
1 hari kemudian.....
pagi harinya Yan Liyan dan para bawahanya berkumpul didepan gerbang Mansion.
"apa kita akan pergi sekarang..? tanya Xiao Yi.
Yan Liyan yang mendengar pertanyaan Xiao Yi hanya mengangguk.
"tentu saja." ucap singkat Yan Liyan lalu melemparkan sebuah kotak kecil didepan mansion.
tidak lama kotak kecil itu membentuk sebuah aray yang mengelilingi seluruh wilayah mansion.
"aku telah selesai memasang aray ilusi, saatnya kita pergi." ucap Yan Liyan lalu melesat terbang kearah Utara diikuti oleh parah bawahannya.
"kakak Liyan kira-kira berapa lama kita akan sampai dibenua tengah.? tanya Xiao Yi yang berada di samping Yan Liyan.
"dengan kecepatan terbang kita mungkin akan membutuhkan waktu 10 hari." jawab Yan Liyan.
"bukankah itu sangat lama." ucap Xiao Yi.
"kita tidak perlu terburu-buru lagipula mereka harus membiasakan diri dengan kemampuan kultivator tingkat pertapa suci bukan." ucap Yan Liyan.
"yang kakak Liyan katakan memang benar tapi tetap saja ini sangat membosankan." ucap Xiao Yi.
"bersabarlah ketika kita sampai di benua tengah maka kau tidak akan merasa bosan lagi." ucap Yan Liyan.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku harap semua iblis-iblis yang ada disana merupakan perajurit iblis keatas." ucap Xiao Yi penuh harap.
"aku juga berharap seperti itu adik Yi." ucap Yan Liyan sebagai tanggapan.
para bawahan Yan Liyan yang mendengar pembicaraan mereka berdua hanya tersenyum kecut.
dan menganggap Xiao Yi dan Yan Liyan sangat suka dengan pertarungan sampai-sampai mengharapkan hal seperti itu.
5 hari kemudian.......
Yan Liyan dan para bawahannya masih terus terbang menuju Benua Utara.
tidak lama kemudian Yan Liyan melihat reruntuhan bangunan yang terlihat sudah lama terbengkalai.
"kita akan beristirahat dibangunan itu terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan esok hari."
ucap Yan Liyan mendarat di depan reruntuhan bangunan lalu berjalan menuju sebuah bangunan yang masih utuh diantara bangunan lain yang sudah hangus terbakar.
Yin Su, Yin Zu dan Yan Lin yang mendengar itu hanya mengangguk sedangkan Bing Hua menatap bangunan itu dengan tatapan kesedihan.
"kau tahu apa yang seharusnya sekarang kau lakukan." ucap Yan Liyan tanpa menoleh kearah Bing Hua.
Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.
"aku mengerti tuan.." ucapnya lalu melesat kesuatu tempat.
__ADS_1
Xiao Yi yang melihat itu ingin mengikuti Bing Hua.
"jangan mengikutinya adik Yi." ucap Yan Liyan menghentikan langkah dari Xiao Yi.
Xiao Yi yang mendengar itu menoleh kearah Yan Liyan.
"kenapa kakak Liyan menghentikanku.? tanya Xiao Yi keheranan.
"untuk sekarang biarkan dia sendiri." jawab Yan Liyan.
"itu benar.. sebaiknya untuk sekarang jangan mengikutinya." ucap Yin Su.
Xiao Yi yang mendengar itu hanya pasrah lalu mengangguk.
setelah itu para bawahan dari Yan Liyan beristirahat sedangkan Xiao Yi mengikuti Yan Lin pergi kesebuah danau yang tidak terlalu jauh dari tempat itu.
sedangkan Yan Liyan sudah berada di dalam bangunan itu sambil memperhatikan tempat itu dengan seksama.
"entah kenapa aku merasakan aurah yang sangat dingin ditempat ini." gumam Yan Liyan.
"sistem...apa kau tahu penyebabnya.? tanya Yan Liyan.
[Ding....itu disebabkan sebelumnya.. tepat diruang bawah tanah bangunan ini terdapat sebuah tanaman teratai Es, tuan.]
Yan Liyan yang mendengar jawaban sistemnya hanya mengangguk.
"sudah kuduga.. aku bahkan masih bisa merasakan aura dari tanaman teratai Es itu." ucap Yan Liyan.
'tapi siapa yang mengambil tanaman teratai Es, mustahil keluarga Mo akan mengambil teratai Es karena itu tidak akan berguna untuk mereka'
" huh.. apa peduliku.. siapapun yang mengambilnya aku harap dia tidak akan menjadi musuhku dimasa depan nanti."
gumam Yan Liyan lalu masuk kedalam bangunan untuk beristirahat.
"................."
sedangkan disuatu tempat yang tidak jauh dari reruntuhan bangunan itu.
Bing Hua sedang berdiri didepan 2 makam.
"aku sudah membalaskan dendam kalian dan keluarga kita, Ayah ibu."
"dan juga putrimu yang sekarang ini bukanlah putri yang manja seperti dulu."
"putrimu ini bahkan sudah mencapai rana tingkat kultivasi pertapa suci melebihi tingkat kultivasi kalian berdua.. Ayah ibu."
ucap Bing Hua dengan air mata yang menetes menatap makam kedua orang tuanya dengan penuh penyesalan.
"maafkan aku...
"maafkan aku... jika saja aku menjadi kultivator dengan kemampuan tinggi waktu itu maka keluarga kita tidak akan seperti ini dan juga kalian berdua akan tetap bersamaku sekarang." ucap Bing Hua tidak bisa lagi menahan tangisanya.
"hiks.... hiks.... hiks....
__ADS_1
terdengar isak tangis Bing Hua ditempat itu.
tidak lama kemudian tepat ditengah malam..
Bing Hua telah mengendalikan emosinya dan berhenti menangis.
Bing Hua kemudian mengeluarkan dua tangkai bunga yang sangat indah dan meletakan bunga itu diatas makam ayah dan ibunya.
"aku harap sekarang Ayah dan ibu bisa beristirahat dengan tenang." ucap Bing Hua lalu berjalan meninggalkan tempat itu.
"................"
pagi harinya Yan Liyan dan bawahannya kembali melanjutkan perjalanan ke benua tengah.
di perjalanan Yan Liyan melihat Jiu Wei yang berada dibahunya yang masih menunjukkan ekspresi kesal.
"apa kau masih memikirkan kekalahanmu pada Mei Lin 1 minggu yang lalu." tanya Yan Liyan.
Jiu Wei yang mendengar itu hanya mengangguk.
"jangan terlalu memikirkan hal itu.. dan juga kau harus terbiasa dengan sifat-sifatnya." ucap Yan Liyan.
tidak lama kemudian Yan Liyan melihat sebuah bangunan besar yang berada ditengah hutan dengan banyak penjaga seperti pembunuh bayaran yang menjaga bangunan itu.
Yan Liyan yang melihat itu hanya tersenyum tipis lalu melihat kearah Jiu Wei.
"lihatlah bangunan yang berada ditengah hutan itu! kurasa itu merupakan markas para bandit dan sangat cocok untuk melampiaskan kekesalanmu." ucap Yan Liyan.
Jiu Wei yang mendengar ucapan Yan Liyan langsung melihat kearah bangunan yang ditunjuk oleh Yan Liyan.
kemudian Jiu Wei tersenyum mengerikan lalu melesat menuju kearah markas para bandit.
para bawahan Yan Liyan yang melihat apa yang dilakukan Jiu Wei langsung berhenti begitu juga dengan Yan Liyan.
"kakak Liyan apa yang akan dia lakukan.? tanya Xiao Yi keheranan.
"kau akan segera mengetahuinya adik Yi." jawab Yan Liyan.
sedangkan Xiao Yi yang sudah sampai dimarkas para bandit.
tanpa basa-basi langsung mengarahkan 5 buah bolah elemen kearah markas para bandit.
wusss.....
Boomm......
suara ledakan besar menggema di markas para bandit itu tidak berhenti disitu saja.
Jiu Wei kembali mengeluarkan 5 bolah elemen kembali dan diarahkan kemarkas para bandit secara membabi buta.
para bandit yang diserang secara tiba-tiba tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka tidak mengetahui siapa dan dimana orang yang menyerang mereka.
sedangkan Yan Liyan hanya tersenyum ketika mendengar pemberitahuan sistemnya.
__ADS_1
[Ding... selamat tuan telah membunuh 100 kultivator tingkat bumi sampai raja bumi dan 1 satu kultivator tingkat langit mendapatkan 110.000 Poin sistem.]