
Xiao Yi yang mendengar ucapan dari Yin Zu hanya mengangguk.
"aku mengerti.. dan sepertinya aku akan menghabisi mereka dalam waktu 10 menit sebelum kakak Liyan datang ke tempat ini." ucapnya dengan senyuman mengerikan.
Yin Zu yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.
"seperti biasa dia selalu berbuat seenaknya jika dia tidak bersama denganya." gumam Yin Zu.
sedangkan Du Ming yang melihat matriak sekte Es melindungi tiga orang gadis itu sangat kesal.
"apa kau iku terlibat dengan semua ini." tanya Du Ming.
Yin Su yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"iya... kau benar, akhirnya otakmu itu kau gunakan dengan baik juga." ucap Yin Su dengan nada mengejek.
Du Ming yang mendengar ejekan dari Yin Su sangat marah dan tanpa banyak berbicara dia langsung melesat kearah Yin Su.
"tehknik api. bintang api." teriak Du Ming mengeluarkan tehkniknya.
wusss....
muncul api yang membentuk bintang besar yang lebih besar daripada tehknik yang dikeluarkan Du Shan.
api yang berbentuk bintang itu berputar seperti cakram lalu melesat kearah Yin Su.
Yin Su yang melihat itu hanya tersenyum tipis lalu mengeluarkan aura dingin ditanganya.
"tehknik Bulan Es, tehknik pertama. pelindung Bulan Es." gumam Yin Su.
wusss.......
aura dingin ditangan Yin Su mengeluarkan serpihan Es lalu membentuk sebuah pelindunh besar yang melindungi mereka berlima.
sedangkan Xiao Yi yang berada didalam pelindung itu hanya tersenyum tipis.
"langkah bayangan." gumam Xiao Yi.
wusss.......
Xiao Yi melesat dan menghilang dan hanya meninggalkan aura hitam ditempat itu.
Yin Zu yang menyadari Xiao Yi menghilang hanya terdiam karena dia tidak bisa untuk melarang Xiao Yi.
wusss.....
muncul Xiao Yi dibelakang salah satu keluarga Du.
"tehknik belati sunyi, tehknik pertama. penyerap kehidupan."
gumam Xiao Yi sambil melemparkan belati sunyinya yang mengeluarkan aura hitam pekat.
slass.......
agkhh......
tiba-tiba saja salah satu tetua keluarga Du terkena sebuah belati dibagian jantungnya.
belati itu menyerap aura kehidupanya dengan cepat sampai hanya menyisakan tulang belulangnya.
Xiao Yi yang melihat belatinya semakin cepat dalam menyerap kehidupan hanya tersenyum tipis.
'sepertinya semakin tinggi tingkat kultivasiku maka semakin kuat efek dari belati sunyi itu.' batin Xiao Yi.
__ADS_1
3 tetua yang tersisa dan Yan Shu melihat kearah tetua yang terkena belati lalu melihat kearah Xiao Yi dengan penuh kemarahan.
"kau....
Yan Shu melesat kearah Xiao Yi dengan kecepatan penuh dengan pedang yang diselimuti oleh api ditanganya.
Xiao Yi yang melihat itu langsung menarik kembali belatinya dan menahan serangan dari Yan Shu dengan mudahnya.
trang....
trang....
suara dentingan antara belati Xiao Yi dan pedang Yan Shu.
tiga tetua yang ingin membantu Yan Shu tehrhenti ketika dihadang oleh Bing Hua dengan Jiu Wei yang berada dipunggungnya.
tiga tetua yang melihat itu langsung melesat kearah Bing Hua karena tidak ingin meremehkan lawan apa lagi orang-orang yang mereka anggap berasal dari sekte Es.
sedangkan Du Ming yang melihat salah satu tetua nya mati dan Yan Shu yang semakin terdesak ketika melawan seorang gadis kecil hanya menatap Yin Su dengan kesal.
sedangkan Yin Su hanya tersenyum penuh penghinaan ketika Du Ming menatapnya dengan kesal.
"cih.... jika kau mengira hanya aku yang harus kau waspadai maka kau salah besar." ucap Yin melesat kearah Du Ming dengan pedang teratai Es ditanganya.
Du Ming yang melihat itu ikut mengeluarkan sebuah senjata tombak yang mengeluarkan api yang sangat besar yang menyelimuti tombak itu dan melesat kearah Yin Su.
Wusss.........
trang....
wusss.....
trang....
Han Guang dan Yin Zu yang melihat pertarungan yang terkesan berat sebelah itu hanya terdiam dan memandang teman mereka penuh kekaguman.
"hei... kenapa kau tidak ikut bertarung dengan mereka.? tanya Han Guang pada Yin Zu.
"karena aku sudah menyelesaikan tugas yang telah diberikan padaku jadi aku tidak perlu melakukan hal seperti itu." jawab Yin Zu.
"memangnya tugas apa yang diberikan oleh orang itu padamu.? tanya Han Guang penasaran.
Yin Zu yang mendengar pertanyaan dari Han Guang langsung mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpananya.
Han Guang yang melihat sesuatu yang dikeluarkan oleh Yin Zu sangat terkejut.
"bukankah itu....
"iya kau benar... ini adalah kepala Du Shan putra dari Du Ming." ucapnya lalu membuang kepala itu sehingga menggelinding ditanah.
Yin Su yang melihat hal yang dilakukan oleh Yin Zu hanya tersenyum tipis dan mundur kebelakang dang menghentikan pertarunganya dengan Du Ming untuk sementara.
"hei lihatlah hal yang sangat menarik itu.." ucapnya menoleh kearah Yin Zu.
Du Ming yang mendengar itu sekilas menoleh kearah tempat yang Yin Su maksud.
dan terkejut ketika melihat sesuatu yang berada ditanah tempat Yin Zu dan Han Guang berdiri.
"putraku... apa yang sebenarnya terjadi" Du Ming kebingungan ketika melihat kepala putranya karena menurutnya Du Shan berada di istana bagian dalam.
"mungkinkah...." ucap Du Ming ketika menyadari suatu hal.
"kalian sudah benar-benar keterlaluan." ucap Du Ming dengan marah lalu melesat kearah Yin Su dengan perasaan marah.
__ADS_1
Yin Su langsung menahan serangan membabi buta dari Du Ming dengan mudah dan melihat lawanya mempunyai banyak sekali cela.
Yin Su langsung memanfaatkan celah yang dibuat oleh Du Ming dan seketika dia menghilang dari tempat itu.
"tehknik pedang bulan Es, tehknik pertama. sayatan Es bulan sabit." gumam Yan Su yang tiba-tiba muncul diatas Du Ming.
Du Ming yang tidak melihat keberadaan dari Yin Su hanya memandang kesegala arah dengan mata yang tajam yang menandakan dirinya masih dalam keadaan penuh amarah.
tiba-tiba dia merasakan adanya bahaya dari atas dan melihat siulet bulan sabit yang mengeluarkan aura dingin menuju kearahnya.
Du Ming menahan serangan itu menggunakan tombaknya karena tidak sempat untuk menghindar.
Boomm......
agkhh.....
coukgh.....
terjadi ledakan yang disebabkan oleh serangan Yin Su.
sedangkan Du Ming terhempas dan memuntahkan seteguk darah akibat serangan dari Yin Su.
kini keadaan Du Ming sangat mengenaskan terdapat luka sayatan besar pada lengannya dan tombak yang sudah patah menjadi dua bagian.
Yin Su yang melihat itu tersenyum tipis dan berjalan menuju Kearah Du Ming dengan pedang ditanganya.
sedangkan Xiao Yi menggunakan tehknik langkah bayanganya ketika melawan Yan Shu.
wusss......
muncul Xiao Yi dibelakang Yan Shu dengan belati ditanganya.
wusss...
secara refleks Yan Shu menghindari serangan dari Xiao Yi.
'orang ini sangat berbahaya jika sajs aku tidak mempunyai pengalaman menjadi seorang mata-mata aku pasti akan mati dari tadi karena gerakanya yang sangat cepat.' batin Yan Shu.
sedangkan Xiao Yi yang melihat lawanya bisa menghindari serangan darinya sangat kesal.
"baiklah... sudah cukup main-mainnya." ucap Xiao Yi lalu mengeluarkan aura pertapa suci untuk menekan Yan Shu.
Yan Shu yang merasakan aura yang sangat menekanya sangat terkejut dan melihat kearah Xiao Yi dengan tatapan ketakutan.
"tidak mungkin k..kau seorang pertapa suci." ucap Yan Shu tidak percaya bahwa orang didepanya adalah seorang dengan tingkat kultivasi pertapa suci
Xiao Yi yang mendengar itu hanya tipis.
"itu sangat mungkin, aku bisa mengalahkan orang dengan tingkat kultivasi perta Agung tingkat menengah sepertimu dengan mudah." ucap Xiao Yi lalu melesat menuju Yan Shu dengan sangat cepat.
wusss....
muncul Xiao Yi didepan Yan Shu dengan belati sunyi diarahkan ke jantung Yan Shu.
Yan Shu yang tidak bisa bergerak karena tekanan aura dari Xiao Yi hanya mengertakan giginya kesal.
slass.....
belati sunyi dari Xiao Yi menusuk tepat dijantungnya menyebabkan Yan Shu mati seketika.
setelah itu dia melihat kearah Bing Hua dan Jiu Wei yang sudah mengurus dua tetua.
"akhirnya ini selesai juga sebelum kakak Liyan datang." ucap Xiao Yi.
__ADS_1
"ucapanmu tidak sepenuhnya benar Adik Yi, karena pertarungan yang sebenarnya akan segara dimulai." ucap Yan Liya yang tiba-tiba muncul di samping Xiao Yi.