
Sosok itu hanya tersenyum ketika mendengar ucapan dari Yan Liyan.
Dia lalu melangkah menuju ke arah Yan Liyan.
Sedangkan Huang Zu sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Yan Liyan.
Melihat sosok kaisar pemimpin berjalan menuju ke arah Yan Liyan membuat Huang Zu yakin jika memang apa yang di katakan oleh Yan Liyan tadi memang benar.
Dan Huang Zu mengerti, kenapa Dia merasakan aura yang tidak asing pada Yan Liyan.
Huang Zu yang menyadari akan terjadi sebuah reuni antara seorang anak dan Ibu nya, Dia menghilang dari tempat itu karena tidak ingin menganggu reuni mereka.
Sedangkan Yan Liyan masih memandang sosok ibu-nya dengan tidak percaya sekaligus terlihat suatu kesedihan bercampur rasa bahagia padanya.
Sosok perempuan yang memiliki aura yang sangat mirip dengan Yan Liyan yang hanya membedakanya adalah mata dan rambut berwarna hitam legam yang sangat berbeda dengan Yan Liyan.
Sosok itu menghampiri Yan Liyan dan mengelus kepala Yan Liyan dengan lembut.
"Sekarang kau sudah besar! Aku tidak pernah menyangka jika kau akan bisa menyusulku di alam tingkat tinggi ini." ucapnya dengan senyuman lembut.
Tanpa henti Air mata mengalir dari pelupuk mata Yan Liyan, ketika ibunya mengatakan hal itu.
Dia masih mengingat ketika Yan Liyan berusia 8 tahun, ibunya pergi tanpa alasan yang jelas.
"Ibu..
"Sudahlah... jangan cengeng seperti itu! sekarang kau sudah besar, tidak seharusnya kau menangis seperti itu."
"Aku sama sekali tidak peduli!! Apa ibu tahu jika selama ini Aku dan Yan Lin mencari keberadaan ibu, Dan apa ibu tahu? jika setelah ibu meninggalkanku sendiri di klan Yan,
Semua orang yang berada di tempat itu memperlakukan ku dengan kejam sehingga membuatku sangat menderita, mungkin jika tidak ada Jiao Lin yang melindungi ku mungkin saja Aku sudah mati dari awal!!"
Yan Liyan menceritakan semua yang dia alami dan keluh kesah setelah kepergian ibunya dari keluarga Yan.
Ibu Yan Liyan hanya tersenyum ketika mendengar ucapan keluhan dari Yan Liyan.
"Aku tahu jika hal itu akan terjadi padamu, tapi itulah hidup, Seseorang harus ditempa dan merasakan penderitaan agar dia berusaha keluar dari penderitaan itu dengan segala usaha dan kekuatan yang Dia miliki dan hal tersebut akan membuat orang tersebut mendapatkan kekuatan yang luar biasa."
Yan Liyan terkejut ketika mendengar hal itu karena secara tidak langsung Ibunya berkata jika Dia sudah merencanakan hal itu dari awal.
__ADS_1
"Apa dari awal Ibu telah merencanakan hal itu padaku?"
"Ya... Sebenarnya dari awal Ibu telah merencanakan hal itu, asal kau tahu jika seseorang yang bernama Yan Sui bukalah ayahmu dan Dia sama sekali bukan suamiku, semua identitas yang kau miliki sekarang hanyalah kepalsuan
namun terlepas dari semua itu aku tidak berharap jika kau akan menyusulku di alam tingkat tinggi ini."
"Jika kau bertanya apa alasanya?
Maka Alasanya sangat sederhana, Aku tidak ingin kau menanggung beban dari Ibumu ini."
"Beban? memangnya Beban macam apa! sehingga ibu tidak ingin mengharapkan kedatangan ku?" Yan Liyan sangat kebingungan, karena biasanya ibunya itu akan berkata lemah lembut denganya namun sekarang berbeda dan soal Yan Sui,
Sejak awal Dia memang tidak pernah menganggapnya sebagai seorang ayah, dia juga tidak merasakan aurah atau hubungan darah dengan Yan Sui sehingga tanpa ragu Yan Liyan membunuhnya.
Ibu Yan Liyan masih dengan menunjukkan senyumanya pada Yan Liyan, terlihat jelas dia sangat merindukan anaknya itu tapi ada sesuatu penghalang untuk mereka agar menjadi sebuah keluarga pada umumnya.
"Sebuah beban yang Ibu tidak ingin jika kau sampai menanggungnya, apalagi terlibat di dalamnya, Ibu berharap jika kau dapat memaafkan Ibumu ini" ucapnya dengan penuh rasa bersalah.
"Maaf? Kenapa Ibu meminta maaf pada....
Sebelum ucapan Yan Liyan selesai, secara tiba-tiba tubuhnya menjadi sangat kaku, sekarang ini dia sama sekali tidak bisa mengatakan sepatah katapun.
"Sekarang kau sudah besar tapi belum saatnya kau mengetahui beban apa itu, tapi suatu hari nanti kau pasti akan mengetahuinya!
Dan juga setidaknya kau harus memiliki seorang wanita sebagai pelengkap hidup mu, sekarang Aku ingin kau hidup dengan normal tanpa beban besar yang akan kau tanggung, Dan Ya... sampaikan permintaan maafku juga pada Jiao Lin karena tidak bisa menemuinya." ucap ibu Yan Liyan.
Lalu setrkah itu Ibu Yan Liyan Membuat segel tangan, dan kemudian terbentuk celah dimensi yang mengisap Yan Liyan ke dalamnya.
Yan Liyan terhisap kedalam celah dimensi itu tanpa melakukan apapun karena sekarang ini, dia sama sekali tidak bisa bergerak.
Wusss....
Muncul Jiu Wei didepan Celah Dimensi itu, tadi dia pergi menjauh untuk melihat reuni keluarga yang menurutnya akan membahagiakan tapi ketika meilihat endingnya....
"Sangat Menyedihkan"
Ibu Yan Liyan memandang Jiu Wei dengan lembut.
"Aku harap, Kau bisa menjaga anak ku dengan baik, meskipun perjalananya akan dipenuhi oleh banyak bahaya tapi jangan biarkan Dia sampai berada di dalam bahaya besar!"
__ADS_1
Jiu Wei mengangguk ketika mendengar ucapan dari Ibu Yan Liyan. "itu sudah tugasku." ucapnya lalu masuk kedalam celah dimensi itu.
Setelah Jiu Wei masuk, Celah dimensi itu kemudian menghilang dari tempat itu.
Kini ditempat itu hanya ada Ibu Yan Liyan yang memandang tempat celah dimensi tadi dengan nanar.
Terlihat jelas kesedihan padanya dan tanpa sadar air mata mengalir dari pelupuk matanya.
Tadi dia menahan tangis agar terlihat kuat di depan anaknya, hal itu dia lakukan untuk membuat Yan Liyan tidak khawatir dengan keadaanya.
Ibu mana yang tidak merasakan rasa sedih ketika berpisah dengan anaknya, apalagi ketidak berdayaanya untuk mencegah agar hal itu tidak terjadi.
"Takdir yang akan kau jalani di masa depan nanti sangatlah kejam, dan Aku tidak bisa mencegah hal itu." gumam Ibu Yan Liyan.
"............."
Sedangkan Di sebuah hutan yang sangat gelap, secara tiba-tiba muncul celah dimensi dan mengeluarkan Yan Liyan dan Jiu Wei disana.
Yan Liyan tergeletak di tempat itu, sekarang tubuhnya bisa digerakkan kembali.
Yan Liyan berdiri lalu mengambil token teleportasi, membayangkan pulau tersembunyi dan menghancurkan token itu.
Tapi setelah token itu hancur, Yan Liyan sama sekali tidak berpindah kemanapun, seolah ada sesuatu yang menghalanginya.
Yan Liyan yang menyadari jika hal itu merupakan perbuatan dari ibunya, Dia hanya terdiam dan memikirkan perkataan ibunya tadi.
kecewa, kemarahan yang di rasakan oleh Yan Liyan membuat pandanganya menjadi sangat kosong seperti tidak ada tanda kehidupan dalam dirinya.
Jiu Wei yang melihat itu, tidak berani untuk berkata apapun karena Dia mengerti dengan apa yang sedang tuan-nya rasakan saat ini.
Pagi harinya....
Yan Liyan masih dengan pandangan kosong, Dia sama sekali tidak bergerak sama sekali, tetap pada posisi yang sama.
"Kenapa? Apa aku masih sangat lemah! Apa hal itu yang menyebabkan aku berpisah dengan ibu ku sendiri?" gumam Yan Liyan.
Yan Liyan tidak menyangka jika pertemuan dengan ibunya akan sesingkat itu padahal selama ini, Dia telah berharap untuk bertemu dan tinggal bersama ibu-nya kembali, tapi hal itu tidak sesuai dengan keinginan di sebabkan oleh satu alasan yaitu.
"Dia Masih terlalu lemah" Ya... setidaknya Itu yang di pikirkan oleh Yan Liyan.
__ADS_1
Memikirkan hal itu membuat Yan Liyan frustasi.