SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Bersandiwara


__ADS_3

"mungkin ada sebuah wilayah kekaisaran ditempat ini.."


Mei Lin melihat para perajurit itu dengan tatapan rumit karena sepertinya dia mengenal lambang bunga Es yang terukir dibaju Zira mereka.


"mm... sekarang apa saranmu Mei Lin."


"bagaimana kalau kita ikuti mereka dari belakang.."


"itu saran yang bagus tapi bukankah akan lebih aman jika kita menyamar." ucap Yan Liyan tersenyum tipis ketika melihat 8 orang perajurit menggunakan topeng mengelilingi bekas ledakan tadi.


"apa kau menemukan sesuatu.." tanya seorang ketua dari perajurit itu.


"tidak tuan kami tidak menemukan apa-apa tuan.."


"cih... cari terus pasti ada penyebab kenapa ledakan tadi bisa terjadi dan menghasilkan kawah seluas ini."


2 perajurit yang ada didepanya hanya mengangguk lalu melesat menuju kearah bagian yang lain untuk mencari sebuah petunjuk begitupun dengan 5 perajurit yang lain.


setelah kepergian mereka secara tiba-tiba Yan Liyan muncul di depan ketua perajurit dan dengan cepat dia mencekram lehernya sehingga membuatnya tidak bisa bersuarah.


"aku tidak ingin menggunakan tehknik ilusiku kepada orang lemah sepertimu jadi... selesaikan ini dengan cepat Mei Lin jangan sampai kau membuat energi kehidupan di dalamnya terganggu."


"baik..tenang saja tuan aku akan melakukanya dengan cepat."


wusss....


orang itu dan Mei Lin diselimuti cahaya lalu menghilang dari tempat itu.


tidak lama kemudian Mei Lin keluar dan mencekram sebuah baju Zira.


"maaf tuan topeng dari orang tadi telah hancur."


Yan Liyan yang mendengar itu hanya tersenyum lalu memakai baju Zira yang ada dicengkraman Mei Lin lalu mengeluarkan topeng iblis dari dalam cincin penyimpananya.


setelah dia memakai itu penampilan dan aura Yan Liyan sangat mirip dengan orang tadi.


sedangkan Mei Lin merubah bulunya menjadi coklat dan aurahnya seperti binatang buas tingkat mistik biasa.


"kau benar-benar mirip dengan burung elang tanah.." gumam Yan Liyan ketika melihat penampilan dari Mei Lin.


"ini adalah salah satu kemampuanku ketika mencapai tingkat raja abadi keatas aku mampu memanipulasi aura dan mengubah penampilanku.."


tidak lama kemudian muncul 7 orang dengan penampilan sama denganya cuma yang membedakan adalah aurah dan tingkat kultivasi mereka.


"apa kalian menemukan sesuatu..?" tanya Yan Liyan.

__ADS_1


"iya tuan kami menemukan satu tanduk yang menurut kami ini merupakan tanduk dari kadal biru.." ucap salah satu perajurit.


"jadi seperti itu ya... apa ada petunjuk lain selain itu.."


"ada tuan kami menemukan serpihan Es disekitar tanduk ini." ucapnya menujukan tanduk berwarna ungu cerah pada Yan Liyan.


"hm... tidak salah lagi jika menurut petunjuk yang ada.. sebab dari ledakan besar tadi adalah pertarungan antara dua mahkluk hidup.


kemungkinan mereka bertarung adalah untuk memperebutkan wilayah kekuasaan atau ingin saling memangsa tapi jika kadal biru kalah mungkin ada mahkluk yang lebih kuat disekitar tempat ini."


7 orang yang mendengar ucapan tuanya hanya mengangguk karena hal itu sangat masuk akal menurut mereka.


"jadi apa yang selanjutnya kita lakukan tuan..?


"kita akan kembali tidak ada suatu hal lagi yang harus kita urus ditempat ini." jawabYanLiyan.


"dan ya.. sebaiknya kalian pimpin jalan aku akan menjaga kalian dari belakang masih ada kemungkinan jika mahkluk yang telah membunuh kadal biru mengintai kita secara diam-diam." ucap Yan Liyan dia berbicara seperti itu karena tidak mengetahui jalan.


7 orang yang ada didepan Yan Liyan sangat terkejut ketika mendengar itu dan langsung berlutut dihadapan Yan Liyan.


"sebaiknya tuan didepan kami akan menjaga tuan kami relah kami mati untuk tuan.."


"hentikan perkataan yang terdengar menyedihkan itu alasan aku menjaga kalian dari belakang karena aku lebih kuat dari pada kalian


7 orang di depan Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk lalu berdiri kembali.


"apa ada orang yang keberatan atau ingin bertanya dengan ucapanku tadi.."


"a..apa tuan burung itu..?


"ya... ini adalah Elang tanah yang merupakan binatang kontrak miliku tadi aku menugaskanya untuk mengikuti kita dari atas


dan juga mengawasi kegiatan kalian dan jika ada bahaya yang terjadi pada kalian aku akan langsung mengetahuinya.." jelas Yan Liyan.


7 orang yang mendengar itu hanya mengangguk lalu berjalan kedepan mengikuti perintah tuanya tadi.


sedangkan Yan Liyan mengikutinya mereka dari belakang sedikit jauh jaraknya dari mereka mereka berjalan.


"cih... aku tidak menyangka jika tuan bisa bersandiwara dengan baik seperti itu.." ucap pelan Mei Lin.


"hehe... bisa dibilang itu merupakan kemampuan tersembunyi dariku.." ucap Yan Liyan tertawa kecil.


Mei Lin yang mendengar itu hanya menggeleng.


"dan juga kenapa tuan menyamar sebagai pemimpin mereka..? bukankah ini akan sangat mencurigakan jika tuan melakukan kesalahan yang fatal."

__ADS_1


"mm... aku hanya tidak ingin disuruh-suruh jika aku menjadi bawahan orang itu dan juga aku tidak akan melakukan kesalahan fatal.."


"apa alasan tuan hanya itu."


"tentu saja menurutmu apa lagi...?


Mei Lin yang mendengar itu tidak menjawab.


'alasan yang sederhana untuk melakukan hal penyamaran seperti ini..'


tidak lama kemudian mereka telah sampai disebuah gunung Es dan diatas gunung itu terdapat kristal Es berwarna biru terang.


ketika salah satu bawahannya berdiri di dibawah kristal biru itu bersinar dan menyelimuti mereka semua.


dan tidak lama kemudian mereka menghilang dan muncul ditempat seperti gerbang kota dengan dua perajurit berpenampilan seperti mereka sedang berjaga ditempat itu.


"apa tugas kalian untuk menjaga kristal teleportasi berjalan dengan lancar.?" tanya salah satu penjaga gerbang ketika mereka ingin memasuki kota itu.


"ya.... tugas kami untuk menjaga kristal teleportasi sama sekali tidak terjadi hambatan hanya saja terjadi pertarungan antara dua binatang buas itupun tempat pertarungan itu sangat jauh dari tempat kristal itu berada.." ucap salah satu perajurit menunjukan tanduk kadal biru sebagai bukti.


dua perajurit penjaga gerbang itu hanya mengangguk.


"kerja bagus..,kalian bisa menjual tanduk itu kepada para penempa senjata.."


"ya... kami tahu itu" ucapnya lalu mereka masuk kedalam kota tanpa membayar.


setelah Yan Liyan masuk dia melihat keadaan kota itu sangat Makmur terlihat anak-anak bermain di dalamnya dengan leluasa tidak ada diskriminasi yang dia lihat ditempat itu.


'entah kenapa ini membuatku mengingat wilayah tanpa nama.'


"tuan apa kita langsung saja menjual tanduk kadal biru ini.?" tanya salah satu dari mereka kepada Yan Liyan.


"ya... jual saja tanduk itu dan setelah itu kita akan membagi rata hasil penjualanya." ucapYan Liyan.


"tapi sebelum itu bukankah kita harus melapor kepada pemimpin kota terlebih dahulu." ucap salah satu dari mereka.


"sebaiknya aku saja yang akan melakukan hal itu sebagai ketua dari kalian itu merupakan kewajibanku sedangkan kalian bertuju jual tanduk dari kadal biru pastikan kalian menjualnya dengan harga mahal.." ucap Yan Liyan terlihat senyuman tipisdibalik topengnya.


"baik kami mengerti.." ucap mereka dengan semangat lalu mereka berjalan meninggalkan Yan Liyan.


"apa tuan tahu tempat dari pemimpin kota ini.?" tanya Mei Lin karena menurutnya ini baru pertama kalinya tuanya berada ditempat ini.


"aku memang tidak tahu tapi sebentar lagi aku akan tahu lagipula biasanya tempat dari pemimpin kota itu terlihat sangat mencolok dari tempat yang lain.."


gumam Yan Liyan lalu melesat untuk mencari bangunan yang terlihat mewah dan penuh dengan pengawalan perajurit.

__ADS_1


__ADS_2