SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Latih tanding


__ADS_3

7 hari kemudian..... Setelah Yan Liyan, Xiao Yi, Bing Hua dan Yin Zu. sudah mendaftar untuk mengikuti turnamen.


Di dalam sebuah mansion yang berada jauh dari keramaian ibukota.


Terlihat empat orang remaja yang sedang sarapan pagi.


"kakak Hua.. makanan yang kau buat ini sangat enak." ucap Xiao Yi yang sudah selesai sarapan pagi dan duduk diatas kursi dengan wajah yang puas.


Yin Zu mengangguk tanda setuju dengan ucapan Xiao Yi.


"kau sudah berkerja keras dan banyak berkontribusi dalam perjalananku akhir-akhir ini, jadi aku akan memberimu hadiah dari kontribusimu nanti."


Yan Liyan memandang Bing Hua yang sudah melepaskan jubah dan topeng saljunya.


"Terima kasih tuan." ucap Bing Hua.


Yin Zu yang melihat itu hanya terdiam, selama bersama dengan Yan Liyan. Dia sudah mulai memahami sifat-sifatnya.


Yin Zu tidak menduga bahwa Yan Liyan mempunyai bawahan secantik Bing Hua, karena selama perjalanan Bing Hua memakai jubah dan topengnya sehingga wajahnya tidak terlihat.


Yin Zu juga tidak pernah melihat Yan Liyan melakukan sesuatu yang aneh pada bawahanya meskipun bawahannya tidak mempunyai kemampuan untuk melawan perintah darinya.


Dan itu semua membuat Yin Zu kagum dengan Yan Liyan.


"Turnamen akan diadakan satu hari lagi, jadi aku akan keluar untuk berjalan-jalan hari ini." ucap Yin Zu.


Xiao Yi yang mendengar itu menjadi antusias dan memandang Yan Liyan dengan ekspresi mengharap.


Yan Liyan yang melihat ekspresi mengharap dari Xiao Yi, Dia menghela nafas panjang, karena mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Xiao Yi.


"Aku tidak mengizinkanmu untuk ikut denganya." ucap Yan Liyan mengalihkan pandanganya kearah lain.


"kenapa?" tanya Xiao Yi sambil memegang rambut putih Yan Liyan dengan kencang.


"Karena kau akan membuat masalah nantinya, tapi aku akan memperbolehkanmu ikut denganya asal kau memakai kain tipis ini untuk menutupi wajahmu." Yan Liyan memberikan kain hitam tipis kepada Xiao Yi.


Xiao Yi yang melihat itu hanya tersenyum penuh arti.


"Baiklah, Aku mengerti." Xiao Yi langsung mengambil kain tipis itu lalu memakainya di depan Yan Liyan.


"Ayo kita keluar kakak Yin." ucap Xiao Yi dengan penuh semangat memimpin jalan di depan.


Yin Zu yang melihat semangat dari Xiao Yi hanya tersenyum dan mengikutinya dari belakang.


"Hei Yin Zu, walaupun tingkat kultivasimu lebih tinggi dari Xiao Yi, tapi dia bisa mengalahkanmu dengan mudah.


Jadi aku peringatkan padamu untuk jangan ada seseorang yang membuatnya marah atau tersinggung dalam perjalananya, karena kau tidak akan bisa mengendalikanya jiks hal itu terjadi."


Yan Liyan berkata dengan ekspresi serius kepada Xiao Yi.


Yan Liyan mengatakan hal itu, karena dia merasakan sesuatu yang akan terjadi ketika melihat senyuman Xiao Yi.

__ADS_1


Xiao Yi yang mendengar kebingungan tapi dia tetap mengangguk.


"Baik, aku mengerti. Aku akan menggunakan statusku sebagai anak dari matriak sekte Es agar tidak ada yang menganggunya."


Yin Zu lalu berjalan meninggalkan Yan Liyan dan mengikuti Xiao Yi disampingnya.


Setelah Xiao Yi dan Yin Zu pergi, kini diruangan itu hanya ada Yan Liyan dan Bing Hua. yang membuat suasana di ruangan itu menjadi hening.


"Dimana Jiu Wei?" tanya Yan Liyan menghilangkan suasana hening diantara mereka.


"Dia sedang tidur dikamarku, tuan." jawab Bing Hua.


Yan Liyan yang mendengar itu hanya mengangguk, karena akhir-akhir ini Jiu Wei terlihat seperti hewan peliharaan Bing Hua.


"Ternyata orang sepertimu mempunyai kebiasaan tidur dengan hewan ya..." ucap Yan Liyan tersenyum kepada Bing Hua.


Bing Hua hanya menunduk mendengar itu.


"Apa hal itu terlihat sangat aneh, tuan?" tanya Bing Hua yang masih tetap menunduk.


"Sebenarnya itu tidak aneh jika Xiao Yi yang melakukanya, tapi jika kau.....


"Ah.. Sudahlah, intinya bersikaplah seolah kau seorang perempuan bukan bersikap seperti alat." ucap Yan Liyan.


"Aku mengerti dengan maksud baik anda tuan, tapi sebelum dendamku ini terbalaskan. Aku akan terus seperti ini." ucap Bing Hua dengan tatatapan kebencian.


Yan Liyan menghela nafas panjang, Dia sangat mengerti dengan perasaan Bing Hua.


"Apa kau telah menguasai buku teknik yang aku berikan padamu?"


"jadi seperti itu ya... Jika seperti itu maka aku akan membantumu untuk mengasah teknikmu dan seluruh potensi yang ada di dalam dirimu."


Yan Liyan kemudian berjalan kearah halaman mansion yang luas sedangkan Bing Hua mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di halaman mansion, Yan Liyan melihat kearah Bing Hua.


"Ambil senjata belati yang pernah aku berikan padamu!" perintah Yan Liyan kepada Bing Hua.


Bing Hua yang mendengar perintah dari tuanya hanya mengangguk, lalu mengeluarkan belati yang mempunyai aura dingin di dalam cincin penyimpananya.


"Serang aku dengan senjata belati itu! dan gunakan semua teknik yang kau pelajari untuk menyerangku!"


Bing Hua yang mendengar itu menjadi kebingungan, karena dia tidak akan mungkin menyerang tuanya sendiri.


"Rapi tuan...


ucapan Bing Hua terhenti karena Yan Liyan memotong ucapannya.


"Ini adalah perintah! anggap saja ini sebagai hadiah untuk kontribusimu! yaitu berlatih tanding denganku, jadi jangan ragu."


Yan Liyan berusaha meyakinkan Bing Hua, Karena dia tahu apa yang dipikirkan bawahanya itu.

__ADS_1


Bing Hua yang mendengar itu menganggukkan kepalanya.


"Aku mengerti tuan." ucap Bing Hua sambil menggenggam belatinya dengan kuat dan menatap Yan Liyan dengan serius.


Yan Liyan melempar kotak kecil di udara dan seketika kotak itu mengeluarkan penghalang transparan yang menutupi seluruh wilayah mansion.


Bing Hua yang melihat itu mengerti apa yang dilakukan tuanya agar suara yang dihasilkan pada saat latih tanding yang mereka lakukan tidak di dengar oleh orang luar.


Setelah selesai memasang pelindung kotak yang dilemparkan Yan Liyan jatuh ketanah.


Bersamaan kotak yang jatuh ditanah, Bing Hua langsung melesat kearah Yan Liyan dengan kecepatan tingginya, dia benar-benar tidak meremehkan lawanya kali ini.


Bing Hua mengarahkan semua seranganya pada titik Vital Yan Liyan.


Sedangkan Yan Liyan menghindari serangan Bing Hua dengan mudah.


"Kau sangat lambat." ucap Yan Liyan memegang tangan Bing Hua dan mendorongnya kebelakang.


"Aku tidak akan menurunkan tingkat kultivasiku untuk berlatih tanding denganmu, karena dimasa kau tidak akan tahu siapa dan berada ditingkat kultivasi apa musuh yang akan kau lawan." ucap Yan Liyan.


"Aku mengerti." ucap Bing Hua lalu menghilang dan muncul dibelakang Yan Liyan mengarahkan belatinya pada punggung Yan Liyan.


Yan Liyan yang merasakan keberadaan Bing Hua langsung menoleh kebelakang dan menangkis belati Bing Hua dengan mudah.


Yan Liyan kemudian mencekik leher Bing Hua yang membuatnya tidak bisa bergerak dan melemparkanya, sehingga tubuh Bing Hua terbenntur pada pelindung yang dibuat oleh Yan Liyan.


Boomm......


Agkh...


Coukgh..


Dengan ekspresi kesakitan Bing Hua mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Yan Liyan yang melihat itu hanya berjalan kearah Bing Hua tanpa menunjukan ekspresi bersalah atau kasihan padanya.


lalu Yan Liyan melihat Bing Hua yang memandangnya dengan wajah yang pucat.


"Aku bilang keluarkan semua pontensimu! semua tehknikmu! dan apapun yang kau bisa!"


"Anggap aku ini sebagai musuhmu, orang yang telah menghancurka keluargamu dan orang yang harus kau bunuh." ucap Yan Liyan.


"Teknik ilusi cahaya rembulan, tehknik kedua, kenangan kelam." gumam Yan Liyan.


Tiba-tiba Bing Hua mengingat kembali sekilas kejadian dimana keluarganya dihancurkan, dia juga melihat semua anggota keluarganya dibantai dan pada saat itu dia hanya berlari sambil menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah beberapa menit, Bing Hua kemudian tersadar, dia melihat kedepan dan melihat orang yang telah membantai keluarganya tepat di depannya.


Bing Hua melihat orang didepanya dengan tatapan benci sekaligus pembunuh.


"Aku tidak akan memafkanmu, aku akan membunuhmu sialan!!" teriak Bing Hua melesat kearah orang didepanya yang tidak lain adalah Yan Liyan.

__ADS_1


Yan Liyan yang mendengar perkataan Bing Hua hanya menghela nafas panjang.


'Ini adalah carah melatih yang kejam, tapi ini juga adalah cara terbaik untuknya.' batin Yan Liyan sambil menangkis serangan agresif belati dari Bing Hua.


__ADS_2