
Bing Hua melihat Du Shan dengan ekspresi merendahkan.
Du Shan han tidak bisa melihat ekspresi dari lawanya karena menggunakan sebuah topeng putih.
Bing melesat dengan belati taring naga ditangan kananya.
Du Shan yang melihat itu hanya mendengus dan langsung mengeluarkan tekniknya karena dia tidak ingin meremehkan lawanya setelah melihat pertandingan Yan Qiu tadi.
"tehknik Api, bintang api." teriak Du Shan.
api yang membentuk binatang melesat seperti cakram melesat kearah Bing Hua.
Bing Hua hanya diam tidak memperdulikan tehknik itu akan mengenainya.
dia mengalirhkan Qi ketopeng saljunya seketika kristal berwarna biru di dahi topeng itu bersinar.
Wusss......
Bing menghilang dari tempat itu.
Boomm.....
suara dari serangan dari Du Shan yang berbenturan dengan tanah.
Du Shan yang melihat hal itu langsung waspada dengan ekspresi kesal karena seranganya tidak mengenai lawanya.
Wusss....
tiba-tiba muncul Bing Hua di belakangnya yang mengarahkan tendangan keras kearah perut Du Shan.
Coukgh....
suara Du Shan disertai dengan muntahan darah ketika tendangan keras dari Bing Hua mengenainya.
Boomm......
suara benturan antara pembatas Colosseum dengan Du Shan menggema.
Du Shan terkapar disamping pembatas dengan penuh luka demi harga dirinya sebagai tuan muda keluarga Du dia berusaha berdiri dengan penuh amarah.
dan akhirnya dia bisa berdiri meskipun dengan tertatih tatih karena tubuhnya yang penuh dengan luka.
Bing Hua yang melihat itu hanya memandang Du Shan dengan tatapan datar.
"tehknik Api, kemarahan bintang Api."
muncul binatang besar dan kecil yang terbuat dari api.
"matilah......" teriak Du Shan.
wusss....
wusss......
Bing Hua yang melihat itu hanya tersenyum sinis.
"tehknik Es abadi, hujan tombak Es." gumamnya.
muncul banyak tombak Es runcing dengan ukuran yang besar menuju kearah Du Shan.
Boomm....
Boomm...
__ADS_1
Boomm......
suara benturan antara dua serangan kuat ditenga colosseum.
serangan itu menyebabkan munculnya kabut asap tebal karena benturan dari Elemen yang berlawanan.
Bing Hua yang melihat kabut tebal hanya tersenyum tipis.
wusss.....
dia menghilang dan muncul dibelakang Du Shan dan mengarahkan tendanganya lagi.
coukgh....
wusss......
Boomm.......
Bing Hua yang melihat itu tidak tinggal diam dia berusaha memanfaatkan keadaan yang menguntungkan baginya.
"tehknik belati taring naga, tehknik gabungan. serangan seribu naga." gumam Bing Hua.
kali ini muncul 400 belati diatas Du Shan.
wusss.....
dan seketika belati itu jatuh lalu berubah menjadi naga kecil melesat kearah Du Shan.
wusss....
Grroar....
dengan suara auman kecil oleh para naga Es tersebut.
Boomm......
Boomm.......
Boomm.....
serangan telak naga itu mengenai Du Shan...
Argkh........
rintihan kesakitan yang memilukan terdengar ditenga Colosseum.
suara rintihan itu membuat khawatir Du Ming dengan keadaan anaknya.
akibat dari tehknik yang digunakan oleh Bing Hua kabut yang menutupi colosseum menghilang terhembus angin kencang.
terlihat ditengah Colosseum muncul kawah besar dan ditenga kawah itu terlihat Du Shan terkapar dengan lumuran darah disekujur tubuhnya.
Du Shan yang melihat hal itu langsung melesat kearah kawah itu untuk menyelamatkan anaknya.
setelah sampai dia memeriksa keadaan anaknya lalu mengeluarkan sebutir pil penyembuhan dan meminumkanya pada Du Shan.
'bagaimana ini bisa terjadi.?bahkan seluruh tulangnya patah, bukankah.' batin Du Ming menatap Bing Hua dengan tajam.
"beraninya kau melakukan hal ini pada anaku..."
"kau akan menjadi musuh dari keluarga Du dan seluruh Alchemist dikekaisaran ini." ucap Du Ming dengan lantang pada Bing Hua.
Du Ming ingin sekali membunuh Bing Hua yang sudah melukai anaknya.
__ADS_1
tapi dia berhenti karena sadar akan kekuatanya tidak mampu melawan matriak sekte Es yang akan menghalanginya untuk melakukan itu.
dan akhirnya Du Ming hanya bisa pasrah dan membawa pergi Du Shan dari tempat itu untuk segera diobati.
sedangkan Bing Hua memandang Ayah dan anak itu dengan tatapan datar dan tidak menunjukan rasa ketakutan dengan ucapan dari Du Ming.
'dia menggunakan artefak pelindung, seharusnya seranganku tadi membuatnya terbunuh dengan cepat.' batin Bing Hua.
sedangkan penonton yang mendengar ucapan dari Du Ming hanya memberi tatapan ibah kepada Xiao Yi.
karena merupakan sebuah mimpi buruk bagi kultivator jika bermusuhan dengan Alchemist yang artinya dia tidak akan mendapatkan Pil untuk meningkatkan kultivasinya.
'cih... siapa peduli dengan hal itu selama aku terus berkontribusi pada tuanku maka kekuatanku akan terus meningkat.' batin Bing Hua.
sedangkan pria tua yang berada di tengah Colosseum yang melihat Du Shan tidak mati yang berarti Bing Hua tidak melakukan pelanggaran.
"pemenang dari turnamen ini ada peserta yang bernama Hua."
"karena pemenang kali ini berasal dari sekte Es maka hanya mendapatkan 1jt koin emas dan 1 butir Pil tingkat tinggi."
ucap pria tua itu sambil mengambi sebuah cincin penyimpanan dan melemparkanya kearah Bing Hua.
Bing Hua yang melihat itu langsung menerimanya dengan senang hati lalu pergi melesat ketempat ke arah tuanya.
"selamat ya..... kakak Hua." ucap Xiao Yi serta diangguki oleh Yan Liyan.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.
"terimakasih." ucap Bing Hua lalu dia memberikan cincin penyimpananya yang merupakan hadiah pemenang turnamen pada Yan Liyan.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum.
"tidak usah.. itu adalah hasil usahamu sendiri lagipulah aku tidak membutuhkan koin emas atau platinum sama sekali." ucap Yan Liyan mengeraskan suaranya dengan maksud tertentu.
Yin Su yang mendengar Yan Liyan tidak membutuhkan Koin emas hanya tersenyum kecut dan kembali memikirkan bayaran apa yang akan di diberikan kepada Yan Liyan jika dia sudah berhasil membatunya.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk dan menaru cincin itu di dalam cincin penyimpananya.
"baiklah kita akan pergi kemansion dulu sekarang untuk menjemput mereka bertiga lalu melakukan rencana untuk menghadang mereka."
ucap Yan Liyan melesat kearah mansion meninggalkan Colosseum dan diikuti oleh Xiao Yi, Bing Hua dan Yin Su di belakangnya.
sesampainya di mansionya dia langsung menghilang penghalang ilusinya dan masuk kedalam.
sesampainya mereka dalam terlihat Yin Zu dan Yan Lin duduk dikursi dengan meja kecil didepanya sedang minum teh sambil berbincang-bincang dengan Jiu Wei yang tiduran diatas meja.
mereka bertiga yang merasa keberadaan yang tidak asing langsung menoleh kearah pintu dan melihat 4 orang dibelakangnya.
Yin Zu yang melihat itu hanya tersenyum.
"apa sudah saatnya...?
Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk.
"Ya.. siapkan senjata kalian kita akan pergi sekarang." ucap Yan Liyan.
"kami sudah bersiap dari tadi tuan." ucap Yan Lin.
Yin Su yang mendengar itu hanya mengangguk dan langsung melesat memimpin jalan menuju sekte Es dan diikuti 5 orang dibelakangnya.
Jiu Wei duduk dibahu Yan Lin karena perintah dari Yan Liyan kemarin untuk melindunginya.
karena dia yang tingkat kultivasinya rendah diantara mereka yaitu tingkat rana Raja langit☆6
__ADS_1