang tidak dapat menimbulkan efek perusak jika digunakan untuk menyerang lawan. Namun jika elemen tersebut digabungkan dengan teknik lain, maka akan menimbulkan efek rusak yang sangat luar biasa.


Untung saja orang yang menguasai elemen waktu sangatlah langka, dan jika seseorang mempunyai elemen ruang dan waktu diketahui oleh orang lain, maka hanya dua kemungkinan bagi pemilik elemen itu, yaitu di bunuh atau dimanfaatkan.


"Kau menang."


Yan Liyan menghela nafas lega ketika mendengar perkataan Ibu Bing Hua. Yan Liyan lalu menghilangkan seluruh bola elemenya serta menurunkan es runcing itu dari leher Xue Yu.


"Syukurlah!"


Bruk!


Yan Liyan tiba-tiba saja terjatuh tertunduk dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Kau terlalu memaksakan diri.Manipulasi waktu tentu saja akan membuat tenaga dan Qi mu terkuras."


Yan Liyan tidak bisa menyangkal perkataan Xue Yu. Memang mengunakan teknik tadi sangat menguras Qi nya. Sebenarnya jika sebagian kekuatan elemenya belum dia berikan pada Jiu Wei, maka dia tidak akan menggunakan Qi yang terlalu banyak untuk menguatkan elemenya, sehingga sekarang ini dia mungkin saja bisa bertahan.


Ya, Yan Liyan menggunakan banyak Qi untuk menguatkan kekuatan elemenya yang sedang melemah.

__ADS_1


"Kau benar, Aku juga hanya dapat menggunakan teknik itu sekali dalam sehari saja."


"Kamu? Sekarang ini kau bisa memanggilku ibu."


Xue Yu tersenyum dan kemudian memegang rambut putih Yan Liyan lalu mengelusnya dengan lembut.


"Rambutmu terlihat sangat mirip dengan kami berdua. Apa ini hanya sebuah kebetulan atau mungkin takdir?"


"Entahlah, Aku juga tidak tahu, Ibu." Yan Liyan berkata dengan wajahmenoleh kearah lain.


Sekarang ini Yan Liyan sedang merasa sangat malu memanggil ibu Bing Hua dengan sebutan Ibu. Alasan Yan Liyan menoleh kearah lain adalah agar Bing Hua tidak melihat ekspresi malunya saat ini.


Bing Hua yang melihat itu akhirnya merasa sangat lega. Bing Hua juga tersenyum ketika melihat Yan Liyan yang sedang malu seperti itu.


"Ibu, Apa ibu telah menyetujui hubungan kami berdua."


"Mm.. Aku sangat menyetujuinya."


"Hei kesinilah!"


Xue Yu memanggil Bing Hua untuk duduk disampingnya bersama dengan Yan Liyan.


Bing Hua mengangguk lalu duduk disamping ibunya.


"Ya, mungkin ini merupakan terakhir kalinya aku mengelus kepala kalian berdua." ucap Xue Yu sambil tersenyum kepada mereka berdua.


"Ibu..Apa tidak ada cara..


"Hua'er.. Ibu yang sekarang kau lihat saat ini hanya merupakan sisa jiwa yang ibu tinggalkan sebelum Ibu meninggal dulu, jadi kau harus menerima semua itu."


Bing Hua hanya pasrah ketika mendengar itu lalu menyandarkan dirinya dadah ibunya agar dia mengingat setiap detik di saat-saat seperti ini untuk seumur hidupnya.


"Hei.. Liyan'er sekarang ini berapa umurmu?"


Xue Yu dapat mengetahui nama Yan Liyan karena Bing Hua sedikit berteriak menyebut nama Yan Liyan ketika serangan salah satu elemen es hampir saja mengenai Yan Liyan.


"19 tahun.. mm hampir 20 tahun." ucap Yan Liyan kali ini seperti seekor kucing yang merasa nyaman ketika kepalanya terus saja dielus seperti itu.


Dengan ekspresi terkejut Xue Yu melepaskan tangannya dari rambut Yan Liyan.


"Benarkah usiamu masih semuda itu?" Xue Yu tadinya menduga jika Yan Liyan berusia minimal 1000 tahun atau lebih, karena kemampuan yang Yan Liyan tunjukkan tadi.


"Ya, itu benar."

__ADS_1


"Mm.. Bukankah Hua'er terlalu tua untukmu."


"I-ibu.. Apa maksudmu?!"


"Bukankah seharusnya saat ini kau telah berumur ribuan tahun." Ibu Xue Yu kebingungan dengan putrinya karena tidak mungkin putrinya itu masih berusia belasan tahun seperti Yan Liyan.


Bing Hua yang mendengar itu akhirnya mengerti dimana letak masalahnya. Setelah itu Bing Hua kemudian menceritakan secara singkat tentang kematiannya pada waktu perang melawan dewa kegelapan dan kemudian bereinkarnasi di alam tingkat rendah.


Disanalah dia bertemu dengan Yan Liyan, dan melakukan petualangan bersama.


Xue Yu hanya memanggut-manggut ketika mendengar cerita Bing Hua. Dia juga terkadang merasa sangat kesal ketika mendengar pengalaman buruk yang dialami oleh putrinya sebelum bertemu dengan Yan Liyan.


"Kau telah mengalami banyak hal yang sulit ya.. tapi baguslah.. setidaknya hal itulah yang akan membuatmu lebih dewasa."


Xue Yu kemudian menoleh kearah Yan Liyan.


"Aku ingin mendengar ceritamu. katakan Identitasmu secara detail padaku!"


Karena tidak mempunyai pilihan lain, akhirnya Yan Liyan menceritakan Identitasnya, lagi pula seorang mertua harus mengetahui identitas calon menantunya bukan?


"Pada awalnya Aku mengira jika Identitasku sangatlah sederhana, yaitu hanya seorang tuan muda sampah dari keluarga Yan yang merubah nasibnya menjadi seorang kultivator yang cukup hebat.


Tapi setelah mengetahui yang sebenarnya dari ibuku.. ternyata Identitas yang aku miliki tidak sesederhana apa yang aku pikirkan. Aku mengetahui jika aku merupakan seorang pangeran dari suatu Kekaisaran yang berada di pulau tersembunyi.


Dan Akhir-akhir ini aku juga mengetahui identitas baruku, yaitu anak dari seorang kultivator hebat yang berasal dari alam keabadian yaitu seseorang dengan julukan Dewi ruang dan waktu."


Jelas Yan Liyan penuh kebanggan yang mengartikan jika status yang dia miliki bisa dibilang setara dengan Bing Hua.


Xue Yu hanya tersenyum ketika melihat bagaimana antusiasnya Yan Liyan menceritakan identitasnya tentu saja dia mengerti dengan maksud Yan Liyan.


Tapi Xue Yu agak sedikit terkejut ketika mendengar Yan Liyan mengatakan julukan Dewi ruang dan waktu.


"Mm.. Jika aku boleh tahu.. Siapa nama ibumu."


"Xiu Rong.. Itu adalah nama ibuku."


Xue Yu membelalakan matanya pertanda sangat terkejut dan rasa ketidak percayaan dengan apa yang dia dengar tadi.


Tapi ketika mendengar nama Xiu Rong, julukan Dewi ruang dan waktu, serta berasal dari alam keabadian.


Xue Yu sangat yakin Xiu Rong yang merupakan ibu Yan Liyan adalah sosok yang sangat dia kenali.


"Cih.. Rubah tua itu! Kenapa dunia ini begitu sempit?! kenapa Aku harus berbesan dengannya, SIALAN?!"

__ADS_1


__ADS_2