SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Kebiasaan


__ADS_3

Anak kecil yang ditunjuk oleh Taozhi berjalan dengan pelan naik keatas altar.


Terlihat ekspresi yang sudah pasrah menerima nasibnya.


Berteriak meminta pertolongan semua itu sudah tidak berguna lagi dan pada akhirnya mereka semua akan mati.


Daripada memperlambat kematiannya yang mana itu akan membuatnya semakin menderita lebih baik mengakhirinya dengan cepat.


"Aku suka anak kecil penurut seperti mu." dengan senyum lebarnya Taozhi kemudian membuat segel tangan.


"Teknik terlarang! Ritual Iblis!"


Wusss!


Huruf-huruf serta Rune-rune kuno yang ada di sekitar altar mengeluarkan sinar berwarna hitam pekat serta mengeluarkan aura kematian yang mampu membuat orang-orang di tempat itu bergidik ngerih.


Tanduk hitam yang berada di tengah altar juga berubah menjadi sosok siluet iblis dengan wajah seramnya.


Iblis itu tampak sangat berbeda dari ras iblis yang berada di dimensi tiga ras utama.


"Hahahah! Aku sudah menantikan saat-saat ini!" Dengan suara tawah yang menggelegar sosok siluet iblis itu memandang kearah orang-orang yang akan segera dijadikan korban dengan hawa membunuh.


"Cepat lakukan ritual nya Taozhi! maka penantianmu dan penantianku selama seratus tahun ini akan segera tercapai!"


Taozhi memang melakukan ritual ini sejak seratus tahun yang lalu. Yang berarti dia telah melakukan ritual sebanyak 9 kali dan hari ini merupakan yang ke 10 kalinya.


Taozhi yang mendengar itu hanya mengangguk.


"Baik tuan."


Taozhi kemudian mengayunkan tombaknya kearah anak kecil itu... Namun...


Boomm!


Suara ledakan yang terdengar kediamanya mengejutkannya sehingga Taozhi menghentikan tindakanya.


"Apa yang terjadi!"


Hiyyyaaa!


"Itu adalah perintah! Serang pengkhianat itu!"


Orang-orang yang berada di balik jeruji besi lain mengeluarkan aura kultivasi mereka dengan menotok bagian penghambat jalur jalan Qi mereka.


Ya, hal itu dilakukan agar mereka tidak dicurigai sebagai seorang kultivator oleh para perajurit.


Mereka semua menghancurkan jeruji besi dengan sangat mudah lalu melesat menuju kearah Taozhi yang masih kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Perajurit! Hadang mereka!"


"Baik pemimpin."


Para perajurit elit yang mengabdi pada Taozhi melesat melawan orang-orang tersebut.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Sepertinya kau telah masuk ke dalam jebakan." ucap siluet iblis ketika melihat keadaan tersebut.


"Apa kau memiliki musuh yang menganggu kegiatanmu akhir-akhir ini?"


Ketika mendengar pertanyaan dari sosok iblis itu, Taozhi teringat akan sosok Yan Liyan yang menjadi buronan.


"Dia!" Dengan penuh amarah yang mengebuh-gebuh karena Yan Liyan telah dua kali menganggu rencananya.


"Oh, Apa kau sedang membicarakan ku?"

__ADS_1


Entah darimana Yan Liyan tiba-tiba muncul dan melindungi anak kecil yang sedang tertunduk pasrah seolah tidak peduli apa yang akan terjadi disekitarnya.


Dengan pandangan tajamnya Yan Liyan menekan Taozhi menggunakan aura intimidasi nya.


"Kau tidak pantas untuk memimpin wilayah ini."


"Kau!" Taozhi semakin marah ketika melihat keberadaan Yan Liyan tepat di depannya.


"Aku akan membunuhmu sialan!" Taozhi kemudian Mengayunkan tombaknya kearah Yan Liyan dengan gerakan yang sangat cepat namun bisa langsung ditangkap oleh Yan Liyan.


Taozhi Yang melihat Yan Liyan menangkap tombak itu menyeringai lebar.


"Kau melakukan kesalahan besar! dasar Pecundang!"


"Serap!"


Tombak itu mengeluarkan aura berwarna hitam keungguan yang menyebar menuju tangan Yan Liyan.


Tangan Yan Liyan tiba-tiba saja berubah menjadi warna ungu dan menyebar kearah bagian tubuh Yan Liyan yang lain.


"Argkhhh!!


'Hehehe Aneh... kenapa aku suka sekali bersandiwara seperti ini? Apa mungkin ini sudah menjadi kebiasaanku?'


"Argkhh!


Sakit!


Tolong!"


Hahaha!


Rasakanlah rasa sakit itu dari racun itu, Racun itu adalah racun ular ungu yang akan membunuhmu secara perlahan dengan rasa sakit yang luar biasa! dan ditambah tidak adanya penawar untuk racun itu."


"Baiklah aku berubah pikiran. Aku akan menjadikanmu korban ritual pertama!"


TaoZhi Mencabut tombaknya dari genggaman Yan Liyan lalu mengarahkannya lagi kearah jantung Yan Liyan.


Wuss!


Yan Liyan sekali lagi menangkap tombak itu sehingga membuat Taozhi dan sosok iblis terkejut.


"Bagaimana mungkin?"


"Entahlah.. aku juga tidak tahu, tapi tanyakan saja pada tombak mu itu!" mengumpulkan energi Qi pada tangannya lalu mengarahkan pukulannya keperut Taozhi.


Booomm!


Taozhi melesat Akibat pukulan Yan Liyan yang begitu kuat. Taozhi terbentur tembok tanah dan terpaku cukup dalam.


Taozhi yang masih memegang tombaknya tiba-tiba saja tombak itu berubah menjadi butiran cahaya ungu lalu kemudian berubah menjadi sehelai kertas.


Taozhi yang melihat itu menjadi sangat marah. Dia tidak menyangka jika dia akan dipermainkan oleh sosok seperti anak ecil di depannya itu.


Dengan sedikit usaha Taozhi telah berhasil keluar dari dalam tembok tanah. Setelah itu dia mengeluarkan sebuah artefak dari dalam cincin penyimpananya lalu dia menghancurkanya.


Wusss!


Celah dimensi tiba-tiba saja terbuka disekitar Tao Zhi. Celah dimensi itu mengeluarkan 3 sosok pria paru baya yang membawa senjata pedang.


"Song, Xion, Liang."


Mereka bertiga merupakan mayat hidup yang berasal dari keluarga Song, Xion dan Liang.


"Mereka bertiha adalah leluhur dari tiga keluarga yang telah berhasil aku bangkitkan. Kali kau tidak mempunyai. kesempatan untuk menang dasar serangga pengganggu!"

__ADS_1


"Seperti itu kh?


Kalan bertiga! ambi bagian kalian!"


Wuss!


Muncul tiga sosok di depan tiga Mayat hidup yang dibangkitkan oleh Taozhi tadi.


Tiga sosok itu adalah Mei Lin, Bing Hua dan Song Lao.


"Cih.. Aku tidak pernah menyangka jika aku akan melawan leluhur ku sendiri." Gumam Song Lao ketika melihat sosok pria paruh baya yang memiliki wajah seperti ayahnya dulu. Namun leluhurnya itu memiliki simbo rantai yang mengikat lehernya.


"Selesaikan ini dengan cepat!"


"Ya!"


Yan Liyan, Bing Hua dan Mei Lin melesat dengan cepat.


"Menyelesaikan ini dengan cepat? Aku bukan monster seperti kalian."


Song Lao kemudian melesat berhadapan dengan leluhurnya.


"................ "


Di tempat lain..


Jiu Wei, Song Qie dan seorang lagi yang merupakan pria paruh baya sedang melesat menuju ketempat altar penanda.


"Kenapa aku disuruh untuk melakukan hal yang membosankan seperti ini?" tadi Jiu Wei berpikir jika dia akan ikut bertarung juga, tapi ternyata Yan Liyan menyuruhnya untuk menemani Song Qie dan ayahnya untuk berbicara dengan 5 kesatria pelindung.


5 kesatria pelindung akan tiba-tiba muncul di sebuah tugu yang berada di tengah altar besar. Tempat itu sering di sebut sebagai altar penanda.


Karena altar itu akan bersinar sangat terang jika Taozhi berada dalam keadaan bahaya, lalu setelah itu, altar tersebut akan memanggil dan memunculkan kesatria pelindung di tengah altar diamana pun 5 kesatria pelindung itu berada.


"Aku tidak pernah menyangka jika pemimpin kota akan bersekutu dengan iblis." gumam ayah Song Qie yang telah melihat kejadian tadi.


Sebenarnya ayah song Qie tidak mengetahui alasan kenapa pemimpin kota selalu meminta budak atau orang-orang yang berada di dalam wilayahnya setiap 10 tahun sekali.


Padahal jika dilihat..pemimpin kota tidak kekurangan orang-orang di kediamanya dan barulah sekarang ini dia telah mengetahui alasanya.


Dan demi melindungi keluarganya.. Dia terpaksa. harus mengikuti perintah dari pemimpin kota bagaimana pun keselamatan keluarganya adalah yang utama baginya.


"Aku tidak menjamin jika mereka akan percaya dengan kita, tapi sebaiknya kita berusaha terlebih dahulu."


Mereka bertiga telah berada di dekat altar penanda yang mengeluarkan cahaya ungu yang redup.


Mereka bertiga berdiri di depan tugu itu seperti. sedang menunggu sesuatu.


Tidak lama kemudian.....


Cahaya yang dikeluarkan oleh tugu itu semakin terang yang menandakan jika sekarang ini Taozhi sedang berada dalam bahaya.


Wusss!


Tiba-tiba muncul 5 sosok di altar itu...


5 sosok itu tidak lain adalah lima kesatria pelindung.


"Sudah lama sekali kita tidak melakukan tugas." Xion Chen merenggangkan tubuhnya bersiap untuk bertarung.


"Hormat kami pada 5 kesatria pelindung."


Song Qie dan ayahnya menunduk memberi penghormatan pada 5 sosok di depan mereka itu.


Sedangkan Jiu Wei hanya terdiam. Dia tidak ingin memberikan penghormatan pada orang-orang yang baru saja dia temui.

__ADS_1


__ADS_2