
sore harinya Yan Liyan kembali kewilayahnya dan pergi menuju kearah aura para bawahannya yang berkumpul pada suatu tempat.
setelah sampai ditempat itu Yan Liyan melihat Xiao Yi dengan ekspresi lesuh dan terkejut ketika melihat sebuah tambang yang dipenuhi batu Qi dan kristal Qi di dalamnya.
Yan Liyan memandang kearah parah bawahannya untuk meminta penjelasan pada mereka mengenai tambang itu.
"Xiao Yi yang melakukan hal itu seorang diri dan hal itulah yang menyebabkan dia terlambat dalam menjalankan tugas waktu itu."
ucap Yin Su yang mengerti dengan arti pandangan Yan Liyan lalu dia dan Yang lainnya yang berada sedikit jauh dari tambang tiba-tiba melesat di depanya.
Yan Liyan yang mendengar itu langsung memandang Xiao Yi.
"apa itu benar adik Yi...?" tanya Yan Liyan ingin memastikan.
"ya... hal itu benar kakak Liyan.." jawabnya singkat.
"jadi kenapa kau terlihat sangat lesuh adik Yi apakah ada sesuatu hal yang mengganggumu." tanya Yan Liyan ketika melihat ekspresi wajah lesuh Xiao Yi.
"tidak ada hanya saja... aku..." Xiao Yi memandang kumpulan batu Qi itu dengan ekspresi rumit.
Yan Liyan yang melihat itu langsung mengerti.
"kau boleh mengambilnya tapi jangan berlebihan dan juga kau tidak boleh memberikan batu itu pada ke sembarang orang." ucap Yan Liyan memperingatkan Xiao Yi akan kebiasaanya.
Xiao Yi yang mendengar itu langsung tersenyum cerah.
"baik... aku mengerti kakak Liyan." ucapnya lalu masuk kedalam gua yang merupakan tambang itu.
Yan Liyan kemudian memasuki bagian dalam tambang itu diikuti oleh para bawahanya dibelakangnya.
sesampainya mereka diujung tambang itu..
"tuan... sepertinya ini bijih besi.." Bing Hua mengetuk salah satu dinding gua dengan belatinya yang menghasilkan suara dentingan antara dua benda seperti logam.
Yan Liyan yang melihat itu langsung bergegas kearah dinding yang diketuk oleh Bing Hua itu lalu melihat dinding gua itu memiliki warna merah pekat yang melingkar.
Yan Liyan langsung mencongkel lingkaran merah itu dan terlihat sebongkah besi berwarna merah sebesar kepalan tangan.
Yan Liyan sangat terkejut ketika melihat itu.
"in...ini adalah besi merah yang merupakan besi paling kuat diantara besi yang lain.."
__ADS_1
"setidaknya jika ini ditempa bisa menghasilkan senjata dan baju Zira tingkat langit rendah keatas.." gumam Yan Liyan.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu sangat terkejut.
tapi Yin Su berbeda dia mengetahui jika ada yang aneh dari kata-kata tuanya barusan.
"apa tuan akan berencana membuat sebuah pasukan besar dengan persenjataan seperti itu lalu.." sebelum ucapan Yin Su selesai langsung dipotong oleh Yan Liyan.
"aku memang berpikir seperti itu apa kalian tahu jika iblis dengan tingkatan tingkat tinggi keatas cepat atau lambat akan menginvasi alam tingkat menengah ini.." ucap Yan Liyan pada para bawahannya.
"apa benar hal itu akan terjadi..? tanya Yin Su dengan serius.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"jika itu benar terjadi maka keadaan saat itu pasti akan sangat mengkhawatirkan."
"karena 1 kapten iblis saja membuatku kesusahan melawan mereka apalagi tingkatan kultivasi mereka tidak akan di batasi oleh hukum primodial di alam tingkat menengah ini." ucap Yin Su dengan serius.
"ya... hal itu memang akan terjadi...malam hari lalu orang tua itu pernah menceritakan."
"jika leluhur asosiasi kabut darah memprediksi jika hal itu akan terjadi karena menurut sumpah dari raja iblis yang pernah menyerang alam tingkat menengah puluhan ribu tahun yang lalu." ucap Yan Liyan dengan serius.
"hal itu bukan karena kekaisaran Xia ingin memperebutkan wilayah ini."
"tapi mereka ingin untuk memusnahkan kekaisaran Ling agar mencegah kekaisaran pengecut atau sombong yang tidak akan berkerja sama dengan mereka ketika invasi iblis terjadi di alam tingkat menengah nanti." jelas Yan Liyan pada mereka.
lagi-lagi para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu sangat terkejut karena hal itu tidak pernah terpikirkan oleh mereka.
"jadi mereka hanya berbohong jika mereka ingin berperang dengan kekaisaran untuk merebut wilayah ini dari kekaisaran Ling...?" tanya Yan Lin.
"ya... itu hanya pengalihan dan omong kosong yang dibuat-buat untuk memancing peperangan." jawab Yan Liyan.
"jadi apa rencanamu selanjutnya tuan..?" tanya Yin Su.
"ambil batu Qi atau kristal Qi sebanyak yang kalian inginkan lalu pergi kepasar budak yang ada di semua kota kekaisaran Ling dan Xia."
"setelah kita akan melatih mereka menjadi pasukan dengan kultivasi tinggi dan perlengkapan tingkat tinggi pulah."
"setidaknya hal itu dapat mengalahkan kapten iblis kebawah." perintah Yan Liyan pada para bawahannya.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu menaruh semua batu Qi dan kristal Qi kedalam cincin penyimpanan mereka.
__ADS_1
"aku juga akan membicarakan hal ini dengan pusat asosiasi kabut darah.." ucap Yan Liyan lalu menaruh batu Qi dan kristal Qi di tempat itu.
setelah itu mereka berkumpul di tempat telaga kecil tadi.
"smuanya lakukan tugas masing-masing satu minggu kemudian kita akan bertemu kembali di tempat ini dan kau Xiao Yi sebaiknya kau lanjutkan kegiatan menambang batu Qi dan mengurus pembangunan kastil ditempat ini."
"apa kau bisa melakukan hal itu.." tanya Yan Liyan.
"tentu saja... dengan senang hati aku akan melakukanya kakak Liyan." ucap Xiao Yi sambil tersenyum.
Yan Liyan kemudian memandang para bawahannya.
"mungkin hal ini terkesan terburu-buru tapi semakin cepat selesai tugas ini maka akan semakin baik." ucap Yan Liyan lalu melesat terbang kearah wilayah pusat asosiasi kabut darah.
sedangkan para bawahan Yan Liyan langsung melesat kesegala arah menuju kekaisaran Ling dan Xia untuk melakukan tugas dari Yan Liyan.
".................."
sekarang Yan Liyan bergegas kearah Selatan menuju suatu wilayah atau sebuah pulau kecil yang sangat jauh dari dua kekaisaran.
pagi harinya......
Yan Liyan telah sampai disuatu wilayah yang merupakan pulau kecil dan sunyi yang dipenuhi oleh kabut darah diwilaya itu.
Yan Liyan mendarat didepan pulau itu langsung di hadang oleh dua orang dengan jubah merah darah.
"tunjukan identitasmu dan katakan ada keperluan apa kau datang ketempat ini.." ucap orang itu dengan suara yang mengintimidasi.
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu memperlihatkan plat berwarna merah darah.
"aku ingin bertemu dengan salah satu pemimpin asosiasi pusat kabut darah." ucap Yan Liyan yang membuat dua orang itu mengerutkan keningnya.
"ada keperluan apa kau ingin menemui pemimpin.." ucap mereka berdua.
"tidak ada keperluan apa-apa hanya keperluan pribadi jadi kalian berdua tidak perlu tahu." ucap Yan Liyan.
dua orang di depan Yan Liyan hanya mengangguk tentu saja mereka tidak berani mengetahui hal pribadi pemimpin asosiasi.
"ikuti aku.., aku akan mengantarmu ketempat mereka."
ucap salah satu orang dari mereka lalu melesat menuju suatu tempat para pemimpin mereka berada diikuti oleh Yan Liyan dibelakangnya.
__ADS_1