SISTEM PENGUASA

SISTEM PENGUASA
Membinasakan Para Bandit


__ADS_3

muncul 5 tembok tanah dari segala sisi membentuk pelindung dengan bentuk kubus yang melindungi seluruh para bandit di dalamnya.


wusss......


wusss....


anak panah itu mengenai tembok tanah sehingga serangan yang dilancarkan oleh perajurit Bing Hua menjadi sia-sia karena tidak para bandit itu.


Bing Hua yang melihat itu hanya tersenyum kecut.


"huh... baiklah ingat latihan kalian...!! keluarkan elemen yang kalian miliki dan dan alirkan kesenjata kalian.." ucap Bing Hua menggunakan Qi nya sehingga suaranya terdengar jelas.


para perajurit yang mendengar itu sangat terkejut.


"tapi pemimpin... sebagian dari kami belum terlalu bisa menguasai Elemen yang kami miliki dengan sempurna jika hal itu dipaksakan maka ada kemungkinan mereka akan terluka.." ucap salah satu perajurit dengan ragu.


"ikuti saja perintah dariku.. kalian tidak ingin mengecewa tuan yang telah menyelamatkan kalian dari tempat penjualan budak kan...? jadi berusahalah.." ucap Bing Hua dengan kesal.


para perajurit yang mendengar langsung mengangguk karena apa yang dikatakan oleh Bing Hua memang benar.


mereka semua mengalirkan elemen yang mereka miliki kesenjata masing-masing lalu melesat menuju tembok tanah itu.


Bing Hua yang melihat itu hanya tersenyum lalu mengumpulkan elemen Es yang dia miliki lalu muncul serpihan disekitarnya.


"tehknik Es abadi. tombak Es.." gumam Bing Hua sambil membuat segel tangan.


tidak lama kemudian muncul banyak tombak Es yang berada disekitarnya lalu melesat menuju kearah pelindung dinding tanah itu.


wusss.....


Wusss....


Boomm.....


tombak Es mengenai tanah pelindung pada satu titik sehingga tanah pelindung itu membeku menjadi Es.


krak.....


terdengar retakan kecil dan perlahan membesar di dinding itu dan tidak lama kemudian dinding tanah itu hancur menjadi serpihan Es.


pemimpin para bandit yang sangat terkejut dengan pertahanan terkuat miliknya bisa dihancurkan dengan mudah tanpa membutuhkan waktu yang lama.


"si... siapa sebenarnya mereka.." ucapnya dengan ketakutan ketika melihat elemen Es itu.


"siapa peduli pikirkan itu nanti..."


gumamnya memberanikan diri agar para bandit yang lain tidak ketakutan ketika melihat banyak perajurit menuju kearah mereka.


"maju..!! jangan takut mereka hanya perajurit lemah.." ucap pemimpin para bandit lalu melesat menuju arah perajurit yang melesat kearah mereka.


ketika antara dua pasukan akan berbenturan Bing Hua langsung melesat menuju kearah atas bangunan markas dan melihat peperangan yang mereka lakukan dari jauh.

__ADS_1


sedangkan di medan perang para bandit sangat dirugikan karena perlengkapan yang mereka miliki sangat minim ditambah kekuatan dan tingkat kultivasi lawan mereka sangat berada jauh di atas mereka.


pemimpin para bandit yang melihat hal itu sangat marah dan kesal karena seranganya untuk membantu para bandit yang lain dihalangi oleh serpihan-serpihan Es yang entah darimana asalnya.


terlihat para perajurit Bing Hua melesat dengan brutal mengayunkan pedang dan tombak yang dilari Elemen mereka masing-masing.


sedangkan para bandit yang ingin kabur terhalang oleh api yang sangat besar yang membakar hutan disekitar markas dari segala arah.


mereka tidak bisa terbang untuk melarikan diri karena ada sesuatu seperti energi yang sangat dingin membekukan udara disekitar mereka sehingga menghalangi mereka untuk terbang.


"ini.... apa akhir hidup kita..?" ucap para bandit dengan pasrah ketika udara disekitar mereka menjadi sangat dingin dan perlahan membekukan mereka.


"ya..... sepertinya kalian memang ditakdirkan untuk itu bukan.." gumam Bing Hua secara tiba-tiba muncul di belakang mereka.


slass.......


slass....


slass....


Bing Hua dengan cepat mengarahkan belati taring naga nya kearah para bandit.


tidak lama kemudian tubuh para bandit itu membeku dan hancur menjadi serpihan Es.


"sepertinya latihan untuk mereka sampi disini saja dan sekarang giliranku untuk mengurus pemimpin mereka.." gumam Bing Hua lalu menghilang dari tempat itu.


pemimpin para bandit yang sedang mnebas serpihan Es disekitarnya menggunakan pedang besar miliknya.


"siapa kau..?"


wusss......


Boomm.....


tiada jawaban dari sosok itu, dia langsung menendang secara tiba-tiba tanpa disadari oleh pemimpin para bandit itu.


pemimpin para bandit langsung melesat dengan keadaan tidak stabil dan langsung terkapar ketika menerima tendangan yang sangat keras itu.


wusss.....


muncul lagi sosok itu di depannya...


"ka...kau bukan orang yang berasal dari kekaisaran Ling."


"si..siapa kau sebenarnya..?" ucap pemimpin para bandit dengan ketakutan.


tapi tidak ada sama sekali jawaban dari sosok itu yang tidak lain adadalah Bing Hua.


Bing Hua langsung mengarahkan belatinya pada pemimpin bandit itu.


pemimpin bandit yang ingin menghindar tiba-tiba diikat oleh serpihan Es seperti akar pohon yang melilit tubuhnya.

__ADS_1


"kau tidak pantas mengetahui identitasku jadi matilah dengan jiwa yang penasaran.." gumam Bing Hua lalu melemparkan belatinya.


wusss.....


belati itu melesat mengenai telak tubuh pemimpin para bandit.


dan tidak lama kemudian pemimpin bandit itu membeku dan hancur menjadi serpihan Es tidak ada teriakan kesakitan yang keluar darinya.


"cih... hanya bandit sampa.." gumam Bing Hua lalu terbang keatas.


setelah itu dia langsung mengeluarkan Elemen Es nya dan mengarahkanya kearah kobaran api.


hal itu dia lakukan untuk memadamkan api yang ada dihutan itu karena para perajuritnya telah selesai memusnahkan para bandit.


Bing Hua langsung turun kearah para perajuritnya yng sedang berkumpul menunggu perintah selanjutnya darinya.


"tidak ada korban dari pasukan kita pemimpin hanya saja sedikit dari pasukan terluka karena tidak bisa mengendalikan elemen yang mereka miliki dengan sempurna.." ucap komandan perajurit melaporkan yang menurutnya penting pada pemimpin pasukan.


Bing Hua yang mendengar itu hanya mengangguk.


"ambil seluruh cincin penyimpanan para bandit dan kumpulkan semua yang ada didalamnya lalu bagikan keseluruh perajurit yang ada."


"dan untuk para pasukan yang terluka segera beri mereka pil penyembuhan yang diberikan oleh sektor Alchemist.." perintah Bing Hua pada mereka.


komandan pasukan yang mendengar itu langsung tersenyum cerah karena harta rampasan perang akan menjadi sepenuhnya milik mereka.


"baik... terimakasih pemimpin.." ucapnya lalu mengarahkan semua perajurit untuk mengambil harta rampasan.


sedangkan Bing Hua memasuki markas dari para bandit dan langsung mencari ruang harta.


tidak lama kemudian dia telah sampai di ruang bawah tanah ditempat itu terlihat sebuah pintu baja yang sangat besar dan kokoh.


Bing Hua langsung menghancurkan pintu itu dengan tehknik tombak Es miliknya sehingga pintu baja yang terlihat sangat kokoh itu hancur.


ketika pintu baja itu hancur terlihat banyak sekali batu Qi dari tingkat renda, menengah dan tinggi menggunung di tempat itu dan juga terdapat barang-barang lain ditempa itu yang merupakan rampasan para bandit dari para pedagang.


"cih... dasar para bandit bodoh menyimpan kekayaan tapi mereka sama sekali tidak perduli akan sumberdaya dan peralatan untuk meningkatkan kekuatan mereka.." ucap Bing Hua lalu memasukan semua benda yang ada ditempat kedalam cincin penyimpananya.


sedangkan di tempat lain....


Xiao Yi sedang mengawasi sebuah gua yang dimulut gua itu terlihat banyak sekali orang-orang yang terlihat sedang berjaga.


"apa rencana kita pemimpin..?" tanya komandan pasukan.


Xiao Yi yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.


"tidak ada rencana dariku.. langsung serang saja mereka dengan kekuatan yang kalian miliki.." ucap Xiao Yi yang membuat komandan pasukan sangat terkejut.


"tapi pemimpin hal itu akan sangat beresiko.." ucapnya dengan ragu.


"jika tidak ingin nyawa dan jiwamu hancur maka lakukan saja perintahku.." ucap Xiao Yi dengan nada mengancam.

__ADS_1


__ADS_2